p-Index From 2016 - 2021
6.958
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Kehutanan JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) English Education Journal Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi Jurnal Trikonomika Al-Hikmah Journal for Religious Studies Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains JURNAL AGROTEKNOLOGI Al Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman Kutubkhanah JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE eDikInformatika Plano Madani JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika BERITA BIOLOGI Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Teras Jurnal International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF) Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Indonesian Mining Journal JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian JURNAL BUANA Jurnal Manajemen Inovasi Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat al-Lubb: Journal of Islamic Thought and Muslim Culture (JITMC) At-Tafkir Jurnal POLIMESIN International Journal for Educational and Vocational Studies Jurnal Ekonomi Manajemen Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi (JRMDK) Serambi Tarbawi Jurnal Tarbiyah Al-Awlad Media Kontak Tani Ternak Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Penambahan Sistem Pendingin Heatsink Untuk Optimasi Penggunaan Reflektor Pada Panel Surya Pawawoi, Andi; Zulfahmi, Zulfahmi
JURNAL NASIONAL TEKNIK ELEKTRO Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jnte.v8n1.607.2019

Abstract

An alternative to increase photovoltaic output power is by increasing the intensity of received light using a reflector. However, the added intensity will increase in the temperature, hence reduce the photovoltaic output power. To optimize the use of reflectors in photovoltaics, a cooling system (i.e. Heatsink) needs to be added. This paper aims to find out the effect of adding a Heatsink cooling system to photovoltaics that equipped with a reflector. Heatsinks are installed at the entire back side of the panel and filled with thermal paste. Observations were made by comparing the photovoltaic system using a reflector without cooling system and the photovoltaic system using a reflector equipped with a Heatsink cooling system. The results show that the photovoltaic with cooling system has 18.26% average temperature decrease and 10.14% average power increase if compared to a photovoltaic system equipped with a reflector without a cooling system. Keywords: Photovoltaic, temperature, power, and cooling system.Abstrak Alternatif yang dapat dipilih untuk meningkatkan daya keluaran photovoltaik yakni dengan menambah intensitas cahaya yang diterima menggunakan reflektor. Namun apabila intensitas ditambah akan menyebabkan kenaikan temperatur yang ikut seiring dengan peningkatan intensitas cahaya, hal ini akan menurunkan daya keluaran photovoltaik. Untuk mengoptimalkan penggunaan reflektor pada photovoltaik perlu ditambahkan sistem pendingin. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan sistem pendingin Heatsink pada photovoltaik yang dilengkapi dengan reflektor. Heatsink ditempelkan pada seluruh sisi belakang panel, dan untuk memperkecil resistansi termal, maka antara panel dan Heatsink diisi dengan paste termal. Pengamatan dilakukan dengan membandingkan 2 sistem, yaitu: sistem photovoltaik menggunakan reflektor tanpa pendingin dan sistem photovoltaik menggunakan reflektor yang dilengkapi sistem pendingin Heatsink. Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa dengan penambahan sistem pendingin  photovoltaik yang dilengkapi reflektor diperoleh penurunan suhu rata-rata 18,26% dan peningkatan daya rata-rata sebesar 10,14% dibanding sistem  photovoltaik yang dilengkapi reflektor tanpa sistem pendingin. Kata kunci: Photovoltaik, temperatur, daya, dan sistem pendingin.
Tigers and Their Prey in Bukit Rimbang Bukit Baling: Abundance Baseline for Effective Wildlife Reserve Management Widodo, Febri Anggriawan; Hanny, Stephanus; Utomo, Eko Hery Satriyo; Zulfahmi, Zulfahmi; Kusdianto, Kusdianto; Septayuda, Eka; Tugio, Tugio; Panjaitan, Effendy; Subali, Leonardo; Suprianto, Agung; Parakkasi, Karmila; Fadhli, Nurchalis; Sukmantoro, Wishnu; Budianti, Ika; Sunarto, Sunarto
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.274 KB) | DOI: 10.22146/jik.28275

Abstract

Managing the critically endangered Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae) needs accurate information on its abundance and availability of prey at the landscape level. Bukit Rimbang Bukit Baling Wildlife Reserve in central Sumatra represents an important area for tigers at local, regional and global levels. The area has been recognized as a long-term priority Tiger Conservation Landscape. Solid baseline information on tigers and prey is fundamentally needed for the management. The objective of this study was to produce robust estimate of tiger density and prey a vailability in the reserve. We used camera traps to systematically collecting photographic samples of tigers and prey using Spatial Capture Recapture (SCR) framework. We estimated density for tigers and calculated trap success rate (TSR; independent pictures/100 trap nights) for main prey species. Three blocks in the reserve were sampled from 2012 to 2015 accumulating a total of 8,125 effective trap nights. We captured 14 tiger individuals including three cubs. We documented the highest density of tigers (individuals/100 km2) in southern sampling block (based on traditional capture recapture (TCR) : 1.52 ± SE 0.55; based on Maximum Likelihood (ML) SCR:0.51 ± SE 0.22) and the lowest in northeastern sampling block (TCR: 0.77 ±SE 0.39; ML SCR: 0.19 ± SE 0.16). The highest TSR of main prey (large ungulates and primates) was in northeastern block (35.01 ± SD 8.67) and the lowest was in southern block (12.42 ± SD 2.91). The highest level of disturbance, as indicated by TSR of people, was in northeastern sampling block (5.45 ± SD 5.64) and the lowest in southern (1.26 ± SD 2.41). The results suggested that human disturbance strongly determine the density of tigers in the area, more than prey availability. To recover tigers, suggested strategies include controlling human disturbance and poaching to the lowest possible level in addition to maintaining main prey availability.Keywords: Capture-Mark-Recapture; closed population; habitat management; population viability; tiger recovery Harimau dan Mangsanya di Bukit Rimbang Bukit Baling: Basis Informasi Kelimpahan untuk Pengelolaan Suaka Margasatwa yang EfektifIntisariMengelola spesies kunci seperti harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang dalam kondisi kritis, memerlukan informasi terkait populasi satwa tersebut dan ketersediaan satwa mangsanya pada tingkat lanskap. Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Sumatera bagian tengah merupakan sebuah kawasan penting untuk harimau baik pada tingkat lokal, regional, maupun global. Kawasan ini telah diakui sebagai sebuah kawasan prioritas jangka panjang Tiger Conservation Landascapes (TCL). Informasi dasar yang sahih mengenai populasi harimau dan mangsanya sangat dibutuhkan untuk pengelolaan efektif satwa tersebut dan kawasan habitatnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menghasilkan perkiraan kepadatan populasi harimau dan ketersediaan mangsanya di kawasan suaka margasatwa tersebut. Kami menggunakan perangkap kamera untuk mengumpulkan sampel gambar harimau dan mangsanya secara sistematis menggunakan kerangka kerja Spatial Capture Recapture (SCR). Kami memperkirakan kepadatan harimau dan menghitung angka keberhasilan perangkap atau trap success rate (TSR: gambar independen/100 hari aktif kamera) untuk satwa mangsa utama. Tiga blok di dalam suaka margasatwa telah disurvei dari tahun 2012 hingga 2015 mengakumulasikan keseluruhan 8,125 hari kamera aktif. Kami merekam 14 individu harimau termasuk tiga anak. Kami mendokumentasikan kepadatan tertinggi harimau (individu/100 km2) di blok sampling selatan (berdasarkan pendekatan analisa capture recapture tradisional (TCR) 1.52 ± SE 0.55; berdasarkan Maximum Likelihood (ML) SCR 0.51 ± SE 0.22) dan terendah di utara-timur (TCR: 0.77 ±SE 0.39; ML SCR: 0.19 ± SE 0.16). TSR tertinggi dari mangsa utama (ungulate besar dan primata) adalah di blok sampling utara-timur (35.01 ± SD 8.67) dan terendah adalah di blok sampling selatan (12.42 ± SD 2.91). Tingkat gangguan tertinggi, sebagaimana diindikasikan oleh TSR manusia, adalah di blok sampling utara-timur (5.45 ± SD 5.64) dan terendahnya di blok sampling selatan (1.26 ± SD 2.41). Hasil studi ini mengindikasikan bahwa gangguan manusia yang sangat tinggi sangat menentukan kepadatan harimau di kawasan ini, melebihi pengaruh dari ketersediaan satwa mangsa. Untuk memulihkan populasi harimau, disarankan beberapa strategi termasuk mengendalikan gangguan manusia dan perburuan hingga ke tingkat terendah, selain tetap memastikan ketersediaan satwa mangsa utama yang memadai.
Pengaruh Sukrosa Terhadap Kandungan Total Fenol Minuman Rempah Tradisional (Minuman Secang) Zulfahmi, Zulfahmi; Nirmagustina, Dwi Eva
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.001 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v12i2.207

Abstract

Secang drink is an Indonesia tradisional drink (from Yogyakarta dan Central Java) there tare made from secang wood (Caesalpia sappan L). In secang drink, we can found another spices, like ginger, clove, sereh, cinnamon bark, kapulaga, and pala. Empirically, the function of secang drink is to take care health, because their bioctive component. The main bioactive component of spices are fenol compound. The fenol compoud can measured with Follin Ciocalteau method. The advantage of Follin Ciocalteau method is give same response to different fenol compound. While the disadvantage is give response to sulfur dioxide and sugar. Except spices, in secang drink contain sugar and salt too, that function to give a delicious taste. The purpose of research is to know the effect of sugar to amount of fenol compoud in secang drink. The amount of fenol compound in secang drink with sugar are 117,972 – 186,055 mg/L. While without sugar are 16,778 – 91,528 mg/L. The incresing of amount of fenol compound in secang drink with sugar because Follin Ciocalteau method to consider sugar is a interference that can give unreal amount of fenol compount. Keywords: sucrose, fenol content, secang drink
PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP NAKHODA KAPAL PERIKANAN YANG TIDAK MEMILIKI SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR Zulfahmi, Zulfahmi; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana Vol 2, No 2: Mei 2018
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.558 KB)

Abstract

Pasal 98 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan menyatakan bahwa, ?Nakhoda kapal perikanan yang tidak memiliki surat persetujuan berlayar dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)?. Namun kenyataannya masih banyak terdapat Nakhoda kapal perikanan yang berlayar di Wilayah Perairan Aceh tanpa memiliki surat persetujuan berlayar berdasarkan hasil observasi di lapangan. Penulisan artikel  ini bertujuan untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan nakhoda kapal berlayar tanpa menggunakan surat persetujuan berlayar, dan hambatan yang ditemui pihak Kepolisian Perairan Aceh dalam melakukan pengawasan dan penangkapan terhadap nakhoda kapal tanpa izin berlayar, serta untuk menjelaskan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana pelayaran tanpa surat persetujuan berlayar oleh nakhoda kapal. Metode penelitian empiris yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan untuk memperoleh data primer. Data diperoleh dari penelitian kepustakaan guna mengumpulkan data sekunder berupa teori dan konsep yang diperoleh dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan nakhoda kapal berlayar tanpa menggunakan surat persetujuan berlayar disebabkan oleh beberapa hal di antaranya kurangnya kepatuhan dan kesadaran hukum, lemahnya sosialisasi dan implementasi peraturan perundang-undangan yang terkait perikanan. Hambatan yang ditemui pihak Kepolisian Perairan Aceh dalam melakukan pengawasan, dan penangkapan terhadap nakhoda kapal yang tidak memiliki surat persetujuan berlayar muncul dari Sumber Daya Manusia, Fasilitas Sarana, serta Anggaran. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak pidana pelayaran tanpa surat persetujuan berlayar oleh nakhoda kapal dilakukan dengan menerapkan upaya preventif, kuratif, rehabilitatif, dan upaya represif. Disarankan kepada pihak kepolisian perairan meningkatkan pengawasan, meningkatkan kepatuhan dan kesadaran hukum, memprioritaskan sosialisasi peraturan perundang-undangan terkait pelayaran, dan mengatasi hambatan-hambatan yang ditemui dengan menerapkan upaya penegakan hukum terkait nakhoda yang berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar.
Keanekaragaman Tanaman Kantong Semar (Nepenthes spp.) di UIN SUSKA Riau Pitcher Plant (Nepenthes spp) Diversity in the UIN SUSKA RIAU Rosmaina, Rosmaina; Zulfahmi, Zulfahmi; Rosa, Rizka
Jurnal Agroteknologi Vol 2, No 2 (2012): Februari 2012
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v2i2.126

Abstract

Forest of the UIN SUSKA Riau was harboring most of the genetic resources, one of them is pitcher plants (Nepenthes spp). Pitcher plants have high economic value because of they were ornamental and medicinal plants. This research aims to determine population density, diversity index, evenness index and dominance index of Nepenthes in the campus forest of UIN SUSKA Riau. This research used method was purposive sampling with square Jalur method. The result of this study found two species of Nepenthes in the campus of UIN SUSKA Riau, namely Nepenthes gracillis and Nepenthes ampularia. The average of population density of Nepenthes gracillis and Nepenthes ampularia were 2000 individuals/ha and 200 individuals/ha, respectively. The Diversity index of Nepenthes in this study was low (H’ <1), while average of evenness index (E) of Nepenthes was 0.352.
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI KANTONG SEMAR (Nephentes sp.) DI KAMPUS UIN SUSKA RIAU Rosmaina, Rosmaina; Zulfahmi, Zulfahmi
Jurnal Agroteknologi Vol 2, No 1 (2011): Agustus 2011
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v2i1.132

Abstract

Pitcher plant (Nepenthes sp) is a member of Nepenthaceae family. In Riau Province, pitcher plant is known locally as Periuk monyet. This species is economically important due to used as ornamental and medicine plants. In the present study, we want to know the kind of pitcher plant in peat swamp forest of State Islamic University of Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau. The result of exploration found that there are four species of Nepenthes growth in peat swamp forest of UIN SUSKA Riau, namely: N. ampularia, N. gracillis, N. mirabilis, and one species is estimated hybrid between N. ampularia x N. gracillis (Nepenthes x trichocharpa). The number of hybrid between N. ampularia x N. gracillis is found restricted, so that it is required another study to ensure that phenomenon.
Pemanfaatan Onggok Fermentasi (Casapro) Terhadap Keempukan Daging Itik Pedaging Kaffi, Suraya; Zairiful, Zairiful; Zulfahmi, Zulfahmi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.325 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v13i2.176

Abstract

Duck meat has a fishy smell weakness, tough and a higher fat content, but it has the advantage of a high content of protein and low in calories. Factors that cause the meat is that it contains a lot of connective tissue protein, collagen has a structure that is very complex and overlap. Factors that cause the meat is that it contains a lot of connective tissue protein, collagen has a structure that is very complex and overlap. One of the efforts that can be used to degrade the connective tissue protein structures is to use agricultural waste products of fermentation results. One agricultural materials such as waste that is possible can be used as a source of carbohydrate is cassava (casapro)which is agro waste. This research result of industrial waste utilizing cassava starch by fermentation. Animals used were male duck and the treatment used is P0 without the addition of fermented cassava (casapro) in the ration and the addition of cassava fermentation treatment P1 (casapro) 5% in the ration. The results obtained during 1.5 months of maintenance are produced using fermentation of cassava in the ration effect on meat tenderness level based on the test panel and the use of meat tenderness. Keywords: duck meat, cassava (casapro), test panelists, meat tenderness.
EFEKTIVITAS MEDIA E-GOVERNMENT DALAM MENDUKUNG TRANSPARANSI INFORMASI DI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI RIAU Zulfahmi, Zulfahmi; Badri, Muhammad; Susanti, Listiawati
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.312 KB) | DOI: 10.24014/jrmdk.v1i1.6885

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mengetahui efektivitas media e-government dalam mendukung transparansi informasi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu memberi gambaran tentang bagaimana efektifitas media e-government dalam mendukung transparansi informasi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Informan terdiri atas empat orang pejabat dan staf bagian Humas dan dua orang masyarakat yang mengakses informasi. Artikel ini menemukan website www.riau.kemenag.go.id sebagai media e-government sangat efektif dan efisien dalam mendukung transparansi informasi di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Hal ini dapat dilihat dari kemudahan-kemudahan yang diberikan melalui fasilitas-fasilitas website tersebut yang memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi dengan sangat cepat, murah, dan transparan, serta dapat dilihat dari umpan baliknya yang positif. Dengan transparansi informasi melalui media website tersebut maka informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, kalangan bisnis, instansi/ lembaga dan para pegawai tentang Kementerian Agama Provinsi Riau dapat diakses dengan mudah dan tidak perlu menunggu berhari-hari. Faktor penghambat penggunaan website sebagai media e-government dalam mendukung transparansi informasi hanya terletak pada SDM dan jaringan internet. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu tersedianya jaringan internet serta sarana dan prasarana yang memadai.
PREDIKSI ZONA KERUSAKAN BATUAN SETELAH PELEDAKAN PADA BEBERAPA TAMBANG BATUBARA DI INDONESIA MENGGUNAKAN DATA SEISMIK REFRAKSI DAN GETARAN PELEDAKAN ZULFAHMI, ZULFAHMI
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2013
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4652.12 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol9.No2.2013.765

Abstract

Untuk mengevaluasi pengaruh peledakan terhadap zona kerusakan struktur batuan, telah dilakukan penelitian terhadap kondisi batuan di sekitar lokasi peledakan dengan pengukuran seismik refraksi dan getaran peledakan. Hipotesis awal adalah terdapat korelasi antara kecepatan rambat gelombang seismik, kerusakan struktur batuan dan jarak dari sumber peledakan. Tiga refraktor dengan kedalaman bervariasi telah dihasilkan dari pengukuran seismik ini. Refraktor tersebut berada kedalaman antara 0,15 - 2,1 meter, 2,2 – 3,5 meter dan 2,7 – 4,5 meter dari permukaan. Kecepatan rambat gelombang pada lapisan 3 menunjukkan nilai perambatan paling tinggi dibandingkan dengan lapisan yang lain. Kurva dari grafik kecepatan rambat gelombang sebelum dan sesudah peledakan cenderung berhimpitan. Hal ini berarti pada lapisan tersebut tidak terjadi kerusakan signifikan. Pada lapisan 1 dan 2 terjadi perbedaan kecepatan yang ditunjukkan dengan kurva yang berjauhan. Hal ini berarti terjadi perubahan struktur batuan. Lapisan 1 menunjukkan kurva sejajar ke arah menjauhi lokasi peledakan, sedangkan kurva pada lapisan 2 menunjukan saling berpotongan atau saling mendekati. Dari perhitungan, diperoleh jarak minimum yang aman dari kerusakan adalah 35,65 meter (PT.KJA), 29,00 meter (PTBA), 39,09 meter (PT.BBE) dan 38,19 meter (PT. MSJ). Hasil korelasi antara jarak minimum yang aman dari kerusakan batuan dengan grafik kecepatan partikel puncak (PPV) diperoleh nilai PPV 17,20 mm/detik untuk PT. KJA, 18,41mm/detik (PTBA), 16,70 mm/detik (PT. BBE) dan 16,80 mm/detik (PT. MSJ). Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui kondisi kerusakan batuan pada beberapa lokasi penambangan batubara di Indonesia berada sampai pada jarak antara 29,00 – 39,09 meter dengan nilai ambang PPV antara 16,70 – 18,41 mm/detik.
Genetic Diversity of Eurycoma longifolia Jack Based on Random Amplified Polymorphic DNA Marker Rosmaina, Rosmaina; Zulfahmi, Zulfahmi
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.192 KB) | DOI: 10.7226/jtfm.19.2.138

Abstract

Eurycoma longifolia Jack is one of the extensively exploited medicinal plants in Indonesia. The objectives of this study were to obtain information on genetic diversity and population genetic structure of E. longifolia to formulate effective conservation plan. RAPD marker was used to assess the genetic diversity of E. longifolia collected from 5 natural populations in Riau Province. A total of 25 plants were analyzed using 5 RAPD primers, which amplified produced 44 scored DNA bands. The mean observed number of alleles per locus (No), number of effective alleles (Ne), and percentage of polymorphic loci (PPL) of E. longifolia were 1.57, 1.34, and 56.80%, respectively. The degree of differentiation among populations of E. longifolia was 0.31 (Ht = 0.29; Hs = 0.20).  The mean value of estimated gene flow among populations of E. longifolia was 1.11 individual per generation. The UPGMA dendogram formed 2 significant clusters. The first cluster consisted of Pelalawan and Kampar populations, while the second cluster was formed from Kuansing, Rohul, and Rohil population. The genetic diversity information in this study is very important to perform efficient conservation and effective future management of its genetic resources.  
Co-Authors Abdiana Ilosa, Abdiana Abdurrokhim Abdurrokhim, Abdurrokhim Abrista Devi, Abrista Adrian Sutawijaya Afiat Anugrahadi, Afiat Al Sukri, Saipul Andi Pawawoi Ari Sandhyavitri Asker, Eyup Azizi, Masagus Ahmad Bakhendri Solfan Bambang S, R.M. Budianti, Ika Cok Nando Panondang, Cok Nando Darni Darni Darwanis Darwanis Dedi Mulyadi Dian Adriani Drs, M.Si, Dr. Mahyuzar, Dwi Eva Nirmagustina Elfianis, Rita Elianora, Elianora Elizar Elizar, Elizar Ervina Aryanti Fadhli, Nurchalis Faradika, Faradika Fathona, Nova Feti Fatimah Fitri Handayani Florean, Muhammad Reva Ghifari, Muhammad K. Hanny, Stephanus Hartanti, Nadya A. Hasan Basri Hasniati Astika, Hasniati Hendrawan, Evans Rizqan Hertini Rani Hidayatullah, Ilham Ildrem Sjafri, Ildrem Ildrem Syafri Intan Cahyani, A. Jufriadi Jufriadi, Jufriadi Juliandika, Rozi Kusdianto, Kusdianto M Solin, Nida Wafiqah Nabila Maharani, Cut Rika MAISUPRATINA MAISUPRATINA, MAISUPRATINA Marwanza, Irfan Mohd. Andalas Mokhamad Irfan Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Badri, Muhammad Mukhlis Mukhlis NELAWATI NELAWATI, NELAWATI Novanty, Icha Nur Asia, Nur Nur Syam AS Nurrahmi Hayani, Nurrahmi Nurul Fahmi Nurulwati, Nurulwati Oktafrina Oktafrina Panjaitan, Effendy Parakkasi, Karmila Prayuda, Novandra Probo Sutejo Rahmadeni Rahmadeni Renita Astri, Renita Ridha, Irfan Ridho Kresna Wattimena, Ridho Kresna Rizka Rosa Rosmaina Rosmaina Rusni Hassan, Rusni Sari, Afrita Septayuda, Eka shintawati, shintawati Sijabat, Sutoni Sri Mariya, Sri Sri Wahyuni Subali, Leonardo Sunarto Sunarto Suprianto, Agung Suraya Kaffi Susanna Susanna Susanti, Listiawati Tugio, Tugio Tunnur, rauzah ULFIATUN ULFIATUN, ULFIATUN Usman Usman Utomo, Eko Hery Satriyo Wahyudi, Hakmi warni, Eva Widodo, Febri Anggriawan Wishnu Sukmantoro Yanni, Meri Hari Yatim R. Widodo, Yatim R. Yohanes Gunawan, Yohanes Yulius Rief Alkhaly, Yulius Rief Zairiful Zairiful, Zairiful Zulhaida, Zulhaida Zuliani Zuliani, Zuliani Zulkifli Pulungan, Zulkifli