Muhammad Adha Ilhami
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Relayout Tata Letak Gudang Produk Jadi Menggunakan Metode Dedicated Storage Permana, Irfan Hadi; Ilhami, Muhammad Adha; Febianti, Evi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.445 KB)

Abstract

PT. ABC merupakan salah satu perusahaan baja yang memproduksi beberapa jenis produk baja yaitu baja tulangan dan baja profil yang masing-masing memiliki tipe produk yang berbeda-beda. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. ABC adalah perusahaan tidak memiliki pengaturan mengenai tata letak produk  jadi. Saat ini untuk mengatur posisi penyimpanan dan penyusunan produk-produk tersebut, akibatnya pola penyimpanan dan penyusunan dilakukan secara acak bergantung pada posisi gudang yang kosong. Akibatnya waktu angkut menjadi lebih lama (ada proses mencari) dan terjadi penumpukan produk yang berlebihan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung total jarak material handling pada kondisi saat ini, menghitung total jarak material handling pada kondisi usulan 1 (penerapan dedicated tanpa perubahan penempatan blok) dan usulan 2 (penerapan dedicated dengan dilakukan perubahan penempatan blok), menghitung penurunan total jarak material handling yang terjadi jika metode dedicated storage diterapkan. Oleh karena itu untuk dapat menjawab tujuan dari penelitian tersebut perlu dilakukan penerapan metode dedicated storage.Metode dedicated storage ini merupakan metode tata letak penyimpanan produk berdasarkan banyaknya aktivitaskeluar masuk produk di gudang dengan jarak tempuh terpendek terhadap I/Opoint (throughput). Dengan adanya rancangan penyusunan penerapan dedicated storage ini diharapkan produk yang akan disimpan dapat menempati lokasi yang tetap untuk memudahkan operator dalam menyimpan dan mengambil produk sehingga aliran produk menjadi lancar dan pemakaian area penyimpanan (space requirement) menjadi lebih optimal. Hasil dari penerapan dedicated untuk usulan 1 sebesar 877.779 m jarak ini memiliki selisih sebesar 305.562 m dari jarak kondisi exsisting yaitu 1.183.341 m dengan persentasi penurunan jarak 25,82 %, sedangkan untuk jarak usulan 2 didapatkan total jarak sebesar 772.486 m dari jarak kondisi exsisting dengan persentasi penurunan jarak 34,72 %. Angka ini menunjukkan total perjalanan yang diperlukan material handling untuk menyimpan dan mengirim produk yang ada di gudang.
Analisis Keseimbangan Lintasan untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi dengan Pendekatan Line Balancing dan Simulasi Daelima, Vickri Fiesta; Febianti, Evi; Ilhami, Muhammad Adha
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.773 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), dimana perusahaan ini belum mampu untuk memenuhi target permintaan yang ada dan target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Hal tersebut diidentifikasi terjadi bottleneck (stasiun bottleneck) pada lintasan produksinya sehingga perusahaan belum mampu memenuhi target permintaan dan target produksinya. Karena itulah maka perlu adanya identifikasi bottleneck (stasiun bottleneck) dan upaya menurunkan waktu siklus pada stasiun tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga target permintaan dan target produksi bisa dicapai. Pada penelitian ini, pendekatan line balancing dan simulasi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dimana pendekatan line balancing untuk menentukan penggabungan stasiun kerjanya dan simulasi untuk mengetahui hasil output-nya. Dalam penelitian ini terdapat 3 kriteria model usulan yaitu berdasarkan cycle time maksimum, takt time permintaan dan takt time produksi. Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan model usulan dengan nilai output produksi yang maksimum. Dimana hasil output produksi berbanding terbalik dengan waktu siklusnya. Semakin kecil waktu siklusnya maka akan semakin besar output sistem yang dihasilkan. Dari ketiga model usulan tersebut dapat didapatkan bahwa waktu siklus untuk takt time permintaan 13,6793 detik dan menghasilkan output 2043 unit / shift, waktu siklus untuk cycle time maksimum 16,3625 detik dan hasil output-nya 2042 unit / shift serta waktu siklus untuk takt time produksi 14,6253 detik dan hasil output-nya 1963 unit / shift. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa takt time permintaan lebih baik daripada takt time produksi dan cycle time maksimum.
Model Hubungan Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Dengan Metode SEM Putri, Niken Empina; Ilhami, Muhammad Adha; Mariawati, Ade Sri
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.401 KB)

Abstract

 PT. Krakatau Engineering (KE) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang EPC (Engineering, Procurement & Construction). Pada perusahaan kontruksi, kesehatan, keselamatan dan lingkungan kerja (K3L) sangatlah diperlukan demi menjamin keselamatan karyawan, untuk itu maka PT. KE membuat program-program mengenai K3L guna untuk mencegah kecelakaan. PT. KE pun telah mendapat sertifikasi mengenai K3L yaitu SMK3 (Sistem Manajemen K3), OHSAS 18001, ISO 14001:2004. PT. KE berharap dengan adanya program-program mengenai K3L dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui model hubungan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) terhadap produktivitas, dan menganalisis pengaruh hubungan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) terhadap produktivitas. Objek penelitian dilakukan pada perusahaan Engineering, Procurement & Construction (EPC) yaitu di PT. Krakatau Engineering (KE). Data yang digunakan berasal dari data kuesioner karyawan di office PT. KE sejumlah 100 responden, yang kemudian data direkap dengan perangkat lunak SPSS 16.0 dan Lisrel 8.30 untuk mengolah data secara statistic dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Sehingga berdasarkan pengolahan data dan analisis maka dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja sebesar 0.77 dan 0.64. kesehatan dan keselamatan kerja mempengaruhi secara langsung produktivitas sebesar 0.42 dan 0.48.
Usulan Penjadwalan Program Roll Design Kategori Program Tipis Pada Pabrik Hot Strip Mill Untuk Meminimasi Tardiness Andriyani, Nur; Ilhami, Muhammad Adha; Kurniawan, Bobby
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.806 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri baja yang memproduksi berbagai macam produk-produk baja. Salah satunya adalah lembaran baja panas (hot rolled coil). Produk tersebut memiliki kapasitas produksi paling tinggi yaitu sebesar 2 juta ton pertahun. Produk tersebut merupakan hasil produk dari pabrik Hot Strip Mill (HSM). Berbeda dengan penjadwalan biasanya, pabrik Hot Strip Mill memproduksi order berdasarkan program roll design yang telah disusun berdasarkan tebal dan lebar coil. Pabrik HSM tidak bisa memproduksi sembarangan, karena job-job yang akan dikerjakan harus dibentuk program roll design dengan mengurutkan job-job sesuai dengan batasan coffin shape yaitu dengan adanya pengelompokkan (grouping job) ke dalam 9 group berdasarkan karakteristik tebal dan lebar coil. Latar belakang dari penelitian ini, didapati banyaknya order yang terlambat, terlihat dari jumlah tardiness yang cukup besar yaitu sebanyak 237 hari selama periode 1-7 Mei 2013. Hal inilah yang menjadi titik permasalahan bagaimana perusahaan dapat membuat jadwal dengan baik sesuai batasan-batasan yang ada di dalam program roll design, yang mampu meminimasi tardiness. Oleh sebab itu pada tahapan grouping job pada penelitian ini dilakukan modifikasi grouping job, yaitu pengurutan job sesuai dengan duedate yang tercepat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurutkan job tersebut adalah dengan metode Earliest Due Date (EDD). Dari latar belakang yang ada maka tujuan penelitian ini yaitu meminimasi tardiness pada pabrik HSM dengan menggunakan modifikasi grouping job yang akan dibandingkan dengan penjadwalan existing. Hasil penelitian inidibuktikan bahwa penjadwalan pada pabrik Hot Strip Mill dengan menggunakan metode modifikasi grouping job ini, dapat meminimalkan total tardiness dari 237 hari yang terlambat pada jadwal existing menjadi 95 hari pada jadwal usulan, dengan persentase penurunan sebesar 57%.
Analisis Bullwhip Effect dalam Sistem Rantai Pasok pada Produk LL-SR Sari, Rosalina; Ilhami, Muhammad Adha; Kurniawan, Bobby
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.706 KB)

Abstract

PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah perusahaan pertama dan terbesar sebagai produsen Polyethylene (PE) di Indonesia. PE adalah salah satu polimer yang paling banyak digunakan untuk membuat berbagai produk plastik dari film kemasan dan wadah untuk komponen dan sejumlah industri. Salah satu produk unggulan yang ada di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah produk LL-SR. Produk LL-SR merupakan produk yang paling diminati oleh perusahaan karena proses pembuatannya menggunakan Etylen yang langsung dapat digunakan sehingga biaya produksinya lebih rendah daripada produk lain. Yang melatarbelakangi penelitian di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah adanya fenomena Bullwhip Effect yaitu terjadi fluktuasi  antara  order dan demand, persaingan pasar, dan Forecast yang dilalukan untuk target penjualan pada produk LL-SR. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai Bullwhip Effect, menentukan peyebab utama terjadinya Bullwhip Effect dan menentukan usulan perbaikan order dan demand produk LL-SR. Penelitian ini dimulai dengan menghitung Bullwhip Effect pada dua eselon. Metode yang digunakan dalam peneleitian ini adalah Metode simulasi diskrit. Hasil penelitian ini yaitu Nilai Bullwhip Effect pada eselon 1 (Supplier dan PPIC) = 1.22 dan eselon 2 (PPIC dan distributor)= 0.78. Nilai tersebut menunjukan terjadinya bullwhip effect pada eselon 1 sedang eselon 2 tidak terjadi. Penyebab dominan adanya Bullwhip Effect adalah kenaikan harga material, persaingan pasar, forecast dilakukan untuk target penjualan dan peramalan permintaan masih belum mendekati akurat. Rancangan perbaikan yang diusulkan adalah melakukan karja sama long term dengan pihak supplier dan distributor sehingga mendapatkan jaminan harga yang tetap dan berkelanjutan. 
Penentuan Persediaan Bahan Baku Optimal Menggunakan Model Q dengan Lost Sales Pada Industri Air Minum Dalam Kemasan Anggraini, Fara Dewi; Ilhami, Muhammad Adha; Herlina, Lely
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.516 KB)

Abstract

PT.Krakatau Daya Tirta merupakan perusahaan yang menghasilkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) jenis galon 19 liter dan gelas cup 240 ml. Permasalahan yang sering terjadi yaitu pada AMDK jenis gelas cup 240 ml yang terdiri dari bahan baku cup 240 ml, sedotan dan lidcup. Latar belakang penelitian ini yaitu perusahaan menerapkan sistem persediaan periodic review dimana sering dilakukan pembelian  bahan baku kemasan dalam jumlah besar dengan lead time pemesanan 1 bulan untuk menjaga kelancaran proses produksi. Pemesanan dalam jumlah besar tersebut dapat mengakibatkan penumpukkan persediaan bahan baku, selain itu menyebabkan ongkos total persediaan yang dikeluarkan pihak perusahaan semakin besar. Tujuan pada penelitian ini yaitu menentukan kebijakan persediaan optimal untuk meminimasi biaya persediaan berdasarkan ongkos total persediaan dan reorder point menggunakan Model Q dengan Lost Sales kemudian membandingkan ongkos total persediaan kondisi awal dan usulan perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Model Q dengan Lost Sales sesuai dengan model matematis Hadley-Within. Kemudian melakukan simulasi diskrit dengan menggunakan microsoft excell, simulasi dilakukan sebanyak 10 kali replikasi dan kemudian dilakukan perhitungan replikasi. Setelah itu dilakukan pengujian validasi menggunakan uji One Sample T-Test menggunakan software SPSS untuk membandingkan secara statistik antara satu set data dengan sebuah nilai, dalam hal ini nilai yang dibandingkan adalah ongkos total persediaan. Hasil penelitian didapatkan nilai Q dan r optimal serta ongkos total persediaan optimal. Berdasarkan hasil perbandingan, diperoleh bahwa pengolahan persediaan menggunakan model Q dengan Lost Sales didapatkan ongkos total persediaan pada usulan perbaikan lebih rendah dibandingkan dengan ongkos total persediaan kondisi awal.
Simulasi Kebijakan Persediaan Optimal Pada Sistem Persediaan Probabilistik Model P Menggunakan Powersim Naek.S.M.S, Horas; Ilhami, Muhammad Adha; Herlina, Lely
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.067 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja SPM (Spiral Pipe Machine) dan ERW (Electric Resistant Welding). Penelitian dilakukan dengan menggunakan sistem persediaan probabilistik model P untuk menentukan biaya persediaan yang minimum dimana perusahaan memiliki kebijakanan waktu antar pemesanan yang periodik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif rentang waktu antar pemesanan kepada perusahaan untuk memesan bahan baku. Kemudian membandingkan alternatif yang telah diberikan dengan simulasi Powersim untuk menguji validitas dari kebijakan tersebut. Dengan sistem persediaan probabilistik model P didapatkan alternatif rentang waktu antar pemesanan untuk mendapatkan biaya persediaan yang minimum antara 0,018-0,0255 tahun untuk bahan baku ERW dan rentang waktu antara 0,0130,0135 tahun untuk bahan baku SPM. Perbandingan hasil model dengan simulasi Powersim pada bahan baku ERW dan SPM dengan menggunakan One sample T-Test tidak ditemukan perbedaan, karena nilai kedua t hitung bahan baku (0,140 dan 0,699) lebih kecil dari t tabel (2,685). Biaya persediaan yang minimum untuk bahan baku ERW didapatkan Rp. 141.772.012.550,79 dengan rentang waktu pemesanan untuk setiap pemesanan selama 0,0254 tahun dan kapasitas maksimum sebesar 50.618,54 ton, sedangkan biaya persediaan yang minimum untuk bahan baku SPM didapatkan Rp. 271.833.764.443,480 dengan rentang waktu pemesanan untuk setiap pemesanan selama 0,0134 tahun dan kapasitas maksimum sebesar 98.922,57 ton.
Penjadwalan Pola Aliran Flow Shop 1-Stage dengan Sistem Lelang Untuk Meminimasi Weighted Tardiness dengan Mempertimbangkan Maintenance dan Waktu Set Up Muhammad, Irfan; Ilhami, Muhammad Adha; Febianti, Evi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.09 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja las spiral dan longitudinal. Penelitian  dilatarbelakangi dari permasalahan penjadwalan yang masih konvensional di perusahaan  yang mana banyak job yang selesai tidak sesuai dengan due datenya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penjadwalan dengan menggunakan metode sistem lelang (auction based) untuk meminimasi weighted tardiness dan membandingkan jadwal produksi usulan dengan jadwal inisial di perusahaan. Model penjadwalan sistem lelang mengadaopsi dari sistem lelang pada umumnya dimana mesin sebagai juru lelang, job sebagai peserta lelang dan slot waktu sebagai barang yang dilelang. Pada penelitian ini metode EDD digunakan sebagai perbandingan dengan hasil penjadwalan sistem lelang. Dari hasil penelitian didapat nilai weighted tardiness penjadwalan dengan sistem lelang yang optimal dalam arti lebih minimasi dibanding dengan metode EDD dan kondisi existing dengan nilai weighted tardiness sebesar 39 , dibandingkan dengan  nilai weighted tardiness pada metode EDD dan kondisi existing sebesar 106 dan 45  Dengan demikian penjadwalan dengan metode lelang lebih optimal dibanding dengan metode EDD dan kondisi existing dengan urutan jadwal pada mesin ERW adalah Job 1-Job 2-Job 3-Job 5-Job 4-Job 6-Job 7-Job 8-Job 9.
Usulan Penataan Ruang Parkir Dengan Pendekatan Simulasi Di Universitas X Saefullah, Mochamad; Ilhami, Muhammad Adha; Kulsum, Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.97 KB)

Abstract

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara (Keputusan Dirjen Hubda No. 272/HK.105/DRJD/96). Atau dengan kata lain Parkir merupakan suatu kondisi kendaraan yang berhenti dalam jangka waktu tertentu. Pengalokasian Ruang Parkir dalam kampus merupakan faktor penting dalam penataan kampus. Hal ini bertujuan supaya kendaraan-kendaraan yang berada di dalam kampus tidak parkir sembarangan, yang akan mengakibatkan kondisi dalam kampus yang tidak beraturan dan akan mengurangi keindahan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kendaraan motor dan mobil yang tidak mendapatkan tempat parkir (parkir yang tersedia) pada saat ini (2013), selain itu membuat usulan lokasi parkir agar ruang parkir saat ini mencukupi, dan Mengetahui kebutuhan luas parkir tambahan untuk tahun 2014 dengan asumsi kenaikan kendaraan berdasarkan peningkatan kendaraan di Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi yang diolah menggunakan software Promodel. Dengan melihat rata-rata jumlah kendaraan yang masuk ke lokasi parkir sembarang. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pada simulasi eksisting terdapat 137 kendaraan motor dan 4 kendaraan mobil yang berada di lokasi sembarang, sehingga masih diperlukan lokasi parkir tambahan seluas 205 m2 untuk motor dan 46 m2 untuk mobil. Dengan usulan penambahan ruang parkir maka tidak ada lagi kendaraan yang masuk ke dalam lokasi parkir sembarang. Namun, kebutuhan ruang parkir pada tahun 2014 masih belum mencukupi, dimana masih membutuhkan lokasi parkir tambahan seluas 218 m2 untuk menampung mobil sebanyak 19 unit dan lokasi parkir tambahan seluas 220.5 m2 untuk menampung motor sebanyak 147 unit.
Pengembangan Model Penjadwalan Dinamis Mesin Paralel dengan Sistem Lelang untuk Meminimasi Weighted Tardiness (Studi Kasus di PT.XYX) Octanatry, Dina; Ilhami, Muhammad Adha; Herlina, Lely
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.612 KB)

Abstract

Penjadwalan produksi merupakan hal yang harus diperhatikan dalam perusahaan, karena dengan penjadwalan yang baik akan membuat sistem produksi berjalan dengan lancar sehingga pelayananan terhadap konsumen dapat dilakukan dengan baik. Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja las spiral dan longitudinal. Pipa baja las spiral diproduksi oleh mesin SPM 1800, SPM 2000 dan SPM 1200. Dimana mesin tersebut disusun paralel, sehingga setiap job hanya akan diproses pada salah satu mesin saja. Adapun yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah permasalahan kedinamisan sistem yang masih menjadi permasalahan pada penelitian Julaeha (2011) dimana penjadwalan untuk pemesanan yang dilakukan oleh konsumen pada saat proses produksi telah berjalan tidak dapat dilakukan. Untuk itu penelitian ini bertujuan melakukan penjadwalan dinamis mesin paralel dengan sistem lelang (auction based) untuk meminimasi weighted tardiness  dan membandingkan jadwal produksi baru dengan jadwal existing perusahaan. Model penjadwalan sistem lelang yang digunakan adalah model penjadwalan hasil penelitian Ilhami (2010) dengan modifikasi pada list scheduling. Pada penelitian ini metode Earlies Due Date digunakan sebagai perbandingan dengan hasil penjadwalan sistem lelang. Dari hasil penelitian didapat nilai weighted tardiness penjadwalan dengan sistem lelang sebesar 259, dengan metode EDD didapat weighted tardiness sebesar 435 dan pada jadwal perusahaan didapat weighted tardiness sebesar 415. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa penjadwalan sistem lelang adalah yang paling baik karena memberikan nilai weighted tardiness paling minimum diantara ketiga penjadwalan yang telah dilakukan.