A. A. PT. SUARI, A. A. PT.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEKANISME PENAIKAN VALENSI BAHASA BALI DIALEK NUSA PENIDA (BBDNP) SUARI, A. A. PT.
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.09 KB)

Abstract

This article will be concerned with verbal construction in BBDNP. The construction discussed about causatives verb formation. Causativation is related to valency changes of verb. The concept of valence referes to the number of argument  that a head may take, in this case the head is the predicate of a clause. Causativation can increase the valence of a verb. Causative processes involve affixes which will be attached on a particular verb. According to this article, affixes of valenecy changes are causative suffix {-ang} and causative suffix {-in}. Both of them mark the BBDNP base, such as a verb, an adjective, a precategorial even state verb. In other side, suffix {-a} can decrease valence of the verb. Tulisan ini mengenai konstruksi verba BBDNP. Konstruksi yang dimaksud pada tulisan ini adalah konstruksi kausatif . Pengausatifan erat kaitannya dengan perubahan valensi. Konsep valensi mengacu pada jumlah argumen yang dapat dihadirkan oleh verba yang berfungsi sebagai predikat dalam sebuah klausa. Perubahan valensi verba yang dilakukan melalui proses kausatif menyebabkan verba akan mengalami peningkatan valensi. Proses pengausatifan ini melibatkan afiks atau pemarkah yang akan dilekatkan pada verba tertentu. Berdasarkan hasil temuan penelitian tetang mekanisme perubahan valensi BBDNP, diketahui bahwa pemarkah pengubah valensi adalah sufiks kausatif {-ang} dan sufiks kausatif {-in}. Kedua sufiks kausatif ini melekat pada predikat dengan bentuk dasar verba, adjektiva, dan prakatagorial serta verba keadaan sehingga verba-verba tersebut mengalami penaikan valensi. Di sisi lain, ditemukan pemarkah penurun valensi berupa sufiks pasif{-a}.