Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN TEKNIK LATIHAN TERBIMBING BERDASARKAN ILUSTRASI TOKOH IDOLA PADA SISWA KELAS IX IPA.2 SMA PGRI 2 PALEMBANG Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 7
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran sastra di lembaga pendidikan formal sejauh ini dapatdikatakan belum menggembirakan. Keprihatinan sudah disampaikan sejak lama oleh para pemerhati pemelajaran sastra. Wawancara dengan guru yang mengajar di kelas XI SMA PGRI 2 Palembang menunjukkan bahwa hasil belajar sastra siswa belum memuaskan. Untuk sekolah yang dijadikan tempat penelitian, rerata nilai yang didapat siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Untuk mengatasi masalah di atas, ditawarkan sebuah teknik pembelajaran. Teknik yang dimaksud adalah teknik terbimbing dengan ilustrasi tokoh idola yang mengarahkan bentuk pembelajaran sastra pada memudahkan siswa menentukan ide cerita yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen. Masalah yang dijadikan kajian dalam penelitian ini adalah 1)Bagaimana peningkatan keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI IPA.2 SMA PGRI 2 Palembang setelah mengikuti pembelajaran dengan teknik latihan terbimbing berdasarkan ilustrasi tokoh idola? 2) Bagaimana perubahan sikap dan perilaku siswa kelas XI. IPA.2 SMA PGRI 2 Palembang terhadap pembelajaran menulis cerpen, setelah mengikuti pembelajaran dengan teknik latihan terbimbing berdasarkan ilustrasi tokoh idola. Lokasi penelitian tindakan ini adalah SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklusnya melalui beberapa tahapan. Data siklus dikumpulkanmelalui lembar pengamatan dan lembar penilaian. Data yang didapat kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil belajar yang dicapai siswa. Setelah melampaui siklus I, maka pada siklus II proses belajar mengajar menunjukkan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan siklus sebelumnya dan telah mencapai ketuntasan hasil belajar yang diinginkan. Dari hasil yang adamaka penelitian ini tidak perlu dilakukan kembali pada siklus berikutnya.Kata Kunci: Latihan terbimbing, ilustrasi tokoh idola
The Effect of Learning Experimental Method Toward Learning Writing Ability of Creative Poetry Based on Personal Experience of Seventh Grade Students of SMP Pembina of Palembang Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 18
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine and describe the influence model experiential learning to creative poetry writing ability based on personal experience of the seventh grade students of SMP Pembina Palembang. The method used in this study is an experimental method with a pretest-postes control group design. Samples are 39 students of VII.1 class as an experimental class and VII.4 class wich consist of 34 student as the control class. Technique for collecting data used in this study was the written test. The results of study was there is significant influence of experiental learning method toward students ability in writing creative poetry based on personal experience of seventh grade students of SMP Pembina Palembang. The result of t-tests showed that the value of t-obtained was higher than t-table (2,95 higher than 1,66)Keywords : Learning, Model of Experiental Learning, Writing Poetry, Personal Experience 
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN DALAM NOVEL HANYA SEBUTIR DEBU KARYA SANDI FIRLY Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PGRI 2017
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Unsur-Unsur Kebudayaan dalam novel Hanya Sebutir Debu karya Sandi Firly. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Unsur-Unsur Kebudayaan dalam novel Hanya Sebutir Debu karya Sandi Firly. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Teknik analisis data yang digunakan ialah teknik content analisis (analisis isi). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasa terhadap novel Hanya Sebutir Debu karya Sandi Firly, terdapat tujuh unsur-unsur kebudayaan berupa kepercayaan, nilai, norma dan sanksi, teknologi, simbol, bahasa, kesenian.Kepercayaan dalam penelitian ini adalah keyakinan masyarakat terhadap suatu hal yang bersifat mistis (gaib). Nilai dalam penelitian ini adalah cara pandang masyarakat terhadapsuatu hal. Norma dan sanksi dalam penelitian ini adalah seperangkat aturan dan ganjaran yang harus dipatuhi dan ditaati. Teknologi dalam penelitian ini adalah cara kerjamasyarakat. Simbol dalam penelitian ini adalah sebuah benda, manusia, dan berbagai macam hal yang telah mendapatkan arti khusus. Bahasa dalam penelitian ini adalah sebutan masyarakat untuk suatu objek, Kesenian dalam penelitian ini adalah suatu karya seseorang berupa syairl lagu Umu Abah yang terkenal di daerah Banjar.Kata Kunci:Unsur-Unsur Kebudayaan Sastra, Novel
Nilai-Nilai Pendidian Pada Novel Pak Guru Karya Awang Suryo Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 13
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam novel Pak Guru Karya Awang Surya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan psikologis dan sosiologis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis konten. Berdasarkan hasil analisis dalam novel Pak Guru Karya Awang Surya terdapat 210ocial agama dan 210ocial moral yang mencangkup hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan 210ocial manusia serta 210ocial 210ocial yang mencangkup masalah kriminilitas, masalah lingkup hidup dan masalah kemiskinan yang berimplikasi terhadap nilai-nilai pendidikan.Kata Kunci : Nilai-Nilai Pendidikan , Psikologis, dan Sosiologis.
PENGARUH MODEL INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN SISWA KELAS XI SMA AL-MASHRI PANGKALAN BALAI KABUPATEN BANYUASIN MENENTUKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK PUISI BERSATULAH KAUM PELAJAR KARYA RAHMAT JABARIL Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 7
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah pentingnya penggunaanmodel pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi dan tujuanpembelajaran. Masalah dalam penelitian ini adalahbagaimanakah pengaruh model inkuiri terhadap kemampuansiswa kelas XI SMA Al-Mashri Pangkalan Balai KabupatenBanyuasin menentukan unsur-unsur intrinsik puisi BersatulahKaum Pelajar karya Rahmat Jabaril. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruhmodel inkuiri terhadap kemampuan siswa dalam menentukanunsur-unsur intrinsik puisi Bersatulah Kaum Pelajar karyaRahmat Jabaril. Dari hasil penelitian melalui tes, berupa tesobjektif, tes esai, angket dan wawancara yang dilakukan makadidapat hasil bahwa terdapat pengaruh yang signifikan modelinkuiri terhadap kemampuan siswa kelas XI SMA Al-MashriPangkalan Balai Kabupa-ten Banyuasin menentukan unsur-unsur intrinsik puisi Bersatulah Kaum Pelajar karya RahmatJabaril karena terbukti bahwa “t o ” lebih besar daripada “t tabel ”pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil tes siswa,setelah membandingkan hasil tes awal dengan hasil tes akhirdiperoleh bahwa “t 0 ” > “t tabel ”, yaitu 8,52  2,02 pada tarafsignifikan 5% dengan d.b. 38.Kata kunci: model, inquiri, unsur instrinsik, puisi.
REPRESENTATION OF LANGUAGE AND CULTURE IN EDUCATION Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 14
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to provide a description representations theaspects of language and culture in education by examiningseveral theories and expert opinions. The method used in this paper is a qualitative descriptive method, which means to understand a phenomenon in the social context naturally with the advanced process of interaction between researchers indepth communication with the phenomenon to be studied through the surgical literature. From the discussion, it can be synthesized that language is a vehicle and a cultural product. Language reflects the culture of the doers or users. Because it is a language in addition to functioning as a means of communication, language is also an implementation of culture in education Cultural formed values and norms indirectly in form of language that be realized in the educational process. When it is related with education in Indonesia, the language has a central role in the development of intellectual, social, and emotional learners and it works as supporting of success in studying a field of science.Keywords: Language, Culture, andEducation 
THE ROLE OF LITERATURE IN SHAPING THE CHARACTER OF LEARNER Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 18
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn Indonesia, the education of literature is sometimes ignored and neglected. Since new era of paradigm, literature is treated as non significant subject of learning, it is considered to be unimportant, useless, and all sorts of 'no' other forms. Education in Indonesia only focuses on meaningful learning of science and mathematics. Although it is not expressed verbally, literature is viewed lower than science and mathematics. The willingness to keep forward science is failed, because of ignoring literary education. In line with the growing magnitude of the need for character education now, literary education and learning needs were designed. Literature is treated as a basic character education. In such context, there should be serious efforts of all components of the nation to build a "collective consciousness" in order to restore lost national character. In such context, it becomes interesting when as an educator of language and literature to give or to inject values into a insightful character education lessons which were labeled as  literature and sought to encourage and to internalize the character education through literature. Keywords:Character Education, Literature Learning
ASPEK KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang KUMPULAN JURNAL DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 7
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAktivitas kecerdasan yang paling kompleks adalah pemecahan masalahdan menghasilkan kreativitas. kreativitas adalah vaiabel ID yang mempengaruhi pembelajaran bahasa kedua untuk tiga alasan; pertama, pentingnya teori yang tidak terbantahkan meskipun kategorisasi yang tepat telah menunjukkan variasi yang cukup besar (dan agak membingungkan). Kedua, kita dapat membangunargumen yang kuat untuk menjelaskan mengapa muncul dan menyebarmetodologi yang komunikatif, berpusat pada siswa telah meningkatan relevansi kreativitas dalam pemerolehan bahasa kedua yang diinstruksikan. Ketiga, data empiris bahasa kedua terbatas pada dampak dari kreativitas belajar bahasa yang memberikan bukti bahwa kreativitas memainkan peran dalam membentuk hasil belajar bahasa kedua. Apa yang kami butuhkan sekarang adalah lebih banyakpada penelitian dan kejelasan teoretis aspek kreativitas yang mempengaruhi aspek belajar bahasa dan penggunaannya dan bagaimana kreativitas berinteraksi dengan variabel ID lainnya.Kata kunci: kreativitas, pembelajaran bahasa,
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN SASTRA Wardiah, Dessy
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol 12, No 1 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v12i1.98

Abstract

AbstrakDi Indonesia, pendidikan sastra diabaikan dan terabaikan. Sejak era Orde Baru, sastra sengaja diperlakukan sebagai subjek pembelajaran yang tidak signifikan, tidak penting, tidak berguna, dan segala macam ‘tidak’ lainnya. Dunia pendidikan di Indonesia terlena hanya memandang bermakna pembelajaran sains dan matematika. Meskipun tak diungkapkan secara verbal, sastra dipandang lebih rendah derajatnya dibandingkan sains dan matematika. Ambisi untuk memajukan pendidikan sains lalu pincang, lantaran sengaja mengabaikan pendidikan sastra. Sejalan dengan kian besarnya kebutuhan terhadap pendidikan karakter kini, mau tak mau pendidikan dan pembelajaran sastra mutlak direvitalisasi. Sastra diperlakukan sebagai basis pendidikan karakter. Dalam konteks demikian, perlu ada upaya serius dari segenap komponen bangsa untuk membangun “kesadaran kolektif” demi mengembalikan karakter bangsa yang hilang. Dalam konteks demikian, menjadi menarik ketika sebagai seorang pendidik bahasa dan sastra memberikan atau menginjeksikan nilai-nilai berwawasan pendidikan karakter ke dalam pelajarannya yang berlabel sastra dan diupayakan bisa mengajak dan menginternalisasikan pendidikan karakter melalui sastra tersebut. Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Pembelajaran Sastra
THE ROLE OF LITERATURE IN SHAPING THE CHARACTER OF LEARNER Wardiah, Dessy
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang PROSIDING DOSEN UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG EDISI 18
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.017 KB)

Abstract

AbstractIn Indonesia, the education of literature is sometimes ignored and neglected. Since new era of paradigm, literature is treated as non significant subject of learning, it is considered to be unimportant, useless, and all sorts of no other forms. Education in Indonesia only focuses on meaningful learning of science and mathematics. Although it is not expressed verbally, literature is viewed lower than science and mathematics. The willingness to keep forward science is failed, because of ignoring literary education. In line with the growing magnitude of the need for character education now, literary education and learning needs were designed. Literature is treated as a basic character education. In such context, there should be serious efforts of all components of the nation to build a "collective consciousness" in order to restore lost national character. In such context, it becomes interesting when as an educator of language and literature to give or to inject values into a insightful character education lessons which were labeled as  literature and sought to encourage and to internalize the character education through literature. Keywords:Character Education, Literature Learning