Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERENCANAAN GEOMETRI JALAN SEDERHANA UNTUK JALAN PEDESAAN Noor, Adderian; Fauzi, Muhammad; Rozi, Fathur
POROS TEKNIK Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dan pembangunan akan prasarana transportasi jalan di Pedesaan sangat mendesak. Pembangunan jalan yang dihasilkan di Pedesaan paling tidak ditinjau dari as-pek geometri, pelaksanaan, dan biaya tidak jauh berbeda dari kaidah-kaidah teknis, ling-kungan, dan ekonomis. Kendala yang ada di Pedesaan akan selalu dihadapkan pada sumber daya manusia pelaksana yang memadai. Tulisan ini akan mencoba menguraikan dasar-dasar perencanaan sederhana untuk geometri jalan di Pedesaan, yang mudah di-pahami dan dilaksanakan.Ditinjau dari sejarah terjadinya jalan di Pedesaan banyak dijumpai jalan berubah peran dan fungsinya seiring dengan waktu, perubahan tersebut dimulai dari jalan setapak, lalu berubah jadi jalan lokal, jalan kolektor, dan mungkin jadi jalan arteri. Oleh karena banyak ditemui elemen geometri jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang ada dan ini sangat berbahaya untuk pergerakan lalu lintas.Undang Undang, No. 38 Tahun 2004, Tentang Jalan, bahwa prasarana transportasi jalan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan dan sekaligus menyalurkan hasil pem-bangunan ke seluruh pelosak hingga ke Pedesaan. Prasarana transportasi dalam bentuk jalan untuk kawasan pedesaan merupakan pilihan utama, selain murah dalam pem-bangunan juga mempunyai keunggulan dalam aksesibilitas.
STABILISASI LERENG UNTUK PENGENDALIAN EROSI DENGAN SOIL BIOENGINEERING MENGGUNAKAN AKAR RUMPUT VETIVER Noor, Aspian; Vahlevi, Jurnadi; Rozi, Fathur
POROS TEKNIK Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang lama merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya erosi dan kelongsoran pada lereng yang kritis Air memberikan kon-stribusi terhadap terjadinya kelongsoran terutama pada tanah tak jenuh air. Air masuk kedalam tanah tak jenuh melalui: infiltrasi air permukaan, rembesan air dalam tanah dan naiknya permukaan air tanah. Ke tiga peristiwa diatas merubah kondisi tak jenuh menjadi kondisi jenuh air pada sebagian lapisan tanah. Akibatnya tanah mengalami perubahan kondisi mula-mula (initial state), sehingga lapisan tanah ini akan mengalami pengurang-an kohesi akibat genangan dan hujan deras yang terjadi dengan periode yang sukup panjang serta memicu kelongsoran tanah pada bidang yang lemah. Upaya penanganan melalui rekayasa geoteknik dengan menggunakan teknik-teknik perkuatan tanah pena-warkan penyelesaian dengan biaya yang sangat mahal dan hanya dapat dilakukan pada lokasi-laoksai yang mudah dijangkau. Penggunaan sisten soil bioengineering seperti ve-getasi merupakan salah satu penanganan kelongsoran lanjutan serta kelongsoran jangka panjang yang perlu dipertimbangkan, memgingat beberapa keunggulannya. Dengan so-lusi gree/bioengineering perlu pertimbangan yang tepat, berdasarkan iklim, tipe tanah dan biaya.  Pada daerah dengan kondisi iklim panas, tanah cukup kuat dan kohesif, barangkali cukup hanya dengan ditutup rumput biasa sebagai proteksi lereng. Pada kondisi ekstrim, pada daerah lereng curam dan tanah sangat mudah erosi, hujan sangat berlimpah dan waktu masih memungkinkan (lereng yang baru dibentuk perlu segera ditangani), maka penanaman vetiver perlu dipertimbangkan.
ANALISA KARAKTERISTIK MARSHALL PADA ASPAL CAMPURAN PANAS UNTUK LAPIS PERMUKAAN JALAN TANJUNG SELOR Rozi, Fathur; Noor, Adderian
POROS TEKNIK Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal campuran panas ini merupakan salah satu material dalam pembuatan konstruksi pembuatan jalan dapat diperuntukan sebagai lapisan permukaan (Wearing Coarse), da-pat juga sebagai lapis pondasi atas beraspal (Base Coarse). Untuk mendapatkan nilai struktur yang tinggi, maka pada proses pengolahan material ini diperlukan syarat-syarat kualitas dan metodologi pelaksanaan yang baik dan benar sesesesuai dengan standar spesifikasi teknis Bina Marga. Dengan bahan agregat kasar, medium , halus dan abu ba-tu berasal dari Tawau Kalimtan Utara. Sampel pasir menggunakan pasir sungai dari mu-ara sungai Bulungan. Sampel aspal minyak Pen 60/70. Pengujian bahan dasar dan cam-puran percobaan laboratorium dilaksanakan dalam tiga langkah dasar sebagai berikut: a)seleksi suatu resep campran nominal yang akan digunakan sebagai suatu data refe-rensi untuk campuran percobaan; b)Pelaksanaan campuran-campuran percobaan untuk memilih suatu resep campuran yang optimum; c)Konfirmasi campuran optimum dengan pengujian, dengan penyesesesuaian dari resep campuran yang dipilih. Dengan melaku-kan rancangan dan pemadatan Marshall sampai membal (refusal). Perkiraan awal kadar aspal rancangan dapat diperoleh dari rumus dibawah ini : Pb=0,035 (% CA) + 0,045 (% FA) + 0,18 (% Filler) + Konstanta. Dan Membuat Formula Campuran Rancangan (DMF) untuk campuran yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Dari dua belas benda uji yang memenuhi ketentuan dirata-ratakan untuk menjadi Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density), yang selanjutnya digunakan sebagai rujukan kepadatan campuran beraspal terhampar dalam pelaksanaan. Percobaan campuran di Unit Pencampur Aspal (UPA) dan percobaan pelaksanaan yang memenuhi ketentuan disetujui sebagai Formula Campuran Kerja (JMF). Data dalam pembahasan didasarkan pada pelaksanaan yang mengacu pada Formula Campuran Kerja (JMF)
APLIKASI GEOSINTETIK DALAM REKAYASA GEOTEKNIK PADA BANGUNAN SIPIL Rozi, Fathur
INTEKNA Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis-jenis geosintetik yang telah banyak digunakan dalam rekayasa geoteknik. Dalam penggunaan yang permanen, kinerja jangka panjang struktur bergantung pada keawetan atau daya tanah geosintetik. Bergantung pada penerapannya, geosintetik dapat mempu-nyai spesifikasi khusus, seperti ketahanan terhadap rayapan (creep), tempratur atau si-nar ultra violet. Bahan-bahan dasar geosintetik, terutama terdiri dari elemen-elemen kar-bon, hydrogen dan kadang-kadang nitrogen serta chloride (PVC). Jenis-jenis geosintetik yang telah banyak digunakan dalam rekayasa geoteknik, adalah: Geotekstil; Geogrid; Geomembran; Geokomposit; Geonet; Geosynthetic Clay Liner; dan lain-lain. Dalam me-ngevaluasi perancangan geosintetik dan kinerjanya adalah mengidentifikasi fungsi rela-tive untuk penggunaannya. Mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi kinerja geosintetik, dan menentukan sifat-sifat geosintetik yang dibutuhkan. Spesifikasi singkat sifat-sifat fungsi geosintetik yang disyaratkan, prosedur pemasangan dan penyimpanan-nya merupakan hal yang penting untuk meyakinkan bahwa kualitas geotekstil yang di-kirim serta pemasangan nantinya seperti yang dikehendaki. Sifat-sifat geosintetik dapat berubah secara merugikan, sebagian oleh pengaruh waktu, kelelahan, kerusakan me-kanis, hidrolis, serangan bahan  kimia dan biologi, dan sebagainya. Untuk ini, maka fac-tor reduksi kekuatan harus diperhitungkan dalam perancangan.
PEMAHAMAN SIFAT- SIFAT GEOTEKSTIL DALAM REKAYASA GEOTEKNIK PADA BANGUNAN SIPIL Rozi, Fathur
INTEKNA Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kain (fabric) dan geotekstil (geotextile) dapat saling tertukar. Umumnya kain dari ba-han polymer yang dipakai untuk aplikasi proyek pembangunan ini sering disebut geotek-stil. Karena tipe geotekstil yang sangat banyak, maka aplikasi harus mempertimbangkan fungsi dari material ini terhadap macam struktur yang akan dirancang. lima sifat polymer sebagai bahan dasar material geosintetik meliputi: sifat fisik, sifat mekanik, sifat hidrolik, sifat ketaharian, dan sifat degradasi. Dalam tulisan ini akan membahas pemahaman si-fat-sifat geotekstil dalam rekayasa geoteknik pada bangunan sipil.
PEMAHAMAN SIFAT- SIFAT GEOTEKSTIL DALAM REKAYASA GEOTEKNIK PADA BANGUNAN SIPIL Rozi, Fathur
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kain (fabric) dan geotekstil (geotextile) dapat saling tertukar. Umumnya kain dari ba-han polymer yang dipakai untuk aplikasi proyek pembangunan ini sering disebut geotek-stil. Karena tipe geotekstil yang sangat banyak, maka aplikasi harus mempertimbangkan fungsi dari material ini terhadap macam struktur yang akan dirancang. lima sifat polymer sebagai bahan dasar material geosintetik meliputi: sifat fisik, sifat mekanik, sifat hidrolik, sifat ketaharian, dan sifat degradasi. Dalam tulisan ini akan membahas pemahaman si-fat-sifat geotekstil dalam rekayasa geoteknik pada bangunan sipil.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PPKN DI SMP NEGERI 1 KALIANGET ROZI, FATHUR
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3, No 4 (2016): YUDISIUM 3 TAHUN 2016 Jilid 3
Publisher : UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap prestasi belajar. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan model “Pretest-Posttest Control Group Design”. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Populasinya adalah siswa VII dan sampelnya adalah kelas VII B dengan jumlah 36 siswa dan siswa kelas VII G dengan jumlah 36 siswa. Perangkat pembelajaran divalidasi oleh dua validator, meliputi: 1) Silabus dinyatakan baik, 2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dinyatakan baik, 3) Hand out dinyatakan sangat baik, 4) Soal Pretest-Posttest dinyatakan sangat baik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran jigsaw prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hal tersebut disebabkan terdapat kelebihan dari pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Pada kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional  prestasi belajar siswa lebih rendah daripada kelas eksperimen. Hal tersebut terjadi karena kelebihan yang ada pada model pembelajaran konvensional hanya terletak pada peran guru sebagai fasilitator dalam pengembangan teori. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap prestasi belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Kalianget. Kata Kunci: Kooperatif Tipe Jigsaw, Prestasi Belajar. Abstract The purpose of this study to analyze the effect of the application of cooperative learning model jigsaw on student achievement. This is an experimental research by using “Pretest-posttest control group design” model. The research was held on the even semester of 2015/2016 academic year. The population is the whole students of class seven and the samples are thirty six students of class seven B and thirty six students of class seven G. The teaching kits used are validated by two experts and the result is that it is valid to be used, showed that: 1) Syllabus declared good, 2) Learning Implementation Plan declared good, 3) Hand out declared very good, 4) Question Pretest-Posttest declared very good. The results of data analysis showed that the experimental class learning model Jigsaw student achievement has increased. This is due to there is an excess of cooperative learning jigsaw. In the control class with conventional learning model student achievement is lower than the experimental class. This happens because the advantages that exist in conventional learning models lies only in the teacher’s role as facilitator in the development of the theory. It can be concluded that there is significant influence implementation of cooperative learning model jigsaw to class VII student achievement in subjects PPKn in SMP Negeri 1 Kalianget. Keywords: Cooperative Jigsaw, Learning Achievement.
SEJARAH PEMIKIRAN MADZHAB FIKIH IMAM SYAFI'I Rozi, Fathur
PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan Hikmah Vol 1 No 1 (2016): PUTIH JURNAL Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah
Publisher : Mahad Aly Al Fithrah Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.046 KB) | DOI: 10.51498/putih.v1i1.11

Abstract

?????? ??????? (150-204 ??) ?? ????? ???? ?? ????? ????? ???????? ? ????? ????? ??????. ??? ???? ?? ??????? ????? ????? "???????" ? ????? ??????? ???????? ??? ???? ??????? ??????? ????????? ?? ???????. ???????? ?? ???? "???????" ???? ????? ??? ??????? ?????? ???????? ?? ?????? ?? ????? ???? ???? ??? ??????.??? ????? ?????? ??????? ??? ????? ????? ? ?? ?????? ? ?????? ? ???????? ? ???????. ????? ????? ????? ??? ?????? ?????? ???????? ?? ?????? ??????? ????????. ?? ???? ???? ????? ??????? ????? ??????? ??? ???? ?????? ?????? ? ??? ??????. ???? ? ??? ??? ??? ?????? ????? (??????? ?? ????????).???????? ??? ?????? ?????? ?????? ?????? ???? ????? ?????? ? ??? ?????? ??????? ??????? ??? ???? ??? ?????? ??? ???? ???? ??????? ????? ????? ?? ???? ?? ????? ?? ?????? ? -Sunnah. ??????? ?? qiyas ? ?? ???? ??????? ????? ?? ???? ?????? ?? ??????? ?????? ???????.
ANALISA KARAKTERISTIK MARSHALL PADA ASPAL CAMPURAN PANAS UNTUK LAPIS PERMUKAAN JALAN TANJUNG SELOR Rozi, Fathur; Noor, Adderian
POROS TEKNIK Vol 3 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal campuran panas ini merupakan salah satu material dalam pembuatan konstruksi pembuatan jalan dapat diperuntukan sebagai lapisan permukaan (Wearing Coarse), da-pat juga sebagai lapis pondasi atas beraspal (Base Coarse). Untuk mendapatkan nilai struktur yang tinggi, maka pada proses pengolahan material ini diperlukan syarat-syarat kualitas dan metodologi pelaksanaan yang baik dan benar sesesesuai dengan standar spesifikasi teknis Bina Marga. Dengan bahan agregat kasar, medium , halus dan abu ba-tu berasal dari Tawau Kalimtan Utara. Sampel pasir menggunakan pasir sungai dari mu-ara sungai Bulungan. Sampel aspal minyak Pen 60/70. Pengujian bahan dasar dan cam-puran percobaan laboratorium dilaksanakan dalam tiga langkah dasar sebagai berikut: a)seleksi suatu resep campran nominal yang akan digunakan sebagai suatu data refe-rensi untuk campuran percobaan; b)Pelaksanaan campuran-campuran percobaan untuk memilih suatu resep campuran yang optimum; c)Konfirmasi campuran optimum dengan pengujian, dengan penyesesesuaian dari resep campuran yang dipilih. Dengan melaku-kan rancangan dan pemadatan Marshall sampai membal (refusal). Perkiraan awal kadar aspal rancangan dapat diperoleh dari rumus dibawah ini : Pb=0,035 (% CA) + 0,045 (% FA) + 0,18 (% Filler) + Konstanta. Dan Membuat Formula Campuran Rancangan (DMF) untuk campuran yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Dari dua belas benda uji yang memenuhi ketentuan dirata-ratakan untuk menjadi Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density), yang selanjutnya digunakan sebagai rujukan kepadatan campuran beraspal terhampar dalam pelaksanaan. Percobaan campuran di Unit Pencampur Aspal (UPA) dan percobaan pelaksanaan yang memenuhi ketentuan disetujui sebagai Formula Campuran Kerja (JMF). Data dalam pembahasan didasarkan pada pelaksanaan yang mengacu pada Formula Campuran Kerja (JMF)
PERENCANAAN GEOMETRI JALAN SEDERHANA UNTUK JALAN PEDESAAN Noor, Adderian; Fauzi, Muhammad; Rozi, Fathur
POROS TEKNIK Vol 3 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dan pembangunan akan prasarana transportasi jalan di Pedesaan sangat mendesak. Pembangunan jalan yang dihasilkan di Pedesaan paling tidak ditinjau dari as-pek geometri, pelaksanaan, dan biaya tidak jauh berbeda dari kaidah-kaidah teknis, ling-kungan, dan ekonomis. Kendala yang ada di Pedesaan akan selalu dihadapkan pada sumber daya manusia pelaksana yang memadai. Tulisan ini akan mencoba menguraikan dasar-dasar perencanaan sederhana untuk geometri jalan di Pedesaan, yang mudah di-pahami dan dilaksanakan.Ditinjau dari sejarah terjadinya jalan di Pedesaan banyak dijumpai jalan berubah peran dan fungsinya seiring dengan waktu, perubahan tersebut dimulai dari jalan setapak, lalu berubah jadi jalan lokal, jalan kolektor, dan mungkin jadi jalan arteri. Oleh karena banyak ditemui elemen geometri jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang ada dan ini sangat berbahaya untuk pergerakan lalu lintas.Undang Undang, No. 38 Tahun 2004, Tentang Jalan, bahwa prasarana transportasi jalan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan dan sekaligus menyalurkan hasil pem-bangunan ke seluruh pelosak hingga ke Pedesaan. Prasarana transportasi dalam bentuk jalan untuk kawasan pedesaan merupakan pilihan utama, selain murah dalam pem-bangunan juga mempunyai keunggulan dalam aksesibilitas.