Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

VEGETATIF GROWTH OF DENDROBIUM ORCHID (Dendrobium sp.) ON ZEOLITE APPLICATION AS MEDIA PLANTING AND LIQUID FERTILIZER SUPPLEMENT Bakrie, Azlina Heryati
Jurnal Zeolit Indonesia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Zeolit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.561 KB)

Abstract

To determine the growth seeds of Dendrobium plant with mixture application media of coconut coir, fern, zeolite, and liquid fertilizer supplement have been done by the research in greenhouse Agricultural Faculty, University of Lampung. The treatment was arranged in a 2x5 factorial. The treatment was arranged in Randomized Perfect Design Group, with three replications. The first factor is mixture of growth media: coconut coir and fern (m1); coconut coir, fers, and zeolite (m2). The second factor is the application of liquid fertilizer supplement Hortigro Green with 5 levels of concentration: 0.5 g l-1 (h1); 1 g l-1 (h2), 1.5 g l-1 (h3), 2 g l-1 (h4); and 2.5 g l-1 (h5). The results showed that the mixture media of coconut coir, fern, and zeolite is producing bulb Dendrobium higher of 1,15 cm (16,39%) than without giving zeolite. Application of Hortigro fertilizer until 2,5 g l-1 still increasing the bulb height, leaf number, and length of the top three leaves of Dendrobium linearly. Application of Hortigro fertilizer every 1 g l-1 on a mixture media of growth with zeolite increasing the length of the top three leaves of 0.49 cm while in mixture growing of media without zeolite was increasing the length top three leaves of 1.63 cm. Application of zeolite in a mixture growing media was producing root structure better than the application without zeolite (Fig. 4).
ALOE VERA GROWTH WITH ZEOLITE AND ORGANIC MATTER APPLICATION Bakrie, Azlina Heryati
Jurnal Zeolit Indonesia Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : Jurnal Zeolit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.173 KB)

Abstract

The objective of this study was to evaluate the crop growth of aloe vera by zeolite and organic matters application. This study was conducted in Natar, Lampung Selatan. Treatments were arranged by factorial (5x3) in Randomized Complete Block Design with three replications. First factor were five dosage of zeolit as 0; 75; 150; 225; and 300 kg ha-1. Second factor were three different type of organic matters as: without organic matter, chiken manure, and cow manure. The result showed that zeolite application produced maximum responses for the plant height, petiole leaf fresh weight, thickness of petiole leaf, and root dry weight. Organic matters application could increase plant height, thickness of petiole leaf, petiole leaf fresh weight, and root dry weight. The best responses could produce by chicken manure application. The application of zeolite affected by organic matters on length of leaf and fresh weight of petiole leaf.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA AMPAS TAHU DAN JERAMI PADI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariela volvaceae) Merina, Nely; Bakrie, Azlina Heryati; Hidayat, Kuswanta Futas
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.933 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2038

Abstract

Limbah jerami padi dan ampas tahu menjadi masalah yang belum dapat terselesaikan di masyarakat. Jumlahnya yang melimpah tak sebanding dengan pemanfaatannya sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi itu dengan mengubah limbah menjadi media tumbuh jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media ampas tahu dan jerami padi yang akan memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan hasil jamur merang. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kumbung Jamur Kelompok Sinar Harapan Kelurahan Rajabasa Raya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung mulai bulan September sampai dengan Oktober 2012. Perlakuan disusun secara tunggal yang terdiri dari 75% ampas tahu dicampur dengan 25% jerami padi (m1), 50% ampas tahu dicampur dengan 50% jerami padi (m2), 25% ampas tahu dicampur dengan 75% jerami padi (m3) dan 100% jerami padi (m4). Setiap kombinasi diulang sebanyak empat kali dan diterapkan kepada satuan percobaan dalam rancangan kelompok teracak sempurna. Homogenitas ragam antar perlakuan diuji dengan uji Bartlet dan aditivitas model dengan uji Tukey. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur merang mencapai pertumbuhan dan hasil terbaik pada komposisi 50% ampas tahu dan 50% jerami padi, kemudian disusul dengan 25% ampas tahu dan 75% jerami padi, 100% jerami padi dan terakhir 75% ampas tahu dan 25% jerami padi.
PENGARUH KONSENTRASI BORON TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS MENTIMUN (Cucumis Sativus L) YANG DITANAM SECARA HIDROPONIK Rahmasuri, Annisa; Ginting, Yohannes Cahya; Bakrie, Azlina Heryati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.644 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i3.2045

Abstract

Mentimun merupakan salah satu jenis sayuran buah yang sangat potensial dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Salah satu upaya untuk meningkatkan persediaan mentimun yaitu dengan menerapkan sistem hidroponik. Konsentrasi boron dalam budidaya mentimun dengan sistem hidroponik di dataran rendah belum diketahui, padahal boron merupakan salah satu unsur hara mikro yang sangat penting untuk pertumbhan mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian boron (B) terhadap dua varietas mentimun yang ditanam secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan September 2012 – Januari 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi boron (B) yaitu : b 1 = 0,10 ppm, b 2 = 0,25 ppm, b 3 = 0,40 ppm, b 4 = 0,55 ppm, dan b 5 = 0,70 ppm. Faktorkedua adalah varietas tanaman mentimun (V), yaitu v 1 = varietas Roman dan v 2 = varietas Soarer . Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan kemenambahan data diuji dengan uji Tuckey. Jika asumsi terpenuhi, data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji ortogonal kontras pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan: (1) konsentrasi boron (B) dari 0,1-0,7 ppm tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi kedua varietas mentimun (Roman dan Soarer), sehingga belum diperoleh pertumbuhan dan produksi terbaik. (2) Varietas Soarer menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik daripada varietas Roman. Rata-rata buah yang dihasilkan varietas Soarer yaitu 6 buah sedangkan varietas Roman yaitu 3 buah. (3) Tidak terdapat interaksi antara varietas mentimun dan konsentrasi boron terhadap semua variabel, baik variabelpertumbuhan vegetatif maupun komponen generatif.
RESPONS TANAMAN RADISH (Raphanus sativus L.) VARIETAS LONG WHITE LCICLE YANG DIPUPUK KNO3 BERBAGAI DOSIS TERHADAP APLIKASI MULSA Wijonarko, Bambang; Bakrie, Azlina Heryati; Hidayat, Kuswanta Futas
Jurnal Agrotek Tropika Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.965 KB) | DOI: 10.23960/jat.v2i1.1932

Abstract

Pada tanaman radish pupuk KNO3 berfungsi untuk membantu meningkatkan proses pembentukan umbi dan mulsa berfungsi untuk menghindari kehilangan air melalui penguapan dan menekan pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pemberian beberapa taraf dosis pupuk KNO3 yang menghasilkan respons terbaik tanaman radish, (2) mengetahui respons tanaman radish akibat aplikasi mulsa, (3) mengetahui respons tanaman radish akibat pemupukan KNO3 berbagai dosis yang diaplikasikan pada lahan dengan mulsa dan tanpa mulsa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Kota Bandar Lampung pada bulan Mei hingga Juni 2012. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Teracak Sempurna dengan tiga ulangan. Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (5 x 2). Faktor pertama adalah dosis pupuk KNO3 (K) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu 0 kg ha-1 (K0); 75 kg ha-1 (K1); 150 kg ha-1 (K2); 225 kg ha-1 (K3); dan 300 kg ha-1 (K4). Faktor kedua adalah aplikasi mulsa (M) yang terdiri dari dua taraf yaitu tanpa pemberian mulsa (M0), dan mulsa plastik hitam perak (M1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk KNO3 sampai dosis 300 kg ha-1 belum ada yang menghasilkan respons terbaik tanaman radish. Aplikasi tanpa mulsa memiliki respons/hasil yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan mulsa untuk tanaman radish. Pada dosis KNO3 yang sama, tanpa menggunakan mulsa didapatkan produksi tanaman per petak yang lebih tinggi dari pada menggunakan mulsa.
PENGARUH PEMBERIAN BORON TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS MELON (Cucumis melo L.) PADA SISTEM HIDROPONIK MEDIA PADAT Rahma, Eva Dwi; Ginting, Yohannes Cahya; Bakrie, Azlina Heryati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.91 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i1.1964

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae.  Pemberian unsur hara boron yang tepat dan sesuai, Serta budidaya melalui metode hidroponik di dalam rumah kaca diharapkan mampu menunjang pertumbuhan dan meningkatkan produksi buah.  Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan respons pertumbuhan dan produksi melon, konsentrasi boron terbaik dan pengaruh interaksi antara konsentrasi boron dengan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi pada sistem hidroponik. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Lapang Terpadu Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial 2×5 dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan yang disusun secara duplo.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa; terdapat perbedaan respons pertumbuhan dan produksi pada tanaman melon Varietas Action dan Varietas Aramis.  Peubah panjang tanaman, bobot buah, volume dan ketebalan daging buah melon varietas Action lebih tinggi daripada varietas Aramis; pengaruh pemberian boron pada konsentrasi 0,1—1,3 ppm terhadap diameter buah sudah mencapai titik maksimum.  Diameter buah tertinggi diperoleh dari pemberian konsentrasi boron 0,6 ppm yaitu sebesar 14,10 cm; pengaruh pemberian boron pada konsentrasi  0,1—1,3 ppm menghasilkan respons yang berbeda terhadap varietas.  Pada varietas Action, Panjang tanaman tertinggi diperoleh dari pemberian boron 0,7 ppm sebesar 231,73 cm.  Sedangkan varietas Aramis, setiap peningkatan boron 0,3 ppm panjang tanaman mengalami penurunan sebesar 2,01 cm.  Pada varietas Aramis, Bobot buah terbesar diperoleh dari pemberian konsentrasi boron 0,8 ppm yaitu sebesar 1.685 gram.  Setiap peningkatan 0,3 ppm, bobot buah mengalami penurunan sebesar 72,95 gram.
DAYA HASIL GALUR-GALUR F1 HIBRIDA MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L) DI BANDUNG, BLITAR, BOGOR, GARUT DAN SUBANG Sumpena, Uum; Bakrie, Azlina Heryati
JURNAL AGROTROPIKA Vol 15, No 2 (2010): Agrotropika Vol.15 No.2 2010
Publisher : JURNAL AGROTROPIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.172 KB)

Abstract

Test of productivity was held in West Java (Bandung, Bogor, Garut, Subang) and in East Java, Blitar (Pakunden sub district and Sukorejo sub district), at elevation 20? 400    sea level. The soil type are Aluvial Latosol and Sandy loam. The Experiment was conducted held 2009 from 2010 during dry season. Randomized Bloc Design was used for this experiment, with three replications and twelve entries. F1 hibrida lines were 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 and two F1 hibrid varieties: Hercules and Asian Star. The treatment was repeated three times as chek varieties, planting distance is 40 x 60 cm. This experiment purpose of is to choose the best hybrid line of cucumber for released variety. Statistics are analysis with Duncan multiple range test 5 % showed that the total yield of F1 hybrid 1 and the hybrid 7 is significantly higer than the F1 hybrid Hercules but not to the Asian Star production.Key words: yield, F1 hybrid, line, cucumber, location