Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang Susanti, Lydia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.391

Abstract

Abstrak Faktor risiko seperti usia lanjut, jenis kelamin wanita, penyakit penyerta (depresi dan penyakit lain), status sosial ekonomi rendah menyebabkan insomnia. Penelitian mengenai prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia di poliklinik saraf RS DR. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Snedecor & Cochran dan didapatkan jumlah sampel 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acakdimana pasien yang memenuhi kriteria inklusi langsung menjadi sampel penelitian. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan beberapa skala, Insomnia Severity Index, dan Beck depression inventory scale. Data dikumpulkan dari t 1 Juli sampai 31 Agustus 2013. Data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dilakukan analisis bivariatdan multivariat.  Kejadian Insomnia dialami oleh 38% (38 orang) pasien yang berkunjung ke poliklinik saraf RS DR. M.Djamil Padang dengan jenis kelamin terbanyak pada wanita 24(45,3%) dan pada kelompok umur  61-70 tahun (3,3%). Insomnia berhubungan dengan depresi (p= 0,00) dan tidak berhubungan dengan umur (p=0,472), jenis kelamin (p=0,111), status ekonomi (p=0,075), riwayat insomnia di keluarga (p=0,197). Depresi (p=0,00; OR=9,20) dan nyeri  kronik (p=0,031; OR=4.253) merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kejadian Insomnia. Kata Kunci: insomnia, tidur, insomnia severity index, beck depression inventory scaleAbstract A number of risk factors such as advanced age, female gender, co-morbidities (such as depression and other diseases), low socioeconomic status causes insomnia. Research on the frequency of insomnia in DR. M. Djamil hospital Padang has never been done. The objective of this study was to determine the factors that influence the incidence of insomnia in neurology outpatient of DR. M. Djamil Hospital Padang. This study was a cross-sectional design. Sampling method was consecutive sampling, in which patients who met the inclusion criteria were included. Data were collected using questionnaires and some scales; Insomnia Severity Index (ISI) and the Beck depression inventory scale. Data were collected from the date of July 1 – August 31 2013. Data were displayed in the form of afrequency distribution table and performed bivariate and multivariate analysis. Insomnia was experienced by 38% (38 people) of patients who visited Neurology Outpatient of DR. M. Djamil Hospital Padang with the highest incidence in women 24 (45.3%) and in the age group 61-70 years (3.3%). Insomnia associated with depression (p = 0.00) and wasnot associated with age (p = 0.472), sex (p = 0.111), economic status (p = 0.075), family history of insomnia (p = 0.197). Depression (p = 0.00; OR=9.204) and chronic pain (p=0.031; OR=4.253) was the dominant factor associated with the incidence of insomnia.Keywords: sleep, insomnia, insomnia severity index, beck depression inventory scale
HUBUNGAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEKS DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA Susanti, Lydia; Syafrita, Yuliarni
Majalah Kedokteran Andalas Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.092 KB) | DOI: 10.22338/mka.v39.i2.p58-64.2016

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup menyebabkan pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, serta aterosklerosis. Aterosklerosis pada tahap awal yang dikenal dengan atherosclerosis asimptomatis sering ditandai dengan adanya Peripheral Arterial Disease (PAD). Ankle Brachial Index (ABI) adalah ratio tekanan sistolik ankle dan brachial yang dapat digunakan untuk menilai severitas oklusi arteri perifer yang merupakan gambaran penyumbatan arteri secara umum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara nilai ABI dengan fungsi kognitif. Penelitian dilakukan pada 75 pasien lanjut usia yang berobat ke poliklinik saraf RS DR M Djamil Padang dengan metode consecutive sampling. Pemeriksaan fungsi kognitif menggunakan Indonesia Montreal Cognitive Assessment (InaMoCA). Data dianalisa dengan uji χ2 dengan nilai p<0,05. Hasil penelitian didapatkan gangguan sebanyak 48 orang (64%). Nilai ABI yang rendah sejumlah 31 orang (41,3%), normal 44 orang (58,7%). Tidak didapatkan hubungan langsung antara nilai ABI dengan fungsi kognitif (p>0,05). Namun setelah sampel dispesifikasikan berdasarkan jenis kelamin, hubungan antara ABI dengan fungsi kognitif pada wanita bermakna secara statistik (p<0,05). Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan antara nilai ABI dengan fungsi kognitif pada lanjut usia, namun terdapat hubungan antara nilai ABI dengan fungsi kognitif pada lanjut usia berjenis kelamin wanita.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Miastenia Gravis Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Muhammad, Fadel; Syafrita, Yuliarni; Susanti, Lydia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1.969

Abstract

Miastenia Gravis (MG) merupakan kelainan autoimun yang menyerang reseptor neurotransmitter di tautan neuromuskular dan menghambat terjadinya kontraksi otot. Kelemahan otot yang terjadi menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik serta mempengaruhi setiap aspek dari kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada pasien miastenia gravis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross sectional melibatkan 38 pasien yang telah menyetujui informed consent dan berusia 20-79 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Kualitas hidup baik jika didapatkan skor akhir 51-100 dan kualitas hidup kurang jika didapatkan skor akhir 0-50. Analisis data menggunakan analisis univariat. Pengumpulan data dilakukan pada data rekam medis.Hasil penelitian menunjukkan responden paling banyak berusia 20-49 tahun (76,3%), berjenis kelamin perempuan (84,2%), MGFA kelas II (63,2%), dan lama menderita rata-rata 56,87 bulan dengan median 45 bulan. Kualitas hidup 89,5% baik, rata-rata skor 63,7. Kesimpulan penelitian ini adalah secara umum kualitas hidup pasien MG adalah baik, terdapat kecenderungan penurunan skor akhir kualitas hidup seiring dengan lamanya mederita dan meningkatnya kelas MGFA.
Flipped Classroom Sebagai Strategi Pembelajaran Pada Era Digital Susanti, Lydia; Hamama Pitra, Dian Ayu
Health and Medical Journal Vol 1, No 2 (2019): HEME July 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i2.242

Abstract

Latar belakang: Revolusi digital memiliki pengaruh penting di bidang pendidikan seperti pada bidang lainnya. Pengaruh ini juga menyebabkan perubahan radikal di bidang pendidikan, seperti dalam hal pendekatan pengajaran dan pembelajaran. Flipped classroom merupakan suatu strategi pembelajaran yang tergolong baru. Strategi pembelajaran ini semakin berkembang dengan kemajuan teknologi, seperti akses internet serta software yang pendukung lainnya. Pada pembelajaran tradisional pendidik menyampaikan materi, lalu untuk menambah pemahaman materi tersebut maka siswa akan mengerjakan tugas di sekolah dan diberikan pekerjaan rumah.  Pada flipped classroom, peserta didik berpartisipasi dalam mempersiapkan pembelajaran melalui tontonan video, memahami powerpoint dan mengakses sumber belajar yang disediakan oleh pendidik baik melalui media online seperti e-learning. Beberapa penelitian membuktikan bahwa penerapan Flipped classroom dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Tujuan: Tujuan: Untuk meninjau secara singkat semua informasi terkini tentang flipped classroom di era digital. Kesimpulan: Revolusi digital memiliki pengaruh penting di bidang pendidikan seperti di banyak bidang lainnya. Pengaruh ini juga menyebabkan perubahan radikal di bidang pendidikan, seperti dalam hal pendekatan pengajaran dan pembelajaran, sehingga pendidik perlu menciptakan  bentuk pembelajaran aktif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik zaman ini.
Ischemic Stroke In infant With Tetralogy of Fallot Pitra, Dian Ayu Hamama; Susanti, Lydia
Health and Medical Journal Vol 1, No 1 (2019): HEME January 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v1i1.221

Abstract

Objectives: Although stroke is often viewed as occurring primarily in the elderly, it also strikes infants, children, young adults. Stroke in children are rare but increasingly important conditions due to the severity of their complications and diverse diagnostic differentials. It is not yet clearly understood and with multifactorial etiologies. When it comes to stroke, children are not just little adults. Stroke risk factors, symptoms, prevention efforts, and treatment are often different in children than in adults. Up to 80 % of children with ischemic stroke have cardiovascular disease. Case report: RS, An infant, aged two and half years old was admitted to DR. M. Djamil hospital Padang, with right hemiplegy and developed aphasia after activity. One year ago, he had history of cyanotic skin but neglected by his parents and never sought medical treatment. Physical findings on this patient are cyanosis and clubbing fingers. Cardiac auscultation revealed a pansystolic murmur grade III-IV best heard at the upper left sternal border. Chest radiograph showed a characteristic “bootshaped” heart, which is a reflection of Right Ventricular (RV) hypertrophy. The ECG showed right axis deviation. Brain CT Scan revealed a large hypodense lesion on the left cerebral hemisphere suggested as large brain infarction. Echocardiogram revealed tetralogy of fallot with a larged malaligned ventricular septal defect (VSD) with 60 % aortic override. Patient was managed conservatively. After two weeks of admission, patient was discharged with improvement.Conclusion : Ischemic stroke in this infant with tetralogy of fallot occurred via paradoxical embolism mechanism.