luluk ria rakhma, luluk ria
UNS

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI BODY IMAGE DENGAN ASUPAN LEMAK DAN KOMPOSISI LEMAK TUBUH PADA SISWI DI MAN 2 SURAKARTA Nisa, Nuraeni Chairi; Rakhma, Luluk Ria
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia: The Journal of Indonesian Community Nutrition Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia Volume.8 No. 1 2019
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.894 KB) | DOI: 10.30597/jgmi.v8i1.3962

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa ditandai oleh berbagai perubahan emosi, psikis dan perubahan fisik. Perubahan fisik akan membuat remaja mulai memperhatikan bentuk tubuhnya sehingga muncul persepsi body image Persepsi body image negatif (ketidakpuasan terhadap tubuh) akan mengurangi asupan lemak. Persepsi body image negatif rentan terjadi pada remaja putri karena penambahan lemak tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi body image dengan asupan lemak dan komposisi lemak tubuh pada siswi di MAN 2 Surakarta. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 52 siswi. Data persepsi body image diperoleh menggunakan MBSRQ–AS (Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire–Appearance Scale). Data asupan lemak diperoleh menggunakan formulir SQFFQ (Semi Quantitative Food Frequency) selama 1 bulan terakhir. Data komposisi lemak tubuh diperoleh menggunakan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis). Hasil sebanyak 51,9% subyek memiliki persepsi body image positif, sebanyak 76,9% subyek memiliki asupan lemak baik dan sebanyak 67,3% subyek memiliki komposisi lemak tubuh kategori sedang. Tidak ada hubungan persepsi body image dengan asupan lemak (p value 0,666). Tidak ada persepsi body image dengan komposisi lemak tubuh (p value 0,169). Kata Kunci: Asupan Lemak, Komposisi Lemak Tubuh, Persepsi Body Image.
CORRELATION OF EDUCATION LEVEL TO MOTHER’S KNOWLEDGE FOLLOWING THERAPEUTIC FEEDING CENTER (TFC) PROGRAM IN SUKOHARJO CENTRAL JAVA Rakhma, Luluk Ria; F., Erlinda; F., Apriliana W.
Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.94 KB)

Abstract

Background & Objective: Malnutrition is still common in many developing countries including Indonesia. Various efforts made by the government to overcome malnutrition. One of them is through nutrition education as in the Therapeutic Feeding Center (TFC) program. Activities that increase knowledge of nutrition will depend highly on the mother’s  education level. This study aims to analyze the correlation of education level to mother’s knowledge of children under five following the TFC program in Sukoharjo regency, Central Java. Method : This study used an observational design with Cross Sectional approach which took place in September 2016-February 2017 at Gatak, Weru and Sukoharjo Public Health Center. 35 samples were chosen by Simple Random Sampling technique. The maternal education and nutritional knowledge variables were obtained using questionaires that has been tested for reliability. Statistical analysis using Chi Square. Results: Respondent were mostly mothers with children aged 37-60 months (77.1%), aged <35 years (60%), low family income (62%) and small family (77.1 %). The majority mothers with low education are 54.3% and have good nutritional knowledge of 45.7%. The minimum score of mother's nutritional knowledge is 50 and the maximum is 90 with an average of 68.5 points. The correlation test got a p value of 0.03 with Odd Ratio of 6.2 (1.4-26.9) means that mother with a low education level has a probability 6.2 times higher lack of nutritional knowledge. Conclusion: There is a correlation between education level with knowledge of mother following TFC program in Sukoharjo Regency Central Java
Hubungan Lama Kepesertaan Prolanis dengan Tingkat Pengetahuan Gizi dan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Gilingan Surakarta Puspita, Fadia Ayu; Rakhma, Luluk Ria
Jurnal Dunia Gizi Vol 1, No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Departemen Nutrition Science, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v1i2.3076

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan yang dilakukan dengan cara pendekatan proaktif yang pelaksanaanya melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS kesehatan untuk penderita penyakit kronis. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dalam penyembuhannya tidak dapat seratus persen sembuh tetapi dapat dikontrol. survei pendahuluan didapatkan data dari Puskesmas Gilingan terdapat 53,33% pasien Diabetes Melitus yang terdaftar sebagai peserta Prolanis. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan lama kepesertaan Prolanis dengan pengetahuan gizi dan tingkat kepatuhan diet pasien DM di Puskesmas Gilingan Surakarta. Metode: penelitian ini bersifat observasional melalui pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 43 orang dengan cara pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengukuran lama kepesertaan menggunakan absensi kehadiran penyuluhan, pengukuran tingkat pengetahuan gizi menggunakan kuisioner, dan pengukuran kepatuhan diet menggunakan form recall 24 jam. Data dianalisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil: Rata-rata lama kepesertaan peserta prolanis tergolong aktif yaitu 65,10%, rata-rata tingkat pengetahuan gizi tergolong baik yaitu 83,0%, dan rata-rata kepatuhan diet pasien tergolong patuh yaitu 62,80%. Kesimpulan: Lama kepesertaan menjadi anggota prolanis memiliki hubungan kuat dalam kaitannya dengan pengetahuan gizi dan tingkat kepatuhan pasien diabetes mellitus.
Sarapan Pagi, Status Gizi dan Kelelahan Pada Karyawan di Brownies Cinta Karanganyar Oktariani, Rina; Rakhma, Luluk Ria; Kurniawan, Andi
Jurnal Dunia Gizi Vol 2, No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Departemen Nutrition Science, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v2i2.4528

Abstract

Pendahuluan: Kelelahan adalah penurunan kemampuan tubuh dalam melakukan kegiatan. Salah satu faktor untuk menurunkan kelelahan dengan meningkatkan kesehatan dan meningkatkan status gizi yang optimal. Meningkatan kesehatan dengan memenuhi kebutuhan gizi pekerja. Salah satunya dengan Sarapan pagi sebelum beraktifitas. Para pekerja membutuhkan energi untuk melakukan kegiatan. Hasil survei 2017 bahwa70% karyawan mengalami kelelahan ringan dan 30% mengalami kelelahan berat. Tujuan: Untuk mengetahui adakah hubungan sarapan pagi, status gizi dan kelelahan kerja pada karyawan di Brownies Cinta Karanganyar.  Metode: Penelitian ini menerapkan survei observasional dengan Cross Sectional. Subjek penelitian adalah 30 orang yang dipilih dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Data sarapan pagi diperoleh dengan wawancara menggunakan form recall 24 jam. Data status gizi diperoleh dengan mengukur secara langsung berat badan dan tinggi badan. Data kelelahan diperoleh dengan menggunakan koesioner kelelahan. Data hubungan sarapan pagi dan kelelahan menggunakan analisis data dengan Fisher’s Exact Test, data hubunagn sarapan pagi dengan status gizi menggunakan analisis Kolmogorov smirnov, dan data hubungan status gizi dengan kelelahan menggunakan analisis data Pearson Product Hasil: Sebagian besar karyawan tidak terbiasa sarapan yaitu sebesar 60%. Responden yang memiliki status gizi normal sebesar 53,3% dan 76,7% karyawan mengalami kelelahan ringan. Hasil uji statistik untuk sarapan pagi dengan status gizi didapat nilai p=0,999, uji statistik untuk sarapan pagi dangan kelelahan didapat nilai p=0,669, dan hasil uji statistik status gizi dengan kelelahan didapat nilai p=143. Kesimpulan: Tidak ada hubungan sarapan pagi, status gizi dan kelelahan pada karyawan di Brownies Cinta Karanganyar.
Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi PMT Balita dengan Perubahan Status Gizi Balita di Puskesmas Pucangsawit Surakarta Adelasanti, Annisa Nur; Rakhma, Luluk Ria
Jurnal Dunia Gizi Vol 1, No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Departemen Nutrition Science, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v1i2.3073

Abstract

Masalah gizi sering dikaitkan dengan pangan yang kurang terutama pada balita. Upaya pemerintah untuk menangani masalah gizi pada balita yaitu dengan memberikan makanan tambahan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi status gizi yaitu faktor secara langsung dan faktor secara tidak lagsung. Perilaku kepatuhan orang tua dalam mendidik anaknya dan mematuhi program pemerintah adalah salah satu faktor tidak  langsung yang mempengaruhi status gizi. Prevalensi gizi kurang tahun 2017 di puskesmas Pucangsawit sebesar 6,59%. Tujuan; Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi PMT balita dengan perubahan status gizi balita di Puskesmas Pucangsawit Surakarta. Metode; Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional.  Pengumpulan data dilakukan selama 90 hari dengan 54 responden pengambilan sampel menggunakan Systematic Random Sampling. Pengukuran variabel bebas yaitu kepatuhan dengan menggunakan form Comstock dan pengukuran antropometri dengan menggunakan timbangan injak, dacin data status gizi dengan bantuan program WHO anthro. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil; Rata rata perubahan status gizi nya sebanyak 0,06 dan untuk rata rata kepatuhan yaitu 64,09 % yang tergolong tidak patuh. Setelah program PMT status gizi balita yang naik sebesar 18,5%, yang tetap yaitu 74,1% dan yang naik sebesar 7,4%. Uji korelasi kepatuhan konsumsi PMT dengan perubahan status gizi balita didapatkan nilai p=0,037 (> 0,05). Kesimpulan; Ada hubungan antara kepatuhan konsumsi PMT balita dengan perubahan status gizi balita di Puskesmas Pucangsawit Surakarta.