Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SIMOLAP KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN TANAH KARO Aziz, Rizal; Suswati, Suswati; Indrawati, Asmah
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tigabinanga merupakan sentra tanaman jagung terluas di Kabupaten Tanah Karo, Propinsi Sumatera Utara. Limbah jagung yang dihasilkan sebanyak 8.128.734 ton/tahun. Produksi limbah jagung akan semakin tinggi jumlahnya akibat serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol. Sampai sejauh ini limbah jagung belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai briket, padahal briket limbah jagung dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ipteks ini telah diaplikasikan kepada kelompok petani (Rimo kayu dan Paya Kumpal) Desa Simolap, Kecamatan Tiga Binanga. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Melatih petani agar dapat menghasilkan briket. 2. Meningkatkan pendapatan petani dari hasil penjualan briket. Metoda yang diaplikasikan berupa penyuluhan, pelatihan maupun transfer tekhnologi pembuatan briket kepada petani jagung kemudian dilanjutkan dengan pembinaan yang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok tani jagung. Hasil yang diperoleh berupa briket limbah jagung yang dipasarkan melalui kios wirausaha briket kelompok tani di Desa Simolap.Kata kunci: limbah jagung, tongkol, Tigabinanga, kelompok tani, briket, bahan bakar alternatif
BRIKET LIMBAH JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SIMOLAP KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN TANAH KARO Aziz, Rizal; Suswati, Suswati; Indrawati, Asmah
Jurnal Abdimas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tigabinanga merupakan sentra tanaman jagung terluasdi Kabupaten Tanah Karo, Propinsi Sumatera Utara. Limbah jagung yangdihasilkan sebanyak 8.128.734 ton/tahun. Produksi limbah jagung akan semakin tinggi jumlahnya akibat serangan penyakit hawar daun dan busuk tongkol. Sampai sejauh ini limbah jagung belum dimanfaatkan oleh masyarakatsetempat sebagai briket, padahal briket limbah jagung dapat digunakan sebagaialternatif bahan bakar ramah lingkungan. Ipteks ini telah diaplikasikan kepadakelompok petani (Rimo kayu dan Paya Kumpal) Desa Simolap, Kecamatan TigaBinanga. Tujuan kegiatan ini adalah: 1. Melatih petani agar dapat menghasilkanbriket. 2. Meningkatkan pendapatan petani dari hasil penjualan briket. Metodayang diaplikasikan berupa penyuluhan, pelatihan maupun transfer tekhnologipembuatan briket kepada petani jagung kemudian dilanjutkan dengan pembinaanyang dilakukan secara periodik melalui koordinasi dengan ketua kelompok tanijagung. Hasil yang diperoleh berupa briket limbah jagung yang dipasarkanmelalui kios wirausaha briket kelompok tani di Desa Simolap.Kata kunci: limbah jagung, tongkol, Tigabinanga, kelompok tani, briket, bahanbakar alternatif
ASPEK AGRONOMI POHON KARET DAN MASALAH YANG DIHADAPI PETANI KARET Hutapea, Sumihar; Panggabean, Ellen Lumisar; Aziz, Rizal; Siregar, Tumpal HS; Suswati, Suswati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juli
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.52555

Abstract

Tebal kulit disadap, kedalaman sadap, panjang alur sadap, frekuensi sadap, dan waktu sadap harus dipertimbangkan dalam penyadapan pohon karet. Perencanaan penggunaan bidang sadap penting untuk menjamin periode sadap yang  panjang, lebih dari 25 tahun. Pada perkebunan karet rakyat hal tersebut tidak dianut. Oleh karena itu, penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani diperlukan. Penelitian ini menyajikan aspek agronomi  perkebunan karet rakyat yang menunjukkan rendahnya produksi dan beberapa aspek penyuluhan yang diperlukan petani karet. Penelitian dilakukan melalui survei dan tanya jawab pada Juni-Juli 2019 di Desa Sari Laba Jahe, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kelompok yang disurvei adalah Kelompok Tani Mekar Tani yang beranggota 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan kebun karet masing-masing petani dan tanya jawab untuk memperoleh data serta informasi, berkaitan dengan aspek agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani karet belum menghasilkan produksi ideal, 26,67% petani menghasilkan kurang dari 25 g per pohon per sadap. Sebanyak 17 petani mengelola kebun seluas kurang dari 1 ha dan 1-1,5 ha mengelola kurang dari 500 pohon per ha. Sebanyak 46% petani berpendapat bahwa masalah yang dihadapi dalam mengelola kebun karetnya adalah penyakit jamur akar putih (JAP).
Aspek Agronomi Pohon Karet dan Masalah yang Dihadapi Petani Karet Hutapea, Sumihar; Panggabean, Ellen Lumisar; Aziz, Rizal; Siregar, Tumpal HS; Suswati, Suswati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 6, No 2 (2020): Juni
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.52555

Abstract

Tebal kulit disadap, kedalaman sadap, panjang alur sadap, frekuensi sadap, dan waktu sadap harus dipertimbangkan dalam penyadapan pohon karet. Perencanaan penggunaan bidang sadap penting untuk menjamin periode sadap yang  panjang, lebih dari 25 tahun. Pada perkebunan karet rakyat hal tersebut tidak dianut. Oleh karena itu, penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan petani diperlukan. Penelitian ini menyajikan aspek agronomi  perkebunan karet rakyat yang menunjukkan rendahnya produksi dan beberapa aspek penyuluhan yang diperlukan petani karet. Penelitian dilakukan melalui survei dan tanya jawab pada Juni-Juli 2019 di Desa Sari Laba Jahe, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Kelompok yang disurvei adalah Kelompok Tani Mekar Tani yang beranggota 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan kebun karet masing-masing petani dan tanya jawab untuk memperoleh data serta informasi, berkaitan dengan aspek agronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani karet belum menghasilkan produksi ideal, 26,67% petani menghasilkan kurang dari 25 g per pohon per sadap. Sebanyak 17 petani mengelola kebun seluas kurang dari 1 ha dan 1-1,5 ha mengelola kurang dari 500 pohon per ha. Sebanyak 46% petani berpendapat bahwa masalah yang dihadapi dalam mengelola kebun karetnya adalah penyakit jamur akar putih (JAP).
Pengaruh Pemberian Berbagai Sumber Biochar dan Berbagai Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi jagung hitam (Zea mays L.) Berutu, Rikwan Kardo; Aziz, Rizal; Hutapea, Sumihar
Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA) Vol 1, No 1 (2019): JIPERTA MARET
Publisher : Jurnal Ilmiah Pertanian ( JIPERTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.757 KB)

Abstract

Black corn has its advantage compare to regular corn due to the nutrition component. This could lead the increase of demant to this corn variety. The Effect of providing various biochar sources and various manure on the growthand production of Zea mays black maiz L. The study used factorial randomized block design with two factors, namely the provision of various biochar sources which was combined into several organic fertilizer. Parameters observed were plant height, stem diameter, number of leaves, wet production weight/sample using klobot, wet production weight/plot using klobot,wet production weight/sample without klobot, wet production weight/plot without klobot, dru production weigh of pipil/sample, dry weight of production of onehundred grain pipil. The results of the study showed that the effect of giving various biochar of rice husk corn cobs of candlenut shells did not signficantly affect all observation parameters and various manure, namely cows, chickens and goats also did not significantly affect all observed parameters.
The Growth of FHIA-17 Banana Seedlings with Application of Hijauan Paitan Fertilizer (Titonia diversifolia) and Cow Manure Suswati, Suswati; Indrawaty, Asmah; Aziz, Rizal; Ramadhani, Eka Prasaditya
Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal Vol 1, No 4 (2019): Budapest International Research in Exact Sciences, October
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birex.v1i4.480

Abstract

Growth of FHIA-17 Banana Seedlings with the Application of Hijauan Paitan Fertilizer (Titonia Diversifolia) and Cow Manure. The aim of this study was to obtain data on the growth of FHIA-17 banana seedlings after application of T.diversifolia forage and cow manure. Using a factorial Randomized Block Design (CRD) with two treatment factors. The first factor is the forage dose of T. diversifolia (P) with 5 levels, P0=Control; P1=12.5 g kg-1 planting medium (equivalent to 5 tons ha-1); P2=25 g kg-1 planting medium (equivalent to 10 tons ha-1); P3=37.5 g / kg of planting media (equivalent to 15 tons ha-1); P4=50 g kg-1 of growing media (equivalent to 20 tons ha-1). The second factor is the dose of cow manure (K) with 5 treatment levels namely, K0=Control; P1=12.5 g kg-1 of growing media (equivalent to 5 tons ha-1); K2=25 g kg-1 of growing media (equivalent to 10 tons ha-1); K3= 37.5 g kg-1 of growing media (equivalent to 15 tons ha-1); K4=50 g kg-1 planting medium (equivalent to 20 tons ha-1 and repeated 2 (two) times. Observed parameters were plant height (cm), number of leaves, stem circumference (mm), plant wet weight (g), plant dry weight (g). The results of this study indicate that the application of forage T. diversifolia significantly affected plant height and number of leaves. It’s not real with respect to all observational parameters.
Pemanfaatan Beberapa Jenis Arang Aktif sebagai Bahan Absorben Logam Berat Cadmium (Cd) pada Tanah Sedimen Drainase Kota Medan sebagai Media Tanam Rahman, Abdul; Aziz, Rizal; Indrawati, Asmah; Usman, Muhammad
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v5i1.4240

Abstract

The purpose of this two-year research is to find methods and theories of soil cultivation for the Medan city drainage sediment which makes the city drainage shallow. Improving the environmental quality of Medan city by cultivating trench sediment soil into a horticultural planting medium. Obtaining a neat, comfortable and helpful city condition for the Government, especially the Public Works Office of Medam City. It will be avoided from flooding due to smooth city drainage and clean environment. The results of the study can be concluded that the activated charcoal treatment is used from a number of activated charcoal ingredients (Coconut Shell, Wood Sawdust Waste and Kendaga Karet) with measurement criteria namely char yield, water content, ash content, volatile content, carbon fish power, iodine absorption from as a whole it has a good value to be used as activated charcoal which has a value above the minimum limit, namely water content below the maximum value (<15%), ash content <10%, carbon binding capacity> 60%, evaporation power <25% and iodine absorption. > 750 mg. All of these parameters are in accordance with the national standard of SNI 06-3730-1995. The second conclusion is that the absorption of metals to heavy metalsPb, Cd and Cu, has a good ability even though it is small because the metal content from the start is below the quality standard, the concentrations tested are 0, 1, 3, 5, 7, and 9. While the best is obtained of the reduction rate in heavy metal Cd, and is 7 grams / kg of soil sample.Keywords: