p-Index From 2016 - 2021
1.431
P-Index
Barep Yohanes, Barep
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Claim Missing Document
Articles

## Title

### Found 8 Documents Search

BEBAN KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATERI GEOMETRI Yohanes, Barep; Subanji, Subanji; Sisworo, Sisworo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

#### Abstract

The purpose of the study describes the rises of cognitive load of students in learning geometry. The study used a qualitative approach. The results showed that the intrinsic cognitive load is derived from the number of elements of interactivity of position, distance, and angles between points, lines, and areas, congruency of triangles, algebraic and fractional operations. Intrinsic cognitive load comes from the complexity of the learning material that constitutes visualizing, performing algebraic operations,Â  determining congruency triangle, and the angle of difficulties. Extraneous cognitive load that arise due to the way the teacher in explaining too fast and disturbance of some of friends who are crowded / noisy. Germane cognitive load that arises due to the use of Cabri 3D in learning and giving variable exampleTujuan penelitian mendeskripsikan munculnya beban kognitif siswa dalam pembelajaran materi geometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kognitif intrinsic disebabkan oleh jumlah elemen interaktivitas yaitu kedudukan, jarak, dan sudut antara titik, garis, dan bidang, kesebangunan segitiga, operasi aljabar, dan operasi pecahan. Beban kognitif intrinsic disebabkan oleh kompleksitas materi, yaitu kesulitan membayangkan, kesulitan melakukan operasi aljabar, kesulitan menentukan kesebangunan segitiga, dan kesulitan menentukan besar sudut. Beban kognitif extraneous disebabkan oleh cara guru dalam menjelaskan terlalu cepat dan gangguan dari sebagian teman yang ramai/gaduh. Beban kognitif germane disebabkan oleh penggunaan Cabri 3D dalam pembelajaran dan pemberian latihan soal.Â
TEORI BEBAN KOGNITIF: ELEMEN INTERAKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yohanes, Barep; Lusbiantoro, Rendi
INSPIRAMATIKA Vol 5 No 1 (2019): Inspiramatika, June 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

#### Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan munculnya Elemen Interaktivitas pada beban kognitif intrinsik siswa dalam pembelajaran matematika. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi data kualitatif yang diperoleh dari lembar observasi, jurnal belajar siswa, wawancara, dan rekaman video. Untuk pengecekan keabsahan data menggunakan metode triangulasi dan strategi menyajikan informasi yang berbeda atau negatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X RPL 3 SMK TELKOM Malang. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Elemen Interaktivitas merupakan bagian dari Beban kognitif intrinsic yang muncul dalam pembelajaran. Elemen Interaktivitas yang muncul dalam pembelajaran dapat terlihat dari kompleksitas materi yang sedang dipelajari sehingga siswa harus menghubungkan antara topik materi kedudukan titik, garis, bidang dan topik materi jarak dan besar sudut dalam bangun ruang. Kompleksitas materi yang sedang dipelajari juga melibatkan materi prasyarat seperti kesebangunan dua segitiga, aljabar, sudut istimewa dan keahlian siswa dalam belajar matematika. Saran yang dapat diberikan dari peneliti bahwa dalam belajar perlu memperhatikan elemen interaktivitas untuk mengetahui beban yang diemban oleh kognitif siswa. Guru harus selalu mengevaluasi kemampuan siswa sehingga siswa tidak terlalu berat dalam belajar.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GRAFIK FUNGSI LOGARITMA DI SMAN 1 SINGOJURUH Purnama, Evrin Ayu; Listiwikono, Eko; Yohanes, Barep
TRANSFORMASI Vol 2 No 2 (2018): TRANSFORMASI-JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN MATEMATIKA
Publisher : PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA, FAKULTAS MIPA, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI

#### Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode creative problem solving terhadap hasil belajar peserta didik pada materi grafik fungsi logaritma. Melalui penggunaan metode Creative Problem Solving diharapkan peserta didik dapat memahami materi pelajaran dengan mudah.Sehingga peserta didik mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Penentuan responden dilakukan dengan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji-t sampel tak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode creative problem solving efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada materi grafik fungsi logaritma. Pembelajaran terlaksana dengan baik sesuai dengan langkah-langkah pada RPP. Efektivitas ditunjukkan dari hasil observasi peserta didik yang mendapat persentase 76,25% yaitu artinya dalam kategori baik, hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa . Maka &nbsp;diterima, artinya metode creative problem solving efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada materi grafik fungsi logaritma.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN OPERASI BENTUK AKAR BERDASARKAN GENDER Masruroh, Siti; Listiwikono, Eko; Yohanes, Barep
TRANSFORMASI Vol 3 No 1 (2019): TRANSFORMASI-JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN MATEMATIKA
Publisher : PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA, FAKULTAS MIPA, UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI

#### Abstract

Kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika sangat penting, tidak hanya untuk mencapai tujuan umum pembelajaran matematika, tetapi juga untuk menciptakan manusia berkualitas yang mampu menciptakan dan menguasai teknologi dimasa depan. Indikator dari berpikir kritis adalah: focus (fokus); reason (alasan); inference (menyimpulkan); situation (situasi); clarity (kejelasan); dan overview (tinjauan ulang). Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal operasi bentuk akar. Responden penelitian adalah 17 siswa di SMA Muhammadiyah 4 Songgon kelas X IPA 2. Selanjutnya ditentukan subyek masing-masing 3 berdasarkan gender. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara berfungsi sebagai triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan cenderung lebih kritis khususnya dalam memecahkan masalah soal operasi bentuk akar. Siswa perempuan juga lebih benar dan teliti dalam menyelesaikan soal tes. Sedangkan siswa laki-laki benar dalam menyelesaikan soal, namun kurang teliti dalam menyelesaikan soal tes. Akibatnya ada tahapan pengerjaan soal yang terlewatkan.
Mencetak Pengawas Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019 yang Sesuai Peraturan Yohanes, Barep; Banar, Dimas Priagung
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 3 No 1 (2019): Vol 3 No 1 (2019): JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Dosen Indonesia JATIM

#### Abstract

Bawaslu is an election management institution of the Republic of Indonesia which has the task of supervising the conduct of general elections. Panwascam is an election supervision institution that is in the sub-district level. Panwascam has the task of forming a polling station supervisor (PTPS) who has the task of overseeing elections at the polling station level. PTPS is the spearhead of Bawaslu to conduct oversight in election activities. The need for PTPS which is very difficult and more so makes Panwascam have difficulties in recruiting. The increasingly complicated performance also makes panwascam must provide a qualified understanding for PTPS when serving in polling stations. Recruitment activities through interviews and PTPS bimtek are expected to produce more competent PTPS. Through the results of the interviews, several trumpets were found regarding PTPS requirements, in this case the age of PTPS must be more than 25 years and at least high school education. Bimtek is carried out to understand PTPS about its functions, duties, and authority, and also work tools from TPS officers, and work tools used by PTPS.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GRAFIK FUNGSI LOGARITMA DI SMAN 1 SINGOJURUH Purnama, Evrin Ayu; Listiwikono, Eko; Yohanes, Barep
TRANSFORMASI Vol 2 No 2 (2018): TRANSFORMASI-JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN MATEMATIKA
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

#### Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode creative problem solving terhadap hasil belajar peserta didik pada materi grafik fungsi logaritma. Melalui penggunaan metode Creative Problem Solving diharapkan peserta didik dapat memahami materi pelajaran dengan mudah.Sehingga peserta didik mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Penentuan responden dilakukan dengan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji-t sampel tak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode creative problem solving efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada materi grafik fungsi logaritma. Pembelajaran terlaksana dengan baik sesuai dengan langkah-langkah pada RPP. Efektivitas ditunjukkan dari hasil observasi peserta didik yang mendapat persentase 76,25% yaitu artinya dalam kategori baik, hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa . Maka &nbsp;diterima, artinya metode creative problem solving efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada materi grafik fungsi logaritma.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN OPERASI BENTUK AKAR BERDASARKAN GENDER Masruroh, Siti; Listiwikono, Eko; Yohanes, Barep
TRANSFORMASI Vol 3 No 1 (2019): TRANSFORMASI-JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN MATEMATIKA
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

#### Abstract

Kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran matematika sangat penting, tidak hanya untuk mencapai tujuan umum pembelajaran matematika, tetapi juga untuk menciptakan manusia berkualitas yang mampu menciptakan dan menguasai teknologi dimasa depan. Indikator dari berpikir kritis adalah: focus (fokus); reason (alasan); inference (menyimpulkan); situation (situasi); clarity (kejelasan); dan overview (tinjauan ulang). Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal operasi bentuk akar. Responden penelitian adalah 17 siswa di SMA Muhammadiyah 4 Songgon kelas X IPA 2. Selanjutnya ditentukan subyek masing-masing 3 berdasarkan gender. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara berfungsi sebagai triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan cenderung lebih kritis khususnya dalam memecahkan masalah soal operasi bentuk akar. Siswa perempuan juga lebih benar dan teliti dalam menyelesaikan soal tes. Sedangkan siswa laki-laki benar dalam menyelesaikan soal, namun kurang teliti dalam menyelesaikan soal tes. Akibatnya ada tahapan pengerjaan soal yang terlewatkan.
Intrinsic Cognitive Load in Online Learning Model of School Mathematics 1 in Covid-19 Pandemic Period Yohanes, Barep; Yusuf, Feby Indriana
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 9, No 2 (2021)