Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)

PUSAT MODIFIKASI MOBIL DI PANTAI INDAH KAPUK Andrew, Andrew; Halim, Martin
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4328

Abstract

Millennials are a generation born from 1981 to 2000. This generation is very close to various kinds of technological developments. One of the fields of technology favored by the millennial generation is automotive technology. This is indicated by the increasing routine of automotive activities held from year to year such as seminars, exhibitions, modification, review, etc. The most preferred activity in automotive technology is modification activities. Modification activities are activities that can explore the creativity of millennial clams that are poured through automotive technology. Automotive modification activities are used as a new lifestyle and light science. Unfortunately, the Capital City has not been able to provide adequate space and facilities for the automotive modification activities. All these modification activities are still carried out conventionally and in open places. Whereas when viewed again, automotive modification activities with adequate facilities and space will increase the level of creativity of the millennials so that the results can compete with foreign countries. By tracing various observations in this millennial era, all forms of information about automotive are very easily packed with social media such as youtube, instagram, twitter, etc. For this reason, the author examines how architecture creates a container that functions optimally for automotive modification activities with an architectural project called the Car Modification Center at Pantai Indah Kapuk. The method used is the literature study method by examining the space typology of several projects that have been built. In response to millennial habits that are close to social media, the project also created space to produce digital information by giving the room a review of automotive or studio reviews and workspaces called workspaces. This project is located at Pantai Indah Kapuk because currently the area is an area of middle to upper society, close to the millennials, and as a meeting point for the community of automotive lovers. Abstrak Generasi millennial merupakan  generasi yang lahir pada tahun 1981 hingga 2000. Generasi ini sangat dekat dengan berbagai macam perkembangan teknologi. Salah satu bidang teknologi yang digemari oleh generasi millenial yaitu teknologi otomotif. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya rutinitas dari kegiatan mengenai otomotif yang diadakan dari tahun ke tahun seperti seminar, pameran, modifikasi, pengulasan, dll. Kegiatan yang paling disukai pada teknologi otomotif yaitu kegiatan modifikasi. Kegiatan modifikasi merupakan kegiatan yang dapat mengeksplorasi kreativitas kaun millennial yang dituangkan melalui teknologi otomotif. Kegiatan modifikasi otomotif dijadikan sebagai gaya hidup dan ilmu pengetahuan ringan yang baru. Sayangnya, Ibu Kota saat ini belum dapat memberikan ruang dan fasilitas yang memadahi terhadap kegiatan modifikasi otomotif tersebut. Semua kegiatan modifikasi ini masih dilakukan secara konvensional dan di tempat-tempat terbuka. Sedangkan jika dilihat kembali, kegiatan modifikasi otomotif dengan fasilitas dan ruang yang memadai akan meningkatkan tingkat kreativitas kaum millennial sehingga hasilnya dapat bersaing dengan negara luar. Dengan menelusuri berbagai pengamatan di era millennial ini, segala bentuk informasi mengenai otomotif sangat mudah dikemas dengan media sosial seperti youtube, instagram, twitter, dll. Untuk itu penulis mengkaji bagaimana arsitektur menciptakan sebuah wadah yang berfungsi secara maksimal untuk kegiatan modifikasi otomotif dengan sebuah proyek arsitektur yang disebut dengan Pusat Modifikasi Mobil di Pantai Indah Kapuk. Metode yang dilakukan adalah metode studi literatur dengan mengkaji tipologi ruang dari beberapa proyek yang sudah terbangun. Sebagai respon dari kebiasaan kaum millennial yang dekat dengan media sosial, proyek ini juga menciptakan ruang untuk memproduksi informasi digital tersebut dengan  memberikan ruang mengulas otomotif atau studio review dan ruang kerja yang disebut workspace. Proyek ini berlokasi di Pantai Indah Kapuk dikarenakan saat ini daerah tersebut merupakan daerah masyarakat menengah ke atas, dekat dengan kaum millennial, dan sebagai titik temu para komunitas pecinta otomotif.
KAJIAN HUNIAN FLEKSIBEL KOTA BAGI GENERASI MILLENNIAL Andrew, Andrew
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4399

Abstract

Millenials, generation of people who was born between 1980 to 2000, age ranged from 20 to 39 years, are now preparing to fulfill one of the most important need in life: housing. Social and culture changes in millenials life style will affect millenials housing needs and type. It is known that millenials nowadays require a type of housing with high flexibility that can adjust well with their needs and wants rather than typical housing nowadays that is static and conventional. Changes in resident number and housing pricet can also affect unit changes This project will be using Flexible Architecture method which can provide flexible space to provide the millennials, whether in the flexibility of one modul unit (the flexibility of change in one modul unit by flexible furniture) or between modul units (the probability of expansion more than one modul unit by prefabricated flexible building envelope etc ) that can be adjusted  according to the catalog (according to residents basic needs and resident number). Hopefully flexible housing can fulfill millenials needs and budget when they search for housing to overcome the cause of over population and the ever-rising housing price, especially in Jabodetabek area. AbstrakGenerasi Millennial,  generasi kelahiran tahun 1980 hingga tahun 2000 saat ini telah memasuki usia 20-49 tahun, mulai memenuhi kebutuhan pokok yaitu hunian. Perubahan sosial dan budaya generasi Millennial dalam kegiatan berhuni diperkirakan akan mengubah kebutuhan dan tipe hunian yang dibutuhkan bagi generasi millennial  dari yang bersifat statis atau konvensional menuju ke arah yang lebih dinamis. Seperti diketahui generasi millennial saat ini membutuhkan ruang yang dapat berubah-ubah disesuaikan dnegan kebutuhan generasi millennial  yang berubah-ubah keinginannya. Selain itu perbuahan jumlah penghuni hunian, serta harga hunian yang terus meningkat juga dapat mempengaruhi perubahan unit. Metode flexible architecture digunakna dalam perancangan ini dengan tujuan agar menciptakan ruang yang dapat fleksibel baik, fleksibel dalam modul unit ( dapat dilakukan fleksibel dalam ruang 1 modul unit dibantu dengan furnitur fleksibel ) maupun antara modul unit ( kemungkinan ekspansi modul unit menjadi 2 modul unit maupun 3 modul unit dengan perubahan pembatas antar unit, dll ) yang disesuaikan dengan katalog yang disediakan ( sesuai dengan kebutuhan dasar penghuni dan jumlah penghuni ), sehinggga kebutuhan ruang generasi millennial dapat terpenuhi melalui rancangan hunian fleksibel. Selain itu kepadatan penduduk yang semakin tinggi khususnya di daerah Jabodetabek serta harga hunian yang semakin meningkat menjadi tantangan tersendiri sehingga hunian fleksibel diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menampung generasi millennial serta mendukung daya beli generasi millennial.