Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

MOTIVASI SANTRI MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PESANTREN DARUSSALAM KECAMATAN LABUHAN HAJI KABUPATEN ACEH SELATAN Pajri, Pajri; Amirullah, Amirullah; Ali, Hasbi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.12 KB)

Abstract

Penelitaian ini berjudul “Motivasi Santri Melanjutkan Pendidikan ke Pesantren Darussalam Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa motivasi santri cenderung melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darussalam Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan,(2) Kelebihan apa saja yang diperoleh di Pesantren Darussalam Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui motivasi santri melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darussalam Kabupaten Aceh Selatan, (2) untuk mengetahui kelebihan yang diperoleh di Pesantren Darussalam Kecamatan labuhan haji Kabupaten Aceh Selatan. . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah santri Pesantren Darussalam Kecamatan labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan yang berjumlah 15 santri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara ke lokasi mewawancarai santri pada Pesantren Darussalam Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa (1)Motivasi santri melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darussalam Kecamtan Labuhan Haji ada dua faktor Motivasi instrinsik adalah perangsang dari dalam dan Motivasi ekstrinsik adalah perangsang dari luar. Dan juga merupakan salah satu pesantren tertua di Aceh yang sangat terkenal dengan para ulamanya dan banyak mencetak kader-kader ulama besar serta santri tersebut juga ingin memperbaiki cara ibadah yang sesuai dengan tuntunan syari’at Islam dan dipengaruhi oleh orang tua dimana orang tua memilih pondok pesantren sebagai pendidikan untuk anaknya agar bisa dibekali ilmu agama sebagai bekal dunia akhirat baik untuk orang tua maupun untuk anak.(2) Kelebihan yang di peroleh di Pesantren Darussalam ialah bisa membaca kitab bahasa arab dan menelaahnya ,kutbah di hari jum’at ,di percai sebagai imam, dan juga bisa menjadi imam shalat jenazah, berdoa ,sudah menguasai isi kitab dan dan juga sudah tau hukum-hukum dalam islam seperti (hukum waris-mewaris,hukum pernikahan,pembagian zakat dan banyak yang lain ) dari dahulu sampai sekarang yang telah menyelesaikan pendidikan banyak juga yang mengembangkan ilmu yang sudah di pelajarinya sehingga terciptalah generasi- generasi ulama selanjutnya.Kata kunci: Motivasi, Santri, Pendidikan, Pesantren Darussalam
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE OLEH APARATUR PELAYANAN PUBLIK DI KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN Safrijal, Safrijal; Basyah, M. Nasir; Ali, Hasbi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.492 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance oleh Aparatur Pelayanan Publik di Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan”. Adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui Bagaimana penerapan prinsip-prinsip Good Governance oleh aparatur pelayanan publik, untuk mengetahui Bagaimana respon/tanggapan Masyarakat terhadap pelayanan publik oleh aparatur pelayanan publik dan untuk mengetahui apa saja kendala dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Governance oleh aparatur pelayanan publik di kecamatan kluet utara Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu metode atau cara mengadakan penelitian untuk menunjukan jenis dan tipe penelitian, jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data di lakukan dengan wawancara/ interviewe. Subjek dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua unsur yaitu 7 orang dari unsur aparatur pelayanan dan 3 orang dari unsur masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dapat di Simpulkan penerapan Prinsip-prinsip Good Governance di Kecamatan Kluet Utara belum berjalan dengan sempurna dan masih jauh dari apa yang terkandung dalam prinsip-prinsip Good Governance, Good Governance baru diterapkan semenjak pertengahan 2015. Masyarakat masih merasa kurang puas dengan pelayanan yang di berikan oleh aparatur, dan tingkat kedisiplinan aparatur juga masih kurang. dalam penerapanya juga belum berjalan dengan efektif, disebabkan oleh kendala-kendala yang menghambat efektifitas pelayanan. Adapun kendala tersebut terdapat dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal kurangnya pemahaman aparatur terhadap prinsip- prinsip Good Governance, fasilitas yang kurang memadai dan kurangnya disiplin aparatur di waktu jam kerja, sedangkan faktor eksternal kurangnya partisipasi masyarakat, kurangya pengawasan dari pemerintah dan keterbatasan anggaran dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan. Disarankan kepada pimpinan kecamatan kluet utara Kabupaten Aceh Selatan terus melakukan pembaharuan sistem pelayanan, meningkatkan pemahaman aparatur terhadap Prinsip-prinsip Good Governance sebagai landasan pelayanan publik, dan masyarakat terus meningkatkan partisipasinya dalam membangun kecamatan Kluet Utara, membenahi dan mengurangi kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan aktifias pelayanan.Kata kunci: Good Governance, Pelayanan Publik
PERAN KELUARGA DALAM PEMBINAAN BUDI PEKERTIANAK USIA SEKOLAH DASAR (Suatu Penelitian di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar) Yunita, Agus; Usman, Saiful; Ali, Hasbi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.42 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Keluarga Dalam Pembinaan Budi Pekerti Anak Usia Sekolah Dasar di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar”. Latar belakang penulisan skripsi ini karena kurangnya budi pekerti yang baik yang dimiliki anak usia Sekolah Dasar di Kecamatan Kuta Baro. Adapun rumusan masalah pada skripsi ini adalah (1) Bagaimana peran keluarga dalam pembinaan budi pekerti anak usia sekolah dasar di Kecamatan Kuta Baro. (2) Apa saja kendala keluarga dalam pembinaan budi pekerti anak usia sekolah dasar di Kecamatan Kuta Baro. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana peran keluarga dalam pembinaan budi pekerti anak usia sekolah dasar di Kecamatan Kuta Baro. (2) Untuk mengetahui apa saja kendala keluarga dalam pembinaan budi pekerti anak usia sekolah dasar di Kecamatan Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Lokasi penelitian di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Subjek dalam penlitian ini adalah 14 masyarakat yang memiliki anak usia Sekolah Dasar yang mewakili dari keseluruhan masyarakat yang berada di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran keluarga atau orang tua sangat penting dalam pembinaan budi pekerti anak usia sekolah dasar, karena orang tua terutama ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Adapun kendala yang sering dihadapi orang tua adalah anak sering bertutur kata yang tidak baik, anak sering meniru perkataan teman-temannya, anak terkadang masih malas untuk belajar. Diharapkan kepada keluarga atau orang tua sebagai pendidik yang paling utama dalam membina budi pekerti anak untuk dapat membina anak dengan baik, karena tingkat kepedulian dan pengawasan dari orang tua sangat berpengaruh dalam membina budi pekerti anak,  dan  masyarakat  sebagai  lingkungan  sosial  dimana  masyarakat  sebagaitempat anak memperoleh berbagai bentuk pengetahuan dan pengalaman, oleh karena itu diharapkan kepada masyarakat untuk memberikan contoh-contoh yang baik dalam pergaulan sehari-hari sehingga nantinya akan membentuk budi pekerti yang baik seperti yang diharapkan.Kata kunci : Peran keluarga, pembinaan budi pekerti, anak usia sekolah dasar
PERAN PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK DARUSSA’ADAH ACEH DALAM USAHA PEMBINAAN MORAL ANAK-ANAK TERLANTAR Multaza, Muhammad; Mukmin, Zulihar; Ali, Hasbi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.396 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Peran Panti Sosial Asuhan Anak Darussa’adah Aceh dalam Usaha Pembinaan Moral Anak-Anak Terlantar”. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana pembinaan moral anak-anak terlantar di Panti Sosial Asuhan Anak Darussa’adah Aceh. (2) Apa kendala yang dihadapi dalam pembinaan moral di Panti Asuhan Anak Darussa’adah Aceh. (3) Bagaimana upaya mengatasi kendala dalam pembinaan moral di Panti Asuhan Anak Darussa’adah Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah(1) Untuk mengetahui pembinaan moral anak-anak terlantar di Panti Sosial Asuhan Anak Darussa’adah Aceh. (2) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pembinaan moral di Panti Asuhan Anak Darussa’adah Aceh. (3) Untuk mengetahui upaya mengatasi kendala dalam pembinaan moral di Panti Asuhan Anak Darussa’adah Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan teknik Observasi dan teknik Wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Pembinaan moral anak-anak terlantar di Panti Sosial Asuhan Anak Darussa’adah Aceh yaitu melalui bimbingan sosial, bimbingan agama seperti shalat berjamaah, ceramah agama, mengaji dan kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan kesenian. (2) Kendala yang dihadapi dalam proses pembinaan moral anak-anak terlantar di Panti Sosial Asuhan Anak Darussa’adah Aceh yaitu rendahnya partisipasi masyarakat disekitar panti asuhan. (3) Solusi atau jalan keluar yang ditempuh oleh Pembinaan anak- anak terlantar di Panti Sosial Asuhan Anak Darussa’adah Aceh yaitu membangun komunikasi dengan berbagai tokoh masyarakat setempat seperti kepala desa, ketua pemuda dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.Kata kunci : Peran panti sosial, pembinaan moral, anak terlantar.
Adat Court in Aceh, Indonesia: a Review of Law Mansur, Teuku Muttaqin; Sulaiman, Sulaiman; Ali, Hasbi
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.579 KB) | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i2.443

Abstract

This article aims to find out the legal position, authority, and structure of adat(customary) court in Aceh. This study used juridical methods. Data were obtained through literacy studies by examining such as the rule of laws, books, and journals. Data were analyzed using a qualitative descriptive approach. The results of the study showed that adat court in Aceh has a significant position in the legislative system. The authority of the adat court in Aceh is able to resolve small disputes that occur in society. The structure of adat court in Aceh is divided into land and sea areas. Adat court in the land territory consists of the village and the mukim adat court, and the sea territory consists of lhok and district adat court.
PENGUATAN KARAKTER SEMANGAT KEBANGSAAN MELALUI PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL DALAM MATAKULIAH PPKn Ali, Hasbi
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Geuthee : Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.91 KB) | DOI: 10.9992/jg.v1i3.26

Abstract

 Karakter semangat kebangsaan terwejantahkan dalam sikap bela negara yang merupakan suatu keniscayaan dalam upaya membentuk karakter bangsa Indonesia yang mulai mengalami degradasi. Bela negara tidak hanya dalam bentuk perjuangan fisik, akan tetapi juga non fisik. Bela negara tidak hanya menjadi tanggungjawab salah satu pihak atau golongan semata, akan tetapi menjadi hak dan kewajiban semua anak bangsa sebagai upaya menjaga kebhinnekatunggalikaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu wujud bela negara non fisik adalah upaya pelestarian budaya kearifan lokal yang pernah tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Indonesia sudah sejak lama. Upaya melestarian budaya kearifan lokal ini merupakan salah satu stategi yang dipandang cukup ampuh dalam rangka pembentukan karakter bangsa Indoesia yang saat ini telah mengalami degradasi. Hari ini seakan- akan ke-Indonnesiaan kita mulai digugat kembali dan cenderung tercabik- cabik. Namun demikian, kita tidak boleh berputus asa dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan negara ini. Dalam hal ini, semua pihak perlu harus terus merajut ke-Indonnesiaan kembali agar anak bangsa ini tidak hilang dari akar budayanya.
PEMANFAATAN DANA DESA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI GAMPONG SIMPANG BEUTONG KECAMATA MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE Rosa Wirta, Mirna; Ruslan, Ruslan; Ali, Hasbi
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v9i2.34587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui pemanfaatan dana desa dalam peningkatan mutu pendidikan di Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. (2) untuk mengetahui cara peningkatan mutu pendidikan di Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya termasuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik wawancara. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 9 orang, terdiri dari keuchik Gampong (kepala desa), sekretaris Gampong, bendahara Gampong, ketua pemuda, tuha peut, imum Gampong, dan 3 orang masyarakat di Gampong Simpang Beutong Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) pemanfaatan dana desa dalam peningkatan mutu pendidikan. Dana desa dimanfaatkan untuk peningkatan mutu pendidikan nonformal, meskipun dalam rancangan program Gampong dan anggaran pendapatan belanja desa belum terdapat program khusus untuk pendidikan, karena prioritas dana desa pada tahun 2019 diperuntukkan untuk bidang pembangunan Gampong dan pemberdayaan masyarakat, Adapun dana desa yang dialokasikan untuk pendidikan nonformal dalam bidang kebudayaan dan keagamaan adalah sebesar Rp. 86.450.000,00. (2) cara peningkatan mutu pendidikan di Gampong Simpang Beutong, yaitu melalui kegiatan keagamaan seperti (pengajian, majelis taklim, maulid, dan takbiran pada malam hari raya), dan berpartisipasi dalam semua kegiatan yang diadakan di Gampong.
EDUKASI PERPAJAKAN MELALUI PEMBELAJARAN MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Ali, Hasbi; Hadi, Indra Kesuma
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Geuthee
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9992/jg.v3i3.104

Abstract

Kesadaran pajak oleh warga negara ini perlu diedukasi sedemikian rupa, terutama melalui institusi pendidikan. Hal ini dimungkinkan karena salah satu fungsi pajak adalah untuk penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai. Dalam hal ini, pasal 3 Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab”. Tulisan tentang edukasi kesadaran pajak ini selain sebagai sumbangan pemikiran teoritis dalam khasanah ilmu pengetahuan terkait dengan perpajakan secara umum, secara khusus tulisan ini bertujuan untuk: (1) Memberikan pengetahuan tentang hak dan kewajiban warganegara, (2) Memberikan pengetahuan tentang kesadaran hukum warganegara, dan (3) Memberikan pengetahuan tentang kesadaran untuk membayar pajak warganegara. Edukasi kesadaran pajak dapat dibelajarkan melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) karena tujuannya adalah menanamkan pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), sikap kewarganegaraan (civic disposition), dan keterampilan kewarganegaraan (civic skills). Kesadaran membayar pajak dari warganegara ini sangat ditentukan oleh kesadaran hukumnya, sehingga warga negara menaatinya. Kesadaran pajak ini perlu terus ditumbuhkembangkan, terutama kepada generasi muda (mahasiswa) sebagai pemegang estafet pembangunan nasional yang berkelanjutan (sustainable development). Dimana, pajak yang dipungut merupakan devisa negara yang akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan nasional.
Adat Court in Aceh, Indonesia: a Review of Law Mansur, Teuku Muttaqin; Sulaiman, Sulaiman; Ali, Hasbi
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i2.443

Abstract

This article aims to find out the legal position, authority, and structure of adat(customary) court in Aceh. This study used juridical methods. Data were obtained through literacy studies by examining such as the rule of laws, books, and journals. Data were analyzed using a qualitative descriptive approach. The results of the study showed that adat court in Aceh has a significant position in the legislative system. The authority of the adat court in Aceh is able to resolve small disputes that occur in society. The structure of adat court in Aceh is divided into land and sea areas. Adat court in the land territory consists of the village and the mukim adat court, and the sea territory consists of lhok and district adat court.