Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dampak Spillover Pusat-Pusat Pertumbuhan di Kalimantan Pasaribu, Ernawati; Priyarsono, Dominicus Savio; Siregar, Hermanto; Rustiadi, Ernan
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v5i2.90

Abstract

Dampak spillover terhadap kinerja pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia yang diamati selama ini belum pernah sampai kepada pengujian secara statistik. Padahal, pembuktian ada tidaknya dampak spillover secara empiris sangat diperlukan mengingat penerapan teori pusat pertumbuhan yang telah dilakukan baik oleh negara-negara maju maupun negara-negara berkembang masih menimbulkan pro dan kontra. Pengujian dampak spillover pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan secara khusus dilakukan untuk mengetahui apakah peranannya sebagai lumbung energi nasional seperti yang tertuang dalam Program MP3EI tidak akan menimbulkan backwash effect bagi daerah sekitarnya. Pendeteksian awal akan adanya hubungan ketergantungan spasial (spatial lag dependent) antara pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan dan daerah sekitarnya diuji menggunakan Lagrange Multiplier Spatial Lag Dependent. Hasilnya ternyata membuktikan bahwa pertumbuhan output, pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan investasi yang terjadi pada pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan secara signifikan memberikan dampak spillover negatif (backwash effect) terhadap wilayah sekitarnya. Pusat-pusat pertumbuhan secara signifikan berdampak spillover positif (spread effect) terhadap wilayah sekitarnya apabila pertumbuhan output, pertumbuhan tenaga kerja, dan pertumbuhan investasi pada pusat-pusat pertumbuhan disertai dengan aliran ekonomi ke wilayah sekitarnya. Dengan demikian, pengembangan wilayah pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan di masa mendatang harus diarahkan pada upaya peningkatan transaksi perdagangan antarwilayah agar dampak spillover positif dapat terjadi seperti yang diharapkan dan pertumbuhan yang diikuti pemerataan antarwilayah di Kalimantan niscaya akan terwujud.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Foerign Direct Investment (FDI) di Enam Koridor Ekonomi Indonesia: Market Seeking atau Resource Seeking? Rahayu, Iriani Trisna; Pasaribu, Ernawati
Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik Vol 9 No 1 (2017): Journal of Statistical Application and Computational Statistics
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.716 KB) | DOI: 10.34123/jurnalasks.v9i1.92

Abstract

Pembangunan ekonomi suatu negara sangat tergantung pada besarnya penanaman modal asing langsung atau Foreign Direct Investment  (FDI), termasuk di enam koridor ekonomi Indonesia. Kesenjangan kondisi di koridor ekonomi diperkirakan akan membawa perbedaan yang mempengaruhi arus masuk FDI ke dalam koridor. Penelitian ini menggunakan regresi data panel untuk menganalisis faktor-faktor di balik arus masuk FDI di setiap koridor ekonomi dan untuk menentukan karakteristik FDI di setiap koridor ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi belanja modal pemerintah, jumlah angkatan kerja berpendidikan tinggi, keterbukaan perdagangan, dan proporsi ekspor minyak dan mineral hanya mempengaruhi arus masuk FDI di beberapa koridor ekonomi. Lebih jauh lagi dapat diindikasikan bahwa sementara “market seeking FDI” terjadi di semua koridor ekonomi Indonesia, “resource seeking FDI” hanya ditemukan di koridor ekonomi Sulawesi, Maluku dan Papua.
Eksistensi dan Determinan Middle Income Trap di Indonesia Lumbangaol, Hotmaria Elecktawati; Pasaribu, Ernawati
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v9i2.984

Abstract

Bank Dunia telah mengklasifikasikan bahwa Indonesia telah masuk dalam kelompok negara pendapatan menengah kebawah (lower-middle income country) dalam 13 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stagnan dalam waktu yang lama dan membuat potensi Indonesia masuk jebakan pendapatan menengah (Middle Income Trap) sangat besar. Penelitian ini diantaranya bertujuan untuk mengidentifikasi apakah Indonesia telah masuk dalam MIT. Analisis time series ECM digunakan sekaligus untuk mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan dalam jangka panjang untuk keluar atau terhindar dari jebakan pendapatan menengah. PNB per kapita sebagai dasar pengklasifikasian kelompok pendapatan negara-negara di dunia digunakan sebagai variabel untuk melihat MIT. Didapatkan hasil bahwa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang sektor jasa dan jumlah tenaga kerja berpendidikan tinggi berpengaruh positif terhadap PNB perkapita. Sektor pertanian berpengaruh positif hanya dalam jangka pendek, sedangkan sektor manufaktur berpengartuh negatif dalam jangka panjang. Struktur perekonomian yang tidak didukung bersama-sama oleh sektor-sektor ekonomi ini menunjukkan bahwa transformasi struktur ekonomi tidak berjalan dengan baik dan mengindikasikan Indonesia telah masuk dalam jebakan pendapatan menengah. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan sektor jasa, PMTB, dan tenaga kerja berpendidikan tinggi (human capital), serta memperbaiki sektor pertanian dan manufaktur di Indonesia sebagai upaya keluar dari jebakan pendapatan menengah dan bertransisi menuju negara maju. 
againaba Daya Saing Industri Life Sciences di Indonesia Pasaribu, Ernawati; Indrawati, Retno
Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik Vol 7 No 2 (2015): Journal of Statistical Aplication and Statistical Computing
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.63 KB) | DOI: 10.34123/jurnalasks.v7i2.22

Abstract

Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 20 juta penduduknya adalah kelas menengah yang dewasa ini memiliki pengaruh penting dan semakin menginspirasi. Indonesia telah menjadi pasar yang menarik karena perkembangan pesat jumlah konsumen, khususnya dari kelompok penduduk berpendapatan menengah. Tingginya jumlah populasi juga mengindikasikan besarnya potensi sumber tenaga kerja. Industri Life Sciences (LS), secara luas mulai dikenal sebagai aliran baru ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Studi ini mengidentifikasi posisi relatif Indonesia dikaji dari investasi langsung luar negeri (foreign direct investment-FDI) pada industri LS, sekaligus dari sisi daya saing (competitiveness) dengan negara-negara lain di dunia Berdasarkan sektor LS, pesaing utama Indonesia adalah Portugal, Turki, Saudi Arabia, dan Nigeria, sedangkan berdasarkan aktivitas LS,Argentina dan Bulgaria adalah saingan utama.Studi ini juga mengungkapkan bahwa FDI yang masuk ke Indonesia dipengaruhi terutama oleh tingkat inflasi dan return on investment.
ANALISIS SPASIAL PRODUKTIVITAS SETENGAH PENGANGGUR DI INDONESIA TAHUN 2017: PERBANDINGAN DENGAN SEKTOR PRIMER Prasetya, Kadek Aris; Pasaribu, Ernawati
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian, Badan Keahlian DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jekp.v10i2.1353

Abstract

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang tinggi, sehingga jumlah angkatan kerjanya juga tinggi. Namun apabila kualitas dari angkatan kerja tersebut rendah, maka hanya akan menimbulkan masalah dalam integrasi struktur ekonomi. Kualitas tenaga kerja daerah dapat diukur dengan nilai produktivitas pekerja. Salah satu faktor yang digunakan untuk melihat produktivitas pekerja adalah tingkat pekerja setengah menganggur khususnya pada sektor primer. Dalam menganalisis pekerja setengah menganggur terdapat kemungkinan adanya keterkaitan antarprovinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas pekerja setengah menganggur, baik efek langsung maupun tidak langsung serta perbandingannya dengan sektor primer. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif serta analisis inferensial dengan metode regresi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pekerja setengah menganggur di seluruh sektor dan sektor primer dipengaruhi oleh efek spasial yang berbeda. Produktivitas pekerja seluruh sektor dipengaruhi oleh spillover effect dari variabel independen, sedangkan pada sektor primer dipengaruhi oleh spillover effect variabel independen dan efek spasial variabel dependen. Produktivitas pekerja di seluruh sektor lebih dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dibandingkan tingkat kesehatan, sedangkan di sektor primer lebih dipengaruhi oleh tingkat kesehatan dibandingkan tingkat pendidikan. Tingkat upah dan tingkat investasi berpengaruh positif baik pada seluruh sektor maupun sektor primer. Penelitian ini merekomendasikan pemerintah untuk merevitalisasi sektor primer demi pengintegrasian perubahan struktur ekonomi serta meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan investasi demi peningkatan produktivitas.