Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Biosorpsi ion tembaga dalam limbah tailing menggunakan jamur pelapuk putih amobil Biosorption of copper ion in tailing mining effluent using immobilizede white-rot fungi DIMAWARNITA, Firda; SUHARYANTO, .; TRI-PANJI1, .; RICHANA, Nur; ZAINUDIN, Achmad
E-Journal Menara Perkebunan Vol 83, No 1: Juni 2015
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.47 KB) | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v83i1.11

Abstract

Abstract         Copper and gold mining industry produce large amount of tailings effluent containing heavy metals such as Cu and Hg that will polute  environment and agricultural land, if it is not properly treated.  Effort in reducing pollution level and recovery of metal in tailing could be conducted with biosorption process using microbial cell as an absorbent agent. This study aims to determine the ability of selected white rot fungi (WRF) immobilized on empty fruit bunches of oil palm (EFB)  to absorb Cu (II) metals in tailing. Based on growth rate, ligninolytic enzymes activity, and the absorption capacity of heavy metals, the superior WRF candidate was Omphalina sp. The ability of biomass Omphalina sp. to decrease the con-centrateion of Cu (II) with an initial concentration of 150 ppm, up to 63%. Omphalina sp. that immobilized on TKKS was able to reduce Cu (II) as much as 66-77% at pH 4.0 for 60 minutes. Abstrak                Eksploitasi tambang tembaga dan emas banyak menghasilkan limbah tailing yang masih me-ngandung logam berat seperti Cu (II) dan Hg (II). Limbah tersebut berpotensi mencemari perairan dan lahan pertanian bila tidak ditangani dengan baik.  Usaha untuk mengatasi limbah tailing dan sekaligus memekatkan (recovery) logam di dalam-nya dapat dilakukan dengan proses biosorpsi menggunakan sel mikroba. Penelitian ini bertujuan menetapkan kemampuan biomassa jamur pelapuk putih (JPP) yang diimobilisasi pada tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dalam mengabsorpsi ion logam Cu (II). Metode biosorpsi logam yang digunakan dengan sistem batch dengan kadar logam 300 ppm, 200 ppm,dan 150 ppm. Hasil seleksi JPP berdasarkan laju pertumbuhan, aktivitas enzim ligninolitik, dan penyerapan logam berat telah  diperoleh   kandidat   JPP   unggul  yaitu Omphalina sp. Dalam media PDB,  Omphalina sp. toleran terhadap Cu (II) hingga konsentrasi 150 ppm. Kemampuan biomassa Omphalina sp. untuk penurunan konsentrasi Cu (II) dengan konsentrasi awal 150 ppm yaitu mencapai 63%. Omphalina sp. yang diimobilisasi dengan TKKS mampu menurun- kan kandungan Cu (II) sebesar 66-77%  pada pH 4.0 selama 60 menit. 
PEMBUATAN RESIN PENUKAR ION POLISTIREN SULFONAT Zainudin, Achmad; Anggraeni, Anni; Sofyatin, Titin; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.171 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9172

Abstract

Resin penukar ion telah digunakan untuk pemisahan campuran senyawa kimia ionik, pada kromatografi pertukaran ion. Resin penukar ion adalah polimer yang berikatan dengan gugus fungsional yang mengandung ion yang dapat dipertukarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat resin penukar kation dari polistirena terfosfonasi dengan mereaksikan polistirena dan fosfor oksiklorida. Reaksi dilakukan pada kondisi optimum yang meliputi variasi konsentrasi fosfor oksiklorida, suhu dan waktu optimum. Resin penukar ion yang dihasilkan diidentifikasi dengan spektrum inframerah dan dikarakterisasi dengan menentukan massa jenis, penentuan jumlah gugus fosfat pada resin, dan kapasitas pertukaran ion dari resin pertukaran ion yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian didapatkan data untuk kondisi optimum yaitu: untuk suhu reaksi, suhu 80oC; waktu reaksi, 2 jam; konsentrasi fosfor oksiklorida, 17% (dengan perbandingan fosfor oksiklorida dalam benzena 9:0 mL). Hasil inframerah menunjukkan bahwa molekul resin pertukaran ion dari polistirena terfosfonasi terbentuk dan data percobaan untuk massa jenis resin polistirena terfosfonasi adalah 2,0745 g/mL, kapasitas pertukaran ion 2,57 mek/g, dan persentase gugus fosfat yang terikat pada resin yang dihasilkan adalah sebesar 99,14%.
Desain meja dan kursi sistem modular berbasis active learning untuk siswa sekolah dasar Zainudin, Achmad; Widayat, Rahmanu; Purwantoro, Agus
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.875 KB) | DOI: 10.24821/productum.v3i3.1876

Abstract

Improve of learning quality of elementary school in Indonesia are many ways. One of them is repairing table-chair as long as growing of learning method. Nowadays, active learning is one of method that improving learning quality. There are many ways in actions to realize active learning, started from curriculum repaired to study time at school. Too poor, the government forgetting one thing, that is table-chair, the product in daily using. This research intend to given argument to all of person or institution about repairing table-chair of elementary school as fit as active learning method by modular concept. Research method in this field is descriptive qualitative. Research location is Kedung District Jepara Regency Central Java, by three sample of class table-chair 6th elementary school in SD Negeri 1 Jondang, MI Matholiul Huda Bugel and SD Negeri III Menganti. The object is design of table-chair elementary school based of active learning. Data collection technique is library study, observation and interview. The data in collection tested in validity by triangulation technic. Research result is showing that table-chair in the data not representative to active learning. Generally, the table-chair is difficult to using in active learning. Table-chair design by modular concept is fit to cluster model/V group and U that ergonomic and functional, so easy to driven and support active learning. Key words: design, elementary school table-chair, active learning, modular concept 
PERBANDINGAN KEMAMPUAN EMPATI ANAK SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga) Zainudin, Achmad; Ediati, Annastasia
Empati Vol 5, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.439 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan empati siswa kelas V SD sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan lingkungan. Subjek penelitian berjumlah 35 orang siswa kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga yang terdiri dari 17 laki-laki dan 18 perempuan (Musia= 10,57 ; SD= 0,655). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan Skala Kemampuan Empati Anak yang terdiri dari 17 aitem (α= 0,836). Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan empati siswa kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan lingkungan (Msebelum = 56,23 ; SDsebelum = 5,704 ; Msesudah= 59,23 ; SDsesudah = 5,755 ; t = -7,246 ; p < 0,001).
PEMBUATAN RESIN PENUKAR ION POLISTIREN SULFONAT Zainudin, Achmad; Anggraeni, Anni; Sofyatin, Titin; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.171 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9172

Abstract

Resin penukar ion telah digunakan untuk pemisahan campuran senyawa kimia ionik, pada kromatografi pertukaran ion. Resin penukar ion adalah polimer yang berikatan dengan gugus fungsional yang mengandung ion yang dapat dipertukarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat resin penukar kation dari polistirena terfosfonasi dengan mereaksikan polistirena dan fosfor oksiklorida. Reaksi dilakukan pada kondisi optimum yang meliputi variasi konsentrasi fosfor oksiklorida, suhu dan waktu optimum. Resin penukar ion yang dihasilkan diidentifikasi dengan spektrum inframerah dan dikarakterisasi dengan menentukan massa jenis, penentuan jumlah gugus fosfat pada resin, dan kapasitas pertukaran ion dari resin pertukaran ion yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian didapatkan data untuk kondisi optimum yaitu: untuk suhu reaksi, suhu 80oC; waktu reaksi, 2 jam; konsentrasi fosfor oksiklorida, 17% (dengan perbandingan fosfor oksiklorida dalam benzena 9:0 mL). Hasil inframerah menunjukkan bahwa molekul resin pertukaran ion dari polistirena terfosfonasi terbentuk dan data percobaan untuk massa jenis resin polistirena terfosfonasi adalah 2,0745 g/mL, kapasitas pertukaran ion 2,57 mek/g, dan persentase gugus fosfat yang terikat pada resin yang dihasilkan adalah sebesar 99,14%.
Perancangan produk fungsional berbahan limbah kayu sisa produksi tempat air kemasan gelas Zainudin, Achmad; Susila, Dwi Agus
PRODUCTUM Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v4i2.4392

Abstract

The initial idea of this research is to exploit the abundance of wood waste material in the form of coins which have almost the same size and thickness. This waste comes from the rest of the production of glass bottled water. One way to achieve this goal is by using horizontal and vertical lamination techniques with the addition of a turning process with the aim of being able to form and produce functions. Another goal is to apply the waste coin arrangement as a functional and decorative product design material. The design of this product with waste is used as a model for empowering the creative industry of the local crafts-producing community where glass mineral water is located in Sambeng Village, Kasiman District, Bojonegoro Regency, East Java. The design method used is the Design Thinking method. The output produced is in the form of functional and decorative product designs, such as stools, wall clocks, frames, candle holders, egg holders, menu boards, and placemats.