Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

THE WHITE-BELLIED PLANTHOPPER (HEMIPTERA: DELPHACIDAE) INFESTING CORN PLANTS IN SOUTH LAMPUNG, INDONESIA Susilo, Franciscus Xaverius; Swibawa, I Gede; ., Indriyati; Hariri, Agus Muhammad; ., Purnomo; Hasibuan, Rosma; Wibowo, Lestari; Suharjo, Radix; Fitriana, Yuyun; Dirmawati, Suskandini Ratih; ., Solikhin; ., Sumardiyono; Rwandini, Ruruh Anjar; Sembodo, Dad Resiworo; ., Suputa
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 17, No 1 (2017): MARET, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.494 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.11796-103

Abstract

The White-Bellied Planthopper (Hemiptera: Delphacidae) Infesting Corn Plants in South Lampung, Indonesia. Corn plants in South Lampung were infested by newly-found delphacid planthoppers. The planthopper specimens were collected from heavily-infested corn fields in Natar area, South Lampung. We identified the specimens as the white-bellied planthopper Stenocranus pacificus Kirkaldy (Hemiptera: Delphacidae), and reported their field population abundance.
SISTEM IDENTIFIKASI PENYAKIT TANAMAN PADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Wulandari, Ika Arthalia; Aristoteles, Aristoteles; Suharjo, Radix
Jurnal Komputasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Komputasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice plant diseases can be identified from their symptoms. To find out exactly the rice plant disease, it will need agricultural experts. Numbers and distributions of agricultural expert are very limited and they cannot overcome the problems optimally, so that a system containing knowledge as what experts do is required. This research was to design web-based experts system by using forward chaining method and certainty factor. Data processed in this system were 16 diseases and 26 of disease symptoms. This system which was developed had superiorities and easiness in accessing it, user friendly and displaying certainty levels from diagnosis results with 81% of customer’s satisfaction. Kata Kunci –experts, expert system, forward chaining, rice plant diseases.
EKSPLORASI POTENSI GULMA SIAM (CHROMOLAENA ODORATA) SEBAGAI BIOFUNGISIDA PENGENDALI PHYTOPHTHORA PALMIVORA YANG DIISOLASI DARI BUAH KAKAO Suharjo, Radix; Aeny, Titik Nur
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 11, No 2 (2011): September, Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.629 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.211201-209

Abstract

The research was aimed to investigate: (1) distribution and population of Chromolaena odorata (siam weed) in different land-uses (paddy field, untreated land, houseyard, roadside and river/irigation side) in Bandar Lampung, South Lampung, Tanggamus, and East Lampung; (2) effect of C. odorata extract on in-vitro growth of Phytophthora palmivora, (3) effect of C. odorata extract on development of fruit rot symptom caused by P. palmivora on cocoa pod in the laboratory and in the field. Collecting of P. palmivora isolates and recording distribution and population of C. odorata were conducted in several locations known as endemic areas of cocoa pod rot disease. The effect of C. odorata extract on the growth of P. palmivora on agar media and cocoa pods was determine in the Laboratory of Plant Disease, Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, University of Lampung. Field experiment was performed in a cocoa plantation in Kemiling, Bandar Lampung. The results showed that C. odorata weed can be found in all of the land-uses surveyed, but the highest population was found in the untreated land-use.  The tips (young leaves and stems) extract of C. odorata showed a greater inhibition effect on the growth of P. palmivora compared to the root extract. The tips extract showed the best inhibition in-vitro growth of P. palmivora at 40% concentration level, inhibited symptom development on cocoa pods in the laboratory at 50% concentration level, and on cocoa pods in the field at 60% concentration level.
EVALUASI EFEKTIVITAS FRAKSI EKSTRAK JARAK TINTIR DAN TEMBELEKANUNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH Suwastini, Made; Efri, Efri; Ivayani, Ivayani; Suharjo, Radix
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.237 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3671

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan penyakit penting pada tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsici dan C. gloeosporiodes.  Salah satu alternatif pengendalian yang dapat diterapkan untuk membatasi penggunaan pestisida sintetik dan juga ramah lingkungan adalah penggunaan fungisida nabati yang berbahan dasar ekstrak daun tumbuhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan fungisida nabati fraksi ekstrak jarak tintir (Jatropha multifida )dan tembelekan (Lantana camara) untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai.Penelitian dilakukan di lahan percobaan Desa Hajimena Natar, Lampung Selatan dari bulan September sampai dengan Desember 2017.Perlakuan  disusun dalam rancangan acak kelompok(RAK), dengan empat perlakuan dan enam ulangan.Kehomogenan data diuji dengan uji Bartlet. Data yang diperoleh diolah dengansidik ragam dan perbandingan nilai tengah antar perlakuan diuji dengan uji bedanyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan fraksi ekstrak jarak tintir dan fraksi ekstrak tembelekan berpengaruh nyata pada panen 1 dan 2 terhadap penekanan keterjadian penyakit antraknosa, serta berpengaruh nyata terhadap penekanan keparahan dan penyimpanan hanya pada minggu panen 2.
PENGARUH EKSTRAK GULMA SIAM, KEMUNING DAN SALIARA TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI LAYU PISANG SECARA IN VITRO Lubis, Nova Adelina; Aeny, Titik Nur; Prasetyo, Joko; Suharjo, Radix
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.908 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i1.1845

Abstract

Salah satu penyakit penting pada tanaman pisang adalah penyakit layu bakteri, yang disebabkan olehBlood Disease Bacterium (BDB). Beberapa jenis tanaman telah dilaporkan mengandung senyawa antibakteri yang dapat menjadi alternatif pengendalian penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Chromolaena odorata, Murraya paniculata dan Lantana camara terhadap penghambatan perrtumbuhan BDB secara in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada Maret hingga Juli 2016. Perlakuan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dalam faktorial. Faktor pertama adalah lama perendaman bahan tanaman sebelum diekstrak dan faktor kedua adalah tingkat konsentrasi ekstrak. Pengamatan dilakukan terhadap diameter zona penghambatan pada 24 jam setelah aplikasi. Data diuji dengan analisis ragam dan nilai tengah antar perlakuan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan ekstrak kemuning, interaksi antara lama perendaman dan tingkat konsentrasi berpengaruh nyata terhadap diameter zona penghambatan BDB sedangkan pada ekstrak gulma siam dan saliara interaksinya tidak nyata. Diameter zona penghambatan paling tinggi ekstrak gulma siam, kemuning dan saliara dalam menghambat pertumbuhan BDB secara berurutan adalah 85%, 55% dan 95%.
IDENTIFIKASI DAN TINGKAT SERANGAN PENYEBAB PENYAKIT BULAI DI LAMPUNG TIMUR, PESAWARAN, DAN LAMPUNG SELATAN Kurniawan, Adam Fajar; Prasetyo, Joko; Suharjo, Radix
Jurnal Agrotek Tropika Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.208 KB) | DOI: 10.23960/jat.v5i3.1824

Abstract

Penyakit bulai di Provinsi Lampung semula diidentifikasi disebabkan oleh satu spesies. Beberapa tahun terakhir ini laporan menyebutkan bahwa penyakit bulai pada tanaman jagung disebabkan oleh beberapa spesies Peronosclerospora.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies Peronosclerospora.penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung di tiga kabupaten di Provinsi Lampung dan untuk mengetahui persentase gejala, kerapatan, viabilitas spora bulai di tiga kabupaten tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2016 di lahan pertanaman jagung milik petani dan di laboratorium hama dan penyakit tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pengamatan di lapangan dilakukan dengan menghitung insiden penyakit bulai di tiga kabupaten dengan cara mengambil 3 dari 30 baris tanaman jagung. Setiap daerah pengamatan terdiri dari dua lokasi pertanaman jagung yang berbeda sehingga terdapat enam lokasi yang berbeda-beda pada setiap kabupaten tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit bulai disebabkan oleh dua spesies yaitu Pernosclerospora sorghi, dan Peronosclerospora maydis.P. sorghi menyerang tanaman jagung di Kabupaten Lampung Timur dengan produksi spora sebesar 3,12 x 10 5 spora per ml dan viabilitas sebesar 35,67% dengan insiden penyakit 19,33%, spesies P. sorghi juga menyerang tanaman jagung di Kabupaten Pesawaran dengan produksi spora sebesar 3,22 x 10 5 per ml dan viabilitas sebesar 35,67% dengan insiden penyakit 28,37%. Kemudian P. maydis menyerang tanaman jagung di Kabupaten Lampung Selatan dengan produksi spora sebesar 3,07 x 10 5 per ml dan viabilitas sebesar 35,60% dengan insiden penyakit 28,37%.
UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS KACANG TANAH TERHADAP Aspergillus flavus YANG BERASAL DARI BEBERAPA DAERAH DI LAMPUNG Daryanti, Daryanti; Nurdin, Muhammad; Suharjo, Radix
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.221 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i2.2007

Abstract

Salah satu permasalahan pada produksi kacang tanah di Indonesia adalah rusaknya biji kacang tanah akibat infeksi jamur Aspergillus flavus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan varietas kacang tanah terhadap A. flavus yang berasal dari berbagai daerah di Lampung dan perbedaan virulensi jamurA. flavusdari berbagai daerah di Lampung. Rancangan Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL). Sebagai faktor pertamaadalah varietas kacang tanah yaitu empat varietas dan faktor kedua adalah asal isolat yang terdiri dari isolat Bandar Lampung, isolat Lampung Tengah, dan isolat Mesuji. Masing-masing kombinasi diulang tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan perbedaan nilai tengah di uji dengan BNT (5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Talam I memiliki ketahanan paling baik dibandingkan varietas Kelinci I, Hypoma I, dan K/SR I. Masing-masing varietas memiliki nilaiketerjadian yang beragam hal itu menunjukkan bahwa tingkat ketahanan masing-masing varietas terhadap A. flavus berbeda- beda. Hasil keterjadian dan persentase pererkecambah yang berbeda menunjukkan bahwa tingkat virulensi isolatA. flavus dari masing-masing isolat bervariasi. IsolatA. flavus asal Lampung Tengah merupakan isolat yang memiliki tingkat virulensi paling tinggi
INVENTARISASI PATOGEN DI PERTANAMAN NANAS (Ananas comosus L.) VARIETAS QUEEN DI DESA ASTOMULYO, KECAMATAN PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Gustina, Maya; Ratih, Suskandini; Nurdin, Muhammad; Suharjo, Radix
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.249 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i3.1853

Abstract

Nanas merupakan salah satu komoditas sumber devisa negara Indonesia dari sektor pertanian. Produksi nanas di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun, namun peningkatan tersebut akan mengalami gangguan dengan adanya seranganpatogen. Patogen yang menyerang harus dideteksi lebih dini agar mengetahui cara pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi patogen dan menghitung intensitas penyakit pada berbagai umur nanas varietas Queen di arealperkebunan nanas rakyat di Punggur, Lampung tengah. Penelitian dilakukan di Desa Astomulyo, Punggur, Lampung Tengah dan Laboratorium Penyakit Tanaman, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, yang berlangsung dari bulan Agustus - Oktober 2015. Penelitian ini diawali dengan pengamatan lahan dan pengambil sampel untuk diidentifikasi sampai tingkat genus di laboratorium serta menghitung intensitas penyakit (metode Townsend dan Heuberger). Hasil penelitianberupa beberapa jamur yang ditemukan pada tanaman yang bergejala. Jamur – jamur tersebut adalah Curvularia sp., Thielaviopsis sp., Fusarium sp. Selain itu ditemukan gejala yang diduga akibat serangan virus PMWaV pada nanas. Selainpertanaman, Isolasi dari tanah ditemukan jamur Penicillium sp., dan Trichoderma sp. Jamur Culvularia sp. menyerang tanaman nanas di umur 5-7 bulan setelah tanam (bst), 8 – 11 bst, dan 12 bst dengan tingkat keparahan penyakit berturut – turutsebesar 8,4%, 8,8%, dan 7,6%. Jamur Thielaviopsis sp. menyerang tanaman nanas berumur 5 – 7 bst, 8 – 11 bst dan 12 bst dengan tingkat keparahan penyakit sebesar 7,2 %, 15% dan 9,3%. Jamur Fusarium sp. tidak menyerang nanas berumur 5 – 7 bst, tetapi menyerang tanaman nanas berumur 8 – 11 bst dan 12 bst dengan tingkat keparahan penyakit sebesar 5% dan 9%.
INFLUENCE OF CULTURE MEDIUM ON THE SPORULATION AND VIABILITY OF ASPERGILLUS SPP. AND TALAROMYCES SPP. ENTOMOPATHOGENIC FUNGI Fitriana, Yuyun; Suharjo, Radix; Swibawa, I Gede; ., Purnomo; Lestari, Puji; Merdiana, Eryka
JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA Vol 18, No 1 (2018): MARCH, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.453 KB) | DOI: 10.23960/j.hptt.11812-22

Abstract

Influence of Culture Medium on the Sporulation and Viability of Aspergillus spp. and Talaromyces spp. Entomopathogenic Fungi. The purpose of this study was to determine the effect of three kinds of cultures media on the spore production and viability of Aspergillus spp. (AS1, 6, 7, 9) and Talaromyces spp. (AS2?5, 8, 10) entomopathogenic fungi. This study was arranged using Factorial-Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors and 3 replications. The first factor was three kinds of cultures media (potato dextrose agar (PDA), corn meal agar (CMA), and sabouraud dextrose agar (SDA)) and the second one was isolates of Aspergillus spp. Or Talaromyces spp.. Data of spore production and spore viability were tested using ANOVA and if there was significantly difference, the data then further analyzed using Tukey?s Honestly Significant Difference (HSD) test at 5% of significant level. The spore production of Aspergillus spp. were in the range of 0.58 - 14.27 x 108 spores mL-1 (PDA); 0.28 ? 2.68 x 108 spores mL-1 (SDA) and 1.85 - 5.33 x 108 spores mL-1 (CMA). The highest spore production was achieved by AS1 isolate that was grown on PDA media. The spore produced by Talaromyces spp. were in the range of 2.15 ? 28.62 x108 spores mL-1 (PDA); 0.28 ? 29.43 x108 spores mL-1 (SDA); and 1.88 ? 16.63 x108 spores mL-1 (CMA). The highest spore production was produced by AS8 isolate which were cultured on PDA. The spore viability among isolates of the two entomopathogenic fungi were not significantly different. The spore viability of Aspergillus spp. was in the range of 95.10 ? 97.66% (PDA), 94.02 ? 98.45% (SDA) and 92.86 ? 98.20% (CMA). The spore viability of Talaromyces spp. was in the range of 95.83 ? 100% (PDA), 85.83 ? 100% (SDA), and 90.75 ? 100% (CMA). Culture medium influenced spore production but not the spore viability. The best culture media used for spore production of both of the entomopathogenic fungi was PDA media.
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN KRINYU (Chromolaena odorata) DAN TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotrichum musae PATOGEN ANTRAKNOSA PADA PISANG (Musa paradisiacal L.) Nur, Yanuar Muhammad; Efri, Efri; Suharjo, Radix
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.695 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i1.2531

Abstract

Penurunan jumlah ekspor pisang disebabkan oleh kualitas buah pisang yang kurang baik akibat serangan penyakit antraknosa. Hingga saat ini fungisida sintetik yang kurang ramah lingkungan masih digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa sehingga perlu adanya fungisida alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2016 di Laboratorium Hama Penyakit Tanaman, Universitas Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun krinyu dan teki sebagai fungisida nabati dalam menekan pertumbuhan C. musae patogen antraknosa pada pisang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dibagi menjadi kontrol, krinyu fraksi air, krinyu fraksi alkohol, teki fraksi air, teki fraksi alkohol, krinyu tanpa fraksinasi dan teki tanpa fraksinasi. Selanjutnya dilakukan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak krinyu tanpa fraksinasi lebih efektif menekan pertumbuhan dan pembentukan spora C. musae baik secara in vitro maupun in vivo.