Harto Wicaksono, Harto
Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Exploiting of Natural Resources as Livelihoods of The Border Citizens in The Sebatik Island, North Kalimantan Brata, Nugroho Trisnu; Wicaksono, Harto; Pramono, Didi
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 12, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i2.24392

Abstract

This study aims to discuss social values of political-economic activities in the community that lives in a village located on the state border and to study the narration of the community toward the existence of the state. This research uses a qualitative method, and the data is collected through observation and interview. The research location is in Sungai Limau Village, Sebatik Tengah District, Nunukan Regency, North Kalimantan Province. This paper shows that in Sebatik Island, especially in Sungai Limau Village, there is a change in the environment . There are many banana trees in that village. In the beginning, bananas are considered to have low economic value. But then, there is a creative idea from one of the local people, which is initiating a processed banana. After being processed, bananas turn out to have higher economic value. They see a marketing opportunity in Tawau City, Sabah, Malaysia, across the state border, and it is hard for them to go through the border. For the local people, the state border is no longer considered a ‘sacred area’ and forbidden to enter. Based on the research, it can be concluded that the environment may seem to have limitations in fulfilling people's needs, but then, there is actually hidden potential of natural resources that can be processed to meet their needs.
Book Review. Resurrecting Kuntowijoyo's Idea on Prophetic Transformative (Sosial) Sciences Wicaksono, Harto
Jurnal Humaniora Vol 28, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.739 KB) | DOI: 10.22146/jh.16406

Abstract

Understanding Kuntowijoyo’s idea about prophetic (social) sciences was the underpinning for Ahimsa-Putra to produce his lastest work. The fundamental structure of science offered by Kuntowijoyo, according to Ahimsa-Putra, still leaves some problems, both from paradigm aspect and some concepts used in an attempt to apply prophetic social sciences. That is, the idea is not yet ready to be applied into social sciences.This problem arises neither because Kuntowijoyo is not communicative, nor as an indication of the unproductiveness of contemporary scholars to respond to the idea.
Construction of Sexual Identity and Expression of Adolescent Semarang City in the Global Economic Case: A City Ethnographic Adolescent Approach Wicaksono, Harto; Putri, Noviani Achmad; Fatimah, Nurul
KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 9, No 1 (2017): Komunitas, March 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i1.8188

Abstract

Liminal identitas merupakan masalah yang dihadapi oleh masa remaja. Peristiwa liminal terjadi diakibatkan keengganan orangtua berbagi pengalaman masa remaja kepada anak-anak remaja dalam keluarga. Padahal masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini, perilaku remaja masih seperti anak-anak, tetapi dituntut belajar bersikap dewasa. Selain masa transisi, perkembangan yang paling terlihat pada masa remaja adalah pertumbuhan fisiknya. Pertumbuhan fisik tersebut diiringi oleh aktifnya hormon yang perpengaruh terhadap keingintahuan remaja tentang perubahan fisik, psikis, dan hasrat biologis. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memahami konstruksi identitas dan ekspresi seksual remaja Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penyaluran keingintahuan remaja yang tidak tepat membawa konsekuensi yang besar terhadap perilaku remaja yang mendewasa. Banyak remaja mengekspresikan dirinya dengan melakukan hubungan seks di luar nikah dan ekspresi seksualitas lainnya. Hal ini terjadi sebagai akibat pergaulan yang salah dan ketidaktepatan penyaluran rasa keingintahuannya. Ketidaksesuaian perilaku remaja terjadi, karena miskonsepsi dan misadaptasi dari lingkungan. Hal ini banyak dipengaruhi oleh lingkungan remaja tempat tumbuh kembang, terutama lingkungan perkotaan yang sangat kompleks akibat arus global. Ekspresi remaja terhadap seksualitasnya dalam penelitian yang telah dilakukan merupakan sebuah realitas sosial yang terjadi akibat dialektika pembangunan dan perubahan sosial-budaya.
Menemukan Adopsi Model Relasi dalam Rekayasa Sosial Berbasis Konservasi: Belajar dari Recipient dalam CSR Pertamina Foundation di Boyolali Pramono, Didi; Ruhadi, Ruhadi; Wicaksono, Harto
Forum Ilmu Sosial Vol 44, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v44i1.15543

Abstract

Kebijakan program tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga bersifat bottom-up. Pertamina Foundation bersama-sama dengan perguruan tinggi berkomitmen untuk memberikan bhaktinya kepada masyarakat. Pada ranah korporasi, maka hal ini lumrah disebut dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Sedangkan di ranah perguruan tinggi (UNNES), hal ini merupakan salah satu bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Untuk selanjutnya, program ini dikemas dalam bentuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata Corporate Social Responsibility Pertamina atau singkatnya disebut dengan KKN CSR Pertamina. Koneksitas antara kesadaran recipient, sumber daya, dan misi konservasi merupakan isu strategis dalam pembahasan penelitian ini. Mengingat CSR Pertamina ini dikerjasamakan dengan UNNES, sebagai perguruan tinggi yang mengusung isu konservasi sebagai upaya pelestarian alam. UNNES sebagai salah satu universitas konservasi mengusung konsep konservasi baik alam maupun sosial-budaya. Misi konservasi ini mengakibatkan para pakar yang dilibatkan peka terhadap karakter sosial-budaya dari recipient. Pengusungan karakter konservasi alam dan nilai-nilai sosial dalam setiap program, diindikasikan sebagai pintu penerimaan masyarakat terhadap rekayasa sosial yang ditawarkan dalam CSR.
“OLAHAN KAWASAN KONSERVASI” DESA WISATA JAWA (MEWUJUDKAN MASYARAKAT SADAR WISATA BERBASIS POTENSI LOKALPADA MASYARAKAT KEJI, UNGARAN BARAT) Gustaman, Fulia Aji; Wicaksono, Harto; Fajar, Fajar
Jurnal Community Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.786 KB)

Abstract

Tourism event is new industrial activities that bring many economic benefits to the perpetrator and the owner of the area where the tourism activities take place, as the case that was occur in Keji Village community. Processed tourist villages based on community conservation Keji Village has a different potential with tourist activities in Indonesia. Tourism that is offered by Keji Village is a reproduction of socio-cultural and nature, combined with the needs of the tourists both local and foreign. In realizing Keji Village as a tourist center that sells the peculiarities of the village in a sustainable manner, Keji community has done a variety of strategies, including building participation of Keji Village community. Participation conducted by community still limited manipulative participation by the management. It was proven when integrating a range of potential activity and a series of typical tourist village still seem not communicated. Participation is still not reached an agreement in realizing the Keji Village as a tourist village. One of the indicators is internal conflict among the administrator, community, and art galleries in the Keji Village. Even though with the management system and marketing potential are being made to introduce to the outside world is still experiencing problems. Problems that occur because people are in a hurry to get maximum benefit economically. Such orientation makes people complacent, that in fact Keji Village community wants to offer the culture of rural communities that packed in the travel industry for the tourist. Keywords: conservation area, tourist village, and tourism awareness
Construction of Sexual Identity and Expression of Semarang Adolescents in the Global Economy: A City Ethnographic Adolescent Approach Wicaksono, Harto; Putri, Noviani Achmad; Fatimah, Nurul
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 9, No 1 (2017): Komunitas, March 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i1.8188

Abstract

Liminal identity is a problem faced by adolescence.Liminal events occur due to the reluctance of parents to share adolescent experiences with teenagers in the family.In addition to the transition period, the most noticeable development in adolescence is its physical growth.Physical growth is accompanied by an active hormone that influences the curiosity of adolescents about physical changes, psychological, and biological desires.This study aims to understand the construction of identity and sexual expression of adolescents in Semarang.This research employed descriptive qualitative research.The results of the study indicate that an inappropriate distribution of adolescents curiosity brings great consequences during adolescence period.Many adolescents express themselves by having sex outside of marriage and other sexual behaviors.This occurs as a result of wrong association and inaccurate distribution of curiosity.Misconceptions of adolescent behavior also happen due to misconceptions and miss-adaptation of the environment.The behavior is heavily influenced by their environment where they grow and develop, especially in the urban environments which are very complex due to globaldynamics.
The Husbands-Wives Relation Model of Long Distance Marriage Farmer Households Kismini, Elly; Wicaksono, Harto; Putri, Noviani Achmad
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 10, No 1 (2018): Komunitas, March 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v10i1.12446

Abstract

Somah orientation within family institutions shows that a father serves as the head of a family and a main worker of the family living together with his nuclear family has changed. The changes are not only in economic-social aspects, but also cultural aspects. The change occurs as a consequence of Long Distance Marriage (LDM) carried out by farmer families to meet their life needs. The study focused on the relationship model between husbands and wives in the farmer families whose husbands work in the city temporarily. The study shows that keeping husbands out of the village does not change much of the construction of patriarchal culture and the ideology of familialism in Tanggulangin community. The construction of the role of men and women in the LDM farmer families still exhibits the strong influence of patriarchal culture and familialism ideology that distinguishes the roles of men and women in the dichotomy of public and domestic roles as well as the patterns of senior-junior partner relations both at the theoretical and practical levels. Meanwhile, in the aspect of income earning and decision making, the relational model that is built in LDM farmer families LDM also depicts strong influence of patriarchy and ideologies familialism.
Kajian Etnomedisin Dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Penyembuh Lokal Pada Masyarakat Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Oknarida, Sri; Husain, Fadly; Wicaksono, Harto
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengetahuan pengobatan tradisional yang ada di Desa Colo. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus terdapat  seorang penyembuh lokal yang dikenal dengan sebutan Mbah Yai yang menjadi rujukan masyarakat di desa untuk menyembuhkan penyakit. Penyakit yang diobati oleh Mbah Yai adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan dalam pengobatan keluarga. Proses pengobatan yang dilakukan Mbah Yai dengan cara melakukan petungan, penerawangan, pemberian resep tumbuhan obat, wirid dan rajah.  This article aims describe knowledge of traditional medicine in Colo Village. The method in this research is qualitative. Technique of collecting data in this research yautu with observation, interview and documentation. Data analysis is using qualitative data analysis method consisting of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that to 1) Mbah Yai as a practinioner of traditional medicine in Colo village which aims to cure a patient’s illnes. The treatment process carried out by Mbah Yai by doing petungan, laughing, prescribing medicinal plants, wirid and rajah.
DARI FULL DAY SCHOOL KE KEBIJAKAN ENAM HARI SEKOLAH: RASIONALISASI PRAKTIK DAN EVALUASI PEMBELAJARAN PASCA FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA KABUPATEN CILACAP Apriyani, Apriyani; Fatimah, Nurul; Wicaksono, Harto
SOSIETAS Vol 8, No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana praktik dan evaluasi pembelajaran pasca Full Day School (FDS) di SMA Negeri 1 Kedungreja pasca praktik FDS. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kedungreja dengan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitiannya, yaitu rasionalitas kebijakan kembali enam hari sekolah, praktik pembelajaran pasca FDS, dan tanggapan guru, orangtua, dan peserta didik terhadap diberlakukannya kebiajkan enam hari sekolah. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) alasan SMA Negeri 1 Kedungreja kembali pada kebijakan enam hari  sekolah pasca full day school karena dalam pelaksanaan full day school sekolah mengalami kendala yang berdampak pada kualitas pembelajaran, baik pada aspek proses maupun hasil. (2) Proses pelaksanaan pembelajaran dalam sekolah enam hari pasca full day school di SMA Negeri 1 Kedungreja tidak jauh berbeda dengan pembelajaran ketika full day school baik dilihat dari model dan metode yang digunakan. (3) Guru, peserta didik, dan orang tua peserta didik memberikan tanggapan yang beragam terkait pelaksanaan sekolah enam hari pasca full day school, baik pro dan kontra sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
DONGKE DALAM MASYARAKAT DESA TANGGULANGIN: PEMAHAMAN KONSEP SEHAT-SAKIT DAN PENYAKIT DALAM KAJIAN ETNOSAINS TERHADAP SISTEM MEDIS Wicaksono, Harto
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.84 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2013.%x

Abstract

Pemahaman terhadap konsep sehat-sakit bagi sebagian masyarakat lokal akan sangat penting terhadap pola pengobatan atau respon terhadap sistem penyakit. Namun banyak bagian dari sistem medis modern yang mengabaikan pengetetahuan lokal tentang ini, dengan alasan tidak rasional. Dengan alasan tersebut, maka penggalian terhadap sistem pengetahuan lokal dilakukan guna membantu pemahaman sistem medis modern terhadap pola pengobatan dalam sistem medis tradisonal. Kajian ini, merupakan kajian sistem medis tradisional yang berupaya menggali pemahaman masyarakat Desa Tanggulangin dalam Masyarakat Jawa dengan pendekatan etnografis. Dalam kaitan ini, pemahaman konsep sehat-sakit ada kaitannya dengan sistem penyembuhan yang akan diterapkan.