Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN MESIN GRINDER PADA PROSES PRODUKSI PLASTIC FILM DI PT. MUTIARA HEXAGON Hidayat, Imam; Pratiwi, Swandya Eka
SINERGI Vol 17, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.711 KB)

Abstract

Bila suatu mesin memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, maka perlu dilakukan analisis mengenai  penyebab  –  penyebab  kegagalan  tersebut  hingga  ke  akar  permasalahannya sehingga dapat menentukan tindakan yang sesuai untuk meningkatkan kinerja suatu mesin. PT. Mutiara Hexagon merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan plastik  kemasan.  Dalam  line  pembuatan lembaran film  diperlukan mesin  CPP  (Cast  Poly Propylene Machine) dan mesin grinder dalam prosesnya. Pada penelitian yang dilakukan di PT. Mutiara Hexagon, terdapat beberapa kegagalan yang terjadi pada mesin grinder pada proses produksi plastic film, sehingga menyebabkan seluruh line pada divisi film mengalami downtime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisa mengenai faktor penyebab kegagalan mesin grinder, penulis melakukan observasi secara langsung dan melihat proses produksi plastic film.Penulis menggunakan metode Failure Effect and Mode Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Penerapan analisis Failure Effect and  Mode Analysis (FMEA) dapat menentukan sejauh mana tingkat kegagalan terjadi. Dari hasil analisis FMEA kemudian dapat dilanjutkan dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) guna mengetahui lebih lanjut penyebab-penyebab dasar suatu kegagalan.Dari hasil perhitungan nilai Risk Priority Number (RPN) pada tiap-tiap kegagalan yang terjadi  diantaranya yang  paling  tinggi  adalah kegagalan mesin  grinder rusak  dengan nilai kegagalannya mencapai 120. Kemudian dianalisa penyebab kegagalan tersebut dengan menggunakan metode FTA di dapatkan minimal cut sets yaitu: as grinder patah, katup hisap blower terbuka terlalu besar, kegagalan pada motor blower, baut pada dudukan pisau patah, pisau tumpul dan human error. Berdasarkan nilai probabilitas masing-masing cut set didapatkan nilai probabilitas kegagalan grinder periode 1 Juni 2012 -1 Juni 2013 mencapai 60%.
ANALISA FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN MESIN GRINDER PADA PROSES PRODUKSI PLASTIC FILM DI PT. MUTIARA HEXAGON Hidayat, Imam; Pratiwi, Swandya Eka
SINERGI Vol 17, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bila suatu mesin memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, maka perlu dilakukan analisis mengenai  penyebab  –  penyebab  kegagalan  tersebut  hingga  ke  akar  permasalahannya sehingga dapat menentukan tindakan yang sesuai untuk meningkatkan kinerja suatu mesin. PT. Mutiara Hexagon merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan plastik  kemasan.  Dalam  line  pembuatan lembaran film  diperlukan mesin  CPP  (Cast  Poly Propylene Machine) dan mesin grinder dalam prosesnya. Pada penelitian yang dilakukan di PT. Mutiara Hexagon, terdapat beberapa kegagalan yang terjadi pada mesin grinder pada proses produksi plastic film, sehingga menyebabkan seluruh line pada divisi film mengalami downtime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisa mengenai faktor penyebab kegagalan mesin grinder, penulis melakukan observasi secara langsung dan melihat proses produksi plastic film.Penulis menggunakan metode Failure Effect and Mode Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). Penerapan analisis Failure Effect and  Mode Analysis (FMEA) dapat menentukan sejauh mana tingkat kegagalan terjadi. Dari hasil analisis FMEA kemudian dapat dilanjutkan dengan menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) guna mengetahui lebih lanjut penyebab-penyebab dasar suatu kegagalan.Dari hasil perhitungan nilai Risk Priority Number (RPN) pada tiap-tiap kegagalan yang terjadi  diantaranya yang  paling  tinggi  adalah kegagalan mesin  grinder rusak  dengan nilai kegagalannya mencapai 120. Kemudian dianalisa penyebab kegagalan tersebut dengan menggunakan metode FTA di dapatkan minimal cut sets yaitu: as grinder patah, katup hisap blower terbuka terlalu besar, kegagalan pada motor blower, baut pada dudukan pisau patah, pisau tumpul dan human error. Berdasarkan nilai probabilitas masing-masing cut set didapatkan nilai probabilitas kegagalan grinder periode 1 Juni 2012 -1 Juni 2013 mencapai 60%.
DESIGN AND ANALYSIS OF EJECTOR PIN IN THE OIL SEAL MOULD TO IMPROVE ITS MECHANICAL PROPERTIES Wahyudi, Haris; Pratiwi, Swandya Eka; Firdaus, Irwan
International Journal of Advanced Technology in Mechanical, Mechatronics and Materials Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institute for Research on Innovation and Industrial System (IRIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.512 KB) | DOI: 10.37869/ijatec.v1i1.8

Abstract

Ejector pin in the mould is used to release (eject) the finished product, to vent gas out of the cavity and to expedite the material flow. It must have high strength, good hardness, good wear and corrosion resistance to withstand high pressure. Poor ejector pin may result in defect of finished product and delay the process due to additional time was required to release sticking product in the mould. The aim of this research is to select proper material for the ejector pin and analyse it not to experience plastic deformation. Three specimens? steel was considered for making the pin, SUS 304, normal SKS 3 and heat treated SKS 3. Hardness and tensile test were used to examine the mechanical properties of specimens and impact was utilized to obtain impact energy using Charpy method. Static stress analysis was also used to simulate the working load using SolidWorks.  Rockwell hardness test recorded that SUS 304, normal SKS 3 and heat treated SKS have 23.2 HRC 9.6 HRC and 38.03 HRC, respectively. Tensile test produced yield strength of 452.9 MPa for SUS 304 and 432.6 MPa for SKS 3. Impact energy absorbed during Charpy test for SUS 304 equal to 0,804 J/ mm2 and specimen SKS 3 equal to 0,863 J/mm2. By taking the mechanical test result and SolidWorks simulation, it was concluded that the suitable material for ejector pin is SUS 304.
Perancangan dan Analisa Tegangan Separator Produksi Menggunakan Software PV Elite dan Solidworks Setiawan, Aan Budi; Pratiwi, Swandya Eka
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v7i2.3432

Abstract

Abstrak—Separator produksi adalah sebuah bejana bertekanan yang digunakan untuk memisahkan fluida yang berasal dari sumur produksi ke dalam fasa cairan dan fasa gas. Dalam pembuatannya, separator produksi tidak dibuat secara masal, dikarenakan karakteristik sumur produksi yang berbeda-beda antara sumur produksi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini mengakibatkan berbedanya spesifikasi separator produksi yang digunakan. Sehingga setiap pembuatan separator produksi harus dilakukan proses perancangan. Proses perancangan yang dilakukan adalah membuat gambar desain bejana tekan dengan menggunakan software Autocad, dilanjutkan meghitung ketebalan material menggunakan software PV Elite dan menganalisa tegangan longitudinal dan circumferential menggunakan software Solidworks.Hasil perhitungan menggunakan software PV Elite diperoleh tebal shell = 22mm,tebal head=28mm, ketebalan dan rating nozzle N1 = 6” sch 80 class 300 lb,N2 = 6” sch 80  class 300 lb, N3 = 2” sch 160 class 300 lb,N4 = 2” sch 160 class 300 lb,N5 = 2” sch 160  class 300 lb,N6 = 2” sch 160  class 300 lb,N7 = 2” sch 160  class 300 lb,N8 = 2” sch 160  class 300 lb,N9A/B = 2” sch 160  class 300 lb,N10 = 2” sch 160  class 300 lb,MH = 24” t20mm class 300 lb.Setelah dilakukan perhitungan tegangan longitudinal diperoleh nilai sebesar 9648e psi, tegangan circumferential sebesar 1565 psi.Tegangan ini jika dibandingkan dengan tegangan ijin meterialnya sebesar 20000 psi maka tegangan yang terjadi masih dalam kondisi aman. Abstract-- Production separator is a pressure vessel used to separate fluid from production wells into liquid phase and gas phase. In its manufacture, the production separator is not mass-produced, due to the different characteristics of production wells from one production well to another. This results in different specifications of the production separator that must be used, so the design process must be carried out. The design process was carried out by creating a pressure vessel design drawing using Autocad software, followed by calculating the thickness of the material using PV Elite software and analyzing the longitudinal and circumferential stresses using Solidworks software. The calculation results using PV Elite software obtained shell thickness = 22mm, head thickness = 28mm, nozzle thickness and rating N1 = 6 "sch 80 class 300 lb, N2 = 6" sch 80 class 300 lb, N3 = 2 "sch 160 class 300 lb , N4 = 2 "sch 160 class 300 lb, N5 = 2" sch 160 class 300 lb, N6 = 2 "sch 160 class 300 lb, N7 = 2" sch 160 class 300 lb, N8 = 2 "sch 160 class 300 lb , N9A / B = 2 "sch 160 class 300 lb, N10 = 2" sch 160 class 300 lb, and MH = 24 "T20mm class 300 lb. The results of the calculation of longitudinal stress and circumferential stress obtained values of 9648 psi, and 1565 psi respectively where the allowable stress material is 20000 psi, so the stress that occurs is still in safe condition.