Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG Diabetes mellitus DAN DETEKSI DINI DENGAN MINAT DETEKSI DINI PADA MASYARAKAT DI DESA DRONO KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN KLATEN Lesmana, Tedy Candra; Damayanti, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 01
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACK The knowledge about Diabetes mellitus and early detection of people in Drono, Ngawen, Klaten District to early detection is low. This study was to determine the relationship between the level of knowledge about DM and early detection with interest in early detection ofpeople in Drono, Ngawen, Klaten District. This research is quantitative with cross sectional approach. Population on this study is people aged 40-59 years as many as 509 people with a sample as many as 84 people. Data were analyzed with Chi-Square. The level of knowledge about DM and early detection in a category is good as much as 78,57% and interest in early detection with a category is interest as much as 90,47%. There is a relationship between the level of knowledge about DM and early detection with interest in early detection of people in Drono, Ngawen, Klaten District Keyword: Diabetes mellitus, knowledge, interest, early detection
ANALISIS BREEDING PLACE Aedes Sp DI KELURAHAN SOROSUTAN, KECAMATAN UMBULHARJO, KOTA YOGYAKARTA Damayanti, Susi; Satoto, Tri Baskoro
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 09/Nomor 02/2016
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan kesakitan yang luar biasa pada manusia. Transmisi DBD terjadi di sekitar 100 negara di Asia-Pasifik, Amerika, dan Afrika. Hampir 2,5 milyar orang atau 40 % dari populasi penduduk di dunia diperkirakan tinggal di daerah dimana berisiko terjadi transmisi DBD. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, jumlah penderita DBD di Kota Yogyakarta pada tahun 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011 berturut-turut adalah 767, 768 , 688, 1.517 dan 460 orang. Tahun 2012 Kelurahan Sorosutan merupakan wilayah di Kecamatan Umbulharjo dengan penderita DBD terbanyak. Kelurahan Sorosutan merupakan salah satu daerah endemis DBD. Sampai saat ini vaksin atau obat yang tepat untuk DBD belum ada sehingga dalam upaya pengendalian dan pencegahan DBD perlu diketahui tempat potensial yang menjadi tempat perkembangan nyamuk Aedes Sp. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan vektor DBD (HI, BI, CI, dan PI). Metode : Termasuk penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan rancangan studi cross sectional. Hasil: Hasil dari 268 rumah yang diperiksa terdapat 148(56,18%) rumah yang positif ditemukan jentik atau pupa Aedes sp dan dari 1.118 Tempat Penampungan Air (TPA) yang diperiksa, 242 (24,02%) TPA positif jentik atau pupa. 13 RW yang diperiksa, nilai HI yang paling tinggi yaitu 87,5%, CI (43,3%), BI (181,3%), dan PI (445). Kesimpulan : Berdasarkan kepadatan vektor ke-13 RW di Kelurahan Sorosutan memiliki HI, BI,CI, dan PI di atas batas normal dan memiliki risiko terhadap penularan virus dengue. Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti, Kepadatan vektor.
Gambaran Status Kecacingan, Status Anemia dan Status Gizi sebagai Faktor Penentu Prestasi Belajar di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta Sumekar, Ariana; Chasanah, Siti Uswatun; Damayanti, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 02
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                           IntisariPenyakit kecacingan merupakan penyakit yang masih diabaikan di Indonesia, hal ini dikarenakan rendahnya mortalitas penyakit tersebut walaupun morbiditasnya masih fluktuatif tergantung dari faktor risiko yang menyertainya. Penyakit ini dapat menyerang seluruh kelompok umur tetapi lebih banyak menginfeksi anak-anak sekolah dasar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Aedes sp DI DUSUN KRAPYAK KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Werdinigsih, Indah; Damayanti, Susi; Rowa, Stefani Novalinda
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 02
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                           ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Faktor yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit DBD adalah pengetahuan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu lingkungan fisik yang mempengaruhi keberadaan jentik Aedes sp yaitu pencahayaan dan ventilasi yang dapat mempengaruhi perkembangan jentik nyamuk Aedes sp. Desa Panggungharjo merupakan wilayah endemik karena telah terjadi peningkatan kasus DBD selama tiga tahun berturut-turut dan Dusun Krapyak Kulon merupakan wilayah dengan kasus DBD tertinggi.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PEDICULOSIS CAPITIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI KLOPOSAWIT, TURI,SLEMAN, YOGYAKARTA Damayanti, Susi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 11/Nomor 01/2018
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Prevalensi dan insidensi Pediculosis capitis pada anak-anak cukup tinggi di berbagai negara di dunia. Pediculosis capitis biasanya menyerang pada anak-anak usia 5 – 13 tahun. Di Yogyakarta tahun 2011 angka prevalensi infestasi Pediculosis capitis sebesar 19,6 % pada siswa Sekolah Dasar (SD) di daerah pedesaan dan 12,3 % pada siswa Sekolah Dasar di daerah perkotaan. Angka kejadian yang ada jauh di bawah angka yang sesungguhnya karena banyaknya penderita yang mengobati sendiri dan tidak melapor ke petugas kesehatan. Prevalensi pasti tidak diketahui, hal ini disebabkan karena Pediculosis capitis bukanlah penyakit yang wajib dilaporkan sedangan masyarakat menganggapnya hanya sekedar gangguan sehingga tidak di dilaporkan. Pediculosis capitis perlu mendapatkan perhatian karena penyakit ini sering menyerang anak-anak.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Damayanti, Susi; Surindra, Bayu
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.573 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v3i2.49

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa baik sebelum maupun sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan  untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Yang menjadi subjek penelitian ini yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusantara PGRI Kediri tingkat IV kelas E yang berjumlah 33 mahasiswa, sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu hasil belajar mahasiswa PGSD mata kuliah kewirausahaan. Teknik analisis data yang dipakai yaitu analisi deskriptif untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa, serta dari hasil uji signifikansi didapatkan data nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan ada perbedaan yang signifikan. Selanjutnya dari hasil ketuntasan belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan dari siklus 1 dengan nilai rata-rata sebesar 68%, meningkat pada siklus 2 dengan nilai rata-rata sebesar 85,7%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI SDN NGADIREJO KOTA KEDIRI Wiguna, Frans Aditia; Damayanti, Susi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.683 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v3i2.11787

Abstract

The purpose of the research is to know whether the problem-based learning model has an effect on the students' creative thinking ability in the social studies learning material of economic activity. To achieve this objective, the researcher used experimental technique using pretest-posttest control group design design using treatment model based on problem-based learning. Furthermore, the data will be analyzed by t-test comparative analysis. Based on data analysis, it can be concluded that there is a positive effect of problem-based learning model on students' creative thinking ability. The existence of significant difference to students' creative thinking ability between using problem-based learning model and conventional learning model is proven in the acquisition table Mean 79.66 (experimental group)> 70,31 (control group) and test test result of 5,564 based on df 68 t calculate at 5% significance level of 2.00 hence the position of t-test 5,564> t-table 2,00 (α = 0,05). It can be concluded that the probability of error in this study is still below 0.05 with the high t-count price of 5,564 has a significance level of 0.000 which apparently its position is still far below the value α = 0.05. Thus this research succeeded in rejecting H0 at a significance level of 5%. Furthermore it can be concluded that H1 is proven true. It is concluded that the problem-based learning model has a positive effect on the ability of creative thinking on the social studies learning of grade five students of Ngadirejo State Elementary School in Kediri. Keywords: Problem-based learning, creative thinking.
Pengembangan E-Learning Menggunakan Portal Pembelajaran Mahasiswa pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 2 di Era Disruption Putri, Kharisma Eka; Damayanti, Susi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.625 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v5i1.13182

Abstract

Dalam dunia pendidikan saat ini juga harus dirubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya dalam bentuk pembelajaran E-learning. Karena dengan E-learning penyampaian muatan informasi tidak hanya menjadi tujuan pendidikan, akan tetapi dengan media E-learning kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dimanapun kapan pun tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Namun kenyataan di lapangan, pada mata kuliah konsep dasar IPA 2 mahasiswa melakukan kegiatan belajar hanya di dalam ruang kelas dengan waktu yang cukup lama dan dengan aktivitas yang sama. Sehingga mahasiswa cenderung bosan. Berdasarkan paparan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan E-learning yang valid, praktis dan efektif menggunakan portal pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah konsep dasar IPA 2 di era disruption. Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah modifikasi model Borg & Gall dan Lee & Owen dengan tahapan penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, dan uji coba pemakaian. Berdasarkan hasil uji coba produk, media E-learning menggunakan portal pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah konsep dasar IPA 2 di era disruption menurut ahli materi memperoleh skor prosentase validitas sebesar 88%, ahli media 89%, dan ahli bahasa 86% dengan kategori valid. Berdasarkan respon kepraktisan mahasiswa, produk ini memperoleh skor 80% berdasarkan respon kepraktisan pengguna mempeoleh skor 90% dengan kategori praktis. Sedangkan untuk keefektifan produk ini mencapai 80% dengan kategori efektif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa media E-learning valid, praktis, dan efektif. Sehingga media E-learning menggunakan portal pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah konsep dasar IPA 2 di era disruption layak untuk digunakan.
analisis soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak di sekolah dasar kecamatan banguntapan bantul yogyakarta sumekar, ariana; chasanah, siti uswatun; damayanti, susi
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.683 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.268

Abstract

Prevalensi kecacingan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah pada anak sekolah dasar adalah 60% - 80%. Prevalensi infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar di Indonesia mengalami fluktuasi yaitu pada tahun. Penyakit ini dapat menyerang seluruh kelompok umur tetapi lebih banyak menginfeksi anak-anak sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta pada tahun 2017, dengan desain penelitian cross sectional analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling di tiga sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, DIY dengan jumlah 115 siswa. Pemeriksaan telur cacing menggunakan metode Apung (Flotation Method). Tahapan analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square dengan ?=0,05). Hasil penelitian adalah terdapat 0,9% anak sekolah dasar di SD Kecamatan Banguntapan terinfeksi kecacingan yaitu Trichuristrichiura. Prevalensi anemia pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 16,5%. Asupan makanan dengan kategori kurang sebanyak 60,9%. Prevalensi gizi kurang pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 6,1% dan gizi lebih 35,7%. Prestasi belajar siswa dengan kategori kurang sebanyak 47,8% Terdapat hubungan yang sigifikan antara status gizi dan asupan makanan dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kecacingan dan anemia dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Memanfaatkan Bahan Bekas untuk Guru Sekolah Dasar pada Anggota Gugus 2 Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri Soenarko, Bambang; Wiguna, Frans Aditia; Putri, Kharisma Eka; Primasatya, Nurita; Kurnia, Ita; Imron, Ilmawati Fahmi; Damayanti, Susi; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.562 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i2.11738

Abstract

  Permasalahan klasik seorang guru antara lain adalah terbatasnya dana yang dibutuhkan untuk membuat/merancang media pembelajaran. Umumnya, guru menggunakan dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan media pembelajaran yang dibutuhkan. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat terciptanya media-media pembejaran yang kreatif dari para guru. Meskipun demikian, ketidakadaan dana bukan merupakan penghalang apabila guru dapat memanfaatkan bahan-bahan sekitar yang murah, seperti bahan dari barang bekas. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pelatihan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas, sesi pertama adalah presentasi teoritik, dan sesi kedua adalah pendampingan pengambangan media secara mandiri bersama tim fasilitator (tim pengabdian). Sasaran pengabdian ini adalah guru sekolah dasar pada anggota gugus 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri dan dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Oktober 2017 di SDN Batuaji 2, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Materi dan pendampingan tentang pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas ini dapat mengahasilkan output berupa produk media pembelajaran dari bahan bekas oleh guru. Guru memiliki wawasan untuk mengembangkan media pembelajaran dari bahan bekas, disamping itu guru memiliki pengalaman dalam melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran dari bahan bekas.Hasil angket kegiatan yang diberikan oleh guru menunjukkan bahwa materi yang disajikan masih kurang terutama tentang alternatif contoh media dari barang bekas yang dapat digunakan untuk menyelesaikan beragam permasalahan di kealas guru, sehingga diharapkan ada pengabdian masyarakat lanjutan untuk menindaklanjuti kekurangan dalam pengabdian masyarakat selanjutnya.