Tuti Rohani, Tuti
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

REVITALISASI PROGRAM PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK ) DALAM MENCEGAH PENULARAN HIV/AIDS Rohani, Tuti; Istiqomah, Arifah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 02
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                               INTISARIRevitalisasi Program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga(Pkk) Dalam MencegahPenularan Hiv/AidsHuman Immunodeficiency Virus(HIV)merupakan virus yang menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). HIV menimpa kehidupan anak-anak dan keluarga di seluruh dunia. Dilihat dari jumlah penderita AIDS berdasarkan pekerjaan/status dari bulan Januari sampai Maret 2012 sebanyak 94 orang ibu rumah tangga menduduki peringkat pertama. Perempuan seringkali tidak tahu status HIV dan AIDS pasangannya dan tidak tahu kalau dirinya sudah terinfeksi HIV dan AIDS. Perempuan dekat dengan organisasi PKK sehingga organisasi ini dijadikan sebagai fasilitas dalam penanggulangan HIV/AIDS.Saat ini Program PKK hanya berfokus pada kesehatan secara general saja.
PENYULUHAN MODEL PENDAMPINGAN STATUS GIZI TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA Rohani, Tuti; Jumiyati, Jumiyati; Nuryani, Susi
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu negara akan menjadi negara yang berkualitas apabila didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. SDM berkualitas dibangun salah satunya dari kecukupan gizi yang berkualitas. Status gizi menjadi indikator derajat kesehatan anak. Gizi penting untuk pertumbuhan anak. Pendidikan gizi sangat penting dilakukan sebagai upaya perbaikan gizi masyarakat secara komprehensif pencegahan, promosi/ edukasi dan penanggulangan balita gizi buruk. Penyuluhan adalah upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan dengan pendekatan edukatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan model pendampingan tentang status gizi terhadap peningkatan berat badan balita di Puskesmas Jetis II Bantul. Desain penelitian adalah penelitian eksperimen semu. Model rancangan non equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini pengasuh balita yang mempunyai anggota keluarga balita yang menderita gizi kurang umur 1-3 tahun dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Jetis II Kabupaten Bantul. Jumlah populasi 82 anak balita, 30 anak sebagai sampel diambil secara random sampling. Dengan 15 anak sebagai kelompok perlakuan dan 15 anak sebagai kelompok kontrol. Untuk mencari perbedaan atau pengaruh antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dicari dengan rumus t test independen. Hasil penelitian dianalisis dengan uji t test independen menunjukkan t hitung=2,295 dengan df=28, t tabel=2,048 dan nilai sig=0,029 dimana nilai sig < 0,05 (0,029<0,05) atau t hitung > t tabel (2,295>2,048) artinya ada perbedaan peningkatan berat badan balita antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Terdapat pengaruh penyuluhan model pendampingan tentang status gizi terhadap peningkatan berat badan balita di Puskesmas Jetis II Bantul.
PEMBERIAN HYPNOBIRTHING DENGAN LAMA PERSALINAN KALA I Rohani, Tuti; Yuliasri, Tita Restu; isrofi
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 2 (2015): Edisi Juni
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan merupakan proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke dalam jalan lahir. Dengan makin majunya proses persalinan, menyebabkan perasaan ibu bersalin semakin cemas dan rasa cemas tersebut menyebabkan rasa nyeri semakin intens demikian pula sebaliknya. Hypnobirthing merupakan praktik self-hypnosis yang kemudian digunakan dalam proses persalinan dan terdiri dari beberapa teknik yang sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama persalinan, tanpa menggunakan obat bius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian hypnobirthing dengan lama persalinan kala I pada ibu bersalin di Bidan Praktek Mandiri (BPM) Tri Rahayu Setyaningsih Cangkringan Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian menggunakan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu primigravidarum yang bersalin pada bulan Januari - Desember 2013. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan patograf. Hasil penelitian dianalisis menggunakan chi square. Hasil uji analisis menunjukan bahwa hasil x2 hitung (88,368) > x2 tabel (3,841) dengan p-value (Asymp.sig) yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p-value < 0,05), maka H? diterima dan Ho ditolak. Disimpulkan terdapat hubungan antara hypnobirthing dengan lama persalinan kala I di BPM Tri Rahayu Setyaninsih.
KARAKTERISTIK BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM Rohani, Tuti; syuhada
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2016): Edisi Juni
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan kegagalan nafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan ini akan mempengaruhi metabolisme sel, jaringan, dan organ, khususnya organ vital, seperti otak, jantung, ginjal, paru yang berdampak pada gangguan fungsi, gagal organ sampai kematian. Menurut WHO, setiap tahunnya, kira-kira 3% (3,6 juta dari 120 juta) bayi lahir mengalami asfiksia, hampir satu juta bayi meninggal. Sedangkan berdasarkan data dari RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2014 dari Bulan Januari-Desember 2014 jumlah kasus asfiksia sebanyak 485 bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bayi baru lahir dengan asfiksia neonatorum di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang mengalami asfiksia neonatorum yang berjumlah 485 bayi. Pengambilan sampel dengan cara random sampling acak sederhana yaitu sebanyak 219 bayi. Cara pengumpulan data yaitu data sekunder yang dilakukan dengan cara mengambil catatan medis pasien. Penelitian dilaksanakan di RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten pada bulan Desember 2014 sampai bulan April 2015. Analisis data menggunakan analisis univariat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari faktor ibu yaitu umur ibu berisiko 56 (25,6%), faktor bayi yaitu ketuban campur mekonium sebanyak 73 bayi (33,3%), dan cara persalinan yaitu persalinan normal sebanyak 116 ibu (53%). Kesimpulan yang didapat, faktor yang mempengaruhi terjadinya asfiksia neonatorum meliputi faktor ibu, faktor bayi, dan cara persalinan adalah umur ibu berisiko, ketuban campur mekonium dan persalinan normal.
FAKTOR-FAKTOR IBU HAMIL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) Rohani, Tuti; Fauzie, M. Mirza; Marsiana
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2014): Edisi Desember
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab AKB tersebut adalah bayi BBLR yaitu berat bayi < 2.500 gram yang ditimbang segera setelah bayi lahir. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi berat bayi lahir diantaranya kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil, ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), paritas, jarak kehamilan dan persalinan ibu terakhir serta umur ibu hamil. Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor ibu hamil dengan kejadian BBLR. Pada penelitian ini menggunakan metode survey analitik, menggunakan rancangan case control. Sampel pada penelitian ini adalah bayi yang lahir BBLR sebagai kasus dan bayi lahir normal sebagai kontrol. Teknik sampling yang digunakan yaitu aksidental dan selama periode Januari 2012 sampai Maret 2013 didapatkan 18 kasus BBLR dari 383 kelahiran, untuk kelompok kontrol (bayi lahir normal) diambil secara acak. Kadar Hb ibu hamil, jarak kehamilan dan persalinan terakhir, dan umur ibu hamil berhubungan dengan kejadian BBLR, p sebesar 0,034<0,05 dengan OR 2,286, p sebesar 0,016<0,05 dengan OR 2,385, p sebesar 0,034<0,05 dengan OR 2,286. Untuk variabel LILA dan paritas tidak ada hubungan dengan kejadian BBLR karena nilai p sebesar 0,289>0,05 dan p sebesar 0,146>0,05. Diantara lima variabel yang diteliti, tiga diantaranya berhubungan dengan kejadian BBLR (kadar Hb ibu hamil, jarak, umur ibu hamil) dan dua yang tidak berhubungan (paritas dan LILA ibu hamil) serta diantara tiga variabel yang berhubungan faktor resiko terbesar atau yang mempunyai odds rasio yang paling besar adalah jarak kehamilan dan persalinan terakhir.
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP SUHU BADAN BAYI BARU LAHIR Rohani, Tuti
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Juni
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi, ASI eksklusif dapat menurunkan angka kematian bayi, berdasarkan penelitian bahwa inisiasi menyusu dini merupakan faktor keberhasilan ASI eksklusif. Inisiasi belum banyak dilakukan karena anggapanbayi akan kedinginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap suhu badan bayi satu jam setelah lahir. Jenis penelitian eksperimen dengan desain Postest-Only Control Group Design. Lokasi penelitian di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Subjek penelitian adalah semua bayi lahir normal dan cukup bulan (aterm). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 30, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 bayi sebagai kelompok perlakuan dan 15 bayi sebagai kelompok kontrol. Teknik analisis data menggunakan independent t-test. Inisiasi menyusu dini pada kelompok perlakuan mempengaruhi peningkatan suhu badan bayi satu jam setelah lahir dengan angka perbedaan 0,74667 dan p=0,000 yang berarti menunjukkan perbedaan yang signifikan. Inisisasi Menyusui Dini meningkatkan suhu badan bayi yang akan berpengaruh terhadap kemampuan bayi dalam mempertahankan suhu normal. Diperlukan komitmen yang baik dari petugas kesehatan khususnya penolong persalinan dalam mengimplementasikan IMD karena terbukti signifikan dapat menjaga kestabilan suhu tubuh bayi.
DAMPAK RENDAHNYA KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA REMAJA PUTRI KELAS X IPA DI SMA 1 SEWON BANTUL liasih, yama; Rohani, Tuti
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 6 No. 1 (2019): Edisi Desember
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: WHO menunjukan bahwa sebanyak 31% penyakit jantung dan 11% penyakit stroke diseluruh dunia disebabkan oleh kurangnya asupan sayur dan buah didalam tubuh (WHO, 2016). Salah satu dampak yang mulai mengalami peningkatan yaitu obesitas pada remaja. Kematian dini dan kehidupan produktif yang hilang karena cacat, 28% dari kematian di seluruh dunia disebabkan karena rendahnya konsumsi buah dan sayur. Selain itu, tidak cukup buah dan sayur diperkirakan menyebabkan sekitar 14% dari kematian akibat kanker pencernaan, sekitar 11% dari jantung dan sekitar 9% kematian stroke. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang pentingnya mengonsumsi buah dan sayur. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik. Survey analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah populasi sebanyak 123 siswi kelas X IPA, dan sempel sebanyak 35 siswi, pengambilan sempel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan instrument penelitian kuesioner dengan dengan hasil uji validitas 15 soal yang valid dan dianalisis dengan Univariate dan Chi-Square. Hasil: Tingkat pengetahuan baik tentang dampak rendahnya konsumsi buah dan sayur sebanyak 29 siswi (82.9%) cukup sebanyak 6 siswi (17.1%). Dan karakteristik indeks masa tubuh (IMT) katagori ideal yaitu sebanyak 19 siswi (54.3%) kurus sebanyak 6 orang (17,1%) gemuk sebanyak 4 orang (11,4%) dan siswi dengan katagori obesitas sebanyak 6 orang (17,1%). Hubungan Pengetahuan tentang Gizi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), dengan nilai significancy pada hasil menunjukkan (p = 0,047 < 0,05), dengan nilai r sebesar 0,036 sehingga masuk kategori kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tentang gizi pada remaja putri berhubungan dengan indeks masa tubuh.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PREMENOPOUSE DAN MENOPOUSE PADA MASA KLIMAKTERIUM Widiastuti, Rima; Rohani, Tuti
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2020): Edisi Juni
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perubahan yang terjadi pada wanita menopause dapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun psikis. Ada baiknya jika seorang wanita telah mempersiapkan diri menghadapi menopause dengan pengetahuan yang memadai. Hasil studi pendahuluan melalui kuisioner pada 10 ibu premenopause dan menopause menunjukkan bahwa 4 orang memiliki pengetahuan cukup dan 6 orang memiliki pengetahuan kurang tentang masa klimakterik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang premenopause dan menopause pada periode klimakterik dalam kadar baik, cukup, dan kurang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel radom sederhana, dengan jumlah sampel 54 orang. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 22 responden (40,7%), 15 responden (27,8%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 17 responden (31,5) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. kurangnya pengetahuan. Kesimpulan: dari penelitian ini ditemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang premenopause dan menopause pada periode klimakterik berada pada tingkat yang cukup yaitu sebanyak 22 responden (40,7%) dikarenakan situasi sosial ekonomi dimana kondisi sosial ekonomi. akan mempengaruhi pendidikan dan pengalaman terutama dalam memperoleh informasi.
BESAR RISIKO PENYEBAB LANGSUNG TERHADAP KEJADIAN KEP PADA BALITA DI KECAMATAN PLERET KABUPATEN BANTUL TAHUN 2010 Rohani, Tuti
MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia) Vol 2, No 1 (2014): Vol.2 No.1 Februari 2014
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v2i1.101

Abstract

ABSTRACTBackground: Nowadays, Indonesia is facing four main nutrient problems, i.e. Lack of Energy and Protein (KEP) in the children under five, Lack of vitamin A in the children under five, lack of iodine value and anemia. The causes of AKB and AKBA in Indonesia are found in the neonatal period and the cause of contagious disease especially pneumonia, malaria and diarrhea, worsen with the nutrient problem that can cause 80% of children death.  The objective of the research: To know the value of direct risk of KEP Lack of Energy and Protein in the children under five at Pleret, Bantul Regency in the year of 2010. Research method: This research was the observational research with the cross sectional desihn. This research  was done to know the value of direct risk in the KEP case in Pleret, Bantul Regency in the year of 2010. The  subjects of the research were the children under five in the age of 12-59 months with the food recall form for 24 hours to measure the consumption of energy and protein. The checklist form was to know the identity and the characteristics of the respondents with the interview guide. The tool to know the weight were a pair of scales called Dachin with the minuteness 0,1 kilogram to measure the children’s weights. To know the correlation between independent variable and dependent variable the researcher used chi-square test and then the factors that had correlations were analyzed to know the risk value, were tested with the relative risk and prevalence risk. The results of the research: the children under five in Pleret in the year of 2010 according to the protein intake in the research subjects were mostly adequate that is 81,7% (147 children). The children under five who have protein intake in adequate value is (89,1%) and they are far from KEP. Whereas the children under five with the less protein intake suffer KEP (48,5%). The statistics show that there are defferences between the energy, protein, and the diseaase data record in the children under five with the KEP status and non KEP i.e. (p<0,05).Conclusion: the disease data record of serious illness, the calorie intake, protein intake have the correlation in the KEP case in the children under five. The availability of foods and the BBLR disease data record, the immunization status, the breast feeding record, sanitation of the family have the effect of KEP in the children under five. The direct factor has prevalence risk 5 up to 7 higher to get KEP in the children under five.