Subagiyono Subagiyono, Subagiyono
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK DI TK PANTI DEWI TANJUNG KALITIRTO BERBAH SLEMAN Subagiyono, Subagiyono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 11/Nomor 01/2018
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKasus penyakit Kecacingan di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat terbanyak yaitu dengan prevalensi 60%-90% tergantung pada lokasi, sanitasi lingkungan dan sosial ekonomi. Prevalensi penyakit kecacingan di Indonesia pada Tahun 2011 sebanyak 104 kasus, Tahun 2012 sebanyak 132 kasus, Tahun 2013 sebanyak 126 kasus dan Tahun 2014 sebanyak 121 kasus dan pada bulan Januari-Mei Tahun 2015 dengan jumlahkasus sebanyak 44 kasus.
Hubungan Antara Faktor Lingkungan Fisik Dengan Perilaku Individu Dengan Kejadian Frambusia Di Puskesmas Biudukfoho Kabupaten Belu Musu, Yuliana Bita; Setiawan, Budi; Subagiyono, Subagiyono
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat Voume 07/Nomor 01/2014
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Yaws is caused by a spiral-shaped bacterium is called Treponema pertenue, yaws is infectious diseases in humans and generally attacks the skin and bones. This disease occurs due to environmental circumstances that are poor, the public hasnt been behaving live clean and healthy, the unavailability of an adequate water supply, settlements and infrastructure areas which are less well. Objective: this research aims to know a determine the relationship of physical environmental factors and behaviours of people with yaws in the area of Biudukfoho health centers, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province. Method: this type of research is observasional analytic with case control design. Data collection was carried out with the interviews using questionnaire. The Data were analyzed using Chi-Square to find out the values of the Odds ratio and p. value. Results: Analysis statistically bivariat indicates that the variable is associated with yaws in the area of Biudukfoho health centers are the physical environmental factors consists of home conditions include residential (density (OR = 4.19; 95% CI = 1,896-9.272), lighting (OR = 4.89; 95% CI = 2.324-10.317) and the quality of water supply (OR = 7;95% CI = 3701-72.918). Whereas the community behavior (behavior habit of bathing (OR = 2.95; 95% CI = 5.821-1,499), the habit of exchanging towels and clothing (OR = 4.84 (95% C = I-2.393 9.798). Conclusion: physical environmental factors (condition of the home and the quality of the water supply) and behavior (behavior of exchanging towels and clothes) is the risk factors with the occurrence Yaws in Biudukfoho health centers.
ANALISIS IDENTIFIKASI BAHAYA (JOB SAFETY ANALYSIS ) DAN PENILAIAN RISIKO (RISK ASSESSMENT )DI UD. TEGEL KUNCI KALIAJIR KIDUL KALITIRTO BERBAH SLEMAN YOGYAKARTA Subagiyono, Subagiyono; Sekarwati, Novita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 10/ Nomor 02
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                                 INTISARISetiap tempat kerja selalu mengandung berbagai potensi bahaya yang dapatmempengaruhi kesehatan tenaga kerja atau dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat kerja. Potensi bahaya adalah segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerugian, kerusakan, cidera, sakit, kecelakaan atau bahkan dapat mengakibatkan kematian yang berhubungan dengan proses dan sistem kerja
Total coliform dalam Air Bersih dan Escherichia coli dalam Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang Sekarwati, Novita; Subagiyono, Subagiyono; Wulandari, Hanifah
Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2016): Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.983 KB) | DOI: 10.12928/kesmas.v10i2.3382

Abstract

Background: Refill drinking water station are industrial that perform processing raw water into drinking water and sell directly to consumers. It caused Coliform bacteria in the water would be infectious. Escherecia coli bacteria in drinking water have provisions 0/100 ml. The potentially pathogenic of the bacteria in certain circumstances can cause diarrhea.The purpose of this study was to determine the number of Total coliform Bacteria and Escherechia coli in Drinking Water at Refill Water Station in Kalasan, Yogyakarta. Method: This research was descriptive  with laboratory test.The population of this study was 8 refill water station in Kalasan. This research used checklist to determine the physical condition and laboratory test to determine the number of total coliform and Escherecia coli in the water. Results: The results of this study showed that influence the number of bacteria is the source of water, filter tubes, pumping equipment, operator or employee hygiene, the low qualification of micro filter and inadequate the facilities, There were seven water refill station which the number of bacteria upper than standard.Conclusion: All of the refill water station unmeet the standard of drinking water.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KECACINGAN DI TK PANTI DEWI TANJUNG KALITIRTO BERBAH SLEMAN Subagiyono, Subagiyono; Khristiani, Eva Runi
DIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.868 KB)

Abstract

ABSTRAKInfeksi cacing dapat menyebabkan anak menjadi kurang gizi. Infeksi berat dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pasien. Anak-anak yang telah terinfeksi cacing untuk waktu yang lama akan mengalami penurunan berat badan dan kemampuan belajar dalam proses informasi baru, yang dapat menyebabkan anak-anak mengalami kesulitan mengembangkan pemikiran, sehingga pengetahuan diperlukan agar orang dapat berperilaku bersih dan cara sehat untuk kesehatan yang optimal. The Health Behavior School Children Survey (HBSC) menemukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan terkait perilaku sehat yang dipengaruhi oleh keluarga, sosial ekonomi, teman sebaya dan sekolah. Tujuan darikegiatan tersebut adalah perlunya mempelajari pengetahuan dan perilaku orang tua dan pengelola sekolah dalam upaya mencegah penyakit cacing pada anak di TK Panti Dewi Tanjung Kalitirto Berbah Sleman. Konseling dilakukan dengan pendekatan melalui metode Cooperative Ekspositori. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dan pengelola TK Panti Dewi dalam upaya mencegah kecacingan pada anak.
FITOREMEDIASI TANAMAN KIAMBANG (Salvinia molesta) TERHADAP PENURUNAN KADAR PHOSPAT PADA AIR LIMBAH USAHA BINATU Wuran, Virgilius; Febriani, Heni; Subagiyono, Subagiyono
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.435 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i2.1566

Abstract

Phospat yang berlebihan dalam badan air akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Eutrofikasi merupakan masalah lingkungan hidup diakibatkan oleh limbah phospat khusunya dalam ekosistem air tawar yang menyebabkan kelebihan unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan di perairan sehingga mampu meningkatakan produktivitas primer perairan. Salah satu alternatif mengatasi pencemaran lingkungan yaitu dengan fitoremediasi. Fitoremediasi adalah penggunaaan tanaman, pohon-pohonan, rumput-rumputan, dan tanaman air, untuk menghilangkann atau memecahkan bahan-bahan berbahaya baik organik maupun anorganik dari lingkungan. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas tanaman kiambang terhadap penurunan kadar Phospat pada air limbah laundry. jenis penelitian ini adalah true experimental dengan menggunakan rancangan pre-post group design with control. Subjek penelitian ini berfokus pada penurunan kadar phospat pada air limbah laundry sebanyak 60 liter air limbah binatu dengan variasi berat tanaman 150 gram, 200 gram, dan 250 gram, lama waktu yakni 5 hari perlakuan. pengolahan data deskriptif menggunakan grafik dan tabel. efektivitas penurunan kadar phospat pada air limbah laundry oleh tanaman kiambang ditunjukkan pada perlakuan fitoremediasi berat tanaman 250 gram yaitu rata-rata penurunan kadar phospat sebesar 0,123 mg/L.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (MASKER) DENGAN GANGGUAN PERNAPASAN Sekarwati, Novita; Subagiyono, Subagiyono
MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia) Vol 7, No 1 (2018): Vol. 7 No. 1 Februari 2018
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v7i1.20

Abstract

Background: The advances in the fi eld of industry in Indonesia give various positive effects that are the work opportunities, the improvement of transportations and communications and the increasing of socio-economic level of the community. Industrial activity in general is also a sector that is potential as a source of pollution that would be detrimental for the health and the environment. Objective: To fi nd out the relationship between knowledge and behavior of the use of personal protective equipment (masks) with respiratory disorder in the employees of furniture industry in District of Sewon Bantul Yogyakarta Method: This research method is quantitative research with cross sectional design. Result: There is no relationship between the level of knowledge with respiratory disorder in the employees of furniture industry in District of Sewon Bantul Yogyakarta with p-value 0,878> 0,05. There is a relationship between the behavior of the use of personal protective equipment (masks) with respiratory disorder in the employees of furniture industry in District of Sewon Bantul Yogyakarta with a value 0,001 of p-value<0,05.Conclusion: There is no relationship between the levels of knowledge with respiratory disorder in the employees of furniture industry in the District of Sewon Bantul Yogyakarta. There is a relationship between the behaviors of the use of personal protective equipment (masks) with respiratory disorder in the employees of furniture industry in District of Sewon Bantul Yogyakarta.
STUDI LITERASI PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA TENTANG MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN DENGAN DIARE PADA ANAK Sekarwati, Novita; Subagiyono, Subagiyono
MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia) Vol 9, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i2.289

Abstract

Latar Belakang: Salah satu dampak dari meningkatnya kejadian diare adalah berkurangnya kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan masyarakat. Hasil Riskesdas (2013) menunjukkan bahwa kejadian dan periode prevalensi diare untuk semua kelompok umur di Indonesia adalah 3,5 persen dan 7,0 persen. Berdasarkan analisis tren secara rata-rata nasional, terdapat peningkatan proporsi penduduk cuci tangan layak pada tahun 2013 (47,0%).Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku ibu rumah tangga tentang cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare (studi literatur).Metode: Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka yaitu dengan memahami pendapat, tanggapan, atau persepsi seseorang yang diperoleh dari jurnal atau hasil penelitian orang yang bersangkutan.Hasil:. Kebiasaan mencuci tangan ibu rumah tangga pada lima waktu penting, yaitu setelah buang air besar dan sebelum makan tercatat tinggi sebesar 70,8 persen dan 75,9 persen. Sedangkan tiga tindakan lainnya yaitu memandikan anak, sebelum memberi makan anak, dan sebelum memasak menunjukkan persentase masing-masing sebesar 35,1 persen, 30,1 persen, dan 37,8 persen.Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu rumah tangga dengan kejadian diare pada balita yang ditunjukkan dengan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dalam melakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabun pada lima waktu penting.