Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Regresi Non-Linear pada Pemodelan Dekompaksi Alam, Syaiful; Nurdradjat, .; Muljana, Budi; Setiadi, Djadjang Jedi
Bulletin of Scientific Contribution: GEOLOGY Vol 17, No 1 (2019): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.801 KB) | DOI: 10.24198/bsc geology.v17i1.20989

Abstract

AbstractDecompaction modeling is critical step in geohistory analysis. Decompaction modeling aims to obtain the thickness of stratigraphic unit before being compacted. Formulation of decompaction modeling requires initial porosity ( )  and coefficient of compaction (c). These two parameters are disentangled by porosity-depth relationship. Exponential model is used as the basis for knowing the relationship. Historically, exponential model often describes a more realistic porosity-depth phenomenon than other models. The exponential model yield the absence of negative porosity as the depth increases. The parameter  and c from a number of data are solved through regression method. This paper presents statistical explanation on non-linear regression to generate a simpler formulation, thus facilitating the calculation of initial porosity and coefficient of compaction. These parameters are used later in decompaction modeling.  Keywords: Decompaction modeling, non-linear regression, initial porosity, coefficient of compaction. AbstrakPemodelan dekompaksi adalah bagian yang penting dalam analisis geosejarah. Pemodelan dekompaksi bertujuan untuk mendapatkan ketebalan unit stratigrafi sebelum mengalami kompaksi. Formulasi pemodelan dekompaksi memerlukan parameter porositas awal ( ) dan koefisien kompaksi (c). Kedua parameter tersebut dapat ditentukan dari model porositas-kedalaman yang digunakan. Model eksponensial dijadikan sebagai landasan untuk mengetahui hubungan tersebut. Secara historis, model eksponensial seringkali menyajikan fenomena porositas-kedalaman yang lebih realistis dibandingkan dengan model lain. Model eksponensial memungkinkan tidak adanya nilai porositas yang negatif seiring dengan bertambahnya kedalaman. Parameter  dan c dari sejumlah data tersebut dapat dicari melalui metode regresi. Paper ini menyajikan pemaparan proses statistik regresi non-linear sehingga menghasilkan formulasi yang lebih sederhana. Formulasi ini memudahkan perhitungan penentuan parameter   dan c. Parameter tersebut digunakan nantinya dalam pemodelan dekompaksi. Kata kunci: Pemodelan dekompaksi, regresi non-linear, porositas awal, koefisien kompaksi.
POTENSI BATUBARA UNTUK PENGEMBANGAN GASIFIKASI BAWAH PERMUKAAN : STUDI KASUS DESA MACANG SAKTI, PROVINSI SUMATERA SELATAN Purnama, Asep Bahtiar; Subarna, Yudha S.; Sendjadja, Yoga A.; Muljana, Budi; Santoso, Binarko
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2017
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5010.39 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol13.No1.2017.156

Abstract

Batubara yang cocok untuk kegiatan gasifikasi bawah permukaan harus memenuhi persyaratan, antara lain kondisi geologis, ketebalan, kedalaman, kadar air total dan kadar abu. Berdasarkan persyaratan ini, tidak semua batubara dalam bisa dimanfaatkan untuk kegiatan gasifikasi bawah permukaan. Kegiatan eksplorasi batubara perlu dilakukan untuk meminimalisasi risiko geologis dan untuk mengetahui kondisi batubaranya. Berdasarkan hasil permodelan, ditemukan lapisan batubara D dengan kriteria kedalaman 200-300 m, ketebalan >5 m, kadar total air lembab+kadar abu <60%, nilai kalor 4.912-6.275 kkal/kg, reflektansi vitrinit 0,23-0,44 (lignit-subbituminus). Perhitungan sumber daya batubara dengan menggunakan software yang ada dan mengacu pada aturan SNI 5015-2011, menghasilkan sumberdaya tereka 3.316.578 ton, tertunjuk 1.909.560 ton dan terukur 2.479.951 ton. 
DINAMIKA LINGKUNGAN PENGENDAPAN DELTA KALIGARANG, SEMARANG Astriandhita, Karina Melias; Winantris, Winantris; Muljana, Budi; Putra, Purna Sulastya; Praptisih, Praptisih
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 27, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.438 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2017.v27.485

Abstract

Delta Kaligarang terletak di Utara Pesisir Semarang. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dinamika lingkungan pengendapan yang terjadi di Delta Kaligarang, Semarang melalui analisis ukuran butir, material organik dan inorganik dari sembilan puluh contoh sampel. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya dua lingkungan pengendapan berdasarkan karakteristik sedimentologi (besar butir dan organik) yakni lingkungan energi relatif rendah (suspension load) dan lingkungan berarus turbulen (tidal). Selain itu, juga terdapat kenaikan nilai material organik dan inorganik, yang disertai adanya perubahan besar butir. Terlihat bahwa lapisan pada kedalaman 0-31 meter mengalami kenaikan nilai organik, seiring dengan besar butir yang berukuran silt. Hal tersebut berbeda dengan lapisan pada kedalaman 32-45 meter, di mana terdapat perselingan satuan batuan silt dan sand, serta nilai material organik turun.Kaligarang Delta is located in the North Semarang Coast. The objective of this research is to describe dynamic environmental changes in Kaligarang Delta based on grain size, organic and inorganic matters analyzes from ninety samples. The results indicated that two conditions occurred: low-energy-suspension-load environment and tidal (turbulent) environment. Furthermore, the increase of organic and inorganic matters coincides with the grain size distribution. At depth 0-31-meter, organic matter increased that coincident with silt grain size. At depth 32-45 meter the lithology shows interspersed of silt and sand.
STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN PETROGRAFI BATUBARA LAPANGAN X CEKUNGAN SUMATERA SELATAN DAN LAPANGAN Y CEKUNGAN SUMATERA TENGAH INDONESIA Baihaqi, Azmi; Susilawati, Rita; Fauzielly, Lili; Muljana, Budi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4583.66 KB)

Abstract

Karakteristik batubara dari dua wilayah prospek batubara di Sumatera dievaluasi dengan menggunakan metode kimia dan petrografi batubara. Penelitian terfokus pada evaluasi peringkat (tingkat pembatubaraan di daerah penelitian), tipe (komposisi material organik dan lingkungan pengendapan batubara) serta grade (kandungan material inorganik yang bisa berpengaruh terhadap proses utilisasi) batubara. Lapangan X memiliki lapisan batubara yang merupakan bagian dari Formasi Muaraenim dan Kasai Cekungan Sumatera Selatan sedangkan batubara pada lapangan Y merupakan bagian dari Formasi Petani Cekungan Sumatera Tengah. Sebanyak enam conto batubara dari lapangan X dan 8 conto dari lapangan Y digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lapangan memiliki batubara dengan karakteristik yang berbeda. Walaupun batubara di kedua daerah termasuk dalam kategori lignit, nilai rata-rata reflektansi huminit batubara Lapangan Y sedikit lebih tinggi dari lapangan X. Hal ini mengindikasikan bahwa batubara lapangan Y mengalami pengaruh peningkatan termperatur dan pembebanan yang lebih tinggi dari lapangan X. Berdasarkan hasil analisis komposisi maseral, batubara lapangan X dapat dibedakan ke dalam 3 fasies: fasies 1 (huminit >90%, kandungan inertinit dan liptinit <10%), fasies II (huminit 80% s.d. 90%, inertinite 10% s.d. 15%, dan liptinit 10%) serta fasies III (huminit 75% s.d. 85%, inertinit 15% s.d. 20% dan liptinit <10%). Sementara batubara lapangan Y lebih homogen dan dapat digolongkan ke dalam satu fasies (huminit >90% dan liptinit serta inertinite <10%). Hasil plot Gelification index (GI) dan Tissue preservation index (TPI) menunjukkan bahwa batubara lapangan X diendapkan pada lingkungan limnic-marsh hingga limno telmatic sedangkan batubara lapangan Y pada lingkungan limnic hingga telmatic marsh. Banyaknya konkresi pirit pada batubara lapangan Y mengindikasikan bahwa batubara tersebut mendapat pengaruh laut yang lebih besar daripada batubara lapangan X Batubara di kedua lapangan dapat dianggap sebagai batubara grade tinggi atau batubara bersih karena memiliki kandungan sulfur (<10%) dan abu yang relatif rendah (<10%). Hanya satu conto (SJ2) yang memiliki kadar abu tinggi (>50%) menunjukkan bahwa conto tersebut bukan batubara. Sebagai kesimpulan, perbedaan karakteristik batubara lapangan X dan Y mendukung teori bahwa batubara dengan sejarah pengendapan yang berbeda akan menghasilkan karakteristik yang berbeda.
ANALISIS ANOMALI KANDUNGAN TOTAL SULFUR DALAM PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA SEAM X78 FORMASI BALIKPAPAN DI DAERAH SEPARI, KALIMANTAN TIMUR Tresnanto, Teddy; Andriana S, Yoga; Muljana, Budi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.487 KB)

Abstract

Batubara seam X78 pada Formasi Balikpapan, Cekungan Kutai, secara lateral memiliki anomali kandungan total sulfur, dimana di bagian utara dan selatan daerah penelitian kandungan sulfur cukup tinggi dibandingkan di bagian tengah daerah penelitian dengan kecenderungan meningkat ke bagian selatan daerah penelitian. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui lingkungan pengendapan batubara dan pengaruh batuan pengapit terhadap anomali kandungan total sulfur seam X78. Metoda analisis yang digunakan adalahanalisis proksimat untuk mengetahui kandungan abu, analisis kimia abu untuk mengetahui kandungan Na O, analisis petrografi dilakukan sebagai validasi dalam penentuan lingkungan pengendapan batubara, analisis form of sulfur untuk mengetahui jenis sulfur dan analisis SEM untuk mengetahui jenis pirit. Untuk menguji pengaruh kandungan total sulfur batuan pengapit terhadap kandungan total sulfur batubara seam X78 maka dilakukan analisisstatistik. Dari hasil analisis petrografi diketahui komposisi maseral didominasi oleh maseral asal tumbuhan perdu yang cenderung meningkat dari arah utara ke selatan daerah penelitian namun berbanding terbalik dengan komposisi maseral asal tumbuhan kayu. Batubara seam X78 dapat diinterpretasikan sebagai endapan dalam lingkungan lower delta plain dengan sub lingkungan limnic – marsh. Berdasarkan analisis statistik pengaruh batuan pengapitterhadap anomali kandungan total sulfur pada seam X78 dapat disimpulkan bahwa khususnya pada blok 1, total sulfur batubara seam X78 dipengaruhi oleh kandungan total sulfur batuan pengapit bagian atas dan bagian bawah. Manfaat penelitian ini adalah untuk 2 arah pengembangan area eksplorasi, strategi rencana penjualan produk batubara yang tersedia pada area eksplorasi dan strategi perencanaan blending khususnya kandungan total sulfur batubara.
PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAPISAN BATUBARA D, FORMASI MUARA ENIM, BLOK SUBAN BURUNG, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Purnama, Asep Bahtiar; Salinita, Silti; Sudirman, Sudirman; Sendjaja, Yoga Andriana; Muljana, Budi
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2018
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.258 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol14.No1.2018.182

Abstract

Lapisan batubara D termasuk ke dalam Blok Suban Burung, Formasi Muara Enim, Subcekungan Palembang Tengah, Cekungan Sumatera Selatan, berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batubara dan lingkungan terhadap percontoh Lapisan Batubara D dari kegiatan pengeboran penelitian gasifikasi bawah permukaan. Metode yang digunakan adalah analisis petrografi batubara, nilai reflektansi vitrinit, dan interpretasi lingkungan pengendapan berdasarkan diagram Diessel dan diagram Calder. Lapisan batubara ini didominasi oleh vitrinit, rata-rata sekitar 71,1%, diikuti inertinit 17,6%, liptinit 5,9%, dan mineral 6,4%. Nilai reflektansi vitrinit berkisar antara 0,25-38%, termasuk ke dalam peringkat lignit-subbituminus. Berdasarkan hasil rekonstruksi lingkungan pengendapan menggunakan empat parameter TPI (Tissue Preservation Index), GI (Gelification Index), GWI (Ground Water Index) dan VI (Vegetation Index) dan diplot dalam diagram Diessel dan diagram Calder diketahui bahwa Lapisan Batubara D diendapkan dalam lingkungan pengendapan limnik.
STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN PETROGRAFI BATUBARA LAPANGAN X CEKUNGAN SUMATERA SELATAN DAN LAPANGAN Y CEKUNGAN SUMATERA TENGAH INDONESIA Baihaqi, Azmi; Susilawati, Rita; Fauzielly, Lili; Muljana, Budi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 12 No. 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4583.66 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v12i2.35

Abstract

Karakteristik batubara dari dua wilayah prospek batubara di Sumatera dievaluasi dengan menggunakan metode kimia dan petrografi batubara. Penelitian terfokus pada evaluasi peringkat (tingkat pembatubaraan di daerah penelitian), tipe (komposisi material organik dan lingkungan pengendapan batubara) serta grade (kandungan material inorganik yang bisa berpengaruh terhadap proses utilisasi) batubara. Lapangan X memiliki lapisan batubara yang merupakan bagian dari Formasi Muaraenim dan Kasai Cekungan Sumatera Selatan sedangkan batubara pada lapangan Y merupakan bagian dari Formasi Petani Cekungan Sumatera Tengah. Sebanyak enam conto batubara dari lapangan X dan 8 conto dari lapangan Y digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lapangan memiliki batubara dengan karakteristik yang berbeda. Walaupun batubara di kedua daerah termasuk dalam kategori lignit, nilai rata-rata reflektansi huminit batubara Lapangan Y sedikit lebih tinggi dari lapangan X. Hal ini mengindikasikan bahwa batubara lapangan Y mengalami pengaruh peningkatan termperatur dan pembebanan yang lebih tinggi dari lapangan X. Berdasarkan hasil analisis komposisi maseral, batubara lapangan X dapat dibedakan ke dalam 3 fasies: fasies 1 (huminit >90%, kandungan inertinit dan liptinit <10%), fasies II (huminit 80% s.d. 90%, inertinite 10% s.d. 15%, dan liptinit 10%) serta fasies III (huminit 75% s.d. 85%, inertinit 15% s.d. 20% dan liptinit <10%). Sementara batubara lapangan Y lebih homogen dan dapat digolongkan ke dalam satu fasies (huminit >90% dan liptinit serta inertinite <10%). Hasil plot Gelification index (GI) dan Tissue preservation index (TPI) menunjukkan bahwa batubara lapangan X diendapkan pada lingkungan limnic-marsh hingga limno telmatic sedangkan batubara lapangan Y pada lingkungan limnic hingga telmatic marsh. Banyaknya konkresi pirit pada batubara lapangan Y mengindikasikan bahwa batubara tersebut mendapat pengaruh laut yang lebih besar daripada batubara lapangan X Batubara di kedua lapangan dapat dianggap sebagai batubara grade tinggi atau batubara bersih karena memiliki kandungan sulfur (<10%) dan abu yang relatif rendah (<10%). Hanya satu conto (SJ2) yang memiliki kadar abu tinggi (>50%) menunjukkan bahwa conto tersebut bukan batubara. Sebagai kesimpulan, perbedaan karakteristik batubara lapangan X dan Y mendukung teori bahwa batubara dengan sejarah pengendapan yang berbeda akan menghasilkan karakteristik yang berbeda.
ANALISIS ANOMALI KANDUNGAN TOTAL SULFUR DALAM PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA SEAM X78 FORMASI BALIKPAPAN DI DAERAH SEPARI, KALIMANTAN TIMUR Tresnanto, Teddy; Andriana S, Yoga; Muljana, Budi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 9 No. 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.487 KB) | DOI: 10.47599/bsdg.v9i2.128

Abstract

Batubara seam X78 pada Formasi Balikpapan, Cekungan Kutai, secara lateral memiliki anomali kandungan total sulfur, dimana di bagian utara dan selatan daerah penelitian kandungan sulfur cukup tinggi dibandingkan di bagian tengah daerah penelitian dengan kecenderungan meningkat ke bagian selatan daerah penelitian. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui lingkungan pengendapan batubara dan pengaruh batuan pengapit terhadap anomali kandungan total sulfur seam X78. Metoda analisis yang digunakan adalahanalisis proksimat untuk mengetahui kandungan abu, analisis kimia abu untuk mengetahui kandungan Na O, analisis petrografi dilakukan sebagai validasi dalam penentuan lingkungan pengendapan batubara, analisis form of sulfur untuk mengetahui jenis sulfur dan analisis SEM untuk mengetahui jenis pirit. Untuk menguji pengaruh kandungan total sulfur batuan pengapit terhadap kandungan total sulfur batubara seam X78 maka dilakukan analisisstatistik. Dari hasil analisis petrografi diketahui komposisi maseral didominasi oleh maseral asal tumbuhan perdu yang cenderung meningkat dari arah utara ke selatan daerah penelitian namun berbanding terbalik dengan komposisi maseral asal tumbuhan kayu. Batubara seam X78 dapat diinterpretasikan sebagai endapan dalam lingkungan lower delta plain dengan sub lingkungan limnic – marsh. Berdasarkan analisis statistik pengaruh batuan pengapitterhadap anomali kandungan total sulfur pada seam X78 dapat disimpulkan bahwa khususnya pada blok 1, total sulfur batubara seam X78 dipengaruhi oleh kandungan total sulfur batuan pengapit bagian atas dan bagian bawah. Manfaat penelitian ini adalah untuk 2 arah pengembangan area eksplorasi, strategi rencana penjualan produk batubara yang tersedia pada area eksplorasi dan strategi perencanaan blending khususnya kandungan total sulfur batubara.
SIKUEN STRATIGRAFI DAN PALEOGEOGRAFI FORMASI TALANG AKAR PADA AREA “FERCANZA”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Fercanza, Frisdio; Gani, Reza Muhammad Ganjar; Abdurrokhim, Abdurrokhim; Muljana, Budi; Budiana, Rahmat
Bulletin of Scientific Contribution: GEOLOGY Vol 15, No 1 (2017): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.772 KB)

Abstract

ABSTRACT“FERCANZA'' area is the working area of Pertamina Hulu Energi located in North West Java Basin. This study focused on Talang Akar formation at Arjuna sub basin. This research applies the Sequence stratigraphy  concept with correlation method, which will give results in form of (1) Determination of sequences marker is more accurate, (2) Facies mapping, and (3)Sequence stratigraphy model with  higher resolution detail for determination of plays, in this case stratigraphic traps on Talang Akar Formation at "FERCANZA" area. Data used in this study include the integration of 7 well logs data, 3 side wall cores, 5 mudlog, 8 seismic line, and 1 biostratigraphy report. Sequence Boundary (SB), Maximum Flooding Surface (MFS), and other Sequence stratigraphy marker determined from well log data analysis to make a cross-correlation. Interpretation of depositional environment based on the analysis of lithofacies, elektrofacies, and seismicfacies. Based on the research results, the Formation Talang Akar on the ''FERCANZA'' area has five facies association is delta plain, delta front, pro delta, tidal channel, and shallow marine with common facies associations form of  sediment tide dominated delta and sediment shallow marine. Directions sediment supply is derived from the relative direction northwest -southeast shown by the discovery of progradation patterns to southeast of the seismic profiles were trending northwest to the southeast. Through sequences marker which have been determined, the model for deposition of Talang Akar formation is divided into 4 representation depositional models at each sequence stratigraphys marker. Representation of the model shows the conditions and morphological changes in the research areas from every phase of its.Keywords: North West Java Basin, Talang Akar Formation, Sequence stratigraphy, Depositional models ABSTRAKArea ‘’FERCANZA’’ merupakan wilayah kerja dari Pertamina Hulu Energi yang berada pada Cekungan Jawa Barat Utara. Penelitian  ini difokuskan pada Formasi Talang Akar pada sub cekungan Arjuna. Penelitian ini menerapkan konsep sequence stratigraphy dengan metode korelasi, yang akan  memberikan hasil berupa (1) Penentuan marker sikuen yang lebih akurat, (2) Pemetaan fasies, dan (3) Model sequence stratigraphydengan resolusi yang lebih detail untuk penentuan plays, dalam hal ini perangkap stratigrafi pada Formasi Talang Akar, Area “FERCANZA”. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi integrasi dari 7 data well log, 3 side wall core, 5 data mudlog, 8 line seismik, dan 1 data biostratigrafi . Batas sikuen (SB), maximum flooding surface (MFS), dan marker sequence stratigraphylainnya ditentukan dari analisis data well log untuk membuat penampang korelasi. Interpretasi lingkungan pengendapan didasari oleh analisis lithofacies, elektrofacies, dan seismik facies. Berdasarkan hasil penelitian, pada formasi Talang Akar di Area ‘’FERCANZA’’ diketahui Formasi Talang Akar memiliki lima asosiasi fasies yaitu delta plain, delta front, pro delta, tidal channel, dan shallow marine dengan asosiasi facies umum berupa endapan tide dominated delta dan endapan shallow marine. Arah suplai sedimen berasal dari arah relatif barat laut -tenggara yang ditunjukan oleh ditemukannya pola progradasi ke arah tenggara dari profil seismik yang berarah barat laut menuju tenggara. Melalui marker sikuen yang telah ditentukan, model pengendapan untuk formasi Talang Akar dibagi menjadi 4 gambaran model pengendapan disetiap marker sequence stratigraphystratigrafi. Gambaran model tersebut menunjukkan kondisi dan perubahan morfologi daerah penelitian dari setiap fasenya.Kata Kunci : Cekungan Jawa Barat Utara, Formasi Talang Akar, Sequence Stratigraphy, Model Pengendapan
REKAM INTI SEDIMEN GUNA PREDIKSI PERUBAHAN LINGKUNGAN DI DELTA KALIGARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Astriandhita, Karina Melias; Winantris, .; Muljana, Budi; Putra, Purna Sulastya; Praptisih, .
Bulletin of Scientific Contribution: GEOLOGY Vol 15, No 3 (2017): Bulletin of Scientific Contribution:GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.296 KB) | DOI: 10.24198/bsc geology.v15i3.15104

Abstract

ABSTRACTDetailed 20 meters core sampling of sediment was carried out from the recent deltaic Kaligarang, northern part Semarang, Central Java. The main objective of this research is to predict environment changes according to some parameters sedimentation process, for example grain size, organic and inorganic content and the occurrence of benthic foraminifera. The core was analyzed by destructive techniques. The sediment record indicated that the silt grain size dominance deposited in littoral to inner shelf with high organic content than inorganic. Keywords: Kaligarang Delta, grain size, organic content, foraminifera ABSTRAK20 meter rekaman vertikal inti sedimen resen dari Delta Kaligarang, Semarang Utara, Jawa Tengah. Objek penelitian ini untuk memprediksi perubahan lingkungan saat sedimen terendapkan berdasarkan dari parameter besar butir, material organik dan inorganik, dan foraminifera bentik. Inti batuan dianalisis dengan teknik dekstruktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakter sedimen memiliki dominansi lanau yang terendapkan pada lingkungan litoral-paparan dalam disertai kandungan material organik lebih tinggi dibandingkan inorganik. Kata kunci: Delta Kaligarang, besar butir, material organik, foraminifera