Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THE EMERGENCE OF ISLAM IN LATE ANTIQUITY: BY AZIZ AL-AZMEH Wilar, Abraham Silo
Indonesian Journal of Theology Vol 3 No 2 (2015): Edisi Reguler - Desember 2015
Publisher : Asosiasi Teolog Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.009 KB) | DOI: 10.46567/ijt.v3i2.60

Abstract

WOMAN, MAN, AND GOD IN MODERN ISLAM: BY THEODORE FRIEND Wilar, Abraham Silo
Indonesian Journal of Theology Vol 3 No 2 (2015): Edisi Reguler - Desember 2015
Publisher : Asosiasi Teolog Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.129 KB) | DOI: 10.46567/ijt.v3i2.59

Abstract

MUHAMMAD AS SEAL OF THE PROPHETS: THE QUESTION OF IDEOLOGY IN MAJORITY MUSLIM, AHMADIYA MUSLIM, AND WESTERN READINGS OF SEAL Wilar, Abraham Silo
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.453 KB)

Abstract

Setiap bacaan mempunyai apa yang Jürgen Habermas telah sampaikan secara filosofis, yaitu ”human interest”, sebagai pembentuk ideologi di dalam bacaan. Berdasarkan itu, maka tulisan ini berusaha menelusuri ideologi yang ada di setiap bacaan melalui cara-cara penafsiran “khatam nabiyyin,” yang memunculkan konflik antara penganut Ahmadiya dengan Muslim arus utama. Untuk melakukannya, penelitian ini memakai-padukan tiga metodologi: fenomenologi, komparatif, dan kritikal. Dengan menggunakan metode kombinasi tersebut, peneliti mendapati bahwa tidak ada bacaan yang bebas dari ideologi, dan karena itu tidak ada penafsir yang bebas darinya. Fungsi ideologi adalah melakukan strukturasi cara menafsirkan Muhammad sebagai “Seal” (khatam) dari para nabi, dan cara bertindak sesuai dengan ideologi dari tafsiran itu. Kata kunci: Human interest, ideologi, tafsir, produksi makna, respon pembaca. Each reading contains what Jürgen Habermas has philosophically addressed, namely “human interest,” as to construct ideology of the text, although it might have been denied. Therefore, the present paper attempts to unmask its presence and show how it works through means of interpretation “khatam nabiyyin” (“nabiyyin seal”), which led to a conflict between the Ahmadiyya and Muslim mainstream. To pursue this task, present research incorporate and combine three methodologies: phenomenology methodology, comparative methodology, and critical methodology. By applying the combined methodology, I have in this research found that there is no reading can claim itself as free of ideology, and no readers are free of it. Its function is to structure way of interpreting what Muhammad as Seal of the Prophets means and act accordingly. Key words: Human interest, ideology, exegesis, meaning-production, reader’s response.
MUHAMMAD AS SEAL OF THE PROPHETS: THE QUESTION OF IDEOLOGY IN MAJORITY MUSLIM, AHMADIYA MUSLIM, AND WESTERN READINGS OF SEAL Wilar, Abraham Silo
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.453 KB)

Abstract

Setiap bacaan mempunyai apa yang Jürgen Habermas telah sampaikan secara filosofis, yaitu ”human interest”, sebagai pembentuk ideologi di dalam bacaan. Berdasarkan itu, maka tulisan ini berusaha menelusuri ideologi yang ada di setiap bacaan melalui cara-cara penafsiran “khatam nabiyyin,” yang memunculkan konflik antara penganut Ahmadiya dengan Muslim arus utama. Untuk melakukannya, penelitian ini memakai-padukan tiga metodologi: fenomenologi, komparatif, dan kritikal. Dengan menggunakan metode kombinasi tersebut, peneliti mendapati bahwa tidak ada bacaan yang bebas dari ideologi, dan karena itu tidak ada penafsir yang bebas darinya. Fungsi ideologi adalah melakukan strukturasi cara menafsirkan Muhammad sebagai “Seal” (khatam) dari para nabi, dan cara bertindak sesuai dengan ideologi dari tafsiran itu. Kata kunci: Human interest, ideologi, tafsir, produksi makna, respon pembaca. Each reading contains what Jürgen Habermas has philosophically addressed, namely “human interest,” as to construct ideology of the text, although it might have been denied. Therefore, the present paper attempts to unmask its presence and show how it works through means of interpretation “khatam nabiyyin” (“nabiyyin seal”), which led to a conflict between the Ahmadiyya and Muslim mainstream. To pursue this task, present research incorporate and combine three methodologies: phenomenology methodology, comparative methodology, and critical methodology. By applying the combined methodology, I have in this research found that there is no reading can claim itself as free of ideology, and no readers are free of it. Its function is to structure way of interpreting what Muhammad as Seal of the Prophets means and act accordingly. Key words: Human interest, ideology, exegesis, meaning-production, reader’s response.
FATHERS AND SONS: THE RISE AND FALL OF POLITICAL DYNASTY IN THE MIDDLE EAST: BY M.E. MCMILLAN Wilar, Abraham Silo
Indonesian Journal of Theology Vol 4 No 1 (2016): Edisi Reguler - Juli 2016
Publisher : Asosiasi Teolog Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.024 KB) | DOI: 10.46567/ijt.v4i1.51

Abstract

TRUTH AND METHOD An Introductory Study on Mazhab Yogya’s Methodology for understanding the Truth of Islam Wilar, Abraham Silo
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.729 KB) | DOI: 10.14421/qh.2014.1502-06

Abstract

Tulisan ini membahas metodologi untuk memahami kebenaran Islam dari sudut pandang beberapa tokoh figur penting yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Figur ini penulis sebut Metodologi mazhab Yogya dalam memahami kebenaran Islam. Tokoh-tokoh tersebut antara lain, M. Amin Abdullah, Machasin, dan Sahiron Syamsuddin. Pertanyaan besar yang diajukan untuk memahami metodologi mereka adalah apa saja nama atau istilah metodologi yang mereka gunakan, apa saja paradigma, teknik, serta aspek apa saja yang melatarbelakangi lahirnya metodologi tersebut.
Fenomena Christian Prince dan Ustaz Charis Bangun Samudra Wilar, Abraham Silo
Theologia in Loco Vol 3 No 1 (2021): Theologia in Loco
Publisher : STFT Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The phenomenon of Christian Prince and Ustaz Charis Bangun Samudra has generated a specific image of the profiles as the defenders of the faith as the constructed image of the two that is popularly and publicly known. This article investigates the image with a multidisciplinary methodology to show the multiple images that are communicated by the phenomenon. This article addresses revivalism of religious apologetic of both communities, religious phobia, Christianophobia, and Islamophobia in the communities to argue that the image cannot be justified theologically since it contradicts the religious ethics of the theological approach employed in this article. Keywords: Construction, Image, Multi-discipline, Apologetics, and Religious Phobia Abstrak Fenomena Christian Prince dan Ustaz Charis Bangun Samudra membentuk suatu konstruksi citra yang sangat spesifik bagi masing-masing tokoh tersebut. Konstruksi citra tersebut adalah Pembela Kebenaran Iman (PKI). Tulisan ini menginvestigasi citra tersebut dengan menggunakan suatu pendekatan multidisiplin. Dengan menggunakan pendekatan tersebut, tulisan ini berargumen bahwa citra Pembela Kebenaran Iman (PKI) tersebut bukan satu-satunya hal yang dikomunikasikan oleh fenomena tersebut. Masih banyak citra lain yang muncul dari fenomena tersebut. Dengan argumen tersebut, lebih lanjut, saya mengajukan tesis bahwa citra Pembela Kebenaran Iman tersebut tidak dapat dibenarkan secara teologis karena bertentangan dengan prinsip religious ethics yang ada di dalam pendekatan teologi yang digunakan oleh artikel ini. Artikel ini mendeskripsikan revivalisme apologetika relijius di komunitas Kristen dan Islam, dan religious phobia, yaitu, Islamophobia dan Christianophobia, sebagai konten utama dari fenomena tersebut dan yang memperlihatkan persoalan teologis dari citra tersebut. Kata-kata Kunci: konstruksi, citra, multi-disiplin, apologetika, dan religious phobia.