Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

POTENSI REDUCE, REUSE, RECYCLE (3R) SAMPAH PADA BANK SAMPAH `BANK JUNK FOR SURABAYA CLEAN (BJSC)` Radityaningrum, Arlini Dyah; Caroline, Jenny; Restianti, Dyah Kusuma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) merupakan upaya yang efektif dalam mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program bank sampah merupakan satu alternatif pengelolaan sampah secara 3R. Bank Junk for Surabaya Clean (BJSC) merupakan satu program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Surabaya dengan konsep 3R. Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisa komposisi sampah masuk pada BJSC, (ii). menghitung keseimbangan massa sampah pada BJSC, (iii) menghitung potensi 3R sampah pada BJSC. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, observasi, wawancara dan sampling tentang mekanisme bank sampah dan komposisi sampah yang masuk. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif dengan tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total sampah masuk ke BJSC adalah 984,9 kg dengan komposisi sampah kertas 52,1%, sampah plastik 39,6%, sampah logam 5,6% dan sampah kaca 2,7%. Keseimbangan massa sampah pada BJSC adalah sampah masuk 984,4 kg dengan sampah tereduksi 96,5% dan sampah residu yang ke TPA 3,5 %. Potensi 3R sampah di BJSC adalah melalui kegiatan daur ulang (recycle) sampah kertas 26,3% dan sampah plastik 15,9%, sedangkan guna ulang (reuse) sampah kertas 23,7%, sampah plastik 22,2%, sampah logam 5,6% dan sampah kaca 2,7%.                                                                                     Kata kunci: bank sampah, 3R, reduksi sampah, residu sampah Reduce, Reuse, Recycle (3R) is an effective alternative of waste management to reduce waste residu collected to landfill. Waste bank is one alternative of waste management practicing 3R. Bank Junk for Surabaya Clean (BJSC) is a program of community based waste management with 3R concept in Surabaya. This research aimed to (i) analized waste compositions collected in BJSC, (ii) counted mass balanced of wastes in BJSC, (iii) counted the amount of wastes reduced, reused and recycled in BJSC. The data were collected with survey, observation, interview and sampling to analyze mechanism of BJSC and waste compositions in BJSC. The result showed that the wastes collected in BJSC were around 984,4 kg with 52,1% of paper, 39,6% of plastic, 5,6% of metal and 2,7% of glass. The mass balanced showed 96,5% of waste reduction and 3,5% of waste residu. The potensial of 3R activity conducted in BJSC was for 26,3% of paper recycle, 15,9% of plastic recycle, 23,7% of paper reuse, 22,2% of plastic reuse, 5,6% of metal reuse and 2,7% of glass reuse.  Keywords: bank junk, 3R, waste reduction, waste residu
PERBANDINGAN KINERJA MEDIA BIOFILTER ANAEROBIC BIOFILTER DALAM PENURUNAN TSS, BOD, COD PADA GREY WATER Radityaningrum, Arlini Dyah; Kusuma, Maritha Nilam
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Limbah domestik air bekas cucian (grey water) dari rumah tangga sebagian besar belum diolah, namun dibuang langsung ke badan air penerima. Konsentrasi bahan organik dalam grey water yang terakumulasi dalam badan air penerima berpotensi terhadap pencemaran dan penurunan kualitas badan air penerima. Pengolahan grey water dapat meningkatkan kualitas badan air penerima. Satu dari pengolahan grey water adalah anaerobic biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk (i). menentukan efisiensi penurunan Total Suspended Solid (TSS), Biogeochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) dalam grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter, (ii). mengidentifikasi jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter yang menghasilkan penurunan TSS, BOD, COD paling baik. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan reaktor kontinyu. Variasi yang digunakan adalah jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter, yaitu botol yakult dari bahan plastik Poly Stirene (PS) dan botol aqua dari bahan plastik Poly Ethylene Terephthalate (PET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan TSS, BOD, COD efluen grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter adalah 68%, 64% dan 31% untuk jenis media biofilter botol yakult dan 84%, 79%, 57% untuk media biofilter botol aqua. Jenis media biofilter botol aqua menghasilkan efisiensi penurunan TSS, BOD dan COD lebih baik dari jenis media biofilter botol yakult. Kata kunci: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD. ABSTRACT  Grey water from several households has not been treated yet and is directly disposed to receiving water bodies. Organic matter of the grey water accumulated to the water bodies is potential to the water pollution, leading to deterioration of the water bodies. Grey water treatment improves the quality of the receiving water bodies. The treatment is able to conduct through anaerobic biofilter. This research aimed to (i) determined the efficiency of TSS, BOD, COD removal from grey water treatment using anaerobic biofilter, (ii) identified the media of biofilter with the best performance removing TSS, BOD, COD. This research was conducted within laboratory scale based using continuous reactor. The plastic derived from Poly Stirene (PS) and Poly Ethylene Terephthalate (PET) were used as media of biofilter. The result showed that the removal efficiency of TSS, BOD, COD from the anaerobic biofilter was 68%, 64% and 31% for media of PS plastic and 84%, 79%, 57% for media of PET plastic. The media of PET plastic resulted to the best performace of TSS, BOD, COD removal compared to the media of PS plastic.  Keywords: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD.
PENURUNAN TSS, BOD, ESCHERICHIA COLI PADA LIMBAH TANGKI SEPTIK MENGGUNAKAN TANAMAN CYPERUS PAPYRUS PADA PENGOLAHAN CONSTRUCTED WETLAND Musarofa, Musarofa; Radityaningrum, Arlini Dyah; Kusuma, Maritha Nilam
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.53 KB)

Abstract

Limbah hasil penyedotan tangki septik mengandung bahan organik yang tinggi. Pengolahan limbah tangki septik di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) umumnya menggunakan teknologi konvensional yang memerlukan keahlian dalam pengoperasiannya. Constructed wetland merupakan satu alternatif pengolahan limbah yang sederhana untuk mengolah limbah dengan konsentrasi bahan organik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan constructed wetland untuk mengolah limbah hasil penyedotan tangki septik dengan tanaman Cyperus papyrus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa penurunan BOD, TSS dan Eschericia coli dalam limbah hasil penyedotan tangki septik yang diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus. Penelitian akan dilaksanakan selama 41 hari di Laboratorium Kualitas Lingkungan Teknik Lingkungan ITATS, masa aklimatisasi 16 hari dan masa pengolahan 25 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan TSS, BOD, Eschericia coliform pada limbah tangki septik yang telah diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus adalah 87%, 62,84% dan 63%. Konsentrasi TSS, BOD, Eschericia coliform yang dicapai pada penelitian ini masih belum memenuhi mutu yang di tetapkan oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan / atau Kegiatan Usaha Lainnya, dengan konsentrasi masing-masing adalah 28 mg/l, 258 mg/l dan 4600 mg/l.Kata kunci: limbah tangki septik, constructed wetlands, Cyperus papyrus
Kualitas Biobriket dari Bahan Campuran Bioslurry dan Sekam Padi sebagai Alternatif Bahan Bakar Harnawan, Bagus Yossy; Radityaningrum, Arlini Dyah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.332 KB)

Abstract

Bio-slurry dan sekam padi merupakan potensial material bahan bio-briket karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk i) menganalisis karakteristik bio-slurry dan sekam padi sebagai bahan pembuat bio-briket, ii) menentukan kualitas bio-briket dari bahan campuran bio-slurry dan sekam padi. Komposisi bahan dalam penelitian adalah i) 10 gr bio-slurry : 23 gr sekam padi : 10 gr perekat, ii) 12 gr bio-slurry : 21 gr sekam padi : 10 gr perekat, iii) 14 gr bio-slurry : 19 gr sekam padi : 10 gr perekat, iv) 16 gr bio-slurry : 17 gr sekam padi : 10 gr perekat, v) 17 gr bio-slurry : 15 gr sekam padi : 10 gr perekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bio-slurry memiliki karakteristik 0,17% kadar air; 3,19% kadar abu; 5002 Kalori/g; 0,77% volatile matter and 95,90% fixed carbon. Karakteristik sekam padi adalah 3% kadar air; 16% kadar abu; 2038 Kalori/g; 0,31% volatile matter; 23,30% fixed carbon. Komposisi yang menghasilkan nilai kalor tertinggi adalah komposisi 10 gr bio-slurry : 23 gr sekam padi : 10 gr perekat. Bio-briket ini memiliki kualitas 0,60% kadar air; 0,52% kadar abu; 4424 Kalori/g; 0,35% volatile matter; 98,93% fixed carbon.
Studi Penggunaan Kloset Kering Pemisah Urin dan Tinja untuk Peningkatan Pengelolaan Limbah Urin dan Tinja pada Permukiman Di Surabaya Radityaningrum, Arlini Dyah
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2 No 2 (2017): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.024 KB) | DOI: 10.29080/alard.v2i2.125

Abstract

Pengelolaan limbah domestik black water (urin dan tinja) pada permukiman dapat dilakukan menggunakan sistem setempat (on-site), yang terdiri dari kloset dan tangki septik yang dilengkapi dengan sistem resapan. Teknologi kloset yang digunakan dalam pengolahan sistem setempat umumnya belum memisahkan antara limbah urin dan tinja. Sistem setempat dengan teknologi kloset tanpa pemisah urin dan tinja masih menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, berupa pencemaran air permukaan dan air tanah. Selain itu kondisi teknis tangki septik yang tidak kedap berpotensi meresapnya limbah urin dan tinja ke dalam tanah. Peningkatan pengelolaan urin dan tinja dapat dilakukan dengan memperbaiki kondisi teknis fasilitas pengelolaannya, baik kloset maupun tangki septik dan resapan, sehingga urin dan tinja dapat digunakan kembali dan tidak dibuang ke lingkungan.`Teknologi Kloset Kering Pemisah Urin dan Tinja`dapat diterapkan untuk memisahkan urin dan tinja pada sumbernya sehingga potensi kandungan nutrien dalam urin dan tinja dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan penggunaan kloset kering ditinjau dari aspek lingkungan dengan metode penilaian daur hidup. Batasan yang digunakan adalah recovery dari nutrien dan konsumsi energi. Skenario yang dianalisa adalah (1) Pengelolaan limbah urin dan tinja tanpa kloset kering pemisah urin dan tinja dengan tangki septik dan resapan, (2) Pengelolaan limbah urin dan tinja dengan kloset kering pemisah urin dan tinja dengan bak pengumpul urin dan tangki septik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario pengelolaan limbah urin dan tinja menggunakan toilet kering pemisah urin dan tinja menghasilkan dampak lingkungan paling minimal dengan recovery nutrien sebesar 0,0485 kg nitrogen/rumah tangga/hari; 0,009 kg pospor/rumah tangga/hari; 0,0165 kg kalium/rumah tangga/hari dan konsumsi energi sebesar 4179,35 kiloJoule/rumah tangga/hari.
Treatment of Household Grey Water Using a Series Anaerobic Biofilter - Wetland Radityaningrum, Arlini Dyah; Kusuma, Maritha Nilam
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Galaxy Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to treat household grey water, focusing on technology that is simple and low cost in terms of operation and maintenance. The treatment was conducted within laboratory scale based using a series continuous reactor of anaerobic biofilter and wetland. The anaerobic biofilter was equipped with plastic derived from Poly Ethylene Terephthalate (PET) as biofilter media. Subsequent wetland used vertical sub-surface flow constructed wetland (VSSF CW). Removal efficiency of TSS, BOD, COD achieved from anaerobic biofilter was 84%, 79%, 57% respectively, while wetland resulted TSS, BOD, COD removal of 81%, 84% and 67% respectively.