Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FAKTOR EMISI ENERGI TIDAK TERBARUKAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK JAWA TIMUR Kusuma, Maritha Nilam
Journal of Research and Technology Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.443 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.2581178

Abstract

Carbon emission that emited by electric plant in Jawa timur could be estimated. Estimation was done by emission factor calculation first. Emission factor was multipled with electric consumption value to got emmison carbon value. The method used ACM0002 that issued by CDM-PDD Version02 IPCC. Data supporting are NVC, SFC and CEF. The result could be found that coal and natural gas have emmision there are 1,00688434 Ton CO2/Mwh and 0,392860328 Ton CO2/Mwh. Keywords: carbon emission, emission factor, and electric plant
JEJAK KAKI KARBON PADA INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN Kusuma, Maritha Nilam
Journal of Research and Technology Vol 1, No 01 (2015)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.862 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.2581134

Abstract

PT. XYZ is one of industry that has a potential in green house gas emission that produce negative effect on human and environment. Therefore the study was aimed to investigate how much carbon value produced by PT. XYZ and how is the alternative solution to reduce carbon emission.The study method was based on secondary data such as; electricity, water and fuel consumption for one year taken from January until October 2009. The data was analyzed using CWFP, SEI, and ACM0002 methods for carbon emission value. The solution alternative for reducing carbon emission of PT. XYZ, was compared between electricity, natural gas and coal. It was concluded that, emission carbon value of PT. XYZ is 6.966,69 Tonnes CO2/years. Keywords: carbon emission, emission factor, and bottled water industry.
PERBANDINGAN KINERJA MEDIA BIOFILTER ANAEROBIC BIOFILTER DALAM PENURUNAN TSS, BOD, COD PADA GREY WATER Radityaningrum, Arlini Dyah; Kusuma, Maritha Nilam
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Limbah domestik air bekas cucian (grey water) dari rumah tangga sebagian besar belum diolah, namun dibuang langsung ke badan air penerima. Konsentrasi bahan organik dalam grey water yang terakumulasi dalam badan air penerima berpotensi terhadap pencemaran dan penurunan kualitas badan air penerima. Pengolahan grey water dapat meningkatkan kualitas badan air penerima. Satu dari pengolahan grey water adalah anaerobic biofilter. Penelitian ini bertujuan untuk (i). menentukan efisiensi penurunan Total Suspended Solid (TSS), Biogeochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) dalam grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter, (ii). mengidentifikasi jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter yang menghasilkan penurunan TSS, BOD, COD paling baik. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan reaktor kontinyu. Variasi yang digunakan adalah jenis media biofilter dalam anaerobic biofilter, yaitu botol yakult dari bahan plastik Poly Stirene (PS) dan botol aqua dari bahan plastik Poly Ethylene Terephthalate (PET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penurunan TSS, BOD, COD efluen grey water dengan pengolahan anaerobic biofilter adalah 68%, 64% dan 31% untuk jenis media biofilter botol yakult dan 84%, 79%, 57% untuk media biofilter botol aqua. Jenis media biofilter botol aqua menghasilkan efisiensi penurunan TSS, BOD dan COD lebih baik dari jenis media biofilter botol yakult. Kata kunci: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD. ABSTRACT  Grey water from several households has not been treated yet and is directly disposed to receiving water bodies. Organic matter of the grey water accumulated to the water bodies is potential to the water pollution, leading to deterioration of the water bodies. Grey water treatment improves the quality of the receiving water bodies. The treatment is able to conduct through anaerobic biofilter. This research aimed to (i) determined the efficiency of TSS, BOD, COD removal from grey water treatment using anaerobic biofilter, (ii) identified the media of biofilter with the best performance removing TSS, BOD, COD. This research was conducted within laboratory scale based using continuous reactor. The plastic derived from Poly Stirene (PS) and Poly Ethylene Terephthalate (PET) were used as media of biofilter. The result showed that the removal efficiency of TSS, BOD, COD from the anaerobic biofilter was 68%, 64% and 31% for media of PS plastic and 84%, 79%, 57% for media of PET plastic. The media of PET plastic resulted to the best performace of TSS, BOD, COD removal compared to the media of PS plastic.  Keywords: grey water, anaerobic biofilter, BOD, TSS, COD.
An approach to identify soil types by using hydraulic conductivity values Kusuma, Maritha Nilam; Hadi, Wahyono; Wirjodirdjo, Budisantoso; Yulfiah, Yulfiah
Sustinere: Journal of Environment and Sustainability Vol 2 No 1 (2018): pp 1 - 64 (April 2018)
Publisher : Centre for Science and Technology, IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.084 KB) | DOI: 10.22515/sustinere.jes.v2i1.31

Abstract

Water treatment in Indonesia still uses coagulant to reduce the contaminant. Therefore, an infiltration gallery is required as the pre-treatment before conventional water treatment conducted. Infiltration gallery is a natural technology for absorbing or filtrating the contaminant. The hydraulic conductivity plays the main role in soil filtration. There are many types of soil with different hydraulic conductivities. In infiltration gallery method it is important to identify the hydraulic conductivity value as the preliminary analysis because it is the important indicator to show the ability of soil to flow the water from one side to other sides when filtrating the contaminant. The slower the conductivity is, the better the quality of the water will be. The method used in this study was the Constant head Permeameter. The result of this study shows that the same type of soil type has different hydraulic conductivities.
PENURUNAN TSS, BOD, ESCHERICHIA COLI PADA LIMBAH TANGKI SEPTIK MENGGUNAKAN TANAMAN CYPERUS PAPYRUS PADA PENGOLAHAN CONSTRUCTED WETLAND Musarofa, Musarofa; Radityaningrum, Arlini Dyah; Kusuma, Maritha Nilam
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.53 KB)

Abstract

Limbah hasil penyedotan tangki septik mengandung bahan organik yang tinggi. Pengolahan limbah tangki septik di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) umumnya menggunakan teknologi konvensional yang memerlukan keahlian dalam pengoperasiannya. Constructed wetland merupakan satu alternatif pengolahan limbah yang sederhana untuk mengolah limbah dengan konsentrasi bahan organik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan constructed wetland untuk mengolah limbah hasil penyedotan tangki septik dengan tanaman Cyperus papyrus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa penurunan BOD, TSS dan Eschericia coli dalam limbah hasil penyedotan tangki septik yang diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus. Penelitian akan dilaksanakan selama 41 hari di Laboratorium Kualitas Lingkungan Teknik Lingkungan ITATS, masa aklimatisasi 16 hari dan masa pengolahan 25 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan TSS, BOD, Eschericia coliform pada limbah tangki septik yang telah diolah menggunakan constructed wetland dengan tanaman Cyperus papyrus adalah 87%, 62,84% dan 63%. Konsentrasi TSS, BOD, Eschericia coliform yang dicapai pada penelitian ini masih belum memenuhi mutu yang di tetapkan oleh Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan / atau Kegiatan Usaha Lainnya, dengan konsentrasi masing-masing adalah 28 mg/l, 258 mg/l dan 4600 mg/l.Kata kunci: limbah tangki septik, constructed wetlands, Cyperus papyrus
HUBUNGAN POROSITAS DENGAN SIFAT FISIK TANAH PADA INFILTRATION GALLERY Kusuma, Maritha Nilam; Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.248 KB)

Abstract

Air baku Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) masih mengunakan air sungai dengan potensi mengandung polutan. Oleh karena itu,IPAM masih menggunakan banyak alum. Alum merupakan bahan kimia yang dicampurkan ke dalam air untuk mengikat polutan yang kemudian diendapkan dengan proses sedimentasi. Penggunaan alum disesuaikan dengan kadar polutan yang akan dihilangkan. Semakin tinggi kadar polutan, maka semakin banyak jumlah alum yang digunakan. Penggunaan alum berlebih, akan berdampak pada peningkatan tarif air. Selain itu, sifat karsinogenik pada kristal-kristal alum juga terbawa dalam sistem distribusi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengolahan pendahuluan untuk membantu kinerja IPAM dengan memanfaatkan filtrasi tanah alami. Proses filtrasi alami sangat dipengaruhi sifat fisik tanah. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan porositas yang sangat berpengaruh pada proses filtrasi dengan sifat fisik tanah. Metode analisis menggunakan persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan, pada porositas kecil maka specific gravity setiap satuan volume akan bertambah, dan pada sebaran partikel menuju ke arah sand, akan menghasilkan kelembaban kecil, sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai acuan pengaplikasian infiltration gallery. Hasil kesimpulan adalah Kabupataen mojokerto dan Sidoarjo memiliki Sg > 2,6 sehingga cocok untuk aplikasi infiltration gallery, dengan rata-rata nilai Sg 2,551, dan hasil regresi linier menunjukkan bahwa porositas dan Sg memiliki hubungan yang saling mempengaruhi sebesar 0,950.
Pemanfaatan Bioslurry Dari Digester Biogas Menjadi Pupuk Organik Cair Fadilah, Hana Faizah; Kusuma, Maritha Nilam; Afrianisa, Rodu Dhuha
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.121 KB)

Abstract

Kotoran ternak merupakan salah satu limbah peternakan yang masih belum maksimal pemanfaatannya. Hasil survey menunjukkan sapi di daerah Wonosalam Jombang sebanyak ± 1.200 ekor dan setiap harinya menghasilkan 5 kg kotoran per ekor sapi. Limbah kotoran yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai biogas. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memanfaatkan bioslurry menjadi pupuk organik cair dari kadar Corganik, N, P dan K yang dihasilkan dengan standar  baku mutu pupuk organik cair menurut Peraturan Menteri Pertanian (PERMENTAN) No. 70/permentan/SR.140/10/2011. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan variasi penambahan urin sapi, air, kulit pisang dan batang pisang. Fermentasi dilakukan selama 21 hari dengan pengecekan rutin parameter suhu, pH dan warna pada hari ke-0, ke-5, ke-10, ke-15 dan ke-20. Reaktor yang digunakan sebanyak enam reaktor fermentasi, reaktor 1 sampai 3 menggunakan campuran bioslurry dengan urin sapi dan reaktor 4 sampai 6 dengan menggunakan campuran Bioslurry dengan air. Dengan komposisi bioslurry sebesar 2 liter, 3,5 liter dan 8 liter. Komposisi urin sapi dan air masing-masing sebesar 14 liter, 12,5 liter dan 8 liter. Kandungan unsur hara makro terbaik dalam pupuk organik cair dari bioslurry menunjukkan komposisi hasil fermentasi 3.5 liter bioslurry, 12.5 liter urin sapi dan bahan campuran (kulit pisang, batang pisang dan molasse) dengan nilai C-organik sebesar 8,37 %, N sebesar 0,56 %, P sebesar 3,86 % dan K sebesar 0,59 %.
ANALISIS TINGKAT TOKSISITAS LIMBAH PEWARNAAN JEANS MENGGUNAKAN IKAN NILA (ORECHROMIS NILOTICUS) Caroline, Jenny; Handriyono, Rachmanu Eko; Ximenes, Sonia S.; Kusuma, Maritha Nilam
Journal of Research and Technology Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeans dyeing is one of the large or small scale industries that produces liquid waste from the coloring process. Liquid waste that enters the water body will cause environmental pollution. It is necessary to study or test about the nature and characteristics of jeans dye wastewater. One of the tests that can be done is the toxicity test that refers to USEPA (2000) and OECD (2004) standards. Tests carried out by entering the concentration of certain wastewater in 5 (five) reactors with tilapia fish (Oreochromis niloticus) biota. Conducted preliminary research that is the 7 day acclimation process and 1 day range finding test. Running process carried out for 96 hours for fish 5 cm. Analysis was carried out every 24th, 48th, 72th and 96th hour for analysis of temperature, pH, DO, and mortality. Heavy metal (Cr) analysis is carried out in fish bodies and wastewater at each concentration. The initial characteristics of jeans stained liquid waste for pH: 7, temperature: 30, 7ºC, DO: 8.5 mg / l, TSS: 1040.0 mg / l; BOD: 137 mg / l; COD: 484.8 mg / l and Total chrome: 3.079 mg / l. The level of LC50 toxicity concentration in tilapia fish  fish 5 cm size of 12.59% results obtained from the calculation of probit with excel software. The content of chromtotal (Cr) contained in the test biota for 96 hours ranged from 1.03 l / kg to 1.93 l / kg.
KAJIAN POTENSI GAS RUMAH KACA DARI SEKTOR SAMPAH DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH (TPA) RANDEGAN, KOTA MOJOKERTO Rini, Titien Setiyo; Kusuma, Maritha Nilam; Pratiknyo, Yuwono Budi; Purwaningrum, Sri Wulan
Journal of Research and Technology Vol. 6 No. 1 (2020): JRT Volume 6 No 1 Jun 2020
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.542 KB)

Abstract

The final disposal of waste generation is a major environmental challenge in urban areas, especially in developing countries. Waste generation in developing countries will continue to grow as seen from the economic growth and changes in the consumptive patterns of the people, where current lifestyles and activities produce quantity of waste quickly. Waste is not only produced from households, but also from public facilities, such as school, institution, health, offices, markets, hotels, restaurants, and industries which later contribute to the generation of waste in the landfill. Waste management activities in landfills can produce various kinds of greenhouse gas emissions. This study aimed to determine the potential for greenhouse gas emissions from the rate of waste generation in Randegan TPA, Mojokerto City according to the parameters of the waste composition. Based on the research results, it was known that emissions generated from household waste amounted to 1.35 Gg CH4 and 3.72 Gg CO2, while non-domestic waste is 0.264 Gg CH4 and 0.728 Gg CO2.
PENENTUAN NILAI KONDUKTIVITAS HIDROLIK TANAH PADA T50 UNTUK PENEJERNIHAN AIR PADA APLIKASI INFILTRATION GALLERY DI SURABAYA Kusuma, Maritha Nilam; Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.252 KB)

Abstract

Sistem penjernihan air dengan metode infiltration gallery belum dilakukan di Indonesia, akan tetapi di Negara Eropa sangat umum digunakan, karena mekanisme prosesnya yang sangat alami. Dimana terjadi proses purifikasi fisik dan biologis di dalam tanah sehingga polutan organik dan anorganik dapat dihilangkan. Metode ini dapat menekan konsumsi tawas dan energi, sehingga biaya per meter kubik air menjadi lebih murah. Hal-hal yang perlu dianalisis dalam penelitian pendahuluan ini adalah tingkat permebilitas tanah yang ditunjukkan dengan nilai konduktivitas hidrolik. Penelitian menggunakan metode sistem sampling undisturb tanah yang kemudian dianalisis nilai konduktivitasnya dengan Constant head Permeameter sesuai ASTM D 2434-68 SNI 03 - 6871 tahun 2002. Sampel tanah diambil dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Lumajang, dan Mojokerto. Hasil yang didapatkan adalah nilai konduktivitas hidrolik dari tiap-tiap kedalaman pada masing-masing sampel tanah dari enam kota tersebut.