Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences)

ANALISIS ASAM AMINO NON ESENSIAL PADA KERANG BULU (Anadara antiquata) DI PERAIRAN PANTAI TIMUR SUMATERA UTARA aprillia, putri ayu; Sudibyo, Mufti
JURNAL BIOSAINS Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v5i1.12166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam amino non esensial pada kerang bulu (Anadara antiquata) pada umur dan lokasi yang berbeda, kondisi subtrat dan faktor fisika kimia perairan di pantai Timur Sumatera Utara. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode survey eksploratif.. Penentuan tempat pengambilan dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan fisika-kimia perairan di kedua lokasi, di Sialang Buah suhu 32,40C, salinitas 24,3‰, pH 8, kecerahan 20,9 cm, kedalaman 122,6 cm dan sedangkan di Tanjung Balai suhu 29,60C, salinitas 25,4 2‰, pH 7,4, kecerahan 33,9 cm, kedalaman 208,4 cm. Terdapat perbedaan subtrat di kedua lokasi, subtrat Sialang Buah liat berpasir dan subtract Tanjung Balai liat. Hasil nilai asam amino non esensial pada kerang bulu (Anadara antiquata) nilai yang paling tinggi terdapat pada asam glutamat pada lokasi Tanjung Balai, pada garis pertumbuhan nilai pada kelas 30-33 pada kerang bulu (Anadara antiquata) 72056.42%, pada garis pertumbuhan 34-36 pada kerang bulu (Anadara antiquata) 63538.76%, dan kelas 37-39 pada kerang bulu (Anadara antiquata) 68605.10%. Dan nilai yang terendah terdapat pada Histidin pada lokasi Tanjung Balai.
JENIS KELAMIN HIU TUPAI (Chiloscyllium hasselti) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MORFOMETRI Laili, Nurlaini; Sudibyo, Mufti
JURNAL BIOSAINS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i2.7582

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan morfologi dan morfometri Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) jantan dan betina serta mengetahui  faktor yang berkontribusi terhadap panjang total tubuh Hiu Tupai Jantan dan Betina. Sampel penelitian di ambil dari Pusat Pasar Ikan di Jl. Cemara Sampali Medan. Sampel Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) yang diamati diambil sebanyak 35 jantan dan 35 betina. Karakter morfologi diperoleh dengan cara mengamati seluruh bagian tubuh antara jantan dan betina. Analisis statistik untuk membedakan antara jantan dengan betina menggunakan uji t, sedangkan untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap panjang total menggunakan analisis regresi berganda metode stepwise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) jantan dan betina berbeda pada bagian kepala (betina memiliki bentuk kepala dengan ujung membulat sedangkan jantan meruncing) dan organ reproduksi (jantan memiliki klasper sedangkan betina memiliki kloaka). Berdasarkan hasil uji t diketahui terdapat 12 perbedaan karakter morfometri Hiu Tupai (Chiloscyllium hasselti) jantan dan betina. Secara morfometri karakter yang paling tinggi kontribusinya terhadap panjang total tubuh jantan yaitu panjang moncong hingga sebelum sirip dorsal pertama (X2) 97,3%, panjang standard (X1) 98,3%, panjang klasper (X20) 99,1%, jarak antara sirip dorsal pertama dan kedua (X8) 99,3%, dan panjang ekor (X18) 99,5% dan panjang moncong hingga  sebelum kepala (X5) 99,6%. Sedangkan pada Hiu betina karakter morfometri yang paling tinggi kontribusinya yaitu panjang standard (X1) 95,7%, panjang mulut (X14) 97,7 %, panjang ekor  98,6 %, jarak antara sirip dorsal pertama dan kedua (X8) 98,9%, panjang sirip anal (X19) 99,1 % serta panjang sirip perut (X11) 99,6 %. Kata kunci : Morfologi, Morfometri, Chiloscyllium hasselti, Jenis Kelamin.
Kajian Morfologi, Morfometri, dan Status Konservasi Hiu Yang Ditemukan Di Sumatera Bagian Utara Rahayu, Puput; Sudibyo, Mufti
JURNAL BIOSAINS Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i1.4011

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis morfologi, morfometri dan status konservasi hiu di Sumatera Bagian Utara. Sampel penelitian di ambil dari Pusat Pasar Ikan di  Jl. Cemara Sampali Medan. Tujuh sampel yang di temukan, empat di antaranya di analisis menggunakan regresi berganda  dengan metode stepwise. Parameter di ukur adalah jara atau panjang terukur terhadap panjang total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi ikan hiu yang di temukan dari jenis: Sphyrna lewini, Squalus megalops, Carcharinus melanopterus, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium punctatum,Triaenodon obesus, dan Hemigaleus microstoma. Secara morfometri ukuran jarak atau panjang yang memberikan besaran koefisien determinasi (r2) dan parameter yang menentukan  panjang terukur dengan panjang total pada hiu Sphyrna lewini yakni PGI 92%, PD2 97% dan PSE 97,7%, pada hiu Squalus megalops yang berkontribusi terhadap panjang total adalah  FL  92%, PPL 98%, PE 96%, PSD 98% dan PPS 99%.  Pada hiu Carcharinus melanopterus FL  98,3%, PPL 99,6%, dan PSD adalah 99%. Pada hiu Atelomycterus marmoratus PD2 89%, PP 93%, dan PSP 95%. Status konservasi dari hiu yang di temukan pada hiu Carcharinus melanopterus, Atelomycterus marmoratus, Chiloscyllium punctatum, Triaenodon obesus adalah hampir terancam (NT), Squalus megalops adalah minim informasi (DD), Hemigaleus  microstoma adalah rawan (VU) dan Sphyrna lewini adalah terancam (EN).   Kata kunci : Morfologi, morfometri, konservasi
PENDEKATAN MORFOMETRI, MORFOLOGI, JENIS KELAMIN TUKA Zulfahmi, Zulfahmi; Sudibyo, Mufti
JURNAL BIOSAINS Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v3i1.7371

Abstract

Tuka memiliki nilai ekonomi yang tinggi terutama pada bagian badan yang melebar dan sepasang sirip dada yang menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi, morfometri dan status konservasi Tuka di Sumatera Bagian Utara. Sampel penelitian diambil dari Pusat Pasar Ikan di Jl. Cemara No. 1 Sampali Medan. Terdapat 2 sampel yang ditemukan, diantaranya dianalisis menggunakan regresi berganda dengan metode stepwise. Parameter yang diukur adalah panjang diskus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara morfologi, Ikan Tuka yang ditemukan adalah dari jenis Okamejei cf boesemani, Dipturus sp. Secara morfometri, ukuran panjang atau jarak yang memberikan kontribusi terhadap panjang diskus adalah panjang jarak interorbital (X2) (r= 0,573), interpace celah insang pertama (X12) (r= 0,671), interorbital (X5) (r= 0,276), jarak prenarial (X7) (r=0,756), serta jarak prenarial (X9) (r=0,785). Status konservasi dari kedua spesies tuka  yang diperoleh adalah Okamejei cf boesemani dan Dipturus sp termasuk dalam status Dalam Daftar Merah IUCN: Belum dievaluasi (NE) Kata Kunci : Tuka, Sirip, Dada, Kepala, Konservasi