Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAYA KOMUNIKASI DALAM KOMUNIKASI PASANGAN ETNIS CAMPUR DI PONDOK CINA-DEPOK JAWA BARAT Simamora, Santa Lorita
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2017): Vol. 8, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.394 KB) | DOI: 10.31294/jkom.v8i1.2264

Abstract

Ethnography of Communication couples ethnic mix in Pondok China, Depok is the theme of research that aims to know the communication behavior of married couples ethnic mix in certain contexts, namely local ethnic and immigrant which each carry a different culture. Individuals married couples ethnic mix has the interpersonal relationships that are typical in a domestic life couples ethnic mix, has a lot of contexts, among others, dialects and attitude adjustment when communicating. Besides cultural pattern appears in every language, communication style in communication activities and communication behavior in accordance with the adopted individual cultural patterns. Every culture has its own communication style. Culture and communication are inseparable This difference is often one of the issues when related to household communications couples ethnic mix. So in this study researchers used ethnographic methods to examine the communication in the communication style of communication activities ethnically mixed couples in Pondok Cina in various contexts. The study was conducted with participant observation throughout the period of twenty-four months to ten couples ethnic immigrants from Aceh (Bireuen Lokhsemawe), Batak Mandailing, Central Java, Sunda, and Padang who has a husband / wife natives Kampung Bojong alias Pondok Cina, Depok, West Java. One study found that the results of studies showing that the communication ethnically mixed couples where they settle and live in a village area that is Pondok Cina partner, Depok. Ethnic immigrants represent adjustments communication styles in local ethnic couples. But seen also that dialect as a partner of cultural identity ethnic immigrants did not disappear entirely.  Keywords: Communication ethnically mixed couples, communication style ,, ethnography of communication.
GAYA KOMUNIKASI DALAM KOMUNIKASI PASANGAN ETNIS CAMPUR DI PONDOK CINA-DEPOK JAWA BARAT Simamora, Santa Lorita
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.042 KB)

Abstract

Etnografi Komunikasi pasangan suami istri etnis campur di Pondok Cina, Kota Depok adalah tema penelitian yang bertujuan mengetahui perilaku komunikasi pasangan suami istri etnis campur pada konteks tertentu, yaitu etnis setempat dan pendatang di mana masing-masing membawa budaya yang berbeda.Individu suami istri pasangan etnis campur memiliki hubungan antarpribadi yang khas dalam sebuah mahligai kehidupan rumah tangga pasangan etnis campur, memiliki banyak konteks antara lain, penyesuaian dialek dan sikap ketika berkomunikasi. Selain itu budaya tampak dalam setiap pola bahasa, gaya komunikasi dalam kegiatan komunikasi dan perilaku komunikasi sesuai dengan pola budaya yang dianut individu. Setiap budaya memiliki gaya komunikasi tersendiri. Budaya dan komunikasi tidak bisa dipisahkan Perbedaan ini yang sering menjadi salah satu masalah ketika berelasi dalam komunikasi rumah tangga pasangan etnis campur. Maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode etnografi komunikasi untuk menelaah gaya komunikasi dalam aktivitas komunikasi pasangan suami istri etnis campur di Pondok Cina di berbagai konteks.Penelitian dilakukan dengan observasi partisipan sepanjang kurun waktu dua puluh empat bulan kepada sepuluh pasangan etnis pendatang dari Aceh (Bireun, Lokhsemawe), Batak Mandailing, Jawa Tengah, Sunda, dan Padang yang memiliki suami/istri penduduk pribumi Kampung Bojong alias Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Kata Kunci : Komunikasi pasangan suami istri etnis campur, gaya komunikasi,, etnografi komunikasi. _____________________
PROSELYTIZER MOTIVATION AND AWARENESS WHO BE AWARE OF COMMUNICATION TECHNOLOGY IN THE BUILDING RELATIONS AND PREACH TO COMMUNITY Simamora, Santa Lorita
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8 No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.145 KB) | DOI: 10.31294/jkom.v8i2.3199

Abstract

Salah satu dampak terkuat dari globalisasi adalah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi. Karakteristik komunikasi teknologi bersifat interaktif dan dinamis. Itu membuat komunikasi teknologi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Salah satu perannya adalah dalam proses penyebaran khotbah agama. Informasi teknologi memungkinkan kita membuat jejaring yang luas. Jadi, ini memperkecil jarak antara pengirim pesan dan penerima. Selain itu, juga memungkinkan kita menyebarkan informasi ke banyak tempat secara langsung. Fokus dari penelitian ini adalah bagaimana menggunakan media sosial seperti facebook, whatsapp, Instagram, dan tv streaming sebagai media khotbah dan bagaimana membangun hubungan dengan peziarah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kemampuan dosen untuk menggunakan facebook, whatsapp, dan Instagram sebagai media pemberitaan dan membangun hubungan dengan para peziarahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivis, dan metode studi kasus. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan model kualitatif deskriptif oleh Miles dan Huberman yang mengacu pada analisis data induktif.Berdasarkan proses analisis, hasilnya menunjukkan bahwa khotbah melalui media sosial mampu menjangkau lebih banyak peziarah, meski berasal dari tempat yang berbeda dan belum pernah terpenuhi sebelumnya. Hasil lainnya adalah berkhotbah melalui media sosial juga bisa membangun hubungan yang cukup kuat antara dosen dan jamaah haji. Dari hasil ini, peneliti menyarankan kepada seluruh dosen untuk mulai menggunakan media sosial sebagai media pemberitaan.Kata kunci: Kesadaran, Motivasi, Teknologi Komunikasi, Media Sosial, Komunikasi Khotbah, Hubungan Pilgrim.
Bahasa dan Identitas Diri Ummahat Manhaj Salafushalihin dalam Komunikasi Kelompok Melalui Media Sosial Whatsapp (Studi kasus di kalangan kelompok Taklim Al-Itqan Pasar Minggu, Jakarta Selatan) Simamora, Santa Lorita; Andika, Dicky
J-IKA Vol 6, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.702 KB) | DOI: 10.31294/kom.v6i2.6136

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bahasa dan identitas diri ummahat manhaj salafushalihin dalam komunikasi kelompok melalui whatsapp di kalangan kelompok taklim Al-Itqan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Berkembangnya teknologi komunikasi turut memengaruhi cara sebuah kelompok kajian Islam Al-Itqan berkomunikasi. Kelompok Majelis Taklim berkomunikasi tidak hanya secara tatap muka saat kajian rutin sepekan sekali, namun juga melalui media sosial whatsapp. Whatsapp menjadi media kedua anggota majelis taklim dalam sharing ilmu, beropini , saling memberi kabar, bertukar pikir, diskusi tentang berbagai peristiwa ataupun informasi di luar kajian rutin dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami serta sadar atau tidak sadar identitas diri anggota grup whatsapp tampak melalui bahasa yang mereka gunakan. Oleh karena itu menjadi menarik mengkaji lebih dalam tentang bahasa yang digunakan kelompok kajian yang sudah memiliki cara memahami Islam sesuai Al-Qur’an dan Hadits tersebut dalam komunikasi kelompok melalui media sosial whatsapp. Subjek dalam penelitian ini ummahat anggota grup whatsapp kelompok taklim Al-Itqan. ditentukan berdasarkan tehnik purposive. Teori yang digunakan dalam penelitian sebagai landasan berpikir peneliti adalah Teori terkait bahasa dan identitas diri. Pendekatan penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dari Hubermas dengan melakukan reduksi dan kategorisasi terhadap hasil data yang dikumpulkan melalui pengamatan non partisipan dan wawancara mendalam kepada subjek penelitian. Data yang telah dikategorisasikan selanjutnya ditampilkan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian ini akan mendeskripsikan bahasa dan identitas diri ummahat kelompok taklim Al-Itqan.
Proselytizer Motivation and Awareness Who be Aware of Communication Technology in the Building Relations and Preach to Community Simamora, Santa Lorita
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Galaxy Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the strongest impact of globalization is the fast growing of communication technology. The characteristic of technology communication is interactive and dynamic. It makes technology communication has a crucial role in human’s life. One of its role is in the spreading process of religion preaching. Technology information allows us to make a wide networking. So, it minimizes distance among message sender and the receiver. Besides that, it also allows us to spread the information to a lot of places directly. Preaching is the activity to tell people about Islam. By the time, the method of preaching has been changing from traditional to be more modern by using technology. If traditional method still focuses on door to door preaching that is through mosques, modern method is more variation by combining door to door method and social media. It is because most Muslim in Indonesia has already used social media. The focus of this research is how to use social media such as facebook, whatsapp, instagram, and TV streaming as preaching media and how to build the relationship with the pilgrims.The goal of this research is to depict the lecturer’s ability to use facebook, whatsapp, and instagram as preaching media and build the relationship with his/her pilgrims.This research uses qualitative approach, constructivist paradigm, and case study method. The researcher collect the data through observation, deep interview, and documentation study. The collected data is analyzed using descriptive qualitative model by Miles and Huberman that referring to inductive data analysis.Based on the analysis process, the result shows that preaching through social media is able to reach more pilgrims, even though they come from different places and has not met before. Another result is preaching through social media is also can build a strong enough relation between the lecturer and his/ her pilgrims. From this result, the researcher suggests to all lecturer to start using social media as preaching media.