Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENANGANAN PREVENTIF TERHADAP ANCAMAN TANAH LONGSOR DI PERMUKIMAN BUKIT SELILI - SAMARINDA Hidayati, Zakiah; Noviana, Mafazah
Tesa Arsitektur, Journal of Architectural Discourses Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tes.v14i2.730

Abstract

Ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan semakin mengepung kawasan-kawasan permukiman di hampir seluruh Indonesia. Pun demikian yang terjadi pada masyarakat Samarinda di Bukit Selili Samarinda. Setelah mengalami longsor untuk ketiga kalinya, masyarakat Bukit Selili semakin waspada terhadap bencana longsor yang dapat terjadi sewaktu. Waktu Masyarakat Bukit Selili harus memikirkan tindakan untuk menghadapi ancaman bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi area rawan longsor dan menganalisis pola permukiman, pola vegetasi, pola jalan, utilitas bangunan & lingkungan di kawasan Bukit Selili untuk menghasilkan konsep preventif terhadap ancaman tanah longsor Metode yang diterapkan adalah studi kasus. Metode studi kasus mempelajari secara intensif kondisi permukiman Bukit Selili sekarang dengan bencana rawan longsor. Hal pertama yang diteliti adalah identifikasi area rawan longsor berdasar kejadian beberapa bencana longsor terakhir. Berdasar identifikasi area rawan longsor,kemudian dianalisis menggunakan kriteria pencegahan bencana, identifikasi tanah longsor, dan komponen permukiman. Penelitian difokuskan pada komponen permukiman (pola permukiman, pola vegetasi, pola jalan dan utilitas). Setiap komponen dari kriteriapermukiman dikerucutkan menjadi elemen-elemen indikator. Tahapan analisis menghasilkan konsep preventif berupa panduan-panduan struktur bangunan, utilitas, jalan, dan penanaman vegetasi. Diharapkan permukiman yang telah berumur lebih dari 100 tahun ini bisa dipertahankan terutama di area longsor rendah
Kajian Implementasi Desain Universal Pada Taman Samarendah Noviana, Mafazah; Hidayati, Zakiah
ARSITEKTURA Vol 18, No 1 (2020): ARSITEKTURA : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.243 KB) | DOI: 10.20961/arst.v18i1.37343

Abstract

City Parks in terms of social functions can be used as a place for social interaction, a means for sports, play and recreation. As a public facility, city parks must accommodate all groups of people, ranging from normal people, children, disabled people and the elderly. One way to provide facilities for all visitors is to apply universal design principles. Universal design aims to facilitate everyone's life through the creation of products, the built environment and communication to be used by as many people as possible and provide added value for everyone. The purpose of this study is to examine the implementation of universal design principles in Taman Samarendah.The location of the study was in Taman Samarendah, using a descriptive qualitative research method. Seven principles of universal design and Permen PUPR No.14/PRT/2017 becomes the guideline and standardization in this study. The results of this study indicate that Samarendah Park has not fully applied the universal design principles and accessibility standards. The most universal principles of design that are not applied are the principle of tolerance for error and the principle of low physical effort. The principle that is most widely applied is the size and space for approach.
PELATIHAN KREASI TAS GONI DARI LIMBAH PASAR UNTUK MENINGKATKAN NILAI EKONOMI PRODUK Zakiah Hidayati; Cisyulia Octavia Helikopta Simanjuntak
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 3 No 2 (2019): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.883 KB) | DOI: 10.37859/jpumri.v3i2.1449

Abstract

We are facing a lot of environmental issue right now. One of the environmental problem is household and industrial waste such as plastic. Plastic waste is becoming a widely recognised environmental problem. The government of Samarinda has been banned plastic bags in grocery stores in order to reduce plastic waste as determined by Mayor Regulation No. 8 of 2019. Lots of people are looking for reusable shopping bag. One of the alternative to plastic grocery bag is burlap bag. The traditional market sellers often sell their grain in burlap sacks and may be willing to give away the unusable sacks. Burlap is very useful and has many specific application, like grocery bag and pouch. Burlap grocery bag can be adorned with patch, embroidery and beads. The aim of community service is to teach housewives to design and apply patch onto the burlap grocery bag, as traditional market waste, in order to increase the value of product. The result of the class is : improved their skill in designing and creating patch on burlap bag. It is hoped that the class will support the potential of creativity industry by reusing the waste material.
PERENCANAAN POLIKLINIK JIWA DI SAMARINDA, PENEKANAN PADA ORGANISASI RUANG Thamrin, Nur Husniah; Hidayati, Zakiah; Lestari, Ayu
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 7 No 1 (2019): Volume 7, No. 1, Oktober 2019
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v7i1.12

Abstract

ABSTRACT The Mental Polyclinic in Samarinda is a health facility that focuses on mental disorders, namely schizophrenia. The purpose of this design is to realize a health facility for people with schizophrenia with adequate facilities and infrastructure. The design of the polyclinic that supports the concept of spatial planning is space organization to provide convenience for its users. Given that the facilities and infrastructure needed for sufferers of mental disorders are important, therefore space organizations need to be considered well so as not to endanger patients. The architectural style used is modern tropical architecture to support the concept of a therapeutic garden that will be used to support the recovery of patients. This design uses field observations and interviews to obtain data and information. So that a site location is obtained that is in accordance with the design of the Soul Polyclinic with a strategic site for the location of trade and services in Samarinda City. Keywords: Soul, polyclinic, space ABSTRAK Poliklinik Jiwa di Samarinda merupakan sebuah fasilitas kesehatan yang berfokus kepada gangguan jiwa yaitu skizofrenia. Adapun tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewujudkan sebuah fasilitas kesehatan bagi penderita skizofrenia dengan sarana dan prasarana yang memadai. Perancangan poliklinik yang mendukung konsep penyusunan ruang yaitu organisasi ruang untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Mengingat bahwa sarana dan prasarana yang dibutuhkan bagi penderita gangguan jiwa merupakan hal yang penting, maka dari itu organisasi ruang perlu diperhatikan dengan baik agar tidak membahayakan pasien. Gaya arsitektur yang digunakan yaitu arsitektur modern tropis untuk mendukung konsep taman terapeutik yang akan digunakan untuk mendukung kesembuhan pasien. Perancangan ini menggunakan observasi lapangan dan wawancara untuk mendapatkan data dan informasi. Sehingga diperoleh sebuah lokasi site yang sesuai dengan perancangan Poliklinik Jiwa dengan site yang strategis untuk lokasi perdagangan dan jasa di Kota Samarinda. Kata kunci : jiwa, poliklinik, ruang
PENERAPAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN DI SAMARINDA Kamban, Jumikha; Noviana, Mafazah; Hidayati, Zakiah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 8 No 1 (2020): Volume 8, No. 1, Oktober 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v8i1.76

Abstract

ABSTRAK Kekerasan merupakan tindakan yang sangat agresif dan pelanggaran seperti contohnya penyiksaan, pemukulan, pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan atau di maksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah penanganan yang lebih kepada korban kekerasan terlebih kepada anak-anak juga kepada perempuan, hal ini disebabkan karena mental terhadap korban cenderung dapat menyebabkan trauma akibat tindakan kekerasan yang bersifat secara fisik maupun psikis yang mereka alami. Maka dari itu dibutuhkan sebuah pusat rehabilitasi dengan konsep healing environment untuk korban kekerasan pada anak dan perempuan, yang dapat membantu proses penyembuhan baik secara fisik maupun psikis. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan konsep healing environment pada perancangan pusat rehabilitasi korban kekerasan anak dan peempuan di Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (applied research) yang menggunakan metode perancangan arsitektur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan perancangan fasilitas kesehatan dengan menggunakan pendekatan healing environment. Untuk memberikan rasa aman sebaiknya tempat rehabilitasi juga mendukung dari aspek-aspek lingkungan seperti media taman atau healing garden dan konsep bangunan yang berkaitan dengan alam sehingga dapat menjadi terciptanya sebuah healing environment, agar dapat membantu proses penyembuhan bagi pasien melalui indra manusia yang secara langsung dapat juga mempengaruhi psikologis pasien. ABSTRACT Violence is a very aggressive act and violations such as torture, beatings, rape and domestic violence that cause or are intended to cause suffering or hurt others. In this case, more handling is needed for victims of violence, especially for children as well as for women, this is because mentally towards victims tends to cause trauma due to physical and psychological violence that they experience. Therefore, we need a rehabilitation center with the concept of healing environment for victims of violence against children and women, who can help the healing process both physically and psychologically. The purpose of this study is to apply the concept of healing environment in the design of rehabilitation centers for victims of violence against children and women in Samarinda. This research is an applied research (applied research) that uses architectural design methods. The results of this study are expected to be a reference in planning and designing health facilities using a healing environment approach. To provide a sense of security, a rehabilitation place should also support aspects of the environment such as garden media or healing gardens and building concepts related to nature so that a healing environment can be created, so that it can help the healing process for patients through the human senses which can directly also affect the psychological of the patient.
KONSERVASI STRUKTUR DAN KONSTRUKSI RUMAH VERNAKULAR TERHADAP LINGKUNGAN RAWAN BANJIR DI TENGGARONG Hidayati, Zakiah; HS, Cisyulia Octavia
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 4 No 1 (2016): Volume 4, No.1, Oktober 2016
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kutai vernacular houses are proven to perform better than most modern houses in Tenggarong with respect to climatic change. Its adaptation is a continuing process including necessary changes as a response to social and environmental constraints. Unfortunately, Kutai vernacular houses are not far from becoming extinct due to maintenance issue, flood prone area, lack of awareness among the owner and less local government regulations. The research project aims to make conservation guideline of the Kutai vernacular house. The structure and construction of Kutai vernacular house is most frequently observed. We envisage that the research project will contribute the guidelines of conservation to any stakeholders. In conclusion, conservation guideline is based on available resources
EVALUASI KENYAMANAN TERMAL RUANG PERKULIAHAN GEDUNG ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA Noviana, Mafazah; Hidayati, Zakiah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 3 No 1 (2015): Volume 3, No.1, Oktober 2015
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan lingkungan termal yang nyaman bagi manusia yang berada di dalamnya merupakan hal yang penting, karena dapat mempengaruhi sikap dan kinerja dari individu bahkan keselaman individu tersebut. Oleh karena itu studi terhadap kenyamanan termal dengan objek ruang perkuliahan dan penggunanya ini sangat penting dilakukan, untuk mengetahui tingkat kenyamanan sebagian besar pengguna dalam hal ini mahasiswa yang berada dalam ruangan, sehingga dapat diperoleh rekomendasi perbaikan ruang perkuliahan yang nyaman dalam mendukung proses belajar yang lebih baik. Program Studi Arsitektur merupakan salah satu program studi yang ada di Jurusan Desain Politeknik Negeri Samarinda. Sejak tahun 2014 Program Studi Arsitektur telah melaksanakan kegiatan belajarmengajar di gedung sendiri, yang terdiri dari 3 lantai. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Metode kualitatif yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek sesuai dengan kenyataan melalui pengamatan (observasi). Metode kuantitatif yang digunakan berupa pendekatan dengan menggunakan alatukur dan mengolah hasil pengukuran tersebut ke dalam grafik untuk mengetahui kenyamanan termal ruang. Lokasi penelitian yaitu 6 ruang perkuliahan di Gedung Arsitektur POLNES. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi termal di beberapa ruang kuliah belum memenuhi standar kenyamanan sehingga perlu dilakukan upaya pengkondisian udara.
KORELASI AKSES PERUMAHAN DAN KRIMINALITAS DI PERUMAHAN KOTA SAMARINDA Hidayati, Zakiah; Noviana, Mafazah
JURNAL KREATIF: DESAIN PRODUK INDUSTRI DAN ARSITEKTUR Vol 1 No 1 (2013): Volume 1, No.1, Oktober 2013
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research proposes to examine the correlation between access of housing and crime in Samarinda. The findings of this research: the most associated with access of housing to crime was form of access (direct and indirect access from main entrance of housing to a house) and the depths of space (topological distance). Direct access and shorter distance increased crime. While form of access(direct/indirect access) from main street to a house didn’t influenced crime significantly. Less correlated factors were open access (mostly found on housing and zones access). Keywords: access, crime, housingPenelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara faktor akses dengan kriminalitas di perumahan di kota Samarinda. Hasil penelitian adalah faktor akses yang paling berhubungan dengan kriminalitas adalah bentuk hubungan akses dan kedalaman ruang. Hubungan akses langsung dari rumah menuju entrance keluar masuk perumnas akan meningkatkan kerawanan kriminalitas dibandingkan dengan akses tidak langsung. Semakin dangkal kedalaman ruang dari akses keluar masuk perumnas menuju rumah maka semakin meningkatkan angka kriminalitas.Sedangkanbentuk pencapaian (langsung/tidak langsung) antara rumah dengan jalan utama (bukan akses utama) adalah faktor yang sedikit berhubungan dengan kriminalitas (pencurian). Artinya bahwa rumah berpagar tertutup atau tidak berpagar memiliki sedikit hubungan dengan faktor kriminalitas. Hal yang tidak berhubungan mengenai variabel akses adalah bentuk akses yang terbuka ke Perumnas Air Putih dan zona 1-4. Tidak ditemukan kaitan antara keseragaman bentuk akses ini dengan pola sebaran kriminalitas.