Darmojo, Kuntadi Wasi
Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BATIK DAN KERIS SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN MUATAN LOKALPENDIDIKAN BERKARAKTER PADAANAK USIADINI ( PAUD ) Darmojo, Kuntadi Wasi; Yuwono, Basuki Teguh; Marwati, Sri
Abdi Seni Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Abdi Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.487 KB)

Abstract

Abstrak Pendidikan dan pelatihan dari PPM ini, memiliki tujuan untuk mengenalkan batik dan keris di Yayasan Pendidikan Uwais Al Qorni KB dan TKAlam Terpadu Uwais Al Qorni : Sumber Nayu Rt 7/12 Kadipiro Surakarta. Target yang ingin dicapai adalahmampu memberi pengetahuan dan ketrampilan tingkat dasar tentang batik dankeris kepada guru-guru TK, untuk dikembangkan menjadimodel pendidikanberkarakter pada pendidikan anak usia dini ( PAUD ), harapan kedepan model pembelajaran pendidikan berkarakter, dapat diteruskandandiaplikasikan di sekolahlainnya melalui Ikatan Guru RadiatulAnfal Surakarta.Metode yang digunakan untuk mencapai target tersebut adalah : ( 1 ) Kegiatan pengenalan dan pelatihan yang mengedepankan kebersamaan tanpa membedakan antara peserta dan fasilitator serta penggunaan media dan modelpelatihan yang efektif dan efisien, serta dapat diterima oleh peserta pelatihan yaitu para guru. ( 2 ) Pendampingan aplikasinya pada anak-anak usia dini dengan pemilihan dan penggunaan media yang sesuai bagi anak-anak melalui media ajar tentang batik dan keris yang berbasis IT. Strategi lain adalah menggunakanpendekatanpersonal, agar peserta dapat menerima dan mampu menerapkanmateripelatihan dengan baik. Peranserta dari lembaga Yayasan Pendidikan Uwais Al Qorni dan Sekolah KB-TKAlam Terpadu Surakarta adalah menyeleksidan memberimotivasi peserta untuk dapat mengikutipelatihan dari awal hingga selesai agar dapat mengerti sekaligus menerapkan semua materi yang diajarkan kepada PAUD.Tindak lanjut dari pelatihan ini, adalah adanya model pembelajaran pendidikan berkarakter yang dapat diteruskan dan diaplikasikan di sekolah lainnya melalui Ikatan Guru RadiatulAnfal Surakarta. Kata kunci: batik, keris, pendidikan berkarakter , PAUD Al Qorni. Abstract The purpose of education and training from Community Service Program was to introduce batik and keris at Yayasan Pendidikan Uwais Al Qorni, Alam Terpadu Playgroup and Kindergarten Al Qorni: Sumber, Nayu Rt 7/12 Kadipiro Surakarta. The aim was to provide basic knowledge and skill about batik and keris to kindergarten teachers, to be developed into model of character building   in early childhood education (PAUD). Hopefully, this character building learning model could be forwarded and be applied in other schools through Radhlatul Athfal Teachers Association Surakarta. The methods used to achieve these targets were: (1) Introducing and training activities that promoted togetherness without separating the participants and facilitators using effective and efficient medias and training models, which were considered acceptable to teacher trainees. (2) Gave assistance in applying to children of early age by selecting and using appropriate media for children through teaching media about batik and keris based on information technology. Another strategy was to use personal approach, so participants could receive and be able to apply the training materials well. The participation of Yayasan Pendidikan Al Qorni and Alam Terpadu Playgroup & Kindergarten Surakarta was to select and motivate the participants to join the complete training in order to understand and apply all the materials taught to PAUD. The follow up of this training was educational model of character building that could be forwarded and be applied in other schools through of Radhlatul Athfal Teachers Association Surakarta. Keywords: batik, keris, character building, PAUD Al Qomi.
RAGAM BENTUK PENDHOK KERIS GAYA SURAKARTA Darmojo, Kuntadi Wasi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.567 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v20i1.383

Abstract

Pendhok merupakan salah satu bagian elemen perabot keris yang selalu melekat pada warangka atau sarung keris. Fungsi utama pendhok adalah sebagai pembungkus gandar untuk melindungi bilah keris. Pendhok keris gaya Surakarta sebagian besar memiliki bentuk dengan penerapan ragam hias yang cukup bervariatif, dimana konsep dasar ragam hias adalah memiliki fungsi keindahan sehingga pendhok tersebut ketika diterapkan pada warangka akan menambah daya tarik karena menjadi indah dalam melengkapi tampilan keris secara utuh. Namun, pendhok keris juga memiliki fungsi lain yaitu fungsi simbolik dan sosial.Metode tulisan ini adalah mempergunakan metode analisis interaktif, dimana analisis data yang dipergunakan untuk mengurai permasalahan terkait keberadaan pendhok keris.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KRIYA LOGAM DI DESA TUMANG CEPOGO BOYOLALI Sudarwanto, Aan; Darmojo, Kuntadi Wasi
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 7, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.796 KB) | DOI: 10.24821/corak.v7i1.2647

Abstract

This article is the result of community service, taking the theme of the Development of Metal Craft Industry. The aim is to increase the competitiveness of the metal craft industry in the village of Tumang Cepogo Boyolali. With a focus on handling product quality and production speed so that they can compete as export products. The method or approach used in the development of the metal craft industry includes training education with lecture, interactive, guidance and mentoring techniques. Then the design and application supervision was carried out as well as the provision of appropriate technology equipment stimulation to solve production problems. The main problem of SMEs especially metal craft in Tumang village is the use of simple tools, which is one of the reasons why handicraft products cannot meet market demand in a short time. So we need a strategy on how to solve these problems. Besides that, there are many other problems that need handling as a form of development strategy. Among them are handling raw material problems, design, production tools, promotion strategies, marketing and management of human resources. The focus of this empowerment activity is more directed at aspects of improving the quality of metal handicraft production which includes strengthening production systems, strengthening human resources, utilizing appropriate technology use, design, design and product branding which ultimately lead to the export of metal craft products. Keywords: Empowerment, metal crafts, quality  Artikel yang merupakan hasil pengabdian pada masyarakat ini, mengambil tema Pengembangan Industri Kriya Logam. Adapun tujuannya untuk meningkatkan daya saing industri kriya logam yang berada di desa Tumang Cepogo Boyolali. Dengan menitikberatkan pada penanganan kualitas produk dan kecepatan produksi sehingga mampu bersaing sebagai produk ekspor.  Metode atau pendekatan yang digunakan di dalam pengembangan industri kriya logam ini  antara lain menggunakan pendidikan pelatihan dengan teknik  ceramah,  interaktif, bimbingan dan  pendampingan. Kemudian dilakukan supervisi  desain dan aplikasinya serta pemberian stimulasi  peralatan teknologi tepat guna untuk memecahkan persoalan produksi. Problem utama UKM khususnya kriya logam di desa Tumang adalah penggunaan alat yang sederhana, merupakan salah satu sebab mengapa produk kriya tidak bisa memenuhi permintaan pasar dalam waktu yang singkat. Sehingga diperlukan strategi bagaimana memecahkan permasalahan tersebut. Disamping itu banyak permasalahan-permasalahan lain yang diperlukan penanganan sebagai bentuk strategi pengembangan. Diantaranya penanganan permasalahan bahan baku, desain, alat produksi, strategi promosi, pemasaran dan pengelolaan sumber daya  manusia.Fokus dari kegiatan pemberdayaan ini lebih diarahkan pada pada aspek peningkatan kualitas produksi Kerajinan logam  yang meliputi penguatan sistem produksi, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi tepat guna, perancangan desain, dan branding produk yang akhirnya bermuara pada eksport hasil produk kerajinan logam. Kata kunci : Pemberdayaan, kriya logam, kualitas