Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN POROSITAS DENGAN SIFAT FISIK TANAH PADA INFILTRATION GALLERY Kusuma, Maritha Nilam; Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.248 KB)

Abstract

Air baku Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) masih mengunakan air sungai dengan potensi mengandung polutan. Oleh karena itu,IPAM masih menggunakan banyak alum. Alum merupakan bahan kimia yang dicampurkan ke dalam air untuk mengikat polutan yang kemudian diendapkan dengan proses sedimentasi. Penggunaan alum disesuaikan dengan kadar polutan yang akan dihilangkan. Semakin tinggi kadar polutan, maka semakin banyak jumlah alum yang digunakan. Penggunaan alum berlebih, akan berdampak pada peningkatan tarif air. Selain itu, sifat karsinogenik pada kristal-kristal alum juga terbawa dalam sistem distribusi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengolahan pendahuluan untuk membantu kinerja IPAM dengan memanfaatkan filtrasi tanah alami. Proses filtrasi alami sangat dipengaruhi sifat fisik tanah. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan porositas yang sangat berpengaruh pada proses filtrasi dengan sifat fisik tanah. Metode analisis menggunakan persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan, pada porositas kecil maka specific gravity setiap satuan volume akan bertambah, dan pada sebaran partikel menuju ke arah sand, akan menghasilkan kelembaban kecil, sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai acuan pengaplikasian infiltration gallery. Hasil kesimpulan adalah Kabupataen mojokerto dan Sidoarjo memiliki Sg > 2,6 sehingga cocok untuk aplikasi infiltration gallery, dengan rata-rata nilai Sg 2,551, dan hasil regresi linier menunjukkan bahwa porositas dan Sg memiliki hubungan yang saling mempengaruhi sebesar 0,950.
An approach to identify soil types by using hydraulic conductivity values Kusuma, Maritha Nilam; Hadi, Wahyono; Wirjodirdjo, Budisantoso; Yulfiah, Yulfiah
Sustinere: Journal of Environment and Sustainability Vol 2 No 1 (2018): pp 1 - 64 (April 2018)
Publisher : Centre for Science and Technology, IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.084 KB) | DOI: 10.22515/sustinere.jes.v2i1.31

Abstract

Water treatment in Indonesia still uses coagulant to reduce the contaminant. Therefore, an infiltration gallery is required as the pre-treatment before conventional water treatment conducted. Infiltration gallery is a natural technology for absorbing or filtrating the contaminant. The hydraulic conductivity plays the main role in soil filtration. There are many types of soil with different hydraulic conductivities. In infiltration gallery method it is important to identify the hydraulic conductivity value as the preliminary analysis because it is the important indicator to show the ability of soil to flow the water from one side to other sides when filtrating the contaminant. The slower the conductivity is, the better the quality of the water will be. The method used in this study was the Constant head Permeameter. The result of this study shows that the same type of soil type has different hydraulic conductivities.
MEMPERSIAPKAN USAHA KECIL MENENGAH MENUJU INDUSTRI HIJAU Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.263 KB)

Abstract

Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor. 05/M-IND/PER/1/2011 tentang Program Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau, mengamanahkan kepada seluruh komponen masyarakat untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar mampu meraih penghargaan yang telah disiapkan. Terkait hal tersebut, dengan dukungan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah Kota Surabaya (DISPERDAGIN) telah dilaksanakan kegiatan kajian potensi Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk dipersiapkan menuju Industri Hijau. Aktifitas utama dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah (a) penetapan 5 (lima) UKM di Surabaya yang menjadi obyek kajian, (b) mengumpulkan data potensi UKM tersebut berdasarkan kriteria Industri Hijau, (c) melakukan analisis terhadap temuan lapangan sebagai bahan merumuskan rekomendasi terkait upaya menuju pemenuhan kriteria Industri Hijau, dan (d) mendiskusikan sejumlah rekomendasi dengan kelima UKM, dengan didampingi tim DISPERDAGIN, sebagai langkah awal implementasi atas rekomendasi yang diberikan.
EVALUASI PEMILIHAN SPESIES POHON PENGENDALI POLUSI UDARA PABRIK SEMEN (Evaluation of Trees Species in Control of Air Pollution of Cement Factor) Azzahro, Fiona; Yulfiah, Yulfiah
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): ENVIROSAN Juni 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.18 KB) | DOI: 10.31848/ejtl.v2i1.259

Abstract

The rapid development of the country in Indonesia, especially in the fields of industry and technology, is inseparable from the problem of air pollution, especially in the environment, namely pollutant gas and dust. Air pollution needs to be environmentally friendly by increasing the amount of vegetation or reforestation by planting tree species that have the ability to grow and absorb pollutant gases and absorb dust particles in polluted environmental conditions. The study uses descriptive analysis by assessing tree elements macroscopically to select the appropriate tree species and can be recommended as an absorber of gas pollutants and dust absorbers based on tree suitability scoring. The results showed that of 7 (seven) dominant tree species identified, there were 3 (three) dominant tree species that were very suitable, 3 (three) dominant tree species were suitable, and only 1 (one) dominant tree species were not suitable for air pollutant gas. Whereas the evaluation of the function of dust particle absorption shows that all dominant tree species studied have the appropriate criteria in absorbing dust with the acquisition of 65% -75% evaluation value.
PENGUKURAN TINGKAT IMPLEMENTASI REKOMENDASI HASIL KAJIAN KINERJA LINGKUNGAN PADA LIMA UKM DI SURABAYA Yulfiah, Yulfiah
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol 4 No 2 (2019): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.504 KB) | DOI: 10.29080/alard.v4i2.483

Abstract

Actually Small Medium Enterprises (SMEs) in the city of Surabaya give negative contributions to the environment. Related to this, two studies have been conducted to help overcome the negative impact. The first stage of the study was analyzed environmental performance of SMEs in Surabaya. As a result of the study, recommendations for activities for SMEs have been formulated to be more pro-environment. The next phase of the second phase of the research, which consists of the level of implementation of the assessment that has been given, the results that can be done regarding the discussion carried out. The results of the second phase of research that discusses the level of implementation of the assessment given to SMEs varies from 50-90%. Thus, SME awareness to make its company a Pro Environment company still has to improve. The formulation of an educational model for SMEs is needed, so that the environmental performance carried out is not limited to passing legislation. Moreover, the performance of the environment implemented by the company is approved, because it provides a larger company and environmental sustainability.  
PENENTUAN HASIL EVALUASI PEMILIHAN SPESIES POHON DALAM PENGENDALIAN POLUSI UDARA PABRIK SEMEN BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI Fiona Azzahro; Yulfiah; Anjarwati
Journal of Research and Technology Vol. 5 No. 2 (2019): JRT Volume 5 No 2 Des 2019
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.258 KB)

Abstract

The rapid development of the country in Indonesia, especially in the fields of industry and technology, is inseparable from the problem of air pollution, especially in the environment, namely pollutant gas and dust. Air pollution needs to be environmentallyfriendly by increasing the amount of vegetation or reforestation by planting tree species that have the ability to grow and absorb pollutant gases and absorb dust particles in polluted environmental conditions. The study uses descriptive analysis by assessing tree elements macroscopically to select the appropriate tree species and can be recommended as an absorber of gas pollutants and dust absorbers based on tree suitability scoring. The results showed that of 7 (seven) dominant tree species identified, there were 3 (three) dominant tree species that were very suitable, 3 (three) dominant tree species were suitable, and only 1 (one) dominant tree species were not suitable for air pollutant gas. Whereas the evaluation of the function of dust particle absorptionshows that all dominant tree species studied have the appropriate criteria in absorbing dust with the acquisition of 65% -75% evaluation value. Keywords: Dust, Pollutant, Tree.
PENENTUAN NILAI KONDUKTIVITAS HIDROLIK TANAH PADA T50 UNTUK PENEJERNIHAN AIR PADA APLIKASI INFILTRATION GALLERY DI SURABAYA Kusuma, Maritha Nilam; Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.252 KB)

Abstract

Sistem penjernihan air dengan metode infiltration gallery belum dilakukan di Indonesia, akan tetapi di Negara Eropa sangat umum digunakan, karena mekanisme prosesnya yang sangat alami. Dimana terjadi proses purifikasi fisik dan biologis di dalam tanah sehingga polutan organik dan anorganik dapat dihilangkan. Metode ini dapat menekan konsumsi tawas dan energi, sehingga biaya per meter kubik air menjadi lebih murah. Hal-hal yang perlu dianalisis dalam penelitian pendahuluan ini adalah tingkat permebilitas tanah yang ditunjukkan dengan nilai konduktivitas hidrolik. Penelitian menggunakan metode sistem sampling undisturb tanah yang kemudian dianalisis nilai konduktivitasnya dengan Constant head Permeameter sesuai ASTM D 2434-68 SNI 03 - 6871 tahun 2002. Sampel tanah diambil dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Lumajang, dan Mojokerto. Hasil yang didapatkan adalah nilai konduktivitas hidrolik dari tiap-tiap kedalaman pada masing-masing sampel tanah dari enam kota tersebut.
PEMETAAN KESADAHAN AIRTANAH DI KABUPATEN BANGKALAN Solossa, Herce Farida; Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1263.304 KB)

Abstract

Kesadahan airtanah bisa berdampak kurang baik pada kesehatan manusia, jika konsentrasinya melampaui batas standar maksimum yang dipersyaratkan. Sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak buruk kesadahan airtanah, maka dilakukan pemetaan tingkat kesadahan airtanah di Kabupaten Bangkalan agar secara visual dapat diketahui sebarannya. Airtanah di daerah penelitian dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air minum. Sampel kualitas airtanah diperoleh dari sumur dangkal dengan kedalaman tidak lebih dari 20 m. Sampel berjumlah 18 dan dikumpulkan pada musim kemarau. Data kualitas airtanah menjadi acuan pembuatan peta sebaran kesadahan airtanah. Hasil pemetaan memperlihatkan bahwa, airtanah di daerah penelitian sebagian besar masih layak dikonsumsi, khususnya di Kecamatan Geger, Kokop, dan Konang. Kesimpulan ini didukung sebaran kualitas airtanah berdasarkan sejumlah parameter yang diujikan pada penelitian penulis pada kesempatan berbeda. Sebaran kesadahan airtanah dipengaruhi oleh faktor geologi, yaitu struktur geologi, stratigrafi, produktifitas akuifer, dan kawasan karts.
PERUMUSAN STRATEGI PEMULIHAN KALI SURABAYA BERBASIS PERAN SERTA MASYARAKAT Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.936 KB)

Abstract

Kali Surabaya sebagai salah satu Sub DAS Brantas memiliki peran strategis bagi masyarakat Surabaya. Kebutuhan air bersih masyarakat Surabaya yang disediakan oleh PDAM, sumber air bakunya berasal dari air Kali Surabaya. Di sisi lain, pada sepanjang Kali Surabaya, bantarannya telah dijejali ratusan industri, baik dalam skala besar maupun kecil. Ribuan masyarakat pun membangun huniannya di bantaran Kali Surabaya. Kondisi ini tentu saja memberikan tekanan besar terhadap kualitas air Kali Surabaya. Oleh karena itu, perumusan strategi pemulihan air sungai menjadi krusial pada saat ini. Berdasarkan studi komprehensif tentang keberadaan Kali Surabaya, dapat disampaikan bahwa, rencana program pemulihan kualitas air Kali Surabaya perlu melibatkan dua sub sistem, yaitu sistem kemitraan dalam pengelolaan lingkungan, serta sistem pengendalian pencemaran dan pemulihan kualitas air Kali Surabaya. Dalam implementasinya, kedua sistem tersebut harus melibatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat secara aktif.
KAJIAN REVEGETASI LAHAN PERTAMBANGAN BATU ANDESIT PT. X Nikmah, Min Sai’in; Yulfiah, Yulfiah
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.804 KB)

Abstract

Perubahan penggunaan lahan tidak akan pernah terlepas dari kehidupan manusia, karena aktifitas manusia akan terus berkembang. Seperti yang dilakukan PT. X, dalam pengembangan usahanya, perusahaan telah mengalihkan lahan perkebunan Kapuk menjadi area pertambangan batu Andesit. Dalam perencanaan, pada akhir kegiatan pertambangan, lahan akan dikembalikan fungsinya melalui kegiatan reklamasi. Oleh karena itu, dibutuhkan studi tentang karakteristik fisik lahan, sebagai acuan kegiatan revegetasi lahan.Pengumpulan sampel tanah dan pengukuran kapasitas infiltrasi dilakukan pada 12 titik dari tiga area penelitian, yakni area perkebunan, area timbunan tanah penutup, dan area petambangan beserta fasilitas pendukungnya. Pengukuran tektur tanah dilakukan dengan metode mesh dan pipet. Sementara perhitungan kapasitas infiltrasi menggunakan metode Horton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah dominan di daerah penelitian adalah pasir dan pasir berlempung. Sebagai kawasan dengan lapisan impermeable atau kedap air, maka hasil pengukuran kapasitas infiltrasi menunjukkan nilai sangat kecil. Dengan memperhatikan kondisi lingkungan di daerah penelitian, maka direkomendasikan tanaman Kelor sebagai tanaman utama yang dapat digunakan untuk kegiatan revegetasi lahan bekas tambang batu Andesit PT. X.