Setiono, Benny Agus
Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TEORI PERUSAHAAN / THEORY OF THE FIRM : KAJIAN TENTANG TEORI BAGI HASIL PERUSAHAAN (PROFIT AND LOSS SHARING) DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 5, No 2 (2015): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.934 KB)

Abstract

Model ekonomi syariah dibangun atas dasar filosofi religiusitas, dan institusi keadilan, serta instrumen kemaslahatan (Q.S. at-Takaatsur:1–2, al-Munaafiquun: 9, an-Nuur:37, al-Hasyr:7, al-Baqarah: 188, 273 – 281, al-Maidah:38, 90-91, al-Muthaffifin:1-6). Filosofi religiusitas melahirkan basis ekonomi dengan atribut pelarangan riba/bunga. Institusi keadilan melahirkan basis teori profit and loss sharing (PLS) dengan atribut nisbah bagi hasil. Instrumen kemaslahatan melahirkan kebijakan pelembagaan zakat, pelarangan israf, dan pembiayaan (bisnis) halal, yang semuanya itu dituntun oleh nilai falah (bukan utilitarianisme dan rasionalisme). Ketiga dasar di atas, yakni filosofi relijiusitas, institusi keadilan, dan instrumen kemaslahatan merupakan aspek dasar yang membedakan dengan mainstream ekonomi konvensional. Tulisan ini khusus akan membahas faktor bagi hasil dengan dasar teori proit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Tulisan ini mencoba mengkaji tentang teori perusahaan/theory of the firm khususnya faktor bagi hasil dengan dasar teori profit and loss sharing dalam kaitannya dengan permintaan tabungan di perbankan syariah. Ekonomi syariah memandang bahwa uang adalah uang. Dalam arti ia hanya memerankan fungsinya sebagai alat tukar. Karena itulah uang merupakan public good yang harus selalu dalam keadaan mengalir atau beredar/flow (Chapra, 2001). Sehingga praktek-praktek yang menghambat peredaran uang seperti money hoarding sangat ditentang. Bila dibandingkan dengan konsep ekonomi konvensional, maka ekonomi syariah menolak demand for holding money, sebagaimana dalam stock concept. Sedangkan dengan paradigma flow concept terdapat persamaan persepsi. Teori bagi hasil (profit and loss sharing) bila dianalisis menggunakan teori keuangan/moneter lebih mencerminkan kesesuaian dengan teori flow concept. Sedangkan munculnya bunga bank lebih didasari pemikiran teori stock concept. Penerapan instrumen bagi hasil lebih mencerminkan keadilan dibandingkan dengan instrument bunga. Bagi hasil melihat kemungkinan profit (untung) dan resiko sebagai fakta yang mungkin terjadi di kemudian hari. Sedangkan bunga hanya mengakui kepastian profit (untung) pada penggunaan uang. Bagi hasil merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan syariah, sedangkan bunga merupakan penggerak dasar operasionalisasi perbankan konvensional.
Dampak Tax Amnesty Terhadap Pembangunan di Indonesia Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 1 (2016): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.624 KB)

Abstract

Dana Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditanamkan di luar negeri cukup besar. Melalui kebijakantax amnesty diharapkan dana-dana tersebut dapat kembali ke tanah air (dana repatriasi). Jika dana ini bisamasuk ke Indonesia, dana tersebut dapat ditanamkan pada instrumen-instrumen seperti saham, obligasi, danderivatif (turunan dari saham dan/atau obligasi seperti opsi, warrant, dan danareksa). Untuk mendorong parapemilik dana tersebut mau memulangkan dananya ke Indonesia, selain kebijakan tax amnesty juga perludidukung oleh perekonomian nasional yang kondusif seperti faktor kemudahan bisnis, kepastian hukum,stabilitas politik, produktivitas tenaga kerja, dan kesiapan infrastruktur. Dana repatriasi ini diperkirakan akanmenghasilkan efek multiplier yang besar terhadap sektor-sektor ekonomi. Oleh karena itu Undang-Undang(UU) Tax Amnesty menjadi penting sehingga DPR RI melalui fungsi legislasinya perlu segera menyelesaikanpembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tax Amnesty tersebut.
Pengaruh Budaya Organisasi, Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan PT. Pelindo III Surabaya Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 2 (2016): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.973 KB)

Abstract

Kinerja adalah keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode/waktu tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran maupun kriteria yang ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Guna meningkatkan kinerja, PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) menetapkan budaya perusahaan sebagai pedoman kerja bagi seluruh elemen Pelindo III. Budaya perusahaan dibentuk sebagai pedoman pegawai dalam bertindak, bersikap, dan berperilaku. Oleh karenanya, manajemen Pelindo III telah menetapkan budaya perusahaan yang terbagi dalam tiga nilai inti utama. Ketiga nilai inti tersebut adalah Customer Focus, Care, dan Integrity. Budaya perusahaan Pelindo III bertumpu kepada nilai-nilai inti yang merupakan hal paling mendasar bagi insan Pelindo III untuk beroperasi secara efektif dan berkelanjutan, yaitu Customer Focus, Care, dan Integrity. Karakteristik individu merupakan suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman. Karakteristik individu merupakan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan dan mempengaruhi perilaku individu. Sumber daya yang terpenting dalam organisasi adalah sumber daya manusia, orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas, dan usaha mereka kepada organisasi agar suatu organisasi dapat tetap eksistensinya. Setiap manusia memiliki karakteristik individu yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Karakteristik pekerjaan merupakan sifat dan tugas yang meliputi tanggung jawab, macam tugas, dan tingkat kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan yang secara intrinsik memberikan kepuasan akan lebih memotivasi bagi kebanyakan orang daripada pekerjaan yang tidak memuaskan. Karakteristik pekerjaan adalah atribut tugas karyawan dan meliputi jumlah tanggung jawab, berbagai tugas, dan sejauh mana pekerjaan itu sendiri mempunyai karakteristik yang orang mendapatkan kepuasan. Suatu pekerjaan yang secara intrinsik memuaskan akan lebih memotivasi bagi banyak orang daripada pekerjaan yang tidak memuaskan. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang sesuai tujuan hipotesis dengan menggunakan regresi linier berganda, maka hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh dari pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu budaya organisasi (X1), karakteristik individu (X2), dan karakteristik pekerjaan (X3) secara simultan (bersamaan) berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu terhadap kinerja karyawan (Y) PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya. Pengaruh pengujian secara parsial diketahui sbeagai berikut, secara parsial variabel bebas yaitu budaya organisasi (X1), karakteristik individu (X2), dan karakteristik pekerjaan (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat kinerja karyawan (Y) PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Surabaya.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Pemanduan Terhadap Kepuasan Pelanggan di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak Surabaya Kusuma, Nunuk Widyawati; Setiono, Benny Agus; Poli, Sofyan
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 1 (2015): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.831 KB)

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana pengaruh kualitas pelayanan jasa pemanduan terhadap kepuasan pelanggan pada PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian eksplanasi atau menjelaskan kedudukan dari variabel yang diteliti dengan pendekatan kuantitatif, variabel bebas yang digunakan adalah Tangibles (X1), Reliability (X2), Responsiveness (X3), Assurance (X4), Empathy (X5), sedangkan variabel terikat adalah kepuasan pelanggan (Y). Data utama dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari jawaban responden terhadap kuisioner yang disusun oleh peneliti. Lokasi penelitian di PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak Surabaya. Teknik analisis datanya menggunakan uji validitas dan reliabilitas, persamaan regresi linear berganda. Untuk pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dengan skala likert. Dari hasil penelitian dengan bantuan program SPSS diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y = 0.551 + 0.136 X1 + 0.221 X2 + 0.186 X3 + 0.148 X4 + 0.278 X5 + e , dari hasil uji F yang menunjukkan bahwa nilai Fhitung (2814.983) dengan nilai signifikansi 0.000, sehingga seluruh variabel bebas secara signifikan berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan pelanggan. Sedangkan Sesuai dengan hasil perhitungan uji t Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Tangibles (X1), Reliability (X2), Responsiveness (X3), Assurance ( X4), Empathy (X5), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y), hal ini diketahui dari nilai signifikansi variabel Tangibles sebesar 0.005 dengan thitung sebesar 2.944, signifikansi variabel Reliability sebesar 0.000 dengan thitung sebesar 4.140, signifikansi variabel Responsiveness sebesar 0.000 dengan thitung sebesar 4.089, signifikansi variabel Assurance sebesar 0.014 dengan thitung sebesar 2.564, signifikansi variabel Empathy sebesar 0.000 dengan thitung sebesar 4.785.
Pengaruh Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 2 (2017): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.138 KB)

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk meneliti “Pengaruh Rentabilitas terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) Sektor Perbankan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015”. Perumusan masalah adalah Bagaimana pengaruh Rentabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset terhadap Capital Adequacy Ratio sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? Bagaimana pengaruh Rentabilitas yang diproksikan dengan Return On Equity terhadap Capital Adequacy Ratio sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? Data penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan publikasi masing-masing bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 sampai dengan 2015.Sampel yang digunakan adalah 26 perusahaan perbankan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Return on Asset (ROA) secara parsial mempunyai pengaruh terhadap CAR. Karena nilai keseluruhan Bank Konvensional sudah di atas standar nilai minimum yangdiberikan Bank Indonesia yaitu minimal 1,5%. Pihak menejemen bank tersebut sudah bekerja dengan efisien dalam menggunakan aset bank, sehingga menghasilkan laba atau keuntungan yang sangat besar. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan yang terjadi pada ROA akan berpengaruh terhadap CAR.Pengaruh yang ditunjukkan oleh ROA mengindikasikan bahwa apabila ROA mengalami kenaikan, maka CAR akan mengalami kenaikan, dan sebaliknya apabila ROA mengalami penurunan, maka CAR akan mengalami penurunan. Return on Equity (ROE) secara parsial tidak pengaruh terhadap CAR, hal inidisebabkan karena penurunan laba bersih setelah pajak dan total ekuitas, sehingga berdampak pada rasio modal yang tidak baik dan mempengaruhi kecukupan modal dan bila dihubungkan dengan regulasi Bank Indonesia nilai ROE seharusnya lebih besar dari 12%. Berdasarkan dari penelitian ini ROE tidakberpengaruh terhadap CAR.
Strategi Peningkatan Daya Saing Melalui Pendidikan Entrepreneurship Dalam Rangka Menghadapi AEC Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 6, No 1 (2015): September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.208 KB)

Abstract

Pendidikan wirausaha (educated entrepreneur) memiliki pertumbuhan dalam pola berpikir. Ketika persaingan di satu pasar dirasakan tidak lagi menguntungkan, maka insting bisnis akan mengarahkan pada pencarian pasar baru, termasuk mencoba keberuntungan di negeri orang. Kehadiran ASEAN Economic Community (AEC) akan menjadi solusi bagi pelaku bisnis. Pemberlakuan AEC menciptakan tuntutan bagi pelaku usaha lokal untuk segera bersiap memasuki pasar global. Kehadiran pasar global mensyaratkan sumber daya manusia dan produk yang berkualitas serta berdaya saing. Sains dan teknologi akan membantu meningkatkan kualitas hidup bangsa. Bangsa unggul di dunia saat ini adalah bangsa yang memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi.
Pengaruh Budaya K3 dan Iklim K3 Terhadap Kinerja Karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur Setiono, Benny Agus
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 9, No 1 (2018): Bulan September
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.885 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh budaya keselamatan kerja dan iklim keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini seluruh karyawan Pelindo III Propinsi Jawa Timur pada bagian tenaga operasional lapangan yang dengan jumlah 404 orang. Metode penarikan sampel proporsional random sampling. Penetapan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah 218 responden. Pengukuran variabel Budaya Keselamatan diukur dengan menggunakan indikator: komitmen manajemen, peraturan dan prosedur, komunikasi, keterlibatan pekerja, kompetensi, lingkungan kerja. Iklim keselamatan  diukur dengan menggunakan indikator: management value, safety communication, safety practices, safety training dan safety equipment. Kinerja karyawan diukur dengan menggunakan indikator: kuantitas, kualitas, keandalan, kehadiran dan kemampuan bekerja sama. Hasil Penelitian : 1). Budaya keselamatan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur. Budaya keselamatan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur yang kuat akan membawa dampak terhadap kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan dengan penerapan  keselamatan kerja yang tinggi karyawan akan merasa aman dalam melaksanakan pekerjaan mengingat keselamatan merupakan hal yang penting di lingkungan kerja. Dengan kondisi budaya keselamatan yang kuat di PT. Pelindo III Provinsi Jawa Timur juga dapat mengarahkan karyawan untuk bersikap dan bertindak, karena organisasi yang memiliki budaya yang kuat memiliki nilai-nilai dan codes of conduct bagi para karyawan untuk melakukan kinerja. 2). Hasil iklim keselamatan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pelindo III (Persero) Provinsi Jawa Timur. Artinya iklim keselamatan  dapat meningkatkan kinerja karyawan. Peningkatan kinerja karyawan ini disebabkan karena adanya sikap kepedulian pihak manajemen PT. Pelindo III Provinsi Jawa Timur terhadap keselamatan karyawan serta ketersediaan alat-alat perlengkapan keselamatan yang memadai.