Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS KORELASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Candra, Candra; Sakban, Abdul
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.182 KB)

Abstract

Peran pemimpin dalam suatu organisasi sangat penting, mengingat semua kebijakan berada pada pimpinan itu sendiri. Sekolah SMAN 1 Labuapi merupakan salatu sekolah yang memiliki tingkat prestasi kerja guru dan siswa sangat baik, terutama siswa kelas XI IPA yang memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi, sementara kinerja guru dapat dilihat pada tingkat kedisplinan dan minat serta semangat guru membina siswa, baik dalam kelas maupun kegiatan ekstrakurikulir, hal tersebut terjadi karena pola kepemimpinan kepala sekolah yang baik. Berdasarkan hal tersebut peneliti tetarik untuk melakukan penelitian tentang analisis korelasi kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan expost-fakto, sementara tehnik pengumpulan data yaitu menggunakan angket dan dokumentasi dan sumber data diperoleh dari data primer. Instrumen yang digunakan diuji tingkat validitas dan reliabilitas dengan mengunakan rumus product moment dengan KR 20, data diuji tingkat kenormalan sebelum dianalisis. Analisis data menggunakan rumus spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan variabel kepemimpina kepala sekolah  dengan motivasi belajar siswa memiliki harga koefisen korelasi rho hitung sebesar 0, 074 dan rho tabel 0,475, dan hubungan variabel kinerja guru dengan motivasi belajar siswa sebesar 0,078 dan harga rho tabel 0,475, sedangkan kepemimpina kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh harga rho hitung sebesar 0,784 dan harga rho tabel 0,475. Sehingga untuk hipotesis pertama dapat dikatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah tidak memiliki hubungan positif dengan motivasi belajar siswa, dan kinerja guru tidak memiliki hubungan positif dengan motivasi belajar siswa, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan yang positif dengan kinerja guru
Pkm Kelompok Pengrajin Cukli Di Desa Sesela Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat Sakban, Abdul; Yusril, Muhammad; Hafsah, Hafsah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2: November 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v3i2.448

Abstract

Target luaran yang dicapai dalam program PKM ini adalah peningkatan keterampilan mitra pengabdian pada bidang produksi, bidang managemen keuangan, dan bidang pemasaran. Kegiatan PKM ini dilakukan selama 8 bulan dan dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2018/2019. Adapun langkah-langkah kegiatan program PKM adalah observasi dan wawancara, penyuluhan, partisipasi, pembinaan, pelatihan, dan pendampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan meliputi: sosialisasi kegiatan PKM, penjelasan tentang manajemen pengelolaan keuangan usaha kerajinan cukli dan manajemen bisnis usaha sekaligus prakteknya, penjelasan tentang cara menggambar dan mendesain corak kerajinan cukli serta prakteknya, penjelasan tentang cara pemasaran hasil kerajinan cukli melalui offline dan online serta prakteknya, selain itu praktek langsung dalam memproduksi kerajinan cukli dan evaluasi hasil kegiatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa selama kegiatan PKM kelompok pengrajin cukli banyak mendapat pemahaman dan keterampilan dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya kelompok pengrajin cukli.Pkm Cukli Craftsmen Group in Sesela Village, Gunung Sari District, West LombokAbstractThe output target achieved in this PKM program is to improve the skills of service partners in the production, financial management and marketing fields. This PKM activity was carried out for 8 months and was held in the even semester of the 2018/2019 academic year. The steps for the PKM program activities are observation and interviews, counseling, participation, coaching, training, and mentoring. The results of the implementation of activities include: socialization of PKM activities, an explanation of the financial management of cukli handicraft businesses and business management as well as its practice, an explanation of how to draw and design cukli handicraft styles and practices, an explanation of how to market cukli handicrafts through offline and online and their practices, besides direct practice in producing cukli handicrafts and evaluating the results of activities. Thus it can be concluded that during the PKM activities the cukli craftsmen group gained a lot of understanding and skills in the hope of increasing the income of the community, especially the cukli craftsmen group.
HUBUNGAN ANTARA POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 LABUAPI LOMBOK BARAT Candra, Candra; Sakban, Abdul
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.299 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu faktor penting  untuk terjadinya interaksi kedua belah pihak atau lebih, namun komunikasi juga terlihat lebih menarik ketika memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, dampak positif tersebut tergantung bagaimana pola komunikasi yang dibangun oleh para komunakan. Pola komunikasi orang tua dalam lingkungan keluarga akan mempengaruhi keadaan keluarga itu sendiri, misalnya terjadinya motivasi belajar anak tergantung bagaimana orang tua membangun pola komunikasi dengan anak tersebut atau yang disebut oleh mudjiono terdapat faktor eksternal ikut terlibat dalam motivasi belajar anak. Sehingga peneliti tertarik untuk meneli peran pola komunikasi orang tua terhadap motivasi belajar anak di SMAN 1 Labuapi dengan tujuan untuk mengetahui Hubungan antara Pola Komunikasi Orang Tua dengan Motivasi Belajar Siswa di SMAN 1 Labuapi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan pendekatan expost-fakto, penlitian ini adalah penelitian populasi dengan tehnik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, jenis data yang dikumpulkan adalah kuantitatif dan sumber data primer. Sementara instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui tingkat konsistensi instrumen tersebut serta uji normalitas untuk peryaratan analisis. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian diperoleh harga r hitung sebesar 0.336 dan r tabel 0,497 pada taraf kesalahan 5 %, artinya r hitung lebih kecil dari r tabel. Maka hasil uji hipotesis menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan motivasi belajar siswa. Sehingga hal tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Labupai tidak terpengaruh oleh faktor eksternal, salah satunya pola komunikasi orang tua, akan tetapi lebih kepada faktor eksternal yang lain seperti kemampuan siswa bergaul, berkomunikasi serta sikap siswa itu sendiri yang berada diluar lingkungan keluarga dan faktor internal siswa itu sendiri
Pengaruh Model Pembeajaran Think Talk Write Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas VIII SMPN 11 Mataram Rifaid, Muhammad; Sakban, Abdul
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2: September 2017
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.419 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v5i2.434

Abstract

Kurangnya memahami materi yang di berikan oleh guru dalam proses belajar mengajar PPKn. Hal ini terjadi karena dalam setiap pembelajaran guru lebih sering mengunakan metode ceramah, sehingga hasil belajar siswa rendah. Untuk itu diperlukan metode pembelajaran kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran think talk write dapat meningkatkan hasil belajar siswa PPKn kelas VIII SMPN 11 Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, desain yang digunakan yaitu pre eksperiment dengan desain static group comparason, dengan menggunakan tekhnik simple random sampling. metode pengumpulan data menggunakan metode tes, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data menggunakan tehnik analisis stastistic dengan menggunakan rumus t-tes. Hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh nilai rata-rata eksperimen sebesar 18,75 dengan nilai tertinggi 23 dan nilai terendah 14 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 17,91 dengan nilai tertinggi 22 dan nilai terendah 14. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh t-hitung sebesar 2,350 dan t- tabel sebesar 1,671 maka karena t-hitung ≤ t-tabel maka di terima dan  ditolak. Dari hasil yang diperoleh menggunakan uji t,  sebesar 2,350 dan  1,671. Apabila  ≥  maka hipotesis diajukan diterima. Lack of understanding the material provided by the teacher in the learning process of PPKn. This happens because in each learning teacher uses the lecture method more often, so student learning outcomes are low. For this reason, we need a group learning method. The purpose of this study was to determine the effect of the learning model think talk write can improve student learning outcomes of class VIII PPKn students of 11 Public High School Mataram. The type of research used is quantitative with an experimental approach, the design used is pre experiment with a static group comparason design, using simple random sampling technique. Data collection methods use test, documentation and observation methods. Data analysis method uses stastistic analysis techniques using the t-test formula. The results of the research and data analysis obtained the experimental average value of 18.75 with the highest value of 23 and the lowest value of 14 while the average value of the control class 17.91 with the highest value of 22 and the lowest value 14. Based on the results of the t test, obtained t -count is 2,350 and t-table is 1,671 so because t-count ≤ t-table is accepted and rejected. From the results obtained using the t test, amounting to 2,350 and 1,671. If ≥ then the hypothesis is submitted.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS V MI NW APITAIK LOMBOK TIMUR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Sakban, Abdul; Aini, Kuratul
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1: Maret 2016
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.896 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v4i1.334

Abstract

Abstrak: Siswa kurang berminat pada mata pelajaran PKn karena guru tidak menerapkan model pembelajaran yang bervariasi namun mereka hanya selalu mengajar secara monoton satu konsep pembelajaran berupa ceramah sehingga berdampak pada prestasi siswa itu sendiri tidak meningkat. Selain itu, faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa disebabkan faktor internal dan eksternal. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model concept mapping dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas V MI Apitaik Lombok Timur tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan Classroom Action Research, subjek penelitian adalah siswa kelas V MI NW Apitaik Lombok Timur tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model concept mapping dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas V MI NW Apitaik Lombok Timur tahun pelajaran 2015/2016. Motivasi belajar siswa dapat meningkat karena adanya konsep-konsep yang dibuatkan berbentuk peta atau alur materi pembelajaran dalam bidang pendidikan pancasila. Sedangkan hasil belajar siswa dapat meningkat karena model concept mapping dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan media karton untuk membuat peta konsep materi ajar agar siswa mudah memahami materi pembelajaran.
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Apriani, Reka; Sakban, Abdul
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No 2: September 2018
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.323 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v6i2.672

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa merupakan mitra pemerintah desa yang solid dalam membangun dan mensejahterakan rakyat. Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa diharapkan bisa membawa kemajuan dengan memberikan pengarahan dan masukan dalam membangun pemerintahan desa menjadi baik.. Fungsi BPD sebagai lembaga yang menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Tujuan penelitian untuk menejelaskan fungsi kinerja BPD dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa, hambatan-hambatan yang dihadapi BPD dalam mengoptimalkan kinerjanya dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, dan upaya-upaya yang dilakukan BPD untuk mengatasi hambatan-hambatan yang timbul dalam rangka optimalisasi kinerja BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data kualitatif dilakukan secara  interaktif dan berlansung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa BPD telah menjalankan kedua fungsinya dengan baik. Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh BPD dalam melaksanakan fungsinya disebabkan oleh hambatan internal dan eksternal, telah disikapi secara positif oleh BPD. Namun secara umum BPD sudah berjalan dengan baik,komunikasi yang baik antara BPD dan Pemerintahan  Desa, dan masyarakat yang cukup puas dengan kinerja pemerintahan desa.The Village Consultative Body is a solid village government partner in building and prospering the people. The Village Government and the Village Consultative Body are expected to be able to bring progress by providing direction and input in developing a good village government. The function of the BPD is an institution that establishes Village Regulations with the Village Head, and accommodates and channeles community aspirations. The research objective is to explain the function of BPD performance in the implementation of Village Government, the obstacles faced by the BPD in optimizing its performance in the administration of village governance, and the efforts made by the BPD to overcome the obstacles that arise in order to optimize BPD performance in implementing village governance. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. The method of data collection in this study is the method of observation, interviews, and documentation. The method of qualitative data analysis is carried out interactively and runs continuously until complete, so that the data emphasizes more on aspects of deep understanding of a problem. The results of the study show that the BPD has carried out both functions well. The obstacles faced by the BPD in carrying out its functions caused by internal and external barriers, have been responded positively by the BPD. But in general the BPD has been running well, good communication between the BPD and the Village Government, and the community is quite satisfied with the performance of the village administration.
Kearifan Lokal (Sasambo) sebagai Pedoman Hidup Masyarakat Multikultural dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Indonesia Sakban, Abdul; Resmini, Wayan
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.427 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah menjelaskan kearifan lokal (Sasambo) sebagai pedoman hidup masyarakat multikultural dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 di Indonesia. Kearifan lokal yang dikembangkan adalah kearifan lokal masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo). Kenapa kearifan local ini yang digunakan! Karena kearifan lokal (Sasambo) mampu menjaga hubungan antara satu dengan yang lain meskipun mereka memiliki perbedaan agama, suku, adat istiadat dan ras dengan mengedepankan sikap toleransi yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, kemudian subyek penelitian adalah 3 tokoh majelis adat Sasak, 4 tokoh majelis adat Samawa dan 2 tokoh majelis adat Mbojo. Pengumpulan data yang digunakan adalah interview dan analisis dokumen,  dan teknik analisis menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan local (Sasambo) ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi masyarakat pulau Lombok dan pulau Sumbawa sebagai pembersatu dan memfilterisasi perkembangan era revolusi indutri 4.0 yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia, sehingga perkembangan teknologi dan informasi yang canggih dapat diadaptasikan secara sehat oleh masyarakat Indonesia yang multikulural melalui kearifan lokalnya
IMPLIKASI YURIDISI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN DI DESA SENGGIGI, KECAMATAN BATU LAYAR, LOMBOK BARAT, NTB Resmini, Wayan; Sakban, Abdul; Resmayani, Ni Putu Ade
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 2 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.992 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i2.861

Abstract

Perkawinan poligami di Indonesia, dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau di bawah tangan terutama di kalangan menengah. Di kalangan santri tradisionalis di pedesaan praktek poligami masih marak dilakukantapi jumlahnya jauh lebih menurun daripada pada sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, tanya jawab.Implikasi yuridis perkawinan poligami yang paling dirugikan adalah perempuan dan anak-anak., maka anak tersebut hanya diakui hak-haknya dari pihak ibu. Dalam pembuatan akta kelahiran, anak hanya akan dicatatmengikuti nama ibu karena catatan sipil untuk kelahiran anak mengisyaratkan adanya surat nikah resmi dari negara.Hal ini berimbas pada pembagian harta warisan, dimana sang anak akan kesulitan mendapatkan hak warisnya, isteri tidak memperoleh tunjangan apapun jikak suami meninggal, apabila suami sebagai pegawai, maka isteri tidak memperoleh tunjangan perkawinan dan tunjangan pensiun si suami.
IMPLIKASI YURIDISI PERKAWINAN POLIGAMI DI BAWAH TANGAN DI DESA SENGGIGI, KECAMATAN BATU LAYAR, LOMBOK BARAT, NTB Resmini, Wayan; Sakban, Abdul; Resmayani, Ni Putu Ade
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 2 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.278 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i2.879

Abstract

Perkawinan poligami di Indonesia, dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau di bawah tangan terutama di kalangan menengah. Di kalangan santri tradisionalis  di pedesaan praktek poligami masih marak dilakukan tapi jumlahnya jauh lebih menurun daripada pada sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah  penyuluhan, tanya jawab.  Implikasi yuridis  perkawinan poligami  yang paling dirugikan adalah perempuan dan anak-anak., maka anak tersebut hanya diakui hak-haknya dari pihak ibu. Dalam pembuatan akta kelahiran,  anak hanya akan dicatat mengikuti nama ibu karena catatan sipil untuk kelahiran anak mengisyaratkan adanya surat nikah resmi dari negara.Hal ini berimbas pada pembagian harta warisan, dimana sang anak akan kesulitan mendapatkan hak warisnya, isteri tidak memperoleh tunjangan apapun jikak suami meninggal, apabila suami sebagai pegawai, maka isteri tidak memperoleh tunjangan perkawinan dan tunjangan pensiun si suami.
Tindakan Bullying di Media Sosial dan Pencegahannya Sakban, Abdul; Sahrul, Sahrul; Kasmawati, Andi; Tahir, Heri
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.698 KB)

Abstract

Tindakan bullying dapat dilakukan melalui media seperti pesan text, gambar video, panggilan telepon, e-mail, chat room, Instant Messaging (IM), Situs Media Sosial, dan website. Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah untuk menjelaskan tindakan bullying di media social dan pencegahan. Hasil studi menunjukkan bahwa etika berinternet, peran orang tua harus lebih intensif mengawasi perkembangan anaknya terhadap pengaruh media internet, aparat sipil kepolisian rutin melakukan kampanye “anti bullying” (stop bully) di sekolah, kampus/instansi dan masyarakat, dan melibatkan organisasi social untuk mengawasi peredaran kejahatan cyberbullying. Cara mencegah dan mengurangi berbagai tindakan bullying di media sosial dapat memaksimalkan sikap etika berinternet, peningkatan peran orang tua lebih intensif, pihak kepolisian rutin melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan anti bullying, dan organisasi social. Dalam melakukan represif polisi terhadap kejahatan tindakan bullying, harus berawal pada titik paling awal dalam penyelidikan ditentukan apa tujuan utama investigasi dilakukan oleh pelaku terhadap korban.