Filter By Year

2018 2021


Found 27 documents
Search jumakil , by author

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDOOLO UTAMA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2018 Jumakil, Jumakil; Yasnani, Yasnani; Julaeha, Siti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKESMAS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.9 KB)

Abstract

Diare merupakan buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari(24 jam). Biasanya merupakan gejala infeksi gastrointestinal, yang dapat disebabkan oleh berbagai organismebakteri, virus dan parasit. Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakanpenyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah KerjaPuskesmas Andoolo Utama Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalahobservasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 425 balitadengan besar sampel sebanyak 206 balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariatdengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengelolaan air minumdengan kejadian diare pada balita (p-value= 0,799> 0,05), ada hubungan antara ketersediaan jamban keluargadengan kejadian diare pada balita (p-value= 0,001< 0,05), tidak ada hubungan antara pengelolaan air limbahdengan kejadian diare pada balita (p-value= 0,531> 0,05) dan untuk pengelolaan sampah hasil analisis tidakdapat di uji statistik (p-value = -). Kesimpulan yang didapatkan yaitu terdapat hubungan antara kepemilikanjamban keluarga dengan kejadian diare pada balita yang dipengaruhi oleh masih banyaknya jamban yangbelum memenuhi syarat kesehatan. Pada masyarakat sebaiknya bisa menjaga kebersihan jamban mereka. Halini dikarenakan sangat banyak banyak bakteri berbahaya yang timbul di WC sehingga kebersihannya harusselalu diperhatikan. Jamban yang tidak bersih dapat menjadi sumber persebaran bakteri penyebab penyakit dilingkungan rumah. Kata Kunci : Diare, Balita  Air Minum, Kepemilikan Jamban   
PEMBUANGAN SAMPAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT DI KOTA BAU-BAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA Jumakil, Jumakil; Sabilu, Yusuf; Tina, Lymbran; Yuslina, Yuslina; Majid, Ruslan; Zainuddin, Asnia
Preventif Journal Vol 4, No 1 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.782 KB)

Abstract

AbstrakKota Bau-Bau menghasilkan sampah mencapai 80-100 ton per hari, setiap tahunnya mengalami peningkatan.Timbulan sampah yang terus mengalami peningkatan akan mmenimbulkan kerusakan lingkungan. Selainlingkungan dampak yang ditimbulkan sampah dapat dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui cara pembuangan sampah di Kota Bau-Bau dan dampaknya terhadap masyarakat. Jenis penelitian iniadalah observational study dengan jumlah sampel 2.630 yang diambil dengan teknik propotional randomsampling, responden adalah ibu rumah tangga umur 25-65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% sampahdibuan ke TPS, 32,9% dibakar 5,9% dibuang ke sungai, 5,2% dibuang ke halaman, 0,8% dibuang ke lubang tanahtidak ditutup, 0,7% dikumnpulkan kolektor pendaur ulang, 0,5% dibuang ke lubang tanah dan ditutup, 0,2%dibiarkan membusuk. Dampak yang ditimbulkan 44,1% sampah berserakan, 22,1% banyak lalat berada di , 21,9%banyak tiku, 20,9% banyak nyamuk, 10,7% anjing dan kucing mencari makan, 3,8% merasakan bau busuk yangmenyengat, dan 4,1% terjadi penyumbatan saluran air/drainase. Kesimpulan Sebagian besar masyarakat KotaBau-Bau membuang sampah pada Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), namun masih ada yangmembakar, membuang di sekitar halaman rumah, sungai, membiarkannya sampai membusuk. Dampak yangditimbulkan dari pembuangan sampah di Kota Bau-bau adalah sampah yang berserahkan, keberadaan vektorpembawa penyakit, bau busuk yang mengganggu serta terjadi penyumbatan drainase.Kata kunci:dampak sampah; pembuangan sampah, sampah rumah tangga 
UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LARUTAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) DAN LARUTAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AGEPTY Hardiyanti, Puput; Tina, Lymbran; Jumakil, Jumakil
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i3.11088

Abstract

Abstrak Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demamberdarah. Banyaknya masalah yang dapat di timbulkan oleh insektisida menjadi dasar pemikiran tentang caraapa yang lebih aman untuk membasmi nyamuk dalam hal ini bentuk larva. Insektisida alami larutan bawangmerah (Allium cepa) memiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung Senyawa Aniline, Alisin, Minyakatsiri begitu pun dengan larutan bawang putih (Allium sativum) memiliki potensi sebagai larvasida karenamengandung Alisin, Garlic oil, Flavonoid, Minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandinganefektivitas larutan bawang merah (Allium cepa) dan larutan bawang putih (Allium sativum) sebagai larvasidaterhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Metode penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium.Jenis penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desaian post test onlycontrol group design. Sampel dalam penelitian ini adalah larva nyamuk Aedes aegypti instar III/IV sebanyak 25ekor pada masing-masing 4 perlakuan dan 2 kontrol yaitu[ LC50 dan LC90 larutan bawang merah yaitu 3,431%dan 7,464% sedangkan nilai LC50 dan LC90 larutan bawang putih yaitu 1,821% dan 3,040% Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan bawang putih (Allium sativum) lebih efektif mematikan larva uji (nyamuk Aedesaegypti) di bandingan dengan larutan bawang merah (Allium cepa)Kata Kunci :Aedes aegypti, Larvasida, Bawang merah (Allium cepa), Bawang putih (Allium sativum),LethalConsentration (LC)50 dan Lethal Consentration (LC)90. 
IMPLEMENTASI PROGRAM PERBAIKAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2018 Jumakil, Jumakil; Zainudin, Asnia; Asmawati, Asmawati
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i4.11090

Abstract

Pemerintah wajib untuk mengatur tandar dan/atau kriteria pada kesehatan masyarakat, memastikanpelaksanaannya dan memfasilitasi setiap pelaksanaan standar dan kriteria ini. Status gizi balita adalah salah satuIndikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas PuuwatuKota Kendari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Perbaikan gizi pada balitapada tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sebagai informanadalah Kepala bagian gizi Puskesmas Puuwatu, Tenaga Pelaksana Gizi, Ibu Balita. Data diperoleh melalui wawancaradan pengamatan dari objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari proses implementasi programperbaikan gizi, ada 5 presisi yang digunakan. Akurasi kebijakan berdasarkan Menteri Kesehatan peraturan no. 23tahun 2014 Pasal 7 dalam bentuk pelaksanaan perbaikan gizi anak-anak di bawah lima tahun melalui distribusi PMTdan Vitamin A, Kedua adalah akurasi pelaksanaan nutrisi perbaikan program untuk anak-anak di bawah lima dariKelurahan Lalodati dan Kelurahan Punggolaka sudah tepat. Ketiga, target keakuratan tidak dicapai terlihat dariadanya kekurangan gizi balita di dua kelurahan tersebut. Keempat adalah akurasi terhadap lingkungan di sini tidakberjalan baik dilihat dari pihak-pihak pribadi yang tidak bergabung dengan pemerintahan. Yang terakhir adalahakurasi proses telah berjalan dengan baik dalam pelaksanaan perbaikan gizi pada balita.
ANALISIS SPASIAL TB PARU BTA POSITIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUNA TAHUN 2015 - 2017 Jumakil; Tina, Lymbran; Mahendra, Eke
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.682 KB) | DOI: 10.30989/mik.v8i2.292

Abstract

Background: One area with high rates of positive sputum in West Muna district, high TB patients is in the Wuna Community Health Center work area. Positive smear pulmonary TB sufferers in 2015 recorded 25 positive cases, in 2016 as many as 41 positive cases, whereas in 2017 there was an increase from the previous year which was 45 positive cases. Objective: To find out the distribution of cases tuberculosis with positive sputum from 2015 to 2017, then to be related to population density. Methods: This type of research is observational with spatio temporal modeling, based on geographic information systems. Results: There has been a shift in the pattern of positive pulmonary tuberculosis pulmonary TB sufferers from 2015 to 2017. TB cases in Maperaha, Nihi, Bungkolo villages have been concentrated in the same area for three years, as well as Waulai Village during 2016 and 2017. In Wuna Village. In 2015 and 2016 cases of tuberculosis were still concentrated around the same area, but differed in 2017, the concentration of cases shifted to the west. Conclusion: Cases of tuberculosis with positive sputum in the working area of Wuna Health Center from 2015-2017 have increased.
ANALISIS PROFIL HEMATOLOGI AKIBAT RADIASI PADA PETUGAS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD BAHTERAMAS, KENDARI Pratiwi, Arum Dian; Lisnawaty, Lisnawaty; Jumakil, Jumakil; Nirmala, Fifi; Nurmaladewi, Nurmaladewi
Preventif Journal Vol 4, No 2 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.733 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i2.12477

Abstract

AbstractSalah satu penerapan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan atau medik adalah pelayanan radiologi. UnitPelayanan Radiologi merupakan salah satu instalasi penunjang medik, menggunakan sumber radiasi pengion(sinar-X) untuk mendiagnosis adanya suatu penyakit dalam bentuk gambaran anatomi tubuh yang ditampilkandalam film radiografi. Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara adalah rumah sakit yang memiliki instalasiradiologi dan unit CT-scan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dosis radiasi yang diterimaoleh pekerja instalasi radiologi dan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin, leukosit, dan trombositpada pekerja instalasi radiologi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum BahteramasKendari, Sulawesi Tenggara. Variabel dalam penelitian ini adalah umur, masa kerja, dosis radiasi, kadarhemoglobin, leukosit, dan trombosit. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 responden. Penelitian inimenggunakan analisis data secara deskriptif dan secara analitik (uji beda). Hasil Penelitian menunjukkan bahwadosis radiasi yang diterima oleh petugas (dari hasil TLD badge) dalam kurun waktu 3 bulan masih jauh di bawahNilai Batas Dosis yang diperkenankan. Rata-rata dosis radiasi yang diterima adalah 0,2766 mSv dengan nilaimin-max = 0,2399 – 0,3525 mSv. Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin (p-value = 0,894), kadar leukosit(p-value = 0144), dan kadar trombosit (p-value = 0,506) yang bermakna pada pekerja instalasi radiologi baikyang kontak langsung maupun yang tidak kontak langsung di RSUD Bahteramas Kendari.Kata kunci: Dosis Radiasi, Hemoglobin, Leukosit, Trombosit, Umur, Masa Kerja, RSUD Bahteramas 
HUBUNGAN PENGGUNAAN APD, TOOL BOX MEETING DAN HOUSEKEEPING DENGAN KEJADIAN MINOR INJURY PADA PEKERJA KONSTRUKSI PEMBANGUNAN BANK INDONESIA KENDARI 2019 Asfian, Pitrah; Sapitri, Haspianti; Jumakil, Jumakil
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i2.16588

Abstract

 Minor injury merupakan kecelakaan ringan yang dialami pekerja yang mengakibatkan cidera namun tidak menyebabkan hilangnya jam kerja dan Orang yang terluka tetap melanjutkan pekerjaan sesuai yang telah dijadwalkan. Jenis kejadian minor injury yang sering dialami pekerja di tempat kerja seperti terjepit oleh benda, terluka akibat material, tertusuk material, dan tertumbuk atau terkena benda-benda yang menyebabkan seperti luka/sobek, luka lecet sehingga perlu penanganan menggunakan alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  penggunaan APD, tool box meeting dan housekeeping dengan kejadian minor injury pada pekerja konstruksi pembangunan Bank Indonesia Kendari 2019. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan Accidental Sampling berjumlah 83 orang, Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi, uji statistik menggunakan uji Chi square. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Ada hubungan antara penggunaan APD  (Pvalue=0,000), dan housekeeping (Pvalue=0,003) dengan kejadian minor injury. Tidak ada hubungan antara tool box meeting (Pvalue=0,159) dengan kejadian minor injury Untuk mengurangi kejadian minor injury pada pekerja, manajemen diharapkan meningkatkan kualitas pekerja dengan cara pelatihan penggunaan APD yang aman dan benar, pengoptimalan Tool box meeting dan housekeeping di jaga
HUBUNGAN FAKTOR PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI PT. SULTRATUNA SAMUDRA KENDARI TAHUN 2020 Ningshi, Fitra Yulia; Suhadi, Suhadi; Jumakil, Jumakil
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3-uho.v1i3.16816

Abstract

 Stres kerja merupakan gangguan fisik serta emosional pekerja yang diakibatkan oleh banyaknya jumlah beban kerja yang harus diselesaikan oleh para pekerja dan menghasilkan tingkat kelelahan karena mengejartargetproduksi yang akan di pasarkan, sehingga memicu terjadinya stres kerja. Serta ketidakpastian pekerjaan yang dimiliki dapat menyebabkan stres kerja karena sebagian besar dari pekerja merupakan pekerja harian yang tidak terikat oleh kontrak kerja sehingga berpeluang untuk kehilangan pekerjaannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan faktor pekerjaan dengan stres kerja pada pekerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini sebanyak 72 orang dengan tehnik menggunakan probability sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ketidakpastian pekerjaan dengan stres kerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari (p value = 0.003) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah beban kerja dengan stres kerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari (p value = 0,893). Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan ketidakpastian pekerjaan dengan stres kerja pada pekerja di PT. Sultratuna Samudra Kendari dantidak terdapat hubungan antara jumlah beban kerja dengan stres kerja pada pekerja di PT. Sultratuna Samudra kendari
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK USIA Ningsih, Lisna Wati Ayu; Jumakil, Jumakil; Kohali, Rizki Eka Sakti Octaviani
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v1i1.12609

Abstract

Deman Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes terutama Aedes aegypti. Demam dengue merupakan penyakit akibat nyamuk yang berkembang paling pesat di dunia. Kasus DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Wua-Wua merupakan kecamatan tertinggi kasus DBD pada tahun 2018 dengan jumlah 27 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada anak usia <15 tahun di wilayah kerja Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari tahun 2018. Jenis penelitian ini bersifat survei analitik observasional dengan pendekata cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga dengan jumlah 9.517 KK yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Wua-Wua Kota Kendari. Sampel dalam penelitian ini diperoleh 80 responden yang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil, ada hubungan yang bermakna antara keberadaan kasa ventilasi (p-value= 0,006), sampah padat (p-value= 0,000), keberadaan jentik (p-value= 0,000) dengan kejadian DBD pada anak usia <15 tahun. Tidak ada hubungan yang bermakna antara container/tempat penampungan air (p-value= 0,983) tidak menunjukan hubungan dengan kejadian DBD. Kesimpulan dalam penelitian yaitu ada hubungan antara keberadaan kasa ventilasi, sampah padat, keberadaan jentik dengan kejadian DBD, dan tidak ada hubungan antara penampungan air dengan kejadian DBD
HUBUNGAN VARIABILITAS IKLIM DENGAN KEJADIAN TB PARU BTA POSITIF DI KOTA KENDARI TAHUN 2010-2018 Damayanti H, Novi; Tosepu, Ramadhan; Jumakil, Jumakil
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v1i2.16591

Abstract

Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2018 menunjukkan kasus baru tuberkulosis sebesar 6,4 juta, setara dengan 64% dari insiden tuberkulosis (10,0 juta). Hal ini menyebabkan kesehatan buruk kurang lebih 10 juta orang setiap tahun. Jumlah kasus baru Tuberkulosis di Indonesia sebanyak 420.994 kasus pada tahun 2017, Tingginya angka kasus tersebut maka diperlukan pemetaan sebaran kasus menggunakan Geographic Information System (GIS). Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara Variabilitas Iklim dengan kejadian TB Paru BTA positif di wilayah Kota Kendari Tahun 2010-2018. Metode penelitian yang digunakan ialah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian studi ekologi menurut waktu (ecological time trend study ) dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian berdasarkan korelasi pearson terdapat hubungan tidak signifikan antara kelembaban udara dengan kejadian TB paru BTA Positif (r=0.416; p=0,265), hubungan tidak signifikan antara curah hujan(mm) dengan kejadian TB paru BTA positif (r=0.171; p=0,659), hubungan tidak signifikan antara suhu minimum(oC)  dengan kejadian TB Paru BTA positif (r=0.438; p=0.238), hubungan signifikan antara suhu rata-rata(oC) dengan kejadian TB paru BTA positif (r=0.762; p=0,017),dan hubungan tidak signifikan antara suhu maksimum(oC) dengan kejadian TB paru BTA positif (r=0,088; p=0,822). Kesimpulan penelitian ialah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kelembaban, suhu minimum, suhu maksimum, suhu rata-rata dan curah hujan dengan kejadian TB paru BTA positif di Kota Kendari tahun 2010-2018

Page 2 of 3 | Total Record : 27