cover
Contact Name
Roni Koneri
Contact Email
ronicaniago@unsrat.ac.id
Phone
+6281340275276
Journal Mail Official
j.bioslogos@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bios Logos
JURNAL BIOS LOGOS is the journal published by Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. The aims of the journal are to publish original research papers and article review in biology science i.e. botany, zoology, molecular biology, microbiology, ecology, diversity and conservation, taxonomy and biogeography. BIOS LOGOS is published two times per year (February and August)
Articles 110 Documents
Kajian ethylene triple response terhadap kecambah tiga varietas kedelai (Study of ethylene triple response on the seedlings of three varieties of soybean) Wardani, Kartika Eka; Mantiri, Feky Reky; Nio, Song Ai; Rumondor, Marhaenus
JURNAL BIOS LOGOS Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.4.2.2014.6152

Abstract

AbstrakKeterbatasan lahan tanam di Indonesia merupakan salah satu faktor pembatas dalam pembudidayaan tanaman kedelai. Oleh sebab itu kedelai di tumpangsarikan dengan tanaman lain, sehingga ternaungi. Naungan pada tanaman menyebabkan tingginya produksi etilen sehingga tanaman akan memunculkan triple response yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menyeleksi varietas kedelai yang tahan dengan adanya peningkatan etilen pada tiga varietas kedelai (Edamamik, Anjasmoro, Wilis). Setelah dikecambahkan selama 5 hari, panjang kedelai varietas Wilis yang diberi etilen (karbid) adalah yang tertinggi dan Anjasmoro adalah yang terendah. Bengkokan kedelai dengan derajat terendah diamati pada varietas Wilis dibandingkan dengan dua varietas lain. Diameter ketiga varietas tidak berbeda antara yang normal dan diperlakukan dengan karbid. Pengamatan ketiga parameter ini menunjukkan varietas Wilis adalah tanaman yang tahan terhadap peningkatan etilen, sehingga varietas ini berpotensi untuk ditanam di naungan.Kata kunci: etilen, triple response, kedelaiAbstractLimitation of arable land in Indonesia is one of the limiting factors in soybean cultivation. Consequently, soybean is sometimes cultivated as an intercropping crop. One of the major problems of intercropped plants is shading. Shading triggers increased production of ethylene, which in turn affects germinating seeds to exhibit ethylene triple response. The study aimed to screen different varieties of soybean (i.e., Edamamik, Anjasmoro, Wilis) for resistance to increased consentrationof ethylene. Results showed that five days after germination, the height of Wilis was the highest, while the height of Anjasmoro was the lowest. Similarly, the degree of hook on Wilis was the lowest compared with the other varieties. Meanwhile, the diameter of the seedlings was not significantly different among the three varieties. Based on these findings it was concluded that Wilis variety was the most resistant to increased concentration of ethylene and therefore was most suited for intercropping (shade environment).Keywords: ethylene, triple response, soybean
Enkapsulasi Bakteri Asam Laktat Hasil Fermentasi Buah Salak (Salacca zalacca) Lokal Menggunakan Aginat dengan Pewarna Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Purukan, Christy; Siampa, Jainer Pasca; Tallei, Trina Ekawati
JURNAL BIOS LOGOS Vol 10, No 2 (2020): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.10.2.2020.29045

Abstract

ABSTRAKBuah salak merupakan salah buah asli Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber bakteri asam laktat apabila difermentasikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan enkapsulasi bakteri asam laktat hasil fermentasi buah salak menggunakan metode ekstrusi dengan pewarna kembang sepatu dan menguji viabilitas bakteri yang terenkapsulasi dengan pemaparan terhadap cairan asam lambung pH 3. Fermentasi dilakukan selama 7 hari dan diukur kadar asam, kadar alkohol, dan enumerasi bakteri hasil fermentasi. Enkapsulasi dilakukan dengan mencampur suspensi bakteri hasil fermentasi dengan larutan alginat yang telah dicampur dengan ekstrak kembang sepatu, kemudian diteteskan menggunakan syringe volume 3 ml dan 5 ml dalam larutan CaCl2 sehingga membentuk beads, kemudian diuji viabilitas menggunakan cairan asam lambung pH 3. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa alginat dapat digunakan sebagai bahan pengkapsul bakteri hasil fermentasi buah salak dengan menggunakan ekstrak kembang sepatu sebagai pewarna alami pada kapsul. Hasil uji viabilitas menunjukkan bahwa beads yang terbentuk dari syringe volume 3 ml lebih baik dibandingkan beads yang terbentuk dengan syringe volume 5 ml.Kata kunci:bakteri asam laktat; enkapsulasi; fermentasi; kembang sepatu; salak. ABSTRACT Zalacca is a fruit native to Indonesia that can be used as a source of lactic acid bacteria (LAB) when fermented. This study aimed to encapsulate LAB obtained from the zalacca fruit fermentation using the extrusion method with hibiscus pigment as a coloring dye, and to test the viability of the encapsulated bacteria in the pH 3 of simulated gastric fluid (SGF). Fermentation was carried out for seven days and acidity and alcohol were evaluated. The number of bacteria was also enumerated. Encapsulation was carried out by mixing fermented bacterial suspension with alginate solution which had been mixed with hibiscus extract and then dripped using 3 ml and 5 ml volume syringes in the CaCl2 solution to form beads. The viability ov LAB was tested after being exposed to SGF. Based on the result of this study it can be concluded that alginate can be used to encapsulate LAB produced from the zalacca fruit fermentation with a pigment extracted from hibiscus used as a natural dye. The viability tests indicated that the beads formed with the 3 ml volume syringe were better than the 5 ml volume syringe.Keywords: lactic acid bacteria; encapsulation; fermentation; hibiscus; zalacca.
Kandungan Air Daun Padi Lokal Sulawesi Utara terhadap Kekeringan yang Diinduksi dengan Polietilen Glikol 8000 (Leaf Water Content of North Sulawesi Local Rice under Polyethylene-Glycol-8000 -Induced Drought) Pirade, Monalisa; Nio, Song Ai; Siahaan, Parluhutan
JURNAL BIOS LOGOS Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.8.1.2018.20591

Abstract

Abstrak Perubahan iklim menjadi salah satu penyebab terjadinya kekeringan dan kondisi ini dapat menurunkan produksi padi. Polietilen glikol (PEG) mampu menurunkan potensial air dalam larutan, sehingga dapat digunakan untuk menginduksi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ada tidaknya perbedaan respons fisiologis berdasarkan kandungan air daun pada tanaman padi lokal Sulawesi Utara yang mengalami kekeringan dengan induksi PEG 8000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor varietas (Superwin, Burungan, Ombong, dan Temo), faktor konsentrasi PEG 8000 (potensial air medium 0, –0,25 dan –0,5 MPa), faktor waktu perlakuan (0, 6 dan 12 jam), interaksi antara faktor varietas dan konsentrasi PEG, interaksi antara faktor varietas dan waktu perlakuan, interaksi antara faktor konsentrasi dan waktu perlakuan, interaksi antara faktor varietas, konsentrasi PEG, dan waktu perlakuan dalam cekaman kekeringan tidak menyebabkan perbedaan kandungan air daun yang nyata. Dalam penelitian ini  kandungan air daun tidak dapat dijadikan sebagai indikator respons fisiologis pada keempat varietas padi lokal Sulawesi Utara terhadap cekaman kekeringan. Kata kunci: cekaman kekeringan, PEG, kandungan air daun, padi lokal Sulawesi Utara  AbstractClimate change can result in drought and this condition can reduce rice production. Polyethylene glycol (PEG) decreases the water potential in the nutrient solution, therefore, it can be used to induce drought. The purpose of this research was to evaluate physiological response of North Sulawesi local rice under PEG 8000-induced drought based on the leaf water content.  The results of this study  indicated that varieties factor (Superwin, Ombong, Burungan and Temo), the factor of PEG 8000 concentration (medium water potential -0.25 and -0.5 MPa),  the treatment period factor (0, 6 and 12 hours), the interaction between varieties and PEG 8000 concentration, interaction between varieties and treatment period, the interaction between PEG 8000 concentration and treatment period, interaction among varieties, PEG 8000 concentration and treatment period under drought did not result in significant differences in leaf water content. This study showed that leaf water content was not able to be the physiological indicator in these four North Sulawesi local rice varieties under drought.Keywords: Drought, PEG, leaf water content, North Sulawesi local rice
Hubungan Antara Riwayat Pemberian Imunisasi dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. (Relationship Between History of Immunization and Infectious Disease with Nutritional Status in Children aged 24-59 Months in Ratahan Subdistrict, Southeast Minahasa Regency) Kasim, Elshaday; Malonda, Nancy; Amisi, Marsella
JURNAL BIOS LOGOS Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.9.1.2019.23421

Abstract

Hubungan Antara Riwayat Pemberian Imunisasi dan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara.(Relationship Between History of Immunization and Infectious Disease with Nutritional Status in Children aged 24-59 Months in Ratahan Subdistrict, Southeast Minahasa Regency) Elshaday Kasim1)*, Nancy Malonda1), Marsella Amisi1)*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115*Email korespondensi:enkasim96@gmail.comDiterima  15 Februari 2019, diterima untuk dipublikasi 28 Februari  2019 ABSTRAK Riwayat pemberian imunisasi dan penyakit infeksi erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak berusia di bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dan penyakit infeksi dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan dengan jumlah 447 balita, teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan penentuan jumlah sampel dilakukan dengan cara perhitungan menggunakan rumus slovin sehingga jumlah sampel yang diambil yaitu 88 sampel. Riwayat pemberian imunisasi, penyakit infeksi dan status gizi diukur menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri dengan alat timbangan untuk mengukur berat badan, serta microtoise untuk mengukur tinggi badan, kemudian menghitung z-score. Berdasarkan hasil uji chi square mendapati tidak adanya hubungan antara riwayat pemberian imunisasi dengan status gizi menurut indeks antropometri TB/U, BB/U, BB/TB dan tidak adanya hubungan antara penyakit infeksi dengan status gizi menurut TB/U, BB/U dan BB/TB. Kata Kunci : Imunisasi, penyakit infeksi, status gizi. Kabupaten Minahasa Tenggara. ABSTRACT History of Immunization and Infectious Disease is a factor that is very closely related to the growth and development of children under the age of five. This study aims to determine the relationship between the History of Immunization and Infectious Disease with Nutritional Status in Children aged 24-59 Months in Ratahan Subdistrict, Southeast Minahasa Regency. Analytical observational method with cross sectional study design. This study is a child aged 24-59 months with a total of 447 toddlers, the sampling technique is simple random sampling by determining the number of samples carried out by calculation using the slovin formula so that the number of samples taken is 88 samples. History of immunization, infectious disease and nutritional status was measured using a questionnaire and anthropometric measurements with a scale tool to measure weight, and microtoise to measure height, then calculate the z-score. Based on the results of the chi square test, there was no correlation between the history of immunization and nutritional status according to the anthropometric index TB / U, BB / U, BB / TB and the absence of an association between infectious diseases and nutritional status according to TB / U, BB / U and BB / TB.Keywords: Immunization, infectious disease, nutritional status, Southeast Minahasa Regency
Pendugaan Emisi Metana pada Sistem Pengelolaan Tanaman Padi di Kabupaten Minahasa (The Estimation of Methane Emission in The Rice Management System in Minahasa Rregency) Mambu, Susan Marlein
JURNAL BIOS LOGOS Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Bioslogos
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.2.1.2012.378

Abstract

AbstrakPemanasan bumi secara global karena emisi gas rumah kaca ke atmosfir yang disebabkan oleh kegiatan manusia, cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Pertanian padi sawah, khususnya sawah teririgasi juga merupakan penyumbang terbesar gas metana ke atmosfer. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pengurangan emisi CH4 dari kegiatan budidaya tanaman padi sawah. Penelitian dilakukan untuk mengetahui emisi CH4 dari budidaya padi sawah di kabupaten Minahasa, dengan melakukan estimasi emisi CH4 menggunakan model perhitungan formula untuk estimasi emisi CH4 pada padi sawah. Hasil penelitian ini memberikan informasi keberadaan CH4 dan jumlah produksi emisi CH4 dari lahan padi sawah di Kabupaten Minahasa, yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun (data tahun 2002 – 2010). Peningkatan emisi CH4 dari lahan padi sawah di Kabupaten Minahasa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu luas panen, jenis tanah, jenis varietas, jenis pengairan dan kegiatan budidaya lainnya seperti pemupukan dan pemberian bahan organik (jerami).Kata kunci: emisi metana, padi sawahAbstractGlobal warming from greenhouse gas emissions to the atmosphere that is caused by human activities tends to be increased over time. Fields of wetland rice, particularly irrigated rice, are also the largest contributor to methane gas to the atmosphere. Therefore, CH4 emissions should be reduced from paddy rice cultivation. This research aimed to measure the production of CH4 emission in the wetland rice fields of Minahasa, using a model calculation formula to estimate CH4 emissions in the rice fields. The results informed the existence and the amount of CH4 production resulted from wetland rice fields in Minahasa, which tended to be increased from year to year (data of year 2002 to 2010). The increment of CH4 emission from wetland rice fields in Minahasa was caused by several factors, i.e. the harvested area, soil types, types of variety, types of irrigation and other cultivation activities such as fertilization and providing organic material (straw).Keywords: methane emission, wetland rice
Struktur Makroalga Pada Ekosistem Lamun Di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Structure of Macroalgae in Seagrass Ecosystems at South Tabukan District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi) Mertosono, Irawaty; Siahaan, Ratna; Maabuat, Pience
JURNAL BIOS LOGOS Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.9.1.2019.24374

Abstract

Struktur Makroalga Pada Ekosistem Lamun Di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara(Structure of Macroalgae in Seagrass Ecosystems at South TabukanDistrict, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi) Irawaty A. Mertosono1), Ratna Siahaan1*) Pience V. Maabuat1)1)Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi, Manado 95115*Email korespondensi:ratnasiahaan@unsrat.ac.id Diterima  15 Februari 2019, diterima untuk dipublikasi 28 Februari  2019 Abstrak Makroalga laut merupakan tumbuhan laut yang tidak memiliki akar, batang, maupun daun sejati. Kegiatan manusia berupa pemanfaatan makroalga, konversi lahan, dan transportasi laut dapat menjadi penyebab penurunan biodiversitas makroalga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur dan distribusi makroalga pada ekosistem lamun di Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Lokasi penelitian di tiga stasiun penelitian yaitu Pantai Karurung - Desa Salurang, Pantai Palareng - Desa Palareng dan Pantai Galoghong – Desa Batuwingkung. Penelitian dilakukan pada November-Desember 2018 dengan pengambilan sampel menggunakan metode garis transek (line transect) dengan teknik pencuplikan kuadrat. Makroalga yang ditemukan sebanyak 36 spesies yang terdiri atas 25 spesies Divisi Chlorophyta, sembilan (9) spesies Divisi Rhodophyta dan dua (2) spesies Divisi Phaeophyta. Makroalga Bornetella nitida memiliki Indeks Nilai Penting 39, 24% mendominasi di lokasi penelitian. Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) spesies makroalga di Stasiun I (H’:3,02) tergolong tinggi sedangkan pada Stasiun II (H’:2,86)  dan Stasiun III (H’:2,63) tergolong sedang. Secara keseluruhan, keanekaragaman spesies makroalga di Kecamatan Tabukan Selatang tergolong tinggi (H’:3,00). Kata kunci:   struktur makroalga, Pantai Karurung, Pantai Palareng, Pantai Galoghong,Tabukan Selatan Abstract Marine macroalgae are marine plant-like organisms that has no true roots, stems, or leaves. The human ativities of macroalgae utilization, land conversion, and sea transportation can cause of macroalgae biodiversity decline. The purpose of this study was to analyze the structure and distribution of macroalgae in seagrass ecosystems at South Tabukan District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi. The research locations were at three research stations, i.e. Karurung Beach - Salurang Village, Palareng Beach - Palareng Village and Galoghong Beach - Batuwingkung Village. The study was conducted in November-December 2018 with line transect method sampling and quadrate sampling technique. Macroalgae were 36 species consists of 25 species of Chlorophyta Division, nine (9) species of Rhodophyta Division and two (2) species of Phaeophyta Division. Macroalga Bornetella nitida had Importance Value Index 39.24% that dominated research locations. The Shannon-Wiener biodiversity Index (H’) of macroalgae species at Station I (H': 3.02) was classified as high while Station II (H': 2.86) and Station III (H ': 2.63) were moderate. Overall, macroalgae species diversity at Tabukan Selatang District was high (H’: 3.00). Keywords: Macroalgae structure, Macroalgae distribution, Karurung Beach, Palareng Beach, Galoghong Beach, South Tabukan
Aktivitas Diurnal Kuskus Beruang Betina (Ailurops ursinus) di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki Minahasa Utara (Diurnal Activity Of Female Bear Cuscus (Ailurops Ursinus) In The North Minahasa Tasikoki Rescue Center) Darenoh, Chelsy; de Queljoe, Edwin; Butarbutar, Regina
JURNAL BIOS LOGOS Vol 9, No 1 (2019): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.9.1.2019.23365

Abstract

Aktivitas Diurnal Kuskus Beruang Betina (Ailurops ursinus) di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki Minahasa Utara(Diurnal Activity Of Female Bear Cuscus (Ailurops Ursinus) In The North Minahasa Tasikoki Rescue Center) Chelsy Darenoh1)*, Edwin de Queljoe1), Regina Rosita Butarbutar1)1)Program Studi Biologi, FMIPA Universitas Sam Ratulangi  Manado, 95115*Email korespondensi: chelsydarenoh@yahoo.com Diterima 10 Januari 2019, diterima untuk publikasi 28 Februari 2019 Abstrak Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) merupakan salah satu satwa liar yang tergolong mamalia berkantung dan endemik Sulawesi. Berdasarkan status konservasi kuskus beruang ini termasuk dalam status rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa persentase aktivitas diurnal dari Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Focal Animal Sampling dengan cara mencatat aktivitas satu individu selama periode waktu tertentu dengan catatan individu selalu terlihat. Penelitian ini dilakukakn untuk membantu  usaha konsevasi ex-situ kuskus beruang (Ailurops ursinus) agar tetap terjaga kelestarian populasinya. Hasil penelitian didapatkan bahwa persentase aktivitas diurnal dari kuskus beruang (Ailurops ursinus) untuk aktivitas berpindah tempat sebesar 42.93%, aktivitas istirahat 23.19%, aktivitas mencari makan 9.67%, akitivitas merawat diri 9.36%, aktivitas makan 9.32%, aktivitas bergelantungan 5.44%, dan aktivitas minum 0.08%.Kata kunci: Kuskus beruang, aktivitas diurnal, konservasi, berpindah tempat Abstract Bear Cuscus (Ailurops ursinus) is one of the wild animals belonging to marsupial mammals and endemic to Sulawesi. Based on the Conservation status of this Bear Cuscus included in the vulnerable status. This study aiming to analyze the percentage of diurnal activity of Bear Cuscus (Ailurops ursinus) in North Sulawesi PPST. The method used in this research is Focal Animal Sampling, by recording and recording the activities of one individual for a certain period of time with individual records always visible. This research was conducted to help ex-situ conservation efforts of Bear Cuscus (Ailurops ursinus) to maintain the sustainability of the population. From the results it was concluded that the percentage of diurnal activity of Bear Cuscus was as follows: moving activity 42.93%, resting activity 23.19%, foraging activity 9.67%, self-care activity 9.36%, eating activity 9.32%, hanging activity 5.44%, and drinking activity 0.08%.Keywords: Bear Cuscus, diurnal activity, conservation, moving activity
Karakter morfologi akar sebagai indikator kekurangan air pada tanaman (Root morphological characters as water-deficit indicators in plants) Nio, Song Ai; Torey, Patricia
JURNAL BIOS LOGOS Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.3.1.2013.3466

Abstract

Abstrak Ketersediaan air tanah yang berkurang serta perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan kekurangan air bagi tanaman. Pada saat kekurangan air akar berperan penting dalam adaptasi tanaman karena akar mampu mengabsorbsi air dengan memaksimalkan sistem perakaran. Beberapa karakter morfologi akar yang menunjukkan resistensi tanaman terhadap kekurangan air ialah pemanjangan akar ke lapisan tanah yang lebih dalam, pertambahan luas dan kedalaman sistem perakaran, perluasan distribusi akar secara horizontal dan vertikal, lebih besarnya berat kering akar pada genotipe tanaman yang lebih tahan kering, pertambahan volume akar, peningkatan berat jenis akar dan resistensi longitudinal pada akar, daya tembus akar yang tinggi, lebih tingginya rasio akar dan tajuk serta rasio panjang akar dan tinggi tanaman. Kata Kunci: kekeringan, morfologi akar, resistensi Abstract The decrease of soil water availability and unpredicted climate change resulted in water deficit in plants. The plant root is very important in plant adaptation during water deficit as the root can absorb the water by maximizing the root system. Some root morphological characters that indicated the drought resistance in plant are root lengthening through deeper soil layers, the increase of root area and depth, the increment of horizontal and vertical root distribution, bigger root dry mass in drought-resistant genotypes, increased root volume, the increase of root density and longitudinal resistance, bigger root penetration, higher root shoot ratio, and also larger ratio of root length and plant height. Keywords: drought, resistance, root morphology
Keanekaragaman Serangga Penyerbuk di Perkebunan Sayuran Kelurahan Rurukan Kota Tomohon (Diversity of Pollinator Insects in the Vegetable Plantation of Rurukan, Tomohon City) Masawet, Samuel; Koneri, Roni; Dapas, Farha
JURNAL BIOS LOGOS Vol 9, No 2 (2019): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.9.2.2019.25452

Abstract

Keanekaragaman Serangga Penyerbuk di Perkebunan Sayuran Kelurahan Rurukan Kota Tomohon (Diversity of Pollinator Insects in the Vegetable Plantation of Rurukan, Tomohon City) Samuel Masawet, Roni Koneri*), Farha N.J.Dapas Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia*E-mail: ronicaniago@unsrat.ac.id Diterima 5 Juli 2019, diterima untuk dipublikasi 10 Agustus 2019 ABSTRAKKehadiran serangga penyerbuk sangat berperan penting dalam proses penyerbukan. Hal ini disebabkan karena serangga tersebut mentransfer tepungsari dari anther ke stigma yang menyebabkan terjadinya pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman serangga penyerbuk di perkebunan sayuran di Kelurahan Rurukan Kota Tomohon. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga tipe lahan yaitu perkebunan labu siam, wortel, dan pinggir hutan. Pada masing-masing titik pengambilan sampel dibuat tiga plot berukuran 20m x 20m dengan jarak antar plot 20 m. Teknik pengamatan serangga penyerbuk menggunakan metode scan sampling. Hasil penelitian didapatkan 14 famili yang terdiri dari 24 spesies dan 2.185 individu. Ordo yang paling banyak ditemukan adalah Hymenoptera, sedangkan spesies yang memiliki kelimpahan tertinggi yaitu Apis nigrocincta. Keanekaragaman spesies penyerbuk tertinggi ditemukan pada lahan perkebunan wortel. Keanekaragaman spesies penyerbuk dipengaruhi oleh tipe perbunggaan, warna bunga, bau bunga dan kandungan nektar dari bunga. Kata kunci: Keanekaragaman, serangga penyerbuk, lahan pertanian, Desa Rurukan  ABSTRACTThe presence of insect pollinators plays an important role in pollination processes. This is because the insects transfer the Tepungsari from anther to the stigma that causes the occurrence of fertilization. This research aims to analyse the diversity of insect pollinators in vegetable plantations in the village of Rurukan in Tomohon. Sampling was carried out on three types of land namely pumpkin plantations, carrots, and forest edges. At each sampling point was made three plots measuring 20 m x 20 m with a distance between plot was 20 m. Insect pollinators observation technique using sampling scan method. The results of the study gained 14 families consisting of 24 species and 2,185 individuals. The most widely discovered order was Hymenoptera, while the species which has the highest abundance was Apis nigrocincta. The highest diversity of the pollinator species was found on carrot plantation land. The diversity of pollinator species is influenced by the type of flowering, color of flowers, smell of flowers and the nectar content of flowers. Keywords: Diversity, pollinators Insects, agricultural land, Rurukan village. 
Disain Primer Aktin Spesifik Tuntun Angin (Elaeocarpus floribundus) (Actin Primer Design Specific of Tuntun Angin (Elaeocarpus floribundus)) Roslim, Dewi Indriyani; Herman, Herman
JURNAL BIOS LOGOS Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.7.1.2017.16207

Abstract

Abstrak Aktin merupakan salah satu dari housekeeping gene yang dapat digunakan sebagai kontrol internal pada analisis ekspresi gen.  Sampai saat ini, sekuen DNA dari gen penyandi aktin pada tanaman tuntun angin (Elaeocarpus floribundus) belum pernah dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan merancang primer aktin spesifik untuk tanaman Elaeocarpus floribundus bedasarkan primer aktin degenerate.  Pasangan primer degenerate rancangan yang digunakan adalah PlAc46S sebagai primer forward: 5’- ATGGTNGGNATGGGNCARAA-3’ dan PlAc245N sebagai primer reverse: 3’- GTDATNACYTGNCCRTCNGG-5’.  Metode penelitian meliputi isolasi DNA dari daun segar, amplifikasi dengan teknik polymerase chain reaction (PCR), elektroforesis pada 1,2% gel agarose, perunutan nukleotida, dan analisis data menggunakan program BLASTn dan perangkat lunak MEGA versi 6.06.  Fragmen DNA aktin telah berhasil diamplifikasi menggunakan primer aktin degenerate dan telah dirancang primer aktin spesifik untuk Elaeocarpus floribundus dengan urutan sebagai berikut:5’-CCAAATCATGTTTGAGACCT-3’(forward) dan 5’-GAACACGTTAATTCCTGCTC-3’ (reverse). Primer tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mengamplifikasi gen aktin dari E. floribundus pada analisis ekspresi gen.Kata Kunci: aktin, Elaeocarpus floribundus, PCR, primer degenerate, tuntun angin. Abstract Actin is one of the housekeeping genes which commonly be used as an internal control in gene expression analysis.  Until now, the DNA sequence of actin gene of tuntun angin (Elaeocarpus floribundus) has never been published. This study aimed to design the actin primer specific for E. floribundus based on degenerate actin primer.  The pair of the degenerate actin primers (PlAc46S 5’- ATGGTNGGNATGGGNCARAA-3’ and PlAc245N 3’- GTDATNACYTGNCCRTCNGG-5’) were used in this study.  Methods included DNA isolation from fresh leaf, PCR, electrophoresis, sequencing, and data analysis using BLASTn program and MEGA software version 6.06.  The actin DNA fragment has been successfully amplified using the degenerate actin primer and then the actin primer specific for E. floribundus with the following sequences: 5’-CCAAATCATGTTTGAGACCT-3’ (forward) and 5’- AACACGTTAATTCCTGCTC-3’ (reverse) have been designed.  The primer pairs can be used to amplify the actin gene of E. floribundus.Keywords: actin, degenerate primer, Elaeocarpus floribundus, PCR, tuntun angin.

Page 1 of 11 | Total Record : 110