cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 170 Documents
REGULASI DALAM BELAJAR PADA SANTRI “MUTAZAWIS” DI PONDOKPESANTREN DARUL HIJRAH PUTRA, CINDAI ALUS, MARTAPURA, KALIMANTAN SELATAN Fernando, Muhammad Luthfi; Rachmah, Dwi Nur; Dewi, Rooswita Santia
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 2 (2016): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i2.2654

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perilaku melanggar aturan dan bagaimana regulasi dalam belajar yang dilakukan oleh santri “Mutazawis” di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan berupa studi kasus.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling pada tiga subjek.Tehnik penggalian data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapatkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan santri “Mutazawis” yaitu tidak melaksanakan tugas piket, makan minum sambil berdiri, tidur setelah sholat subuh, tidak sholat kemesjid, memalak maknan  santri lain, membaca majalah dan komik yang berbau mistik atau pornografi, membawa HP, berpacaran, berkelahi, menghakimi diluar prosedur pondok, merokok, kabur ketempat-tempat hiburan (warnet, rental playstation, diskotik), melawan ustadz, tidak mau menerima sanksi, meminum obat-obatan dan minuman keras.Santri “Mutazawis” yang memiliki regulasi dalam belajar yang tinggi akan memiliki strategi belajar, mampu mengatur konsentrasi, menjaga pendidikannya, memiliki persepsi positif terhadap keadaan. Memiliki motivasi intrinsik, perasaan positif, kesiapan dan keinginan untuk menguasai seluruh keterampilan dan ilmu di pondok pesantren.Mampu mengelola waktu dan tempat belajar, meregulasi usaha, dan mencari bantuan ketika kesulitan belajar.Sebaliknya bagi santri “Mutazawis” yang tidak dapat melakukan regulasi dalam belajarnya. Regulasi dalam belajar santri “Mutazawis” dapat berubah ketika mendekati ujian yaitu dengan merancang strategi belajar, mengatur konsentrasi belajar, mengelola waktu belajar,  dan meregulasi usaha belajar dengan baik. Kata Kunci:Regulasi Dalam Belajar, Santri “Mutazzawis”, Pondok Pesantren.ABSTRACT The purpose of this study was to find out the patterns of behaviorsviolating rules and howregulation in learning was followed by “Mutazawis” male students  in Islamic Boarding School Darul Hijrah Putra. The design of this study was a qualitative studydesign with a case study approach. The samples were gathered using purposive sampling on three subjects. The techniques of collecting data were through interviews, observation, and documentation. From the results of the study, it was found out that there were violations committed by “Mutazawis” male students, such as not conducting the scheduled duties to clean rooms, eating and drinking while standing, sleeping after morning prayers, not praying at the mosque, asking forcibly for other student’s food, reading musical or pornographic magazine and comic, bringing handphone, dating, fighting, judging something beyond the boarding’s procedures, smoking, escaping to entertainment places (cafe, playstation rental, discotheque), contending clerics, not accepting the sanctions, and taking drugs and liquor. “Mutazawis” male students  which had higher regulation in learning would have a learning strategy, be capable of adjusting the concentration, maintain education, and have a positive perception of any situation. They would also have intrinsic motivation, positive thinking, readiness and desire to control the entire skills and knowledge in the boarding school. They would be able to manage time and place for learning, regulate learning efforts, and seek for help when facing learning difficulties. Regulation in learning in “Mutazawis” male students could change when approaching the exam time by well devising strategies to learn, adjusting the concentration,managing the learning time, and regulating learning efforts. Keywords: Regulation in learning, “Mutazawis” male students, Islamic boarding school.
STUDI TENTANG PERILAKU MENYIMPANG PADA SISWA DI MI NURUDDIN I BANJARMASIN Jamain, Ririanti Rachmayanie; Hafidzi, Muhammad Irfan
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i2.5221

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi jenis perilaku menyimpang pada siswa di MI Nuruddin I Banjarmasin yang bertempat tinggal di sekitar pelabuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini yaitu pendekatan kualitatif dan jenis penelitian adalah dengan mendeskriptif fenomena yang ada, dimana peneliti mendeskripsikan suatu fenomena perilaku menyimpang siswa di MI Nuruddin I Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara yang diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Jumlah responden ada 5 orang yakni Wali Kelas, Guru Mata Pelajaran, Siswa, dan Orang Tua Siswa. Hasil penelitian menunjukkan jenis perilaku menyimpang siswa di MI Nuruddin I Banjarmasin adalah perkelahian, berkata kotor dan kasar atau mengolok-olok, membuat keributan, memalak, merusak barang milik teman, merusak fasilitas sekolah, tidak menaati peraturan sekolah, membolos, perilaku menyimpang ini tergolong kategori primer.Kata kunci: Perilaku Menyimpang, Kategori Perilaku Menyimpang, Siswa.
Hubungan Antara Adversity Quotient Dengan Resiliensi Pada Penderita Kanker Stadium Lanjut Sukma Dewi, Eka Yulianti Septia; Mayangsari, Marina Dwi; Fauzia, Rahmi
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i1.1938

Abstract

ABSTRAKPenderita kanker stadium lanjut menghadapi kesulitan dalam melawan penyakit kronis yang dideritanya, sehingga dibutuhkan adversity quotient tipe climbers agar dapat bertahan, bangkit dan menyesuaikan diri dalam menghadapi kesulitan (resiliensi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut. Sampel penelitian ini adalah penderita kanker stadium lanjut yang melakukan kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin ruang Edelweis berjumlah 60 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala adversity quotient dan skala resiliensi. Berdasarkan uji korelasi product moment Pearson diketahui bahwa semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula resiliensinya dan sebaliknya. Sumbangan efektif adversity quotient terhadap resiliensi sebesar 95,1% sedangkan sisanya sebesar 4,9% kemungkinan dipengaruhi oleh variabel lain diluar adversity quotient seperti empati dan reaching out. Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa adversity quotient dan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut di Ruang Edelweis berada di kategori tinggi.Kata kunci : Adversity Quotient, Resiliensi, Penderita Kanker stadium lanjut, RSUD Ulin BanjarmasinABSTRACTPatients with advanced-stage cancer face difficulties in the fight against chronic disease, so it takes adversity quotient type climber to survive, rise up and adapt (resilience). Purpose of this study was to find out correlation between adversity quotient and resilience in patients with advanced-stage cancer. Samples were 60 patients with advanced-stage cancer who underwent chemotherapy in Edelweis room, using accidental sampling technique. Data were collected using a scale of adversity quotient and a scale of resilience. Based on Pearson's product moment correlation test, it was found out that the higher adversity quotient, the higher resilience, and conversely. The effective contribution of adversity quotient to resilience was 95.1% while remaining 4.9% was likely influenced by other variables, such as empathy and reaching out. Based on the results, it can be concluded that the adversity quotient and resilience in patients with advanced-stage cancer in Edelweis Room was in the high category.Keywords: adversity quotient, resilience, patients with advanced-stage cancer, Ulin hospital Banjarmasin
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA YANG SEDANG MEMPERSIAPKAN SKRIPSI Yuwanto, Dede; Mayangsari, Marina Dwi; Anward, Hemy Heryati
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 4 (2014): Jurnal Ecopsy : Jurnal Ilmu Psikologi
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i4.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kesiapan kerja pada mahasiswa yang sedang mempersiapkan skripsi di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Psikologi yang sedang mempersiapkan skripsi berjumlah 49 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala yang terdiri dari skala efikasi diri dan skala kesiapan kerja. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif sebesar 35,7% antara efikasi diri dengan kesiapan kerja, sehingga semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula kesiapan kerja pada mahasiswa yang sedang mempersiapkan skripsi di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.Kata kunci: Efikasi Diri, Kesiapan Kerja This study aims to determine the relationship of self-efficacy with working readiness on students who are preparing a thesis in Psychology Department of Medicine Faculty, University of Lambung Mangkurat. The sample in this study are 49 students of Psychology Department who are preparing thesis taken by purposive sampling technique. The method of data collection uses a scale consisting of self-efficacy scale and working readiness scale. Analysis of the data used is using correlation analysis. Based on these results, it can be concluded that there is a positive relationship between self-efficacy with working readiness of 35,7%, so that the higher self efficacy, the higher the working readiness on students who are preparing thesis in Psychology Department of Medicine Faculty, University of Lambung Mangkurat.Keywords: Self Efficacy, Working Readiness
STUDI TENTANG PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA PADA REMAJA PELAKU PEMERKOSAAN DI LAPAS KLAS II A ANAK MARTAPURA Safitri, Saulia; Anward, Hemy Heryati; Yuniarrahmah, Emma
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Ecopsy : Jurnal Ilmu Psikologi
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i2.490

Abstract

Masa remaja adalah ambang masa dewasa, yang ditandai dengan memusatkan diri pada perilaku yang dihubungkan dengan status dewasa, seperti merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan cenderung terlibat dalam perbuatan seks yang menyimpang dalam hal ini tindakan pemerkosaan. Pemerkosaan merupakan suatu tindakan memaksa, dengan kekerasan maupun ancaman kekerasan yang dilakukan untuk melampiaskan nafsu seksual yang ada dalam diri pelaku kepada korbannya, yang dinilai melangggar norma dan hukum yang berlaku. Fokus penelitian ini diarahkan pada persepsi keharmonisan keluarga pada remaja pelaku pemerkosaan di Lapas Klas II A Anak Martapura, faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh remaja dan jenis pemerkosaan apa yang dilakukan oleh remaja pelaku pemerkosaan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang remaja yang berada di Lapas Klas II A Anak Martapura dengan kasus pemerkosaan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan psikologis (tes grafis) sebagai teknik pengumpulan datanya. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa kedua remaja dalam penelitian ini sama-sama mempersepsikan adanya ketidakharmonisan di dalam keluarganya. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi terjadinya tindakan pemerkosaan yaitu faktor internal dan eksternal. Jenis Pemerkosaan yang dilakukan berupa Pemerkosaan untuk Kekuasaan dan Pemerkosaan oleh teman kencan atau pacar. Kata Kunci : Persepsi Keharmonisan Keluarga, Remaja, PemerkosaanAdolescence is the threshold of adulthood, which is characterized by self focusing on behaviors associated with adult status, such as smoking, drinking, drug abusing, and engaging in deviant sexual acts, which is rape in this case. Rape is an act of force, with violence or threats of violence committed for releasing sexual lust by the rapist to the victim, which is considered against the norms and laws. The study focused on the perception of family harmony in young rapists in Juvenile Facility Class II A Martapura, the factors influencing the occurrence of rape and the types of rape committed by juveniles. The subjects in this study were two juveniles imprisoned in Juvenile Facility Class II A Martapura with rape cases. The study employed qualitative research method, through interview, observation and psychological examination (test graphics) as the data collection techniques. Based on the data analysis it suggested that both adolescents in this study equally perceived disharmony in the family. There were two factors that influenced the occurrence of rape committed by juveniles, namely internal and external factors. The types of rape were the rape for power and the rape for sex committed by a date or a boyfriend. Keywords: perception of family harmony, adolescents, rape
GAMBARAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF PADA MAHASISWA PENGGEMAR ANIME Perdana, Rachmadiar; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i1.4881

Abstract

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN RESILIENSI PADA PENDERITA KANKER STADIUM LANJUT Dewi, Eka Yulianti Septia Sukma; Mayangsari, Marina Dwi; Fauzia, Rahmi
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2664

Abstract

ABSTRAK Penderita kanker stadium lanjut menghadapi kesulitan dalam melawan penyakit kronis yang dideritanya, sehingga dibutuhkan adversity quotient tipe climbers agar dapat bertahan, bangkit dan menyesuaikan diri dalam menghadapi kesulitan (resiliensi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut. Sampel penelitian ini adalah penderita kanker stadium lanjut yang melakukan kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin ruang Edelweis berjumlah 60 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala adversity quotient dan skala resiliensi. Berdasarkan uji korelasi product moment Pearson diketahui bahwa semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula resiliensinya dan sebaliknya. Sumbangan efektif adversity quotient terhadap resiliensi sebesar 95,1% sedangkan sisanya sebesar 4,9% kemungkinan dipengaruhi oleh variabel lain diluar adversity quotient seperti empati dan reaching out. Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa adversity quotient dan resiliensi pada penderita kanker stadium lanjut di Ruang Edelweis berada di kategori tinggi. Kata kunci : Adversity Quotient, Resiliensi, Penderita Kanker stadium lanjut, RSUD Ulin Banjarmasin ABSTRACT Patients with advanced-stage cancer face difficulties in the fight against chronic disease, so it takes adversity quotient type climber to survive, rise up and adapt (resilience). Purpose of this study was to find out correlation between adversity quotient and resilience in patients with advanced-stage cancer. Samples were 60 patients with advanced-stage cancer who underwent chemotherapy in Edelweis room, using accidental sampling technique. Data were collected using a scale of adversity quotient and a scale of resilience. Based on Pearson's product moment correlation test, it was found out that the higher adversity quotient, the higher resilience, and conversely. The effective contribution of adversity quotient to resilience was 95.1% while remaining 4.9% was likely influenced by other variables, such as empathy and reaching out. Based on the results, it can be concluded that the adversity quotient and resilience in patients with advanced-stage cancer in Edelweis Room was in the high category. Keywords: adversity quotient, resilience, patients with advanced-stage cancer, Ulin hospital Banjarmasin
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU PRO-LINGKUNGAN SERTA PERBEDAANNYA BERDASARKAN JENIS KELAMIN Shadiqi, M. Abdan; Heryati Anward, Hemy; Erlyani, Neka
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ecopsy : Jurnal Ilmu Psikologi
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i1.478

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan antarvariabel dan penelitian komparasi untuk mengetahui perbedaan tiap variabel berdasarkan jenis kelamin. Subjek penelitian adalah mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Unlam sebanyak 50 orang dipilih secara purpossive random sampling. Penelitian ini menggunakan skala kecerdasan emosional dan kuesioner perilaku pro-lingkungan. Analisa data menggunakan analisis korelasi, analisis kovarian, dan uji t melalui SPSS versi 19.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku pro-lingkungan, tidak ada perbedaan kecerdasan emosional dan perilaku pro-lingkungan di antara berjenis kelamin berbeda, tidak ada perbedaan yang signifikan antara mean skor kecerdasan emosional laki-laki dengan perempuan dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara mean skor perilaku pro-lingkungan laki-laki dengan perempuan Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Perilaku Pro-Lingkungan, Jenis Kelamin. This study is a correlation study to determine the relationship between variables and comparative study to determine the differences of variables base on gender. The subject in this study is students of Environmental Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Unlam with 50 subject that chosen by purpossive random sampling. The method to collecting data are using emotional intelligence scale and pro-environmental behavior questionnaire. Data analysis are using correlation analysis, analysis of covariance, and t test with SPSS version 19.0. Based on the results of the correlation analysis is found the relationship between emotional intelligence with pro-environmental behavior, there is found no difference in emotional intelligence and pro-environmental behavior base on gender and there is found no significant difference between the mean each variables score of male and female.  Keywords: Emotional Intelligence, Pro-Environmental Behavior.  
KEBERSYUKURAN PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Nura, Ajran; Sari, Kartika
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ECOPSY : JURNAL ILMU PSIKOLOGI
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i2.5041

Abstract

Menjalani peran sebagai ibu dari anak berkebutuhan khusus tidak hanya mendatangkan efek negatif pada psikologis ibu tetapi juga dapat memunculkan dampak positif seperti kebersyukuran. Kebersyukuran merupakan kecenderunganuntuk merespon dengan emosibersyukur terhadap kebaikan dan peran orang lain dalamhasilpositif yang dicapaiseseorang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebersyukuran pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden 4 orang dan data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa keempat responden bersyukur selama menjalani peran sebagai ibu dari anak berkebutuhan khusus. Bentuk kebersyukuran yang dirasakan oleh Responden 1 adalah menganggap kehadiran anaknya sebagai anugrah terbaik setelah bencana tsunami 2004. Selanjutnya Responden 2 juga bersyukur dengan prestasi anaknya di sekolah reguler. Bagi Responden 3, kehadiran anaknya membuat dirinya belajar untuk melihat kehidupan secara lebih positif. Sementara Responden 4 menjadikan setiap perkembangan yang ditunjukkan anaknya sebagai sumber kebersyukuran. Penelitian ini juga menemukan bahwa dengan bersyukur, ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus menjadi lebih sabar dan kreatif, merasakan emosi positif berupa senang dan bangga, semangat belajar untuk memahami kondisi anak, serta lebih menikmati hidup. Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan sosial dapat mempengaruhi kebersyukuran.
GAMBARAN HUBUNGAN SAUDARA KANDUNG PADA REMAJA AKHIR YANG MEMILIKI SAUDARA DENGAN TUNADAKSA Tinambunan, Ricka Octafrianti; Nur Rachmah, Dwi; Anward, Hemy Heryati
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Ecopsy : Jurnal Ilmu Psikologi
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i3.495

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran hubungan saudara kandung pada remaja akhir, untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam hubungan saudara kandung serta untuk mengetahui pengaruh kehadiran saudara yang normal maupun yang tuna daksa dalam hubungan saudara kandung yang terjalin. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara terhadap dua orang remaja akhir yang memiliki saudara dengan tunadaksa.Temuan penelitian memperlihatkan bahwa kedua subjek menunjukkan hubungan saudara kandung yang dekat, hubungan yang didominasi oleh saudara sulung, hubungan dengan rasa cemburu dan hubungan yang berkonflik.Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan saudara kandung adalah konstelasi keluarga, hubungan orang tua dengan anak dan perlakuan orang tua. Penelitian ini juga menemukan saudara yang normal juga memberikan pengaruh positif terhadap saudaranya yang tunadaksa dan pengaruh kehadiran saudara dengan tunadaksa terhadap saudara yang normal menyebabkan saudara yang normal merasa kurang percaya diri, merasa dibedakan saat bersama dengan teman sebaya dan rasa lelah saat harus merawat saudara dengan tunadaksa. Kata kunci: Hubungan saudara kandung, remaja akhir, tunadaksa This study was conducted to obtain a description of sibling relationship in late adolescence, to find out the factors that influenced sibling relationship and to find out the effects of the presence of normal siblings and disabled ones in sibling relationship. This study was conducted with qualitative method through interview of two late adolescents, who had a physically disabled sibling. The research findings showed that both subjects indicated a close sibling relationship, the relationship dominated by elder siblings, the sibling relationship with jealousy and with conflict. Factors that affected sibling relationship were the family constellation, parental relationship with the child and the parenting. This study also found that the normal siblings gave a positive impact on the disabled siblings and The impacts of the presence of disabled siblings on normal adolescents were that the normal felt less confident, distinguished when being with peers and fatigue when obligated to take care of the disabled. Keywords: sibling relationships, late adolescents, physically disabled 

Page 1 of 17 | Total Record : 170