cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25482300     EISSN : 25482181     DOI : -
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Terbarukan merupakan jurnal elektronik yang mempublikasikan hasil penelitian, knowledge sharing dari dosen, mahasiswa maupun kalangan industri yang berfokus pada teknologi kimia pengolahan bahan alam dan energi secara berkelanjutan. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Renewable Energy on Islands: Lessons for Indonesia to Apply Rianto, Faizal; Utari, Diah Siti; Jenawi, Billy; Sujarwani, Riau
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this article is to examine lessons and examples from renewable energy initiatives implemented on islands and archipelagos to drive its use in Indonesia. Indonesia has achieved 91.16% electrification ratio in 2016, and in 2024 planned to achieve electrification ratio of 100%. Lack of electricity access, however, is endemic throughout Indonesia. Due to its geography, providing electricity to Indonesia’s population is a daunting task as its archipelagic landscape poses a challenge in electrification efforts. Studies and case studies have shown the potential application of renewable energy on islands as small islands can make the transition to renewable energy. Due to the importance in providing electricity to small populated islands to achieve higher electrification ratio, it is therefore important for Indonesia to take note that renewable energy initiatives, particularly on islands, are not only yielding positive results socially, economically, and environmentally, but it is also viable and feasible to implement
SINTESA ADSORBEN ZEOLITE ALAM AKTIF DENGAN BANTUAN MICROWAVE UNTUK ADSORPSI CO2 Poerwadi, Bambang; Miranda, Farid Fadillah; Arini, Mutiara Dita; Oktavian, Rama; Zulhijah, Rizka
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.42 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.01

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan sintesa adsorben zeolite alam aktif dengan bantuan microwave dan aplikasinya untuk proses adsorpsi gas CO2. Zeolite alam diaktivasi dalam larutan basa NaOH dengan variasi konsentrasi 1, 2, dan 3M, kemudian dilakukan proses pemanasan dengan menggunakan microwave pada suhu 80°C dengan variasi waktu 3, 4, 5, 6, dan 7 menit. Pengaruh konsentrasi NaOH dan lama pemanasan pada proses aktivasi terhadap kapasitas adsorpsi CO2 telah dipelajari dengan detail. Uji penyerapan CO2 dilakukan dengan mengalirkan campuran gas N2 dan CO2 pada kolom adsorpsi tipe fixed bed yang berisi granul zeolite teraktivasi pada suhu 28°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH dan lama waktu pemanasan mempengaruhi kemampuan adsorpsi zeolite, dimana kapasitas adsorpsi CO2 tertinggi, yaitu sebesar 1,165 mmol diperoleh untuk zeolite yang diaktivasi dengan NaOH 1M dan lama pemanasan 3 menit. Terlalu tinggi konsentrasi NaOH dan terlalu lama pemanasan mengakibatkan menurunnya luas permukaan adsorben. Hasil ini juga menunjukkan proses aktivasi pada zeolite alam mampu meningkatkan kapasitas adsorpsi secara signifikan, jika dibandingkan dengan zeolite yang tidak diaktivasi (0,377 mmol CO2/gram adsorben). Selain itu, keefektifan penggunaan microwave juga dievaluasi dengan membandingkannya dengan zeolite yang diaktivasi dengan menggunakan oven, dimana diperoleh hasil yang tidak jauh berbeda untuk zeolite yang diaktivasi dengan NaOH 1M selama 3 menit dengan microwave, dibandingkan dengan pemanasan selama 4 jam dengan oven (1,405 mmol CO2/gram adsorben).
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES KOAGULASI MENGGUNAKAN BESI (III) KLORIDA HEKSAHIDRAT Junisu, Belda Amelia; Handayani, Evi; Hidayati, AS Dwi Saptati Nur; Ismuyanto, Bambang; Himma, Nurul Faiqotul
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.749 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.02.04

Abstract

Air gambut merupakan sumber air potensial yang dapat digunakan sebagai air bersih jika diolah terlebih dahulu, dimana penyisihan asam humat menjadi perhatian utama karena kandungannya yang tinggi menyebabkan kekeruhan, intensitas warna yang tinggi, dan sifat asam pada air gambut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk penyisihan asam humat dalam air gambut adalah koagulasi dengan menggunakansenyawa kimia berupa garam logam hidrolisis sebagai koagulan. Pada penelitian ini, Besi (III) Klorida (FeCl3.6H2O) digunakan sebagai koagulan untuk penyisihan asam humat.Penentuan kondisi optimum koagulasi dilakukan dengan variasi pH (6–9) dan dosis koagulan FeCl3.6H2O (20–100 ppm). Koagulasi kemudian dilakukan dengan penambahan kitosan sebagai koagulan pendukung untuk meningkatkan efektivitas proses koagulasi, dimana dosis kitosan divariasikan pada rentang 10–50 ppm.Diperoleh nilai pH optimum adalah pH 7 dan dosis FeCl3.6H2O sebesar 80 ppm dengan penurunan warna sebesar 88,08% dan kekeruhan sebesar 97,08%. Sedangkan dengan adanya penambahan kitosan hingga 50 ppm, penurunan warna dan kekeruhansemakin meningkat hingga  94,75% dan 99,07%.
PEMANFAATAN GARAM BERBASIS CaCl2 SEBAGAI HEAT STORAGE UNTUK SUMBER ENERGI TERMAL PADA TERMOELEKTRIK KONVERTER Poerwadi, Bambang; Pratama, Dhanang Edy; Aprilia, Vivi Anita; Puspitasari, Diah Agustina; Supriyono, Supriyono
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.961 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.02

Abstract

Thermo Electric Converter (TEC) adalah peralatan pengkonversi energi panas menjadi listrik berdasarkan aliran elektron yang disebabkan oleh perbedaan suhu. Untuk dapat memanfaatkan panas matahari secara kontinyu, maka diperlukan material yang dapat menyerap dan menyimpan panas matahari. Penelitian ini menggunakan garam CaCl2.4H2O sebagai material penyerap dan penyimpan panas matahari. Garam CaCl2.4H2O merupakan material latent heat storage yang memiliki prinsip perubahan fase saat menyerap atau melepaskan panas. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahap, yaitu uji laboratorium dan uji lapangan. Pada uji laboratorium sumber panas menggunakan pemanas listrik yang memanaskan garam hingga temperatur 120oC. Uji ini dilakukan pada fraksi 60%, 70%, dan 80% volume wadah. Fraksi garam yang optimum kemudian digunakan untuk uji lapangan, dimana alat diuji untuk mengetahui seberapa besar efektivitas alat pada sinar matahari langsung antara pukul 07.00 hingga 13.00. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah garam dengan fraksi 60% volume wadah merupakan fraksi yang paling optimum. Fraksi tersebut mampu menerima dan melepas panas, dan menghasilkan listrik paling besar dibandingkan dengan fraksi lain. Pengujian lapangan terhadap fraksi 60% memberi hasil bahwa alat ini mampu menyimpan panas matahari dan mengkonversinya menjadi listrik 19,1 Watt pada pengujian laboratorium dan 0,3 Watt pada pengujian lapang pada jam 12.00 WIB.
Proses Interesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Menjadi Biodiesel Dengan Co-solvent Metil Ester Daryono, Elvianto Dwi
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kebutuhan akan bahan bakar minyak semakin meningkat seiring dengan meningkatnya populasi dan berkembangnya teknologi, akan tetapi cadangan minyak bumi yang berasal dari fosil semakin menipis karena sifatnya yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, banyak upaya yang dilakukan untuk mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui (renewable). Salah satu sumber energi alternatif yang saat ini banyak dikembangkan adalah fatty acid methyl ester (FAME) yang biasa dikenal dengan nama biodiesel. Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang menjanjikan yang dapat dibuat dari minyak goreng bekas, lemak hewani atau minyak nabati yang dikonversikan ke dalam metil ester melalui proses transesterifikasi dengan alkohol. Metode yang digunakan adalah metode interesterifikasi, yaitu dengan mengganti gugus metil alkohol dengan gugus metil dari metil asetat dengan produk samping triacetin. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapat konsentrasi optimum dengan massa katalis 0,5% berat minyak pada kecepatan pengadukan 600 rpm yaitu sebesar 4,80%. Sedangkan yield optimum juga didapatkan dengan massa katalis KOH 0,5% berat minyak pada kecepatan pengadukan 600 rpm yaitu sebesar 5,56%. Dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum pada penelitian ini adalah dengan massa katalis 0,5% berat minyak dan kecepatan pengadukan 600 rpm.
Karakteristik Performa Discharge Anoda Magnesium Teranodisasi yang Teraktivasi oleh Air Laut Supriyono, Supriyono; Wulaningfitri, Luh Putu Maharini Intan; Pradana, Joshia Christa; Feliana, Indah; Putri, Amelia Nurlita
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.139 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.02.03

Abstract

Magnesium merupakan bahan yang dapat dikembangkan sebagai anoda baterai. Anodisasi dilakukan pada magnesium untuk memperluas permukaannya sehingga memperbaiki performa discharge baterai di dalam elektrolit berupa air laut. Anodisasi dilakukan di dalam larutan asam oksalat 0,1 M dengan magnesium sebagai anoda dan grafit sebagai katoda. Potensial listrik yang digunakan pada anodisasi divariasikan dari 1,5 – 6,0 V. Setelah tahap anodisasi, magnesium dicuci dengan aquadest kemudian dikeringkan di dalam oven pada suhu 105oC sampai berat konstan. Karakteristik discharge magnesium sebagai anoda baterai di dalam larutan NaCl 3,5% telah dipelajari. Nilai potensial yang paling tinggi (Ecorr = -1,74 V vs Ag/AgCl), nilai charge transfer resistance (Rp) paling kecil (Rp = 1708 Ω) dan nilai konduktivitas paling besar (Y0 = 687 μMho) dari anoda magnesium di dalam asam oksalat dicapai pada magnesium yang teranodisasi di dalam asam oksalat 0,1 M dengan voltase 1,5 V. Performa discharge yang meliputi voltase, kerapatan arus, kapasitas, dan energi discharge paling besar pada arus discharge konstan (0,05 mA) di dalam larutan elektrolit NaCl 3,5% dicapai pada magnesium yang teranodisasi di dalam asam oksalat dengan voltase 1,5 V.
ADSORPSI ION KALSIUM MENGGUNAKAN BIOMASSA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DIREGENERASI HCL Rakhmania, Citra Dewi; Khaeronnisa, Indah; Ismuyanto, Bambang; Nanda, Julia; Himma, Nurul Faiqotul
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.667 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.03

Abstract

Water hyacinth (Eichhornia crassipes) is known as an aquatic weed that has rapid growth. However, the water hyacinth has the ability to remove metals from water as it acts as a natural adsorbent. Calcium ion is one of the metallic ions which can cause hardness and scaling in high temperature, resulting in a decrease of the efficiency of industrial equipment. In this research, the water hyacinth was regenerated with HCl and used as an adsorbent to adsorb calcium ion. The effect of HCl concentration and calcium ion concentration on the adsorption capacity of calcium ion was investigated. The results show that adsorption capacity of calcium ion increased as the concentration of HCl increased up to 3 M. At higher concentration of HCl, 4 M and 5 M, the adsorption capacity decreased because some functional groups of hydroxyl and carboxyl which play an important role in adsorption process are cleavage. Maximum adsorption capacity was achieved at 38,733 mg Ca/gr adsorbent with regeneration of adsorbent at HCl 3M and 500 ppm of calcium ion
KINETIKA FERMENTASI ASAM LAKTAT DARI TEPUNG SORGUM MENGGUNAKAN YEAST DAN L.Plantarum Istianah, Nur; Gunawan, Setyo
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.813 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.02.02

Abstract

Sorghum fermentation was introduced by three of microbes which are dry baker’s yeast, L.Plantarum and the combination of them. Fermentor was operated at 37°C for 72 hrs. Inoculation of microbes was held after incubation period of  3-4 hrs. Those fermentation produce the different lactic acid and pH(p<0.05). L.Plantarum produced the highest lactic acid which was followed by pH changes.  This fermentation gave the highest lactic acid yield of 85.01%(w/w) at cell yield of 0.14%(w/w). The production rate of fermentation by L.Plantarum was 0.306 g.h-1, maximum specific growth rate 1.5689 g.h-1, and Monod constat at 13.3262.
PENGARUH pH DAN DOSIS KOAGULAN EKSTRAK BIJI KELOR DALAM KOAGULASI TERHADAP PENGURANGAN KEKERUHAN LIMBAH CAIR Herawati, Astrid; Asti, Riistika; Ismuyanto, Bambang; Nanda, Julia; Hidayati, A.S. Dwi Saptati N.
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.911 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.04

Abstract

The presence of suspended and colloidal particles in water can cause turbidity. To reduce the turbidity, coagulation–flocculation process is commonly used. In this process, the colloidal particle is converted into flocs which easily separated from water with the aid of coagulant. One of the natural coagulants that have been studied as water purifier is Moringa oleifera seeds. This research aims to reduce turbidity of kaolin synthetic wastewater through coagulation–flocculation process using Moringa oleifera seeds that have been extracted with NaCl 1 M. The variables used in this study were wastewater pH (3, 6, 10, and 12) and coagulant dosage (0, 1, 2, 3, 4, and 5 mL/L).  Coagulation-flocculation was taken place in Jar Test with rapid stirring 150 rpm in 2 minutes, followed by slow stirring 30 rpm in 30 minutes, and sedimentation for 30 minutes. Then, the water was analyzed using Turbidimeter. The results showed that coagulant dosage and pH affected the effectiveness of coagulation in decreasing turbidity. The optimum dosage of extracted Moringa oleifera seeds coagulant in coagulation of kaolin synthetic wastewater at pH 3, 6, 10, and 12 were 2 ml/L, 3ml/L, 2 ml/L, and 4 ml/L, respectively.
Model Kinetika Produksi Biogas dari Limbah Makanan Shitophyta, Lukhi Mulia
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas is one of the renewable energies to minimize the use of fossil fuels. Biogas can be generated from food wastes through anaerobic digestion. The study aimed to determine the kinetic model of biogas production from food waste using linear, exponential and Gaussian equations. The result showed that the simulation of the Gaussian equation (R2 0.992) is the ideal model to be applied to a kinetic model of biogas production from food waste, while the exponential equation had the greater value of R2 than linear equation.

Page 1 of 3 | Total Record : 22