cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education
ISSN : 25486020     EISSN : -     DOI : -
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education is published periodically, twice a year (June and December), by State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 68 Documents
Discovering the scholarship dimension of Ahmadiyya: Ahmadiyya’s school on Indonesian Islam’s views Thoriquttyas, Titis
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.512 KB)

Abstract

AbstractIndonesian Islam ideas clearly elaborate the teachings of Islam which are promoting the tolerance, creating Muslim society which is harmonious and respecting the minority rights, such as on Ahmadiyya’s issues. This article shows how Ahmadiyya communities are able to survive in Yogyakarta through educational institution and how the others society receive their existence peacefully. Limiting its scope on Ahmadiyya’s school namely, Yayasan PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia) Yogyakarta which established on 1942 and it labeled as Ahmadiyya’s school based on its history especially refers to Gerakan Ahmadiyya Indonesia. This paper drawn on the acceptability of Ahmadiyya-affiliated school around the society and its effort to negotiate their position used the Indonesian Islam ideas as the approach and the perspective. Furthermore, researcher will point out its uniqueness from the curriculum (learning materials), the educators and its learning methods in order to find the basic characteristics which it appropriate with what Indonesian Islam ideas could be contributed  Keywords: Indonesian Islam, Ahmadiyya’s school, Yayasan PIRI YogyakartaAbstrakGagasan-gagasan Islam di Indonesia dengan jelas menguraikan ajaran ajaran Islam yang mempromosikan toleransi dan menciptakan masyarakat Muslim yang harmonis dan menghargai hak-hak minoritas, seperti isu-isu Ahmadiyah. Artikel ini menunjukkan bagaimana masyarakat Ahmadiyah dapat bertahan di Yogyakarta melalui institusi pendidikan dan bagaimana masyarakat lain menerima keberadaan mereka secara damai. Membatasi lingkupnya di sekolah Ahmadiyah yaitu Yayasan PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia) yang didirikan pada tahun 1942 dan diberi label sebagai sekolah Ahmadiyah berdasarkan sejarahnya, terutama mengacu pada Gerakan Ahmadiyah Indonesia. Makalah ini menggambarkan keberterimaan sekolah berafiliasi Ahmadiyah di sekitar masyarakat dan upayanya untuk menegosiasikan posisi mereka menggunakan gagasan-gagasan Islam Indonesia sebagai pendekatan dan perspektifnya. Selanjutnya, peneliti akan menunjukkan keunikannya dari kurikulum (materi pembelajaran), para pendidik dan metode belajarnya untuk mengetahui karakteristik dasar yang sesuai dengan gagasan Islam Indonesia. Kata kunci: Islam Indonesia, sekolah Ahmadiyyah, Yayasan PIRI Yogyakarta
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH DAN PENILAIAN OTENTIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KURIKULUM 2013 Wulansari, Zakiyah
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.307 KB)

Abstract

Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh lembaga  pendidikan. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan selalu relevan dan kompetitif. Kurikulum  saat ini adalah kurikulum 2013 yang merupakan pengembangan dari KTSP dan KBK. Penelitian ini adalah eksploratif kualitatif. Subyeknya adalah guru pengampu mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Pengumpulan data dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Dengan analisis induksi analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti memahami aturan yang tertera dalam PP No 65 dan 66, baik secara administratif berupa RPP, pendekatan ilmiah dan penilaian otentik. Respon positif diberikan guru terhadap implementasi kurikulum 2013. Selain penambahan struktur kurikulum menjadi tiga jam, model pendekatan yang digunakan mampu menjadikan guru sebagai fasilitator bagi siswa dan sumber belajar bisa diambilkan dari berbagai pihak. Guru telah melaksanakan pendekatan scientific dengan teknik 5 M. walaupun masih terdapat kebingungan dari guru ketika harus melakukan penilaian sikap dan ketrampilan secara utuh yang sesuai dengan permendikbud No. 66 tentang penilaian. Kelebihannya pendekatan yang dikembangkan mampu mengembangkan kreatifitas siswa dan penilaian yang digunakan menyeluruh tiga ranah. Hambatan yang ada diantaranya kurangnya kesiapan guru dan siswa serta kurangnya sarana prasarana yang memadai. The curriculum is an educational component which is used as a reference by the institution. Continuous curriculum improvement is needed to maintain the education system relevant and competitive. The current curriculum is 2013 curriculum in which is the development of SBC and CBC. This study is a qualitative exploratory. The subject is PAI and Moral Principle teacher. The data is collected by documentation, observation, and interviews with the induction of analytic analysis. The results indicate that teacher PAI and Moral Principle understand the rules contained in Regulation No. 65 and 66, in administrative form of RPP, scientific approach and authentic assessment. Teachers give positive response to the 2013 curriculum implementation. Besides the addition of curriculum structure into three hours, the approach model make the teacher as a facilitator for students, while learning resources are taken from various parties. Teachers have carried out a scientific approach to 5M technique. In spite of teachers’ confusion found when they assess the attitudes and skills as a whole in accordance with Ministry of Educations regulation No. 66 on assessment. The advantage is that developed approach is able to develop students creativity and the thorough assessment on three domains. The barriers include the lack of preparedness of teachers and students as well as the lack of adequate infrastructure. Kata kunci: pendekatan ilmiah, penilaian otentik, PAI 
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Nursikin, Mukh
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.838 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arah yang jelas dan tepat bagi masyarakat tentang kebijakan pendidikan dan implementasinya dengan menggunakan teori pendidikan, yang diinspirasi oleh filsafat pendidikan, dengan pendekatan naturalistik. Narasumber diambil secara snowball dan purposive. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, indepth interview, wawancara dan dokumentasi, kemudian dideskripsikan, reduksi, seleksi, dan dianalisa. Dalam proses pendidikan, aliran filsafat progresivisme konstruktivisme dan humanisme menghendaki agar peserta didik dapat menggunakan kemampuannya secara konstruktif dan komprehensif dalam mengembangkan pengetahuan dan potensi yang dimilikinya, tanpa menunggu arahan dan petunjuk dari guru atau siswa lainnya. Dalam pengembangan kurikulum pendidikan; 1) filsafat progresivisme menghendaki kurikulum yang bersifat luwes dan terbuka, dapat dirubah dan dibentuk, sesuai dengan perkembangan zaman dan Iptek; 2) filasafat konstruktifisme menghendaki praktik pembelajaran yang konstruktif, berpusat pada peserta didik, mementingkan kecakapan hidup, membentuk kemampuan riil yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup secara nyata, melalui berbagai penilaian yang otentik dengan memanfaatkan proses dan hasil; 3) filsafat humanisme, menghendaki pelayanan peserta didik untuk menemukan makna dalam belajar sesuai tingkat pertumbuhan dan perkembangannya, dengan mengakomodasi kebutuhan pengembangan kemampuan, minat, bakat dan kebutuhan khusus peserta didik, serta mendorong untuk berprestasi dan mencapai keberhasilan, dengan memberikan penghargaan atas capaian prestasi tersebut, baik berupa ungkapan verbal maupun non-verbal. The purpose of this research is to provide clear and appropriate directions for public about education policies and its implementation by using educational theory inspired by the role of educational philosophy. This research used naturalistic approach. Informants are determined with snowball and purposive technique. Data were collected through observation, indepth interview, interviews and documentation, then described, reduction, selection and analyzed. In educational  process progressivism, contructivsm and humanism philosophy wanted tha the students were able to use their abilities constructively and comprehensive in developing their  own knowledge and potensial without guidance from the teacher or other students. In curriculum development of education, progressivism  requires  flexible and open curriculum can be changed and formed in accordance with the changing time and the development of science and technology. Curriculum development in  contructivism phylosophy oriented in competence that aplicated contructivic lesson, students center, life skill, real ability, that can be seen through cognitive, psicomotor and affective in real life by using various outhentic assesments in process and result. In humanism, curriculum development stressed in students service for discovering the understanding of learning  due to their growth and developing with their ability, talent and the special need of the students, encourage them improve their achievement by giving reward for their achievement in verbal or  non-verbal expression. Kata kunci: progresivisme, konstruktivisme, humanisme
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS WEB PADA PRAKTIKUM KIMIA Zuhaida, Anggun
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.752 KB)

Abstract

Proses pembelajaran kimia di SMA/MA masih cenderung bersifat konvensional artinya pembelajarannya masih bersifat teoritik dan belum mengembangkan kemampuan siswa secara maksimal. Pembelajaran praktikum dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji dan mengaplikasikan teori dengan menggunakan fasilitas laboratorium maupun di luar laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan CTL berbasis web terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di MAN 2 Kudus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan pendekatan CTL berbasis webdan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan media powerpoint. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi dan diperoleh rb 0,65 dengan besarnya kontribusi 42,11%. Simpulannya adalah penggunaan pendekatan CTL berbasis web berpengaruh terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi siswa kelas XI IPA MAN 2 Kudus dengan kontribusi 42,11%. The learning process chemistry in SMA/MA still tends to be a conventional means are still teoritik out the lesson and had yet to develop the ability of students to the maximum. Practical learning can provide an opportunity to students to test and apply the theory by using the facilities of the laboratory and outside the laboratory. This research aims to know the influence of the use of web-based CTL approach towards learning outcomes subject matter the reaction rate. The population in this research is the grade XI IPA in MAN 2 Kudus. Sampling is done using cluster random sampling techniques, namely class XI IPA 4 as a class experiments who got the treatment by using web-based CTL approach and Class XI IPA 5 as a control class get conventional learning with media powerpoint. Method of data collection in this research is a method of documentation, tests, observation and question form. Test hypotheses using the coefficient of biserial correlation and coefficient of determination and acquired rb 0.65 with the amount of contributions 42,11%. The conclusion is the use of web-based CTL influential approach towards learning outcomes subject matter the rate of grade XI IPA MAN 2 Kudus with contributions 42,11%.
The strategy of internalizing the values of the characters in al-Mumtaz Islamic Boarding School Iplih, Muhammad
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.809 KB)

Abstract

AbstractCharacter is an action that is done without thinking and consideration first. So the person who is character is the person who performs and responds to something with spontaneous and reflexes. The formation of good character requires the right processes and strategies. Studies and research on character are increasingly important to do considering the recent phenomena are related to the deterioration of values and characters performed by children who are still relatively small and many other actions that deviate from the values of Islamic character that we can see every day through the media. This research is field research using interview, observation and documentation as data collection method. The expected outcome of this study is the offer of solutions to the character problem that occurs. Researchers are interested in doing research in boarding school Al-mumtaz because affective side is preferred and emphasized than cognitive even in the assessment and determination of class increases. The strategy undertaken in the internalization of Islamic character values based on the findings of researchers is a) through entrepreneur activities b) weekly moral value c) habituation d) reward and punishment e) exemplary from teacher f). surveillance and attitude setting for 24 hours. Keywords: values internalization, character building, Islamic boarding school AbstrakKarakter adalah tindakan yang dilakukan tanpa pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu. Jadi orang yang berkarakter adalah orang yang melakukan dan merespon sesuatu dengan spontan dan reflek. Pembentukan karakter yang baik membutuhkan proses dan strategi yang tepat. Studi, kajian dan penelitian tentang karakter semakin penting dilakukan mengingat fenomena baru-baru ini terkait dengan kemunduran nilai dan karakter yang dilakukan oleh anak-anak yang masih tergolong kecil dan banyak tindakan lain yang menyimpang dari nilai-nilai karakter Islam, yang bisa kita lihat setiap hari melalui media. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah tawaran solusi terhadap masalah karakter yang terjadi. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di pesantren al-Mumtaz karena sisi afektif lebih diutamakan dan ditekankan daripada kognitif meski dalam penilaian dan penentuan kelas meningkat. Strategi yang dilakukan dalam internalisasi nilai karakter Islam berdasarkan temuan peneliti adalah a) melalui kegiatan wirausaha, b) nilai moral mingguan c) pembiasaan d) imbalan dan hukum e) contoh dari guru f) pengawasan dan penjagaan sikap selama 24 jam. Kata kunci: internalisasi nilai, pembangunan karakter, pondok pesantren
URGENSI DAN SIGNIFIKANSI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL TERHADAP KOMPLEKSITAS KEBERAGAMAAN DI INDONESIA Nugroho, Muhammad Aji
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan ekspresi agama yang sesuai dengan sumber autientiknya, baik dalam pemikiran, perbuatan, dan persekutuan (fellowship), yaitu sebuah ekspresi yang memberikan kebaikan yang nyata bagi kehidupan, mampu membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, permusuhan dan keterbelakangan. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), termasuk penelitian kualitatif yang datanya berupa dokumen, catatan peristiwa yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental yang dilakukan dengan jalan membaca literatur, berupa buku, majalah, jurnal atau data lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa kompleksitas fenomena keberagaman telah memunculkan konflik dan ketegangan kultural antar-etnik karena proses interaksi sosial yang masih rapuh dalam kesadaran tentang pluralitas dan multikulralitas di satu sisi dan fanatisme ajaran agama pada sisi lain, sebagai bentuk dari lemahnya solidaritas. Oleh sebab itu perlu mereposisi dan merevisi sistem pendidikan agama dengan memadukan integralitas kaitan agama antara sakral-transenden dan profan-fenomena sosial atau budaya. Maka, keberadaan pendidikan multikultural dalam kompleksitas keberagamaan menjadi sangat signifikan, karena mampu; 1) menciptakan kesalehan sosial dan bukan hanya kesalehan individual, 2) membentuk peserta didik menjadi masyarakat yang humanis, 3) mencetak individu yang dapat menyerap cakrawala, 4) mencetak peserta didik yang cerdas, kreatif, dan aktif membaca problem realitas di sekitarnya untuk kemudian memberikan alternatif pemecahan, dan 5) menampilkan wajah agama yang damai. The research objective is to show the expression of religion that appropriate with the authentic source, in thougt, deed and fellowship, an expression that gives real kindness for the life, can acquit people from stupidity, poverty, backwardness. This is library research, belong to qualitative research, the data are from document, writing’s event note, pictures or monumental works, for example  books, magazines, journals etc. The research can find that the complexity of the phenomenon of religiosity have led to conflick and cultural tensions between ethnic because of the weakness of social interaction for about plurality and multicultural in one hand and in the other hand about fanatism religious teachings as the form of the solidarity weakness. Thus it is necessary to reposed and revised the system of religion education by blending  intergralittas religiious connection beetween the sacred trancedent and profane social or cultural  phenomenon. So the existence of multicultural education in the complexity of religiousity to be very significant because it can 1) create social piety, not only individually  2) forming students into humane sociaty 3) create individuals who absorb knowledge 4) create students who are intelegent, creative and active reading problem surrounding reality to provide alternative solving and 5) show a religion of peace. Kata kunci: multikulturalitas, kompleksitas keberagamaan, pendidikan multikultural
POLA PENDIDIKAN ISLAM BAGI USIA LANJUT Muhammad, Tasnim
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.848 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pola pendidikan Islam bagi usia lanjut. Hal ini sangat penting sebab usia lanjut merupakan suatu masa yang sangat krusial karena mulai berkurangnya semua unsur yang ada dalam diri pribadi mereka, baik fisik maupun psikis. Demi mewujudkan kehidupan usia lanjut yang bahagia dan berkualitas, membutuhkan upaya-upaya sinergis dari berbagai pihak. Terdapat bermacam-macam kegiatan yang bisa diselenggarakan untuk menfasilitasi para usia lanjut agar bisa menikmati kehidupannya dengan bahagia, antara lain  melalui pemberian layanan pendidikan sebagai berikut: a) menyelenggarakan layanan pendidikan agama Islam secara berkelompok; b) memberikan penyuluhan kesehatan usia lanjut; c) menyelenggarakan pelatihan keterampilan; d) memberikan modal usaha kecil yang disertai dengan pendampingan; e) mengadakan pengabdian sosial melalui dakwah kepada masyarakat; f) memberikan fasilitas mobil antar jemput bagi para anggota usia lanjut. Kegiatan pada kelompok-kelompok usia lanjut ini sifatnya pilihan sesuai dengan minat, potensi, dan kebutuhan masing-masing. Melalui berbagai kegiatan positif tersebut diharapkan keinginan para usia lanjut meninggal dengan husnul khotimah dapat tercapai. This article aims to explain the pattern of Islamic education for the elderly. This is very important because the elderly is a very crucial period because it began to decrease all the elements that exist in their personal self, both physically and psychologically. In order to realize the life of a happy old age and quality, requires a synergistic efforts of various parties, and also the happy and qualified life in the old age needs the cooperative efforts among all the sides. There are some activities to facilitate the old people enjoying their life happily. Some of them are: a) having the Islamic education service in group; b) giving the health education for the old people; c) having the skill training; d) giving the small capitals with the guidance.; e) having the charity through the dakwah department; f) facilitating the old people by giving the picking-up service car. Through these activities, the old people can choose as they want and need. Hopefully, the old people can reach their hope to be come husnul khotimah.  Kata kunci: usia lanjut, pendidikan Islam, husnul khotimah
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ISLAM TERPADU DENGAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLIGENCE DI SD PTQ AN-NIDA SALATIGA Arum, Imam Mas
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.443 KB)

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran Islam terpadu dengan pendekatan multiple intelligence di SD PTQ (Plus Tahfidzul Qur’an) An-Nida, Salatiga. Adapun teori yang digunakan adalah kualitataif diskriptif. Dari penelitian didapatkan  hasil bahwa pendekatan multiple intelligence mampu menjadikan pembelajaran Islam terpadu menjadi lebih menyenangkan dan efektif, selain itu juga menempatkan anak sebagai objek belajar aktif yang mampu mengembangkan potensinya dengan baik. Adapun guru sebagai fasilitator pembelajaran mampu memahami kecerdasan dan potensi anak dan mendorongnya untuk berprestasi. Hubungannya dengan orang tua, multiple intelligence mampu menghadirkan kebermaknaan dan kebermanfaatan dalam kaitannya hubungan anak dan orang tua di rumah dan siswa dengan guru di sekolah. Meskipun implementasi multiple intelligence di SD PTQ Salatiga masih sederhana, namun sudah mengalami banyak perubahan baik pada model pembelajaran maupun karakteristik peserta didiknya. Dibanding dengan lembaga pendidikan yang lain. Peserta didik yang awalnya cenderung hiperaktif-kinestetik, dapat tertangani dengan baik. Kuncinya bukan pada hebat tidaknya guru, melainkan sedikit kesabaran dalam menemukan kecerdasan dan potensi anak. Tidak kalah penting adalah bahwa guru harus diterima sepenuhnya oleh anak didik, budaya komunikasi, belajar dan menghargai kerja siswa apa pun bentuknya serta memahami seperti apa pun karakteristiknya dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat mulai dari proses input siswa, pembelajaran, buku kuning dan pemberian penghargaan pada siswa dan orang tua. The purpose of this study is to investigate the implementation of Islamic integrated learning with multiple intelligence approach in SD PTQ (Plus Tahfidzul Qur’an) An-Nida, Salatiga. The theory used is qualitative descriptive. The research showed that multiple intelligence approach is able to make Islamic integrated learning more fun and effective, but it also puts the child as an object of active learning that is able to develop its potential well. As for the teachers as facilitators of learning are able to understand the intelligence and potential of children and pushed him to excel. Although the implementation of multiple intelligence on SD PTQ still simple, but it has undergone many changes both on the learning model and the characteristics of learners. Learners who initially tend to be hyperactive-kinesthetic, can be handled properly. The key is not in the least a great teacher, but a little patience in finding the intelligence and potential of children. No less important is that the teacher should be fully accepted by the students, cultural communication, learning and appreciate the work of students in whatever form and to understand such characteristics in learning anything. It can be seen from the process of student input, learning, books yellow and awards to students and parents Kata kunci: implementasi pembelajaran, multiple intelligence, pembelajaran Islam terpadu
The role of Islamic education teacher in developing CERIA concept for students Munfarida, Nor
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.545 KB)

Abstract

AbstractMAN Suruh Semarang Regency has CERIA vision (smart, energetic, religious, scientific, practice). This research wants to know the role of Islamic education’s teacher in developing Ceria concept and how the Ceria concept implemented by the students. This research used qualitative approach. There are three technique in collecting data. They are: observation, documentation, and interview. The researcher as instrument take data by in-depth interview. There are three steps in analyzing data: data reduction, display data, and data verification. The respondent who become the source of information are the headmaster, Islamic education’s teacher, guidance and counseling’s teacher, and students. Based on the observation which lasted for two months, the researcher can conclude: 1) teacher plays an important role in creating CERIA concept. Teacher as an initiator, class manager, motivator, facilitator, and evaluator; 2) “Ceria” concept implementation by the students of MAN Suruh in the form of madrasah policy which encourage the comfortable and conducive environment for the students learning. Various academic and non-academic to develop students’ potential. The growth of main character to create the harmony of the students’ friendship. Keyword: the role of Islamic education teacher, CERIA (smart, energetic, religious, scientific, practice), concept implementation AbstrakMAN Suruh Kabupaten Semarang mempunyai visi CERIA (Cerdas, Energik, Religius, Ilmiah, Amaliyah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dalam menunmbuhkembangkan konsep Ceria dan mengetahui bagaimana implementasi konsep CERIA pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data ada tiga metode utama yang dipakai yaitu, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Peneliti mengambil peran sebagai instrumen untuk menggali data yang lebih lengkap melalui indepth interview. Adapun analisis data melalui tiga tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data (display), dan verifikasi. Sebagai responden yang menjadi sumber informasi adalah kepala madrasah, guru PAI, guru BK, dan siswa. Berdasarkan penelitian yang berlangsung selama dua bulan dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Guru mengambil peran sangat positif dalam mewujudkan konsep CERIA. Peran guru sebagai inisiator, pengelola kelas, motivator, fasilitator, dan evaluator; (2) Implementasi konsep Ceria pada peserta didik di MAN Suruh dalam wujud kebijakan madrasah yang mendukung dalam pembentukan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran siswa. Beragam kegiatan akademik dan non akademik yang berfungsi mengembangkan potensi peserta didik. Tumbuhnya karakter utama yang dibutuhkan untuk menciptakan pergaulan yang harmonis dan persaudaraan (ukhuwah) antar peserta didik. Kata Kunci: peran guru PAI, CERIA (cerdas, energik, religius, ilmiah, amaliyah), konsep implementasi
EFEK METODE PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN TERHADAP PRESTASI BELAJAR TAHFIDZUL QUR’AN Nugroho, Bekti Taufiq Ari
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.618 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode hanifida yang dibandingkan metode klasikal dengan audio visual. Populasi dan sampel diambil dari siswa kelas 5 (lima) MI Syafaat Muhammadiyah Baki Sukoharjo, dan SDIT Al-Anis kartasuro dengan jumlah masing masing 30 siswa. Keduanya memiliki karakter yang sama dilihat dari kurikulum yang dipakai,. Data diambil dari nilai kemampuan awal, kemudian tes prestasi hasil belajar Tahfidzul Qur’an, sedangkan hipotesis diuji menggunakan analisis two ways anova. Dari hasil analisa data diperoleh kesimpulan; 1) Metode pembelajaran Tahfidzul Qur’an tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar Tahfidzul Qur’an; 2) nilai prestasi belajar Tahfidzul Quran yang menggunakan metode hanifida pada kelas 5 SDIT Al-Anis Kartasura  memiliki rata-rata 89.87, median 93.00, modus sebesar 97, dan standar deviasi 8.693. Sedangkan nilai kategori siswa Tahfidzul Qur’an pada metode hanifida memiliki rata-rata 84.45 dan standar deviasinya sebesar 4.045 pada kategori siswa kurang pandai, sedangkan untuk rata-rata 95.59 dan standar deviasi sebesar 2.551 terdapat pada kategori siswa pandai pada metode hanifida;  3) hasil perhitungan dengan analisis two ways anova yang dilakukan dengan bantuan paket program statistik SPSS. versi 16.0 dengan signifikansi 5% diperoleh nilai signifikansi metode klasikal dengan audio visual dan metode hanifida dengan nilai (sign.) adalah 0.209 > α 0.05, maka hipotesis tidak terbukti. Nilai signifikansi kategori siswa terhadap Tahfidzul Qur’an yang nilai (sign.) 0.000< α 0.05; maka hipotesis yang diajukan terbukti. Sedangkan untuk metode dan kategori siswa diperoleh nilai (sign.) adalah 0.388> α 0.05, maka hipotesis tidak terbukti. This experimental research is aimed to know the effectiveness of hanifida method compared with classical with audio visual method. The population and sample were taken from fifth grade MI Syafaat Muhammadiyah Baki Sukoharjo and SDIT Al-Anis Kartasura, every school 30 students. From the curriculum they used, both of the school had the same character. The data was taken from the score of the beginning ability, then achievement test from Tahfidzul  Qur’an. On the other hand, hypothesis was tested by using analysis two way anova. The result from data analysis can be concluded; 1) the method of teaching  Tahfidzul Quran, didn’t influence to the achievement Tahfidzul Qur’an; 2) the score of achievement Tahfidzul which was used hanifida method the students of  fifth grade SDIT Al-Anis Kartasura had average score 89,87, median 93.00, modus 97 and deviation standard 8.693. the score of studends tahfidz Al Qu’an catagory that used  hanifida method had average score 84.45. deviation standard 2.045 for the weak students, and  average sore 95.59, deviation standard 2.551 for clever students by using hanifida method. 3) the result of analysis two ways anova which was done by using statistic program SPSS version 16.0 , signification 5%, can be obtained the score signification of classica method with audio visual and hanifida, the score (sign) is 0.209>a so the hypothesis was not proved. The signification score students catagory to tahfidz al Qur’an which has score (sign) 0.000< a so the hypothesis was proved. The method and students catagory that get score (sign) is 0.388>a 0.05, the hypothesis was not proved. Kata kunci: efek metode, pembelajaran Tahfidzul Qur’an, kategori siswa