cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education
ISSN : 25486020     EISSN : -     DOI : -
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education is published periodically, twice a year (June and December), by State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
Discovering the scholarship dimension of Ahmadiyya: Ahmadiyya’s school on Indonesian Islam’s views Thoriquttyas, Titis
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.512 KB)

Abstract

AbstractIndonesian Islam ideas clearly elaborate the teachings of Islam which are promoting the tolerance, creating Muslim society which is harmonious and respecting the minority rights, such as on Ahmadiyya’s issues. This article shows how Ahmadiyya communities are able to survive in Yogyakarta through educational institution and how the others society receive their existence peacefully. Limiting its scope on Ahmadiyya’s school namely, Yayasan PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia) Yogyakarta which established on 1942 and it labeled as Ahmadiyya’s school based on its history especially refers to Gerakan Ahmadiyya Indonesia. This paper drawn on the acceptability of Ahmadiyya-affiliated school around the society and its effort to negotiate their position used the Indonesian Islam ideas as the approach and the perspective. Furthermore, researcher will point out its uniqueness from the curriculum (learning materials), the educators and its learning methods in order to find the basic characteristics which it appropriate with what Indonesian Islam ideas could be contributed  Keywords: Indonesian Islam, Ahmadiyya’s school, Yayasan PIRI YogyakartaAbstrakGagasan-gagasan Islam di Indonesia dengan jelas menguraikan ajaran ajaran Islam yang mempromosikan toleransi dan menciptakan masyarakat Muslim yang harmonis dan menghargai hak-hak minoritas, seperti isu-isu Ahmadiyah. Artikel ini menunjukkan bagaimana masyarakat Ahmadiyah dapat bertahan di Yogyakarta melalui institusi pendidikan dan bagaimana masyarakat lain menerima keberadaan mereka secara damai. Membatasi lingkupnya di sekolah Ahmadiyah yaitu Yayasan PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia) yang didirikan pada tahun 1942 dan diberi label sebagai sekolah Ahmadiyah berdasarkan sejarahnya, terutama mengacu pada Gerakan Ahmadiyah Indonesia. Makalah ini menggambarkan keberterimaan sekolah berafiliasi Ahmadiyah di sekitar masyarakat dan upayanya untuk menegosiasikan posisi mereka menggunakan gagasan-gagasan Islam Indonesia sebagai pendekatan dan perspektifnya. Selanjutnya, peneliti akan menunjukkan keunikannya dari kurikulum (materi pembelajaran), para pendidik dan metode belajarnya untuk mengetahui karakteristik dasar yang sesuai dengan gagasan Islam Indonesia. Kata kunci: Islam Indonesia, sekolah Ahmadiyyah, Yayasan PIRI Yogyakarta
The strategy of internalizing the values of the characters in al-Mumtaz Islamic Boarding School Iplih, Muhammad
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.809 KB)

Abstract

AbstractCharacter is an action that is done without thinking and consideration first. So the person who is character is the person who performs and responds to something with spontaneous and reflexes. The formation of good character requires the right processes and strategies. Studies and research on character are increasingly important to do considering the recent phenomena are related to the deterioration of values and characters performed by children who are still relatively small and many other actions that deviate from the values of Islamic character that we can see every day through the media. This research is field research using interview, observation and documentation as data collection method. The expected outcome of this study is the offer of solutions to the character problem that occurs. Researchers are interested in doing research in boarding school Al-mumtaz because affective side is preferred and emphasized than cognitive even in the assessment and determination of class increases. The strategy undertaken in the internalization of Islamic character values based on the findings of researchers is a) through entrepreneur activities b) weekly moral value c) habituation d) reward and punishment e) exemplary from teacher f). surveillance and attitude setting for 24 hours. Keywords: values internalization, character building, Islamic boarding school AbstrakKarakter adalah tindakan yang dilakukan tanpa pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu. Jadi orang yang berkarakter adalah orang yang melakukan dan merespon sesuatu dengan spontan dan reflek. Pembentukan karakter yang baik membutuhkan proses dan strategi yang tepat. Studi, kajian dan penelitian tentang karakter semakin penting dilakukan mengingat fenomena baru-baru ini terkait dengan kemunduran nilai dan karakter yang dilakukan oleh anak-anak yang masih tergolong kecil dan banyak tindakan lain yang menyimpang dari nilai-nilai karakter Islam, yang bisa kita lihat setiap hari melalui media. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah tawaran solusi terhadap masalah karakter yang terjadi. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di pesantren al-Mumtaz karena sisi afektif lebih diutamakan dan ditekankan daripada kognitif meski dalam penilaian dan penentuan kelas meningkat. Strategi yang dilakukan dalam internalisasi nilai karakter Islam berdasarkan temuan peneliti adalah a) melalui kegiatan wirausaha, b) nilai moral mingguan c) pembiasaan d) imbalan dan hukum e) contoh dari guru f) pengawasan dan penjagaan sikap selama 24 jam. Kata kunci: internalisasi nilai, pembangunan karakter, pondok pesantren
The role of Islamic education teacher in developing CERIA concept for students Munfarida, Nor
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.545 KB)

Abstract

AbstractMAN Suruh Semarang Regency has CERIA vision (smart, energetic, religious, scientific, practice). This research wants to know the role of Islamic education’s teacher in developing Ceria concept and how the Ceria concept implemented by the students. This research used qualitative approach. There are three technique in collecting data. They are: observation, documentation, and interview. The researcher as instrument take data by in-depth interview. There are three steps in analyzing data: data reduction, display data, and data verification. The respondent who become the source of information are the headmaster, Islamic education’s teacher, guidance and counseling’s teacher, and students. Based on the observation which lasted for two months, the researcher can conclude: 1) teacher plays an important role in creating CERIA concept. Teacher as an initiator, class manager, motivator, facilitator, and evaluator; 2) “Ceria” concept implementation by the students of MAN Suruh in the form of madrasah policy which encourage the comfortable and conducive environment for the students learning. Various academic and non-academic to develop students’ potential. The growth of main character to create the harmony of the students’ friendship. Keyword: the role of Islamic education teacher, CERIA (smart, energetic, religious, scientific, practice), concept implementation AbstrakMAN Suruh Kabupaten Semarang mempunyai visi CERIA (Cerdas, Energik, Religius, Ilmiah, Amaliyah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAI dalam menunmbuhkembangkan konsep Ceria dan mengetahui bagaimana implementasi konsep CERIA pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data ada tiga metode utama yang dipakai yaitu, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Peneliti mengambil peran sebagai instrumen untuk menggali data yang lebih lengkap melalui indepth interview. Adapun analisis data melalui tiga tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data (display), dan verifikasi. Sebagai responden yang menjadi sumber informasi adalah kepala madrasah, guru PAI, guru BK, dan siswa. Berdasarkan penelitian yang berlangsung selama dua bulan dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Guru mengambil peran sangat positif dalam mewujudkan konsep CERIA. Peran guru sebagai inisiator, pengelola kelas, motivator, fasilitator, dan evaluator; (2) Implementasi konsep Ceria pada peserta didik di MAN Suruh dalam wujud kebijakan madrasah yang mendukung dalam pembentukan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran siswa. Beragam kegiatan akademik dan non akademik yang berfungsi mengembangkan potensi peserta didik. Tumbuhnya karakter utama yang dibutuhkan untuk menciptakan pergaulan yang harmonis dan persaudaraan (ukhuwah) antar peserta didik. Kata Kunci: peran guru PAI, CERIA (cerdas, energik, religius, ilmiah, amaliyah), konsep implementasi
Restoring Moslem identity by integrating Islamic values in English speaking class A. Hasyim, Umar Alfaruq; no, Suho
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.393 KB)

Abstract

AbstractCulture and language are like two sides of a coin, it cannot be separated witheach other. Therefore, when we learn a language, we cannot ignore the culture underpaining the language. However, the problem happened, when the culture of the language being learned is contradicted with our culture. English is a language mostly spoken by western people that has different culture from us (moslems). Thus, there should be a way to protect the language learners from negative foreign culture. One of ways to solve that problem is intergrating Islamic values in English language learning. Finally, this research was case study that was conducted in IAIM NU Metro Lampung, especially first semester students of English departement in speaking class. Moreover, the data obtained from interview with the lecturer, observation of teaching and learning process as well as document analysis. The  interactive data analysis used to analysis the obtained data. Moreover, the integration of islamic values was conducted by adding islamic terms, place, name, expression in teaching and learning process. Keywords: integrating; Islamic values; speaking class AbstrakBudaya dan bahasa ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, ketika kita belajar suatu bahasa, kita tidak dapat meninggalkan budaya bahasa yang kita pelajari. Kemudian, yang menjadi permasalahan adalah, ketika budaya dari bahasa yang kita pelajari tidak sesuai atau bertentangan dengan  identitas atau budaya kita. Dalam hal ini adalah pembelajaran  bahasa Inggris, bahasa yang notabene berasal dari budaya barat yang tetunya berbeda dengan nilai-nilai budaya kita khususnya budaya atau nilai-nilai Islam. Sehingga, harus ada jalan tengah agar para pembelajar bahasa Inggris tidak kehilangan identitasnya ketika mempelajari bahasa tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi hal tesebut dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran bahasa Inggris.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif khususnya studi kasus yang dilaksanakan di IAIM NU Metro Lampung, khususnya pada mahasiswa semester satu Prodi Pendidikan bahasa Inggris pada matakuliah speaking1. Data diperoleh melalui wawancara dengan dosen pengampu matakulaiah speaking1, observasi pelaksanaan pembalajaran, serta analisa dokumen. Kemudian, data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa data interaktif. Sehingga ditemukan bahwa pengintegrasiaan nilai-nilai keislaman pada pembelajaran speaking dilakukan dengan menambahkan istilah-istilah, tempat, nama, ekspresi-ekspresi keislaman. Kata kunci: integrasi; nilai-nilai keislaman; mata kuliah speaking
Guidance and reinforcement of student value system: the case of Islamic boarding school Yanbu’ul Quran Kudus Rozikan, Muhamad
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.868 KB)

Abstract

Islamic Boarding School of Tahfidh Yanbuul Quran for children in Kudus Regency has a unique implementation of guidance and reinforcement of student value system. They organize 6-12 years old children to memorize Quran (30 chapters). The supervision activity has extraordinary challenges and difficulties because their age is commonly the time to play and have fun. Based on above contextual condition, the issues arise namely how guidance and reinforcement of student value system are applied by the teachers (ustadz). In response to such challenges, the research on ustadz activities in supervising students to rapidly memorize Quran is conducted. This research uses qualitative approach and interactive model data analysis. To validate the data, several ways are carried out such as finding different information and data sources. Data analysis is applied through three stages (1) data reduction, (2) data presentation followed by analysis, (3) drawing conclusions and analysis. The result shows that there are guidance and reinforcement of student value system applied by ustadz, including: the process of memorizing Quran (i.e. planning, implementation, management and method of memorizing Quran), the student output (evaluation and further study), and some positive values of teachers, student, and process of handling difficulties in memorizing Quran based on religious principles. Keywords: guidance, reinforcement, students’ value system AbstrakPondok pesantren Tahfidh Yanbu’ul Quran anak-anak kabupaten kudus memiliki keunikan dalam pelaksanaan bimbingan dan penguatan sistem nilai santri, mereka membimbing anak usia 6-12 tahun untuk menghafal al-Quran secara utuh (30 Juz), bimbingan tersebut memiliki tantangan dan kesulitan yang luar biasa, padahal secara umum usia tersebut adalah  masa-masa untuk  bermain dan  bersenang-senang. Ada beberapa masalah yang muncul dari latar belakang seperti diatas, yaitu bagaimana bimbingan dan penguatan sistem nilai santri yang diterapkan oleh ustadz. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian terhadap kegiatan yang dilakukan ustadz atau pembimbing dalam membimbing santri agar cepat menghafal al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan analisis data model interaktif, untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, diupayakan dengan cara-cara seperti mencari informasi dan sumber data yang berbeda, analisis data dilakukan melalui tiga tahap (1) reduksi data, (2) penyajian data diikuti dengan analisis, (3) menarik kesimpulan dan analisis. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan adanya bimbingan dan penguatan sistem nilai santri yang diterapkan ustadz/pembimbing, yang meliputi : proses penghafalan al-Qur’an (perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan dan metode menghafal al-Qur’an) dan, output santri (evaluasi dan studi lanjut santri), adanya hal-hal positif yang ada pada ustadz, santri dan proses penanganan kesulitan bimbingan menghafal al-Qur’an yang dilakukan ustadz/pembimbing terhadap santrinya dengan menggunakan pendekatan bimbingan dan penguatan Sistem nilai santri sesuai dengan kaidah agama. Kata kunci: bimbingan, penguatan, sistem nilai santri
Computer-based lesson planning for the subject of Islamic Culture History Cahyono, Guntur
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.408 KB)

Abstract

AbstractThis study aims to describe the planning, implementation, evaluation, constraints and advantages of computer utilization in the History of Islamic Culture subject in MAN Salatiga. This research is a field study, aimed at studying intensively the background, current state, and environmental interaction of a social unit. Viewed from the type of data collected, this research is included in the category of qualitative research. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from the people, or their behavior that can be observed. Subjects of this study are teachers and students. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the planning is done by classroom teachers by making lesson plan based on 2013 Curriculum guideline. Teachers have written the utilization of computers on the lesson plan components. Utilization of computers in the classroom is as a medium and the one in the computer laboratory as media and learning resources. Computers are used as a substitute for books due to their limited availability. It is also practiced as a habituation for preparing the computer-based national examination (UNBK). Keywords: computer utilization, learning, history of Islamic culture subject Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kendala dan kelebihan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan bertujuan mempelajari secara intensif latar belakang, keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial. Jika dilihat dari jenis data yang dikumpulkan, maka penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan oleh guru kelas dengan membuat RPP menggunakan pedoman Kurikulum 2013. Guru sudah menuliskan pemanfaatan komputer pada komponen RPP. Pemanfaatan komputer di kelas sebagai media dan di laboratorium komputer sebagai media dan sumber belajar. Komputer dijadikan sebagai alat pengganti buku karena terbatasnya ketersediaan buku. Sekaligus sebagai pembiasaan komputer untuk persiapan UNBK.                                                                                                          Kata kunci: pemanfaatan komputer, pembelajaran, SKI

Page 1 of 1 | Total Record : 6