cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education
ISSN : 25486020     EISSN : -     DOI : -
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education is published periodically, twice a year (June and December), by State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 13 Documents clear
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH DAN PENILAIAN OTENTIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KURIKULUM 2013 Wulansari, Zakiyah
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.307 KB)

Abstract

Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh lembaga  pendidikan. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan selalu relevan dan kompetitif. Kurikulum  saat ini adalah kurikulum 2013 yang merupakan pengembangan dari KTSP dan KBK. Penelitian ini adalah eksploratif kualitatif. Subyeknya adalah guru pengampu mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Pengumpulan data dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Dengan analisis induksi analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti memahami aturan yang tertera dalam PP No 65 dan 66, baik secara administratif berupa RPP, pendekatan ilmiah dan penilaian otentik. Respon positif diberikan guru terhadap implementasi kurikulum 2013. Selain penambahan struktur kurikulum menjadi tiga jam, model pendekatan yang digunakan mampu menjadikan guru sebagai fasilitator bagi siswa dan sumber belajar bisa diambilkan dari berbagai pihak. Guru telah melaksanakan pendekatan scientific dengan teknik 5 M. walaupun masih terdapat kebingungan dari guru ketika harus melakukan penilaian sikap dan ketrampilan secara utuh yang sesuai dengan permendikbud No. 66 tentang penilaian. Kelebihannya pendekatan yang dikembangkan mampu mengembangkan kreatifitas siswa dan penilaian yang digunakan menyeluruh tiga ranah. Hambatan yang ada diantaranya kurangnya kesiapan guru dan siswa serta kurangnya sarana prasarana yang memadai. The curriculum is an educational component which is used as a reference by the institution. Continuous curriculum improvement is needed to maintain the education system relevant and competitive. The current curriculum is 2013 curriculum in which is the development of SBC and CBC. This study is a qualitative exploratory. The subject is PAI and Moral Principle teacher. The data is collected by documentation, observation, and interviews with the induction of analytic analysis. The results indicate that teacher PAI and Moral Principle understand the rules contained in Regulation No. 65 and 66, in administrative form of RPP, scientific approach and authentic assessment. Teachers give positive response to the 2013 curriculum implementation. Besides the addition of curriculum structure into three hours, the approach model make the teacher as a facilitator for students, while learning resources are taken from various parties. Teachers have carried out a scientific approach to 5M technique. In spite of teachers’ confusion found when they assess the attitudes and skills as a whole in accordance with Ministry of Educations regulation No. 66 on assessment. The advantage is that developed approach is able to develop students creativity and the thorough assessment on three domains. The barriers include the lack of preparedness of teachers and students as well as the lack of adequate infrastructure. Kata kunci: pendekatan ilmiah, penilaian otentik, PAI 
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS WEB PADA PRAKTIKUM KIMIA Zuhaida, Anggun
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.752 KB)

Abstract

Proses pembelajaran kimia di SMA/MA masih cenderung bersifat konvensional artinya pembelajarannya masih bersifat teoritik dan belum mengembangkan kemampuan siswa secara maksimal. Pembelajaran praktikum dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menguji dan mengaplikasikan teori dengan menggunakan fasilitas laboratorium maupun di luar laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan CTL berbasis web terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di MAN 2 Kudus. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan dengan menggunakan pendekatan CTL berbasis webdan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional dengan media powerpoint. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Uji hipotesis menggunakan koefisien korelasi biserial dan koefisien determinasi dan diperoleh rb 0,65 dengan besarnya kontribusi 42,11%. Simpulannya adalah penggunaan pendekatan CTL berbasis web berpengaruh terhadap hasil belajar materi pokok laju reaksi siswa kelas XI IPA MAN 2 Kudus dengan kontribusi 42,11%. The learning process chemistry in SMA/MA still tends to be a conventional means are still teoritik out the lesson and had yet to develop the ability of students to the maximum. Practical learning can provide an opportunity to students to test and apply the theory by using the facilities of the laboratory and outside the laboratory. This research aims to know the influence of the use of web-based CTL approach towards learning outcomes subject matter the reaction rate. The population in this research is the grade XI IPA in MAN 2 Kudus. Sampling is done using cluster random sampling techniques, namely class XI IPA 4 as a class experiments who got the treatment by using web-based CTL approach and Class XI IPA 5 as a control class get conventional learning with media powerpoint. Method of data collection in this research is a method of documentation, tests, observation and question form. Test hypotheses using the coefficient of biserial correlation and coefficient of determination and acquired rb 0.65 with the amount of contributions 42,11%. The conclusion is the use of web-based CTL influential approach towards learning outcomes subject matter the rate of grade XI IPA MAN 2 Kudus with contributions 42,11%.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ISLAM TERPADU DENGAN PENDEKATAN MULTIPLE INTELLIGENCE DI SD PTQ AN-NIDA SALATIGA Arum, Imam Mas
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.443 KB)

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran Islam terpadu dengan pendekatan multiple intelligence di SD PTQ (Plus Tahfidzul Qur’an) An-Nida, Salatiga. Adapun teori yang digunakan adalah kualitataif diskriptif. Dari penelitian didapatkan  hasil bahwa pendekatan multiple intelligence mampu menjadikan pembelajaran Islam terpadu menjadi lebih menyenangkan dan efektif, selain itu juga menempatkan anak sebagai objek belajar aktif yang mampu mengembangkan potensinya dengan baik. Adapun guru sebagai fasilitator pembelajaran mampu memahami kecerdasan dan potensi anak dan mendorongnya untuk berprestasi. Hubungannya dengan orang tua, multiple intelligence mampu menghadirkan kebermaknaan dan kebermanfaatan dalam kaitannya hubungan anak dan orang tua di rumah dan siswa dengan guru di sekolah. Meskipun implementasi multiple intelligence di SD PTQ Salatiga masih sederhana, namun sudah mengalami banyak perubahan baik pada model pembelajaran maupun karakteristik peserta didiknya. Dibanding dengan lembaga pendidikan yang lain. Peserta didik yang awalnya cenderung hiperaktif-kinestetik, dapat tertangani dengan baik. Kuncinya bukan pada hebat tidaknya guru, melainkan sedikit kesabaran dalam menemukan kecerdasan dan potensi anak. Tidak kalah penting adalah bahwa guru harus diterima sepenuhnya oleh anak didik, budaya komunikasi, belajar dan menghargai kerja siswa apa pun bentuknya serta memahami seperti apa pun karakteristiknya dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat mulai dari proses input siswa, pembelajaran, buku kuning dan pemberian penghargaan pada siswa dan orang tua. The purpose of this study is to investigate the implementation of Islamic integrated learning with multiple intelligence approach in SD PTQ (Plus Tahfidzul Qur’an) An-Nida, Salatiga. The theory used is qualitative descriptive. The research showed that multiple intelligence approach is able to make Islamic integrated learning more fun and effective, but it also puts the child as an object of active learning that is able to develop its potential well. As for the teachers as facilitators of learning are able to understand the intelligence and potential of children and pushed him to excel. Although the implementation of multiple intelligence on SD PTQ still simple, but it has undergone many changes both on the learning model and the characteristics of learners. Learners who initially tend to be hyperactive-kinesthetic, can be handled properly. The key is not in the least a great teacher, but a little patience in finding the intelligence and potential of children. No less important is that the teacher should be fully accepted by the students, cultural communication, learning and appreciate the work of students in whatever form and to understand such characteristics in learning anything. It can be seen from the process of student input, learning, books yellow and awards to students and parents Kata kunci: implementasi pembelajaran, multiple intelligence, pembelajaran Islam terpadu
INTEGRASI PENGETAHUAN UMUM DAN KEISLAMAN DI INDONESIA: STUDI INTEGRASI KEILMUAN DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI DI INDONESIA huddin, Mifta
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.743 KB)

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan konsep integrasi pengetahuan pada tiga Universitas Islam Negeri di Indonesia yaitu UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, dan UIN Malang, sehingga menghasilkan model pengetahuan terintegrasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang berlaku pendekatan historis, filosofis dan fenomenologis. Desain penelitian ini menggunakan studi multi-kasus yang melibatkan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Yogyakarta dan Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi pengetahuan yang dikembangkan oleh tiga universitas ini bervariasi, dan dapat dikategorikan ke dalam tiga paradigma: Islamisasi Ilmu, ilmuisasi Islam dan paradigma dialogis. Pelaksanaan integrasi pengetahuan diwujudkan dalam perluasan fakultas dan program studi melalui penambahan fakultas sekuler dan departemen, dan reposisi dari beberapa departemen dalam studi Islam. Implementasi ini juga dapat dilihat pada pergeseran kurikulum baru yang mengadopsi ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora. Selain itu, ini juga dapat dilihat dalam pergeseran tradisi akademik yang konsep mereka tentang integrasi pengetahuan dari Universitas Islam Negeri masing-masing. Proses integrasi pengetahuan telah dibentuk oleh respon internal dan eksternal dinamis baik mendorong atau menghambat proses. The purpose of this study is to investigate the implementation of the concept of knowledge integration in three Islamic state universities in Indonesia namely UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, and UIN Malang, so as to produce the model of integrated knowledge. This research is qualitative research, which applies historical, philosophical and phenomenological approaches. The design of this research use multi-cases studies which involves the UIN Jakarta, Yogyakarta and Malang. The result of this study shows that the model of knowledge integration developed by three Islamic universities varies, and it can be categorized into three paradigms: Islamization of science, scientification of Islam, and dialogic paradigm. The implementation of knowledge integration is embodied in the expansion of faculties and study programs through additions of secular faculties and departments, and reposition of some departments within Islamic studies.  The implementation also can be seen in the shifting of new curriculum which adopts natural sciences, social sciences, and humanities. Additionally, these can also be seen in the shifting of academic tradition which is their concept of knowledge integration of the respective state Islamic universities. The process of knowledge integration has been shaped by the internal and external dynamic responses either encouraging or impeding the process. Kata kunci: Ilmu Keislaman, Integrasi Keilmuan, Universitas Islam Negeri (UIN)
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN (BTA) DENGAN MENGGUNAKAN METODE YANBU’A idah, Musta
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.277 KB)

Abstract

 Ruang lingkup penelitian ini kelas IV SD Negeri 02 Candirejo Kab. Semarang Tahun 2016. Fokus permasalahan dalam kajian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dengan menggunakan metode Yanbu’a, dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI khususnya di bidang Baca Tulis Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilaksanakan selama dua siklus, melalui pendekatan metode yanbu’a terjadi peningkatan hasil belajar secara keseluruhan, yang terjadi pada nilai terendah maupun pada nilai tertinggi, sebelum tindakan, nilai terendah 10, setelah siklus I meningkat menjadi 70 dan setelah siklus II meningkat menjadi 72. Sedangkan nilai tertinggi sebelum tindakan 86, seteleh siklus I nilai tertinggi meningkat menjadi 88, sedangkan pada siklus II nilai tertinggi meningkat menjadi 100. Peningkatan ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas pada tes awal sebesar 55,84, sedangkan pada siklus pertama nilai rata-rata meningkat menjadi 78,72 dan pada siklus kedua nilai rata-rata meningkat menjadi 90,10. Untuk siswa, nilai ketuntasan belajar yang harus di tempuh adalah (KKM ≥ 70). Pada tes awal prosentase ketuntasan sebesar 52,63%, sementara pada siklus pertama prosentase ketuntasan meningkat menjadi 66,66% dan pada siklus kedua prosentase ketuntasan meningkat menjadi 88,88%. Hasil penelitian ini berimplikasi pada guru PAI dalam mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an untuk menerapkan metode yanbu’a dalam prose pembelajaran, sehingga membuat siswa lebih aktif, suasana belajar menyenangkan dan siswa mampu menjawab pertanyaan, mengerjakan soal dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar. This research aimed to improve Baca Tulis Al-Qur’an (BTA, Read and Write Al-Qur’an) ability by using Yanbu’a method so that the achievement of PAI lesson  will be better, especially in reading and writing al-Qur’an (BTA). This research took place in SD Negeri 02 Kab. Semarang, fourth grade. Based on the assesment of  two cycles , the method of yanbu’a can  give improvement, for the lowest and the highest assesment. Before doing research the lowest was 10, in the first cycle became 70 and the second cycle 72. For the highest, before researching was 86, in the first cycle became  88 and the second cycle 100.  The improvement of the score can be seen from the average score of the students, the first test 55, 84, the average score in the first cycle 78.72 and the average score in the second cycle 90.10.  The minimum learning mastery for the students ≥ 70. The first test the students achieved 52.63% of minimum learning mastery, the first cycle the students achieved 66,66% of minimum learning mastery and the second cycle the students achieved 88,88% above minimum learning mastery, 70. The result of this research can be applied by PAI teachers, by using Yanbu’a Method in reading and writing al-Qur’an so the students will be active, enjoyable, cheerful and have the ability to answer and do the test, so it can improve the result of the assestment. Kata kunci: kemampuan BTA, Metode Yanbu’a, hasil belajar
URGENSI PENILAIAN LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Eferi, Adri
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.764 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang urgensi penilaian lingkungan internal dan eksternal dalam penerapan Total Quality Management (TQM). Dari penelitian dapat penulis simpulkan bahwa lingkungan organisasi  dapat dibedakan atas lingkungan internal (internal environment) yang terdiri tiga unsur pendukung yaitu: pertama, struktur (structure), berkenaan  dengan komunikasi, wewenang dan arus kerja. Struktur sering juga disebut rantai perintah, dan digambarkan secara grafis dengan menggunakan bagan organisasi; kedua, budaya (culture),  merupakan pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang berlaku di kalangan anggota organisasi; ketiga, sumber daya (resources), meliputi keahlian seseorang, kemampuan, dan bakat manajerial dari setiap anggota organisasi. Sedangkan lingkungan eksternal adalah kondisi-kondisi yang berada diluar organisasi, yang secara langsung juga memberi pengaruh terhadap kelangsungan jalannya roda organisasi seperti terjadinya aksi protes atau pemogokkan, munculnya perubahan undang-undang, ketidakpastian lingkungan (environmental uncertainty) dan lain-lain. Adapun dalam menilai kedua lingkungan tersebut, bisa dilakukan dengan mengunakan sepuluh karakteristik yang ada dalam Total Quality Management (TQM) yaitu: a) fokus pada pelanggan; b) obsesi terhadap kualitas; c) pendekatan ilmiah; d) komitmen jangka panjang; e) kerjasama tim (team work); f) perbaikan sistem secara berkesinambungan; g) pendidikan dan pelatihan; h) kebebasan yang terkendali; i) kesatuan tujuan, dan j) adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.        This article aims to explain the urgency of the internal and external environment assessment in the application of TQM. From the authors conclude that the study can be distinguished on the Environment organizations internal environment which comprises three supporting elements: first, the structure, with regard to communication, authority and work flows. The structure is often also called the chain of command, and depicted graphically using organization charts; secondly, culture, a pattern of beliefs, expectations, and values that prevail among members of the organization; and third, the resource, include the individuals expertise, capabilities, and managerial talents of every member of the organization. While the external environment is the conditions that are outside the organization, which also directly influences the survival of organizations. As in assessing both the environment, can be done by using the characteristics that exist in TQM, namely: a) focus on the customer; b) obsession with quality; c) a scientific approach; d) long-term commitment; e) team work; f) improvement of the system on an ongoing basis; g) education and training; h) freedom of hand; i) unity of purpose; and j) the involvement and empowerment of employees.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN (BTA) DENGAN MENGGUNAKAN METODE YANBU’A idah, Musta
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.277 KB) | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i1.1-28

Abstract

Ruang lingkup penelitian ini kelas IV SD Negeri 02 Candirejo Kab. Semarang Tahun 2016. Fokus permasalahan dalam kajian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dengan menggunakan metode Yanbu’a, dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI khususnya di bidang Baca Tulis Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilaksanakan selama dua siklus, melalui pendekatan metode yanbu’a terjadi peningkatan hasil belajar secara keseluruhan, yang terjadi pada nilai terendah maupun pada nilai tertinggi, sebelum tindakan, nilai terendah 10, setelah siklus I meningkat menjadi 70 dan setelah siklus II meningkat menjadi 72. Sedangkan nilai tertinggi sebelum tindakan 86, seteleh siklus I nilai tertinggi meningkat menjadi 88, sedangkan pada siklus II nilai tertinggi meningkat menjadi 100. Peningkatan ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas pada tes awal sebesar 55,84, sedangkan pada siklus pertama nilai rata-rata meningkat menjadi 78,72 dan pada siklus kedua nilai rata-rata meningkat menjadi 90,10. Untuk siswa, nilai ketuntasan belajar yang harus di tempuh adalah (KKM ≥ 70). Pada tes awal prosentase ketuntasan sebesar 52,63%, sementara pada siklus pertama prosentase ketuntasan meningkat menjadi 66,66% dan pada siklus kedua prosentase ketuntasan meningkat menjadi 88,88%. Hasil penelitian ini berimplikasi pada guru PAI dalam mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an untuk menerapkan metode yanbu’a dalam prose pembelajaran, sehingga membuat siswa lebih aktif, suasana belajar menyenangkan dan siswa mampu menjawab pertanyaan, mengerjakan soal dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar. This research aimed to improve Baca Tulis Al-Qur’an (BTA, Read and Write Al-Qur’an) ability by using Yanbu’a method so that the achievement of PAI lesson  will be better, especially in reading and writing al-Qur’an (BTA). This research took place in SD Negeri 02 Kab. Semarang, fourth grade. Based on the assesment of  two cycles , the method of yanbu’a can  give improvement, for the lowest and the highest assesment. Before doing research the lowest was 10, in the first cycle became 70 and the second cycle 72. For the highest, before researching was 86, in the first cycle became  88 and the second cycle 100.  The improvement of the score can be seen from the average score of the students, the first test 55, 84, the average score in the first cycle 78.72 and the average score in the second cycle 90.10.  The minimum learning mastery for the students ≥ 70. The first test the students achieved 52.63% of minimum learning mastery, the first cycle the students achieved 66,66% of minimum learning mastery and the second cycle the students achieved 88,88% above minimum learning mastery, 70. The result of this research can be applied by PAI teachers, by using Yanbu’a Method in reading and writing al-Qur’an so the students will be active, enjoyable, cheerful and have the ability to answer and do the test, so it can improve the result of the assestment. Kata kunci: kemampuan BTA, Metode Yanbu’a, hasil belajar
POLA RESPON MAHASISWA IAIN SALATIGA TERHADAP INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGIES (ICT) Winarno, Winarno
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i1.29-58

Abstract

Information and communication technology that is now developing to give effect to the learning process. There is a change in the learning process, which is usually done limited learning in the classroom with a predetermined schedule developed into a distance learning can be done anywhere and anytime. Lessons usually involve facilities in the form of material like a book but now growing by utilizing the network (network) by using a computer with internet technology, thus forming pembelajaraan "online". Learning with the charge of information technology will be effective if the teacher's role is as a facilitator in the learning or learning that makes it easy for learners to learn is no longer as informants. The Research method used quantitative descriptive, sampling techniques using purposive sampling technique with 116 students in the sample. The results showed: opinions about the presence of hotspots IAIN Salatiga in which they were pleasant. The existence of free internet area in the library was requested to be increased. As the concluding opinion, most respondents responded “mediocre” or “less satisfied” with the ICT service in IAIN Salatiga.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH DAN PENILAIAN OTENTIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KURIKULUM 2013 Wulansari, Zakiyah
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i1.29-58

Abstract

Kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh lembaga  pendidikan. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan agar sistem pendidikan selalu relevan dan kompetitif. Kurikulum  saat ini adalah kurikulum 2013 yang merupakan pengembangan dari KTSP dan KBK. Penelitian ini adalah eksploratif kualitatif. Subyeknya adalah guru pengampu mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Pengumpulan data dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Dengan analisis induksi analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Guru mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti memahami aturan yang tertera dalam PP No 65 dan 66, baik secara administratif berupa RPP, pendekatan ilmiah dan penilaian otentik. Respon positif diberikan guru terhadap implementasi kurikulum 2013. Selain penambahan struktur kurikulum menjadi tiga jam, model pendekatan yang digunakan mampu menjadikan guru sebagai fasilitator bagi siswa dan sumber belajar bisa diambilkan dari berbagai pihak. Guru telah melaksanakan pendekatan scientific dengan teknik 5 M. walaupun masih terdapat kebingungan dari guru ketika harus melakukan penilaian sikap dan ketrampilan secara utuh yang sesuai dengan permendikbud No. 66 tentang penilaian. Kelebihannya pendekatan yang dikembangkan mampu mengembangkan kreatifitas siswa dan penilaian yang digunakan menyeluruh tiga ranah. Hambatan yang ada diantaranya kurangnya kesiapan guru dan siswa serta kurangnya sarana prasarana yang memadai. The curriculum is an educational component which is used as a reference by the institution. Continuous curriculum improvement is needed to maintain the education system relevant and competitive. The current curriculum is 2013 curriculum in which is the development of SBC and CBC. This study is a qualitative exploratory. The subject is PAI and Moral Principle teacher. The data is collected by documentation, observation, and interviews with the induction of analytic analysis. The results indicate that teacher PAI and Moral Principle understand the rules contained in Regulation No. 65 and 66, in administrative form of RPP, scientific approach and authentic assessment. Teachers give positive response to the 2013 curriculum implementation. Besides the addition of curriculum structure into three hours, the approach model make the teacher as a facilitator for students, while learning resources are taken from various parties. Teachers have carried out a scientific approach to 5M technique. In spite of teachers’ confusion found when they assess the attitudes and skills as a whole in accordance with Ministry of Education's regulation No. 66 on assessment. The advantage is that developed approach is able to develop students' creativity and the thorough assessment on three domains. The barriers include the lack of preparedness of teachers and students as well as the lack of adequate infrastructure. Kata kunci: pendekatan ilmiah, penilaian otentik, PAI 
URGENSI PENILAIAN LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Eferi, Adri
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i1.149-178

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang urgensi penilaian lingkungan internal dan eksternal dalam penerapan Total Quality Management (TQM). Dari penelitian dapat penulis simpulkan bahwa lingkungan organisasi  dapat dibedakan atas lingkungan internal (internal environment) yang terdiri tiga unsur pendukung yaitu: pertama, struktur (structure), berkenaan  dengan komunikasi, wewenang dan arus kerja. Struktur sering juga disebut rantai perintah, dan digambarkan secara grafis dengan menggunakan bagan organisasi; kedua, budaya (culture),  merupakan pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang berlaku di kalangan anggota organisasi; ketiga, sumber daya (resources), meliputi keahlian seseorang, kemampuan, dan bakat manajerial dari setiap anggota organisasi. Sedangkan lingkungan eksternal adalah kondisi-kondisi yang berada diluar organisasi, yang secara langsung juga memberi pengaruh terhadap kelangsungan jalannya roda organisasi seperti terjadinya aksi protes atau pemogokkan, munculnya perubahan undang-undang, ketidakpastian lingkungan (environmental uncertainty) dan lain-lain. Adapun dalam menilai kedua lingkungan tersebut, bisa dilakukan dengan mengunakan sepuluh karakteristik yang ada dalam Total Quality Management (TQM) yaitu: a) fokus pada pelanggan; b) obsesi terhadap kualitas; c) pendekatan ilmiah; d) komitmen jangka panjang; e) kerjasama tim (team work); f) perbaikan sistem secara berkesinambungan; g) pendidikan dan pelatihan; h) kebebasan yang terkendali; i) kesatuan tujuan, dan j) adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.        This article aims to explain the urgency of the internal and external environment assessment in the application of TQM. From the authors conclude that the study can be distinguished on the Environment organization's internal environment which comprises three supporting elements: first, the structure, with regard to communication, authority and work flows. The structure is often also called the chain of command, and depicted graphically using organization charts; secondly, culture, a pattern of beliefs, expectations, and values that prevail among members of the organization; and third, the resource, include the individual's expertise, capabilities, and managerial talents of every member of the organization. While the external environment is the conditions that are outside the organization, which also directly influences the survival of organizations. As in assessing both the environment, can be done by using the characteristics that exist in TQM, namely: a) focus on the customer; b) obsession with quality; c) a scientific approach; d) long-term commitment; e) team work; f) improvement of the system on an ongoing basis; g) education and training; h) freedom of hand; i) unity of purpose; and j) the involvement and empowerment of employees.

Page 1 of 2 | Total Record : 13