cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
STUDI KORELASI PARITAS DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMSI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS GAYAMAN KABUPATEN MOJOKERTO Muthoharoh, Siti; Virgia, Vera
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan, Volume 9, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.411 KB)

Abstract

Pre-eklamsia merupakan gangguan selama kehamilan yang beresiko dialami oleh semua ibu hamil. Banyak faktor pemicu yang dapat mengakibatkan terjadinya pre-eklamsia selama kehamilan. Preeklamsia yang tidak ditangani dengan benar beresiko memicu terjadinya gangguan kehamilan yang berdampak pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Paritas adalah faktor risiko yang berkaitan dengan timbulnya pre-eklamsi. Paritas merupakan salah satu faktor predisposisi untuk terjadinya pre-eklamsi. Untuk mengurangi dan menurunkan angka kejadian tersebut pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin mencari tanda pre-eklamsi dan eklamsi, di samping pengendalian faktor-faktor predisposisi yang lain. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara paritas dengan kejadian pre eklamsi pada ibu hamil di puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik asosiatif dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih pada ibu hamil dengan paritas dengan kejadian pre eklamsi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mengalami pre-eklamsi di Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto sebanyak 23 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu yang mengalami pre eklamsi di Puskesmas Gayaman Kab Mojokerto sebanyak 15 responden. Pada penelitian ini sampling yang digunakan adalah teknik consecutive sampling. Pada penelitian ini variabel bebasnya adalah paritas pada ibu hamil. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pre eklamsi pada ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2016 di Puskesmas Gayaman  Kabupaten Mojokerto. Analisa data dilakukan menggunakan Uji Contigency Coeficient untuk membuktikan hipotesis yang telah dinyatakan. Analisa data berdasarkan uji statistik coefisien constingensi dengan α:0,05 didapatkan nilai koefisien korelasi  sebesar 0,707 dengan nilai signifikan p = 0,001 < 0,05  yang berarti H1 diterima. Sehingga penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian pre eklamsi pada ibu hamil di Puskesmas Gayaman, Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan diantaranya sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan di bidang kesehatan dan acuan dalam promosi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif dalam peningkatan derajat kesehatan ibu hamil, serta dapat dijadikan informasi terutama dalam pemberian pelayanan kepada ibu hamil
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PEMAHAMAN REMAJA PUTRI Anggraeni, Widya; Idayanti, Titiek; Purnamasari, Kurnia Indriyanti
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume 10, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia memiliki pemahaman tentang sesuatu yang berbeda  antara satu dan yang lain. Pemahaman merupakan pemahaman individu untuk mengerti suatu bahan ajaran, menafsirkan, menjelaskan atau meringkas suatu pengertian, pemahaman lebih tinggi dari pada pengetahuan. Tolak ukur pemahaman yaitu daya serap terhadap bahan ajaran, tujuan pengajaran, perilaku peserta didik. Untuk mengatasi pemahaman yang rendah perlu dilakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dengan melalui edukasi yaitu melalui kegiatan yang disebut pendidikan kesehatan. Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post test design. Metode sampling yang digunakan adalah Proportionate stratified random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 31 responden yaitu remaja putri usia 10 – 24 tahun di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner. Setelah di uji data dan di analisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan nilai rata-rata 55.80 yang berarti responden mempunyai pemahaman kurang. Sedangkan nilai rata-rata responden sesudah dilakukan pendidikan kesehatan adalah 85.16 yang berarti pemahaman responden baik sekali. Pada pengujian statistik di peroleh hasil efektifitas pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi terhadap pemahaman remaja putri tentang cara merawat organ kewanitaan dengan nilai signifikansi sebesar ρ = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikansi yaitu ɑ = 0,05.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan metode demonstrasi efektif terhadap peningkatan pemahaman remaja putri tentang cara merawat organ kewanitaan. Pemberian pendidikan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang cara merawat organ kewanitaan agar terhindar dari penyakit yang menyerang organ kewanitaan
EFEKTIFITAS TEKNIK SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE) TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASCA STROKE Sutomo, Ns; Purwanto, Fajar
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan, Volume 9, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.31 KB)

Abstract

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu didunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Dua pertiga stroke terjadi di negara berkembang. Insiden stroke meningkat seiring bertambahnya usia. Stroke dapat menurunkan kualitas hidup pasien pasca stroke berupa kesehatan fisik, fungsional maupun disfungsi psikososial termasuk gangguan fungsi kognitif. Secara umum, penyandang pasca stroke, sering mengalami masalah pada kestabilan emosional karena adanya perubahan kemampuan dalam melakukan aktifitas, dan hal ini harus disadari dengan pendekatan kooperatif. Banyak penderita merasa putus asa, karena merasa kelumpuhannya seakan-akan pasti tidak bisa pulih lagi. Salah satu terapi komplementer adalah tehnik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang merupakan sebuah teknik ilmiah revolusioner dan spektakuler karena dikenal sangat mudah dan cepat untuk dapat dirasakan hasilnya yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah fisik, mengatasi berbagai masalah emosi, mengatasi berbagai masalah keluarga atau  meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperiment. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Mojokerto. Jenis sampling yang digunakan adalah simpel random sampling. Pengolahan data dilakukan dengan tahap editing, coding, scoring dan tabulating. Data kualitas hidup pasien pasca stroke diukur dua kali yaitu sebelum diberikan tehnik SEFT (Spriritual Emotional Freedom Technique) dan setelah dilakukan tehnik SEFT (Spriritual Emotional Freedom Technique). Dari hasil uji nonparametric wilcoxon yang dilakukan pada kelompok ekperimen dan kelompok kontrol masing-masing menunjukkan bahwa terapi yang digunakan baik terapi non farmakologis maupun terapi farmakologis memiliki pengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien pasca stroke. Untuk kelompok eksperimen didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,027, dan untuk kelompok kontrol didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,049. Dari hal tersebut nampak bahwa pasien pasca stroke yang diberikan terapi SEFT sebagai pendamping terapi farmakologis memiliki perubahan yang berarti dibandingkan dengan pasien pasca stroke yang hanya mendapatkan terapi farmakologis. Diperlukan peran aktif berbagai pihak untuk mensosialisasikan SEFT sebagai terapi komplementer pendamping terapi farmakologis. Hal ini dikarenakan sebagian besar tenaga medis di Indonesia cenderung memiliki persepsi bahwa terapi terbaik adalah terapi farmakologis karena sudah teruji secara medis. Pengenalan terapi nonfarmakologis sejak dini kepada mahasiswa keperawatan akan menjadikan mahasiswa mengenal dan tidak canggung dalam pemberian terapi nonfarmakologis sebagai pendamping terapi farmakologis
STUDI KORELASI DEMENSIA DENGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN LANSIA DALAM PEMENUHAN ACTIVITIES OF DAILY LIVING Murtiyani, Ninik; Haryani, Reny
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan, Volume 9, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.968 KB)

Abstract

Demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat progresif dan akan mempengaruhi aktivitas social dan okupasi yang normal juga Activities of Daily Living (ADL). Salah satu usia yang rentan mengalami demensia adalah lansia. Penurunan fungsi yang terjadi pada lansia ini, dapat mengakibatkan masalah antara lain memori panjang dan proses informasi, dalam memori panjang lansia akan kesulitan dalam mengungkapkan kembali cerita atau kejadian yang tidak begitu menarik perhatiannya dan informasi baru atau informasi tentang orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara demensia dengan ketergantungan dalam pemenuhan Activities of Daily Living (ADL). Desain penelitian ini menggunakan Non-Experimental dengan pendekatan cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua lansia yang tinggal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan di Pandaan sebanyak 107 lansia, dengan sampel sebanyak 34 lansia menggunakan metode Simple Random Sampling. Variabel penelitian ini adalah lansia yang mengalami demensia yang diukur menggunakan lembar observasi MMSE dan ketergantungan dalam pemenuhan Activities of Daily Living yang diukur menggunakan Indeks Barthel yang dimodifikasi  di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan di Pandaan. Analisa data dengan menggunakan Uji korelasi Spearman dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan demensia pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan di Pandaan sebagian besar mengalami demensia sedang. Tingkat ketergantungan lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan di Pandaan sebagian besar adalah ketergantungan moderat. Terdapat hubungan demensia dengan tingkat ketergantungan dalam pemenuhan activities of daily living (ADL) pada Lansia (ρ = 0,022 < α = 0,05). Sebaiknya peran perawat panti  perlu meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada lansia sehingga bisa mencegah terjadinya demensia sehingga Activities of Daily Living lansia terjamin dan bisa memenuhi Activities of Daily Living tanpa harus  bergantung dengan orang lain
EFEKTIVITAS KONSUMSI AIR ALKALI TERHADAP KADAR LDH PENDERITA KANKER KELENJAR GETAH BENING Darsini, Ns; Cahyono, Eko Agus
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume 10, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah salah satu penyakit yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di dunia maupun di Indonesia, karena tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit ini cukup tinggi. Program Pengendalian Kanker Nasional (PPKN) bertujuan untuk mengurangi jumlah kasus kanker, kematian, juga meningkatkan kualitas hidup pasien kanker yang dilakukan meliputi program pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Salah satu jenis kanker yang dialami oleh masyarakat adalah kanker kelenjar getah bening. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi non farmakologis konsumsi air (ph 7,5 dan ph 9,5) terhadap kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) pada penderita kanker kelenjar getah bening. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan pendekatan pretest posttest group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 8 pasien penderita kanker kelenjar getah bening yang teregistrasi di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) pada penderita kanker kelenjar getah bening. Analisa data menggunakan uji paired sample t-test. Dari hasil analisa data untuk responden yang mengkonsumsi air dengan PH 9,5 didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,016 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,987 sedangkan untuk responden yang mengkonsumsi air dengan PH 7,5 didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,035 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,951. Dari hal tersebut nampak bahwa konsumsi air dengan PH 9,5 lebih efektif untuk menurunkan kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) pada penderita kanker kelenjar getah bening. Konsumsi air PH 9,5 bertujuan untuk memperbaiki metabolisme yang terjadi pada tubuh. Metabolisme yang baik secara tidak langsung akan meningkatkan imunitas yang dimiliki oleh tubuh dan imunitas yang meningkat akan membantu penderita kanker kelenjar getah bening dalam penurunan kadar LDH (Laktat Dihidrogenase) mendekati normal
INTERVENSI TERAPI MUSIK KLASIK SEBAGAI PENANGANAN DEPRESI PADA LANSIA Suidah, Hartin; Cahyono, Eko Agus
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan, Volume 9, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.73 KB)

Abstract

Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang ditandai dengan terganggunya kondisi fisik dan psikis seperti gangguan pada nafsu makan dan rasa putus asa yang bisa berdampak paling buruk yaitu adanya keinginan untuk bunuh diri. Salah satu terapi yang bisa digunakan dalam  penanganan depresi adalah terapi musik klasik. Tujuan penelitian  ini adalah  untuk mengetahui penggunaan  terapi musik klasik terhadap penanganan depresi pada lansia yang tinggal di UPT Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Desain penelitian yang digunakan Quasy Experiment dengan bentuk rancangannya adalah Pre-Post Test With Contol Group Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 lansia. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling dengan jumlah responden 28 responden yang dibagi menjadi 14 responden pada kelompok perlakuan dan 14 responden pada kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan pada saat sebelum dan sesudah diberikan terapi musik klasik dengan menggunakan instrumen GDS yang pertama kali diciptakan oleh Yesavage dkk pada tahun 1983. Analisis data statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil kuesioner GDS menunjukkan rerata penurunan depresi lansia pada kelompok perlakuan sebesar 2,5, sedangkan rerata penurunan depresi pada kelompok kontrol sebesar 0,75. Hasil analisis uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi (P value) sebesar 0,002, karena nilai p value < 0,05 (α < 0,05) sehingga menunjukkan adanya pengaruh terapi musik klasik terhadap depresi pada lansia. Berdasarkan penelitian ini terapi musik klasik bisa diaplikasikan sebagai terapi dalam penanganan depresi pada lansia. Sehingga diharapkan terapi musik klasik ini bisa dijadikan alternatif dalam penanganan depresi lansia selain dengan pengobatan secara farmakologis
PENGARUH TINDAKAN PELAYANAN KEPERAWATAN MEMANDIKAN DENGAN KEPUASAN PASIEN IMOBILISASI Mustika, Tya Candra; Purwanto, Nasrul Hadi
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume 10, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak pasien yang tidak memperoleh pelayanan dasar seperti memandikan, dimana kebanyakan perawatan hanya menyerahkan pada keluarga untuk memandikan pasien serta pihak perawatan hanya menyediakan air hangat saja , sedangkan peralatan mandi yang lain keluarga harus membeli sendiri di luar rumah sakit. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan klien dan keluarga terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tindakan pelayanan keperawatan memandikan dengan kepuasan pasien imobilisasidi Ruang Hasyim Asy’ari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Desain penelitian ini adalah eksperimen one group pre test-post test design. Populasi penelitian yaitu Seluruh pasien imobilisasi di ruang hasyim asy’ari RSI Sakinah Mojokerto  sebanyak 27 responden. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen penelitian yaitu tindakan memandikan dan variabel dependen penelitian yaitu kepuasan pasien imobilisasi.Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan diuji dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien imobilisasi merasa tidak puas sebelum diberikan tindakan memandikan dan setelah diberikan tindakan memandikan sebagian besar pasien imobilisasi merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa ρ = 0,031 sehingga ada pengaruh tindakan pelayanan keperawatan memandikan dengan kepuasan pasien imobilisasi di Ruang Hasyim Asy’ari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto. Perubahan kepuasan pada masing-masing responden sangat bervariasi, hal itu sangat erat terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan yang dibawa oleh responden baik dari diri responden sendiri maupun dari lingkungan luar.Sehingga  diharapkan tenaga kesehatan lebih menigkatkan kegiatan promosi kesehatan, terutama dalam penanganan dalam memberikan terapi tindakan memandikan pada klien yang mengalami gangguan imobilisasi
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN AIR SUSU IBU PADA PERCEPATAN PELEPASAN TALI PUSAT BAYI Hartono, Aris; Purwanto, Nasrul Hadi
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan, Volume 9, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.097 KB)

Abstract

Infeksi tali pusat telah menjadi penyebab penyakit dan kematian terus-menerus di berbagai negara. Setiap tahun 500.000 bayi meninggal dari tetanus neonatal dan 460.000 bayi meninggal karena infeksi bakteri. Salah satu cara yang saat ini sedang dikembangkan adalah penggunaan ASI. Berbagai macam kandungan nutrisi dan zat yang ada dalam ASI dapat mengurangi risiko kejadian infeksi sehingga bayi dapat menghindari kejadian infeksi tali pusat. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan perbandingan kelompok statis. Data penelitian yang diperoleh peneliti menggunakan lembar observasi, selanjutnya data ditabulasikan. Hasil pengamatan waktu yang dibutuhkan dalam perawatan tali pusat menggunakan ASI dan tali pusat menggunakan steril kasa kering kemudian dibandingkan dan ditarik kesimpulan mengenai waktu rilis rata-rata setiap media yang digunakan. Dari hasil penelitian, rata-rata waktu rilis dari tali pusat menggunakan ASI 127,41 jam dan waktu rata-rata pelepasan tali pusat menggunakan kasa steril kering 157,38 jam. Dari hasil uji korelasi Mann Whitney dengan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0.00. Dibutuhkan penelitian lebih aktif dan dalam lingkup yang lebih besar untuk melakukan studi lebih dalam penggunaan ASI untuk digunakan dalam perawatan tali pusat pada bayi. Untuk itu dibutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk memberikan dukungan dalam mengimplementasikannya
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS PADA WANITA MENOPAUSE USIA 40-50 TAHUN Nilaviani, Arinta; Suidah, Hartin
Jurnal Keperawatan Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan, Volume 10, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenaikan jumlah penduduk Indonesia sampai 41,4% dan osteoporosis selalu menyertai usia lanjut baik perempuan maupun laki-laki. Salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius pada masa menopause adalah osteoporosis. Penurunan hormon estrogen merupakan penyebab lebih cepat terjadinya osteoporosis pada wanita menopause. Osteoporosis atau tulang keropos adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan massa tulang dan kerusakan mikro-arsitektur jaringan tulang yang menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada wanita menopause usia 40-50 tahun di Lingkungan Kalimati Kelurahan Jagalan Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 42 orang, besar sampel adalah 38 orang wanita menopause, tekhnik sampling yang dilakukan adalah simple random sampling, pengumpulan data penelitian ini menggunakan alat berupa kuesioner, setelah data ditabulasi kemudian dilakukan uji statistik Mann-Whitney dengan α = 0,05 menggunakan SPSS for windows. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan responden baik sebanyak 20 orang (52,6%) dan sebagian besar perilaku pencegahan osteoporosis responden positif sebanyak 26 orang (68,4%). Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada wanita menopause usia 40-50 tahun di Lingkungan Kalimati Kelurahan Jagalan Kota Mojokerto. Hasil uji Mann-Whitney diperoleh hasil bahwa nilai z hitung mencapai -4.200 > z tabel 1,736 dengan signifikan 0,000 < α 0,05. Untuk mencegah terjadinya osteoporosis dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut maka sebagai tenaga kesehatan hendaknya memberikan pelayanan pada masyarakat khususnya pada ibu menopause agar dapat memberikan arahan untuk mencegah terjadinya osteoporosis
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) Suwanti, Iis; Suidah, Hartin
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan, Volume 9, Nomor 2, Juli 2016
Publisher : LPPM Akademi Keperawatan Dian Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.919 KB)

Abstract

Pola asuh yang diterapkan kepada anak usia prasekolah (4-6 tahun) secara tidak langsung akan berdampak kepada perkembangan yang dialami anak. Kesalahan dalam pemilihan dan penerapan pola asuh pada anak dapat berakibat kepada kondisi mental emosional pada anak. Orangtua dan pola asuh memiliki peran yang besar dalam menanamkan dasar kepribadian yang ikut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa kelak. Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Dalam kegiatan memberikan pengasuhan ini, orangtua akan memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap keinginan anaknya. Dampak pemberian pola asuh berbeda-beda sesuai pola asuh yang diterapkan. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan rancang bangun menggunakan pendekatan cross sectional. Pengolahan data dilakukan dengan tahap editing, coding, scoring dan tabulating. Uji analisa yang digunakan adalah korelasi rank spearman rho. Dari hasil uji korelasi rank spearman dengan tingkat signifikasi α = 0,05 didapatkan nilai signifikasi sebesar 0,000 dan korelasi sebesar 0,586. Karena nilai signifikasi yang didapatkan < (α = 0,05) maka hipotesis penelitian diterima yang berarti ada hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan mental emosional pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) dengan kekuatan korelasi dalam kategori korelasi kuat (0,50 – 0,75). Pola asuh yang baik adalah pola asuh demokratis, Penetapan pola asuh demokratis dicirikan pada kondisi dimana orang tua senantiasa mengontrol perilaku anak, namun kontrol tersebut dilakukan dengan fleksibel atau tidak kaku. Menurut Gustian dalam Andayani (2010), anak yang terbiasa dengan pola asuh orang tua yang demokratis akan membawa dampak yang menguntungkan, diantaranya anak memiliki kepribadian yang ceria, mempunyai kontrol diri dan rasa percaya diri yang baik, anak bisa mengatasi stress, punya keinginan untuk berprestasi dan bisa berkomunikasi baik dengan teman-teman dan orang dewasa. Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak-anak, karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya, serta menjadi dasar bagi perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga, sehingga keluarga merupakan awal dari pengasahan mental emosional anak. Hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan diantaranya sebagai : (1) bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan di bidang kesehatan dan acuan dalam promosi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif dalam peningkatan derajat kesehatan, serta (2) dapat dijadikan pedoman dalam penerapan pola asuh pada anak usia prasekolah (4-6 tahun)