cover
Contact Name
Dr. Radhiah Zakaria
Contact Email
radhiah@unmuha.ac.id
Phone
+6265131054
Journal Mail Official
jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Penelitian Kesehatan Masyarakat (PKPKM) Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Lantai II, Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) Jl. Muhammadiyah No.93, Bathoh, Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh. Telp. (0651) 31054, Fax. (0651) 31053. Email: jurnal.jukema@unmuha.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)
ISSN : 20881592     EISSN : 25496425     DOI : https://doi.org/10.37598/jukema
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh atau disingkat dengan JUKEMA merupakan kumpulan jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian atau yang setara dengan hasil penelitian di bidang ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran dan ilmu keperawatan. Artikel ilmiah yang membahas topik-topik Kesehatan Ibu dan Anak, epidemiologi, gizi kesehatan masyarakat, Penyakit Tidak Menular (PTM) dan lain-lain sangat diharapkan dan disambut baik.
Articles 85 Documents
Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Penyakit Filariasis di Kecamatan Kuta Baro Halim, Faudhiatul; Suyanta, Sri; Abubakar, Al Yasa’
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis di Kecamatan Kuta Baro secara mandiri sejauh ini sudah banyak dilakukan. Namun partisipasi masyarakat yang diharapkan masih belum menggembirakan sehingga masih tingginya angka filariasis. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis. Metode: Penelitian bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Kecamatan Kuta Baro sebanyak 1.289 orang. Sampel diambil secara proportional random sampling yang berjumlah 90 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik berganda untuk analisis multivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 53,3% responden memiliki pengetahuan baik tentang filariasis, 56,6% responden memiliki sikap positif terhadap pencegahan filariasis, dan 65,5% responden menilai peran petugas sudah aktif. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,004), sikap (p-value 0,032), dan peran petugas kesehatan (p-value 0,001) dengan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis. Hasil analisis multivariat diperoleh hasil bahwa peran petugas merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan filariasis (p-value 0,001 dan OR = 11,13). Kesimpulan: Kepada masyarakat diharapkan untuk dapat berpartisipasi baik dalam pencegahan fiariasis dengan cara ikut di setiap kegiatan yang dilakukan seperti gotong royong, penyuluhan, dan pemberian obat pencegahan filariasis.
KUALITAS HIDUP SETELAH PERSALINAN SECTIO CAESAREA DENGAN KEJADIAN RISIKO INFEKSI Muliana, Muliana; Adamy, Aulina; Ismail, Nizam
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi bedah adalah infeksi yang terjadi setelah operasi dalam waktu 30 hari di bagian tubuh tempat operasi berlangsung. Infeksi di tandai dengan adanya cairan nanah yang berasal dari luka, nyeri, pembengkakan di tempat luka kemerahan serta peningkatan suhu tubuh. Infeksi bedah sesar dapat meningkatkan angka kesakitan bagi setiap wanita yang baru saja melahirkan. Berdasarkan data wawancara dengan 10 responden yang melahirkan sesar di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh, rata-rata mengatakan setelah dua atau 3 hari pasca melahirkan ibu mengalami infeksi luka operasi. Penyebabnya salah satu karena umur risiko tinggi saat melahirkan, adanya komplikasi kehamilan dan riwayat persalinan sebelumnya SC. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan case control study yaitu menentukan kelompok kasus dan kelompok control yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh mulai bulan Mei samapai dengan Juni 2019. Responden dalam penelitian ini berjumlah 76 orang, dimana 38 orang (kelompok kasus) dan 38 orang (kelompok control). Hasil: hasil penelitian diketahui ada hubungan kualitas hidup dengan kejadian risiko infeksi dengan p-value 0.002 dan OR 4.9. Kesimpulan: Pemberian profilaksis antimikroba efektif dalam mengurangi kejadian infeksi luka setelah operasi dan mengurangi risiko bakteri residen yang mengatasi segera sistem kekebalan tubuh setelah persalinan. Disarankan untuk petugas kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, pengembangan, dan implementasi dalam meminimalkan terjadinya risiko infeksi pada semua pasien terutama pada pasien yang melahirkan dengan operasi sesar serta segera memberikan antibiotik setelah operasi.
Implikasi Jaminan Kesehatan Aceh terhadap Jumlah Persalinan Pada Rumah Sakit/Rumah Bersalin Swasta dan Rumah Sakit Kesdam di Banda Aceh Khairunnisa, Khairunnisa; Abdullah, Asnawi
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kini berimplikasi pada meningkatnya jumlah persalinan pada fasilitas kesehatan milik pemerintah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengetahui implikasinya pada jumlah persalinan pada fasilitas kesehatan milik swasta dan Rumah Sakit Kesdam. Penelitian ini menganalisis perubahan jumlah persalinan antara sebelum dan sesudah berlakunya JKA pada seluruh rumah sakit dan rumah bersalin non JKA di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan data sekunder. Data diperoleh berdasarkan rekam medik enam bulan sebelum dan enam bulan sesudah berlakunya JKA. Sampel penelitian terdiri dari 3 rumah sakit dan 3 rumah bersalin. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon dengan bantuan SPSS 16.0. Hasil: penelitian didapatkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna pada jumlah pasien bersalin pada rumah sakit/rumah bersalin swasta yang diteliti sebagai berikut: Rumah Sakit Malahayati (P = 0.028), Rumah Sakit Permata Hati (P = 0.043), Rumah Bersalin Ayu (P = 0.046), Rumah Bersalin Hartini (P = 0.027), Rumah Bersalin Bungong Seulanga (P = 0.027). Sedangkan rumah sakit yang tidak mengalami perbedaan yang bermakna adalah Rumah Sakit Kesdam (P = 0,141). Saran: Oleh karena adanya penurunan yang bermakna pada jumlah pasien bersalin setelah program JKA, maka diperlukan untuk melibatkan rumah sakit swasta dan rumah bersalin sebagai mitra pada program JKA dalam memberikan pelayanan persalinan. 
Analisis Peran Bidan dalam Pelaksanaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Bayi dan Balita di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Nuraini, Nuraini; Djafari, Defriman; Sanusi, Sri Rahayu
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Balita dan anak usia prasekolah merupakan masa emas perkembangan anak oleh karena itu perlu perhatian lebih dalam akan penilaian terhadap stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis data ini menggunakan metode content analisis isi yaitu pengumpulan data, reduksi, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai peran bidan dalam pelaksanaan SDIDTK pada bayi dan balita di wilayah Puskesmas Kota Banda Aceh. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi buku Kesehatan Ibu dan Anak dan Kartu Menuju Sehat. Subjeknya adalah kepala puskesmas, bidan, kader dan kepala program Dinas Kesehatan ota Banda Aceh. Hasil: Didapatkan bahwa hanya sebagian bidan mampu dan mau melaksanakan SDIDTK di posyandu dan puskesmas. Kunjungan bayi dan balita di posyandu dalam pelaksanaan SDIDTK sudah ada, namun masih kurang terpenuhi secara optimal. Pelayanan minimal bidan dalam pelaksanaan SDIDTK selama ini diberikan masih kurang memadai, karena hanya beberapa aspek baru dilaksanakan. Bidan baru mempunyai rencana untuk melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu, kader kesehatan, dan juga tokoh masyarakat tentang SDIDTK. Kesimpulan: Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan sarana prasarana yang terkait dengan pelaksanaan SDIDTK, melakukan evaluasi keefektifan strategi, memberikan bekal pengetahuan pada pihak-pihak lain yang berperan tentang SDIDTK, membuat format Kuisioner Pra Skrinning Perkembangan yang lebih mudah penilaianya serta adanya evaluasi dan tindak lanjut setiap setahun sekali agar adanya perubahan dan pembaharuan dalam melakukan SDITDK.
Tingkat Pelayanan Terhadap Pasien Peserta Jaminan Kesehatan Aceh di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh Yahya, Satria M; Wardiati, Wardiati; Anwar, Syarifuddin
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan dikatakan bermutu apabila pelayanan tersebut memberikan kepuasan kepada pasiennya. Keputusan Gubernur Aceh No. 420/483/2010 yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) minimal 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan pasien peserta JKA di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2011. Metode: Penelitian ini didisain secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap pemegang kartu JKA di ruang rawat inap penyakit dalam pria dan wanita. Berdasarkan data rekam medik 2011 berjumlah 186 pasien. Dengan teknik accidental sampling diperoleh sampel sebanyak 65 orang. Pengumpulan data dilakukan pada 26 Juli - 03 Agustus 2011 dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan diskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Penelitian mendapatkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kecepatan pelayanan adalah cepat (53,8%), ketersediaan tenaga adalah cukup (56,9%), fasilitas pelayanan adalah memadai (52,3%) dan empati petugas adalah baik (58,5%) dengan total tingkat pelayanan RSUD Meuraxa oleh pasien JKA adalah dinilai kurang (55.4%) yang bertolak belakang dengan rata-rata sub variabel di atas. Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memperhatikan aspek-aspek seperti kecepatan pelayanan, ketersediaan tenaga, fasilitas dan empati petugas guna meningkatkan kepuasan pasien peserta JKA dimasa mendatang.
Analisis Faktor Kepatuhan Tenaga Medis Puskesmas dalam Penulisan Resep Obat Berbasis Formularium Nasional di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Mutia, Rita; Darmawan, Ede Surya; Abdullah, Asnawi
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Formularium obat merupakan pedoman penggunaan obat secara rasional yang diresepkan kepada pasien. Namun faktanya masih ada obat yang tidak sesuai dengan stadar formularium nasional (fornas) dalam resep obat yang diberikan oleh dokter kepada pasien. Di Kabupaten Aceh Besar penggunaan obat di luar fornas sebanyak 80% artinya masih tingginya pemakaian obat di luar fornas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan dokter puskesmas dalam penulisan resep obat berbasis formularium nasional. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga medis puskesmas (dokter umum dan dokter gigi) sebanyak 87 orang. Sampel yang digunakan adalah total sampling dan sampel resep sebanyak 870 resep. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui wawancara. Hasil: Ada hubungan antara Pengetahuan (P = 0,028), Informasi (P = 0,0001), dan Beban Kerja (P = 0,005) dengan Kepatuhan Dokter dalam penulisan resep obat berbasis fornas. Berdasarkan analisis multivariat diperoleh hasil bahwa Informasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap Kepatuhan Dokter dalam penulisan resep obat berbasis fornas (P = 0,0001 dan OR: 9,20). Kesimpulan: Kepada kepala puskesmas agar berupaya meningkatkan kepatuhan tenaga medis dalam penulisan resep obat sesuai formularium dan mengadakan evaluasi terhadap penulisan resep sesuai dengan formularium atau tidak.
HUBUNGAN KOMPONEN PELAYANAN ANTENATAL CARE (10 T) DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI INDONESIA (ANALISA DATA SEKUNDER SDKI 2017) Darwis, Aryandi; Abdullah, Asnawi; Maidar, Maidar; Adamy, Aulina; Nurjannah, Nurjannah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dari data SDKI (2017) didapat bahwa cakupan pelayanan antenatal (pernah mendapat pelayanan antenatal) yang diperiksa oleh tenaga kesehatan yang kompeten (K1) telah cukup tinggi yaitu 97.5% dan pelayanan ANC (K4) yaitu 77.4%, namun ternyata angka Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih cukup tinggi yaitu 7.1% berdasarkan catatan pada kartu menuju sehat (KMS) atau laporan ibu. Metode: Penelitian ini merupakan analisis terhadap data sekunder hasil SDKI 2017 penelitian ini bersifat deskriptif analitik dilakukan dengan menggunakan desain Cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di 34 Provinsi di seluruh Indonesia, dilakukan pada tanggal 24 Juli sampai 30 September 2017. Hasil: Responden yang melakukan kunjungan kehamilan tidak penuh sebesar 22.51%, responden yang tidak ditimbang berat badan 13.50%, responden yang tidak diukur tinggi badan 30.29%, responden yang tidak diukur tekanan darah 57.12%, responden yang tidak diperiksa urin sebesar 65.00%, responden yang tidak diuji labolatorium sampel darah sebesar 57.12%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa komponen pelayanan antenatal care dengan kejadian BBLR, dari komponen yang diajukan ada komponen yang berhubungan dengan BBLR adalah ANC: Diukur timbang badan diperoleh p value 0.0001 dan nilai OR = 0.643 artinya ibu hamil yang ditimbang berat badan berpotensi memproteksi BBLR sebesar 64% dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak ditimbang. Kesimpulan: Kualitas pelayanan antenatal care menjadi variabel independen utama yang menyebabkan BBLR, tetapi variabel lain juga mempunyai hubungan dengan BBLR. Selain itu responden tidak melakukan kunjungan antenatal dengan baik maka akan berisiko terjadinya BBLR.
Efektifitas Metode Pendidikan terhadap Perubahan Perilaku Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Murid MIN Mesjid Raya Banda Aceh Niakurniawati, Niakurniawati; Usman, Said; bin Abdurrahman, Faisal
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hasil studi pendahuluan, sekolah MIN Mesjid Raya Banda Aceh pernah melakukan penyuluhan kesehatan, tetapi penyuluhan tentang kesehatan gigi hanya dilakukan setahun sekali. Dari wawancara 17 murid didapati menderita karies, 5 murid yang memiliki pengetahuan yang baik dan masih ada murid acuh tak acuh tentang kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode pendidikan terhadap perubahan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap 173 murid kelas VI, diambil secara total populasi. Pengumpulan data dan intervensi dari tanggal 2 sampai 28 September 2016 dengan menggunakan kuesioner. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pre test post test non equivalent group design terhadap 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang terdiri dari metode diskusi di kelas VI A (42 murid), metode simulasi di kelas VI B (44 murid), metode demonstrasi di kelas VI C (44 murid) dan kelompok kontrol di kelas VI D (43 murid). Intervensi diberikan dua kali, rentang waktu pre test dan post test selama empat minggu. Analisis data menggunakan t-test dan oneway anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan (p=0,001), perubahan terhadap sikap (p=0,001) dan perubahan terhadap tindakan (p=0,001) tentang kesehatan gigi dan mulut. Saran: Di antara ketiga metode tersebut, ternyata metode diskusi merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kerjasama pihak sekolah dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan dalam meningkatkan kunjungan program UKGS ke sekolah-sekolah melalui UKS dengan difokuskan pada pelayanan promotif preventif kesehatan gigi dan mulut.
PENENTUAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) PADA IKAN KAYU YANG DIJUAL DI PASAR PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH Elfariyanti, Elfariyanti; Ismayanti, Nina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ikan kayu merupakan salah satu jenis produk olahan ikan yang telah mengalami rangkaian proses seperti perebusan dan pengasapan bertingkat hingga teksturnya menjadi sekeras kayu dan berwarna coklat tua kehitaman. Ikan kayu merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak akibat cemaran mikroba yang disebabkan salah satunya karena kondisi lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Angka Lempeng Total (ALT) pada ikan kayu yang dijual di pasar Peunayong kota Banda Aceh apakah sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh SNI 2691-3:2017 yaitu sebesar 1.0 x 106 kol/g. Metode: Analisis yang digunakan dalam penelitian ini secara kuantitatif menggunakan prinsip Angka lempeng Total (ALT). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ikan kayu yang dijual di pasar Peunayong kota Banda Aceh, sedangkan sampel yang digunakan adalah ikan kayu dengan variasi waktu produksi yaitu 1 minggu, 2 minggu dan 1 bulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa sampel dengan waktu produksi 1 minggu nilai ALT nya sebesar 8.06 x 103 kol/g, waktu produksi 2 minggu sebesar 5.04 x 104 kol/g dan waktu produksi 1 bulan sebesar 2.80 x 106 kol/g. Dapat disimpulkan bahwa sampel dengan waktu produksi 1 minggu dan 2 minggu memenuhi syarat yang ditetapkan SNI, sedangkan sampel dengan waktu produksi 1 bulan tidak memenuhi syarat SNI.
Modern Lifestyle and Health Wahyuniati, Nur
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami bagaimana mencapai status kesehatan merupakan prioritas di zaman modern, untuk populasi global dan untuk kebijakan pemerintah. Tren gaya hidup modern: penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, penyalahgunaan narkoba, diet makanan cepat saji yang tidak sehat, aktivitas fisik yang tidak mencukupi (gaya hidup), stres, jam kerja kantor yang diperpanjang, dan penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan teknologi memainkan peran besar dalam mengembangkan "modern" penyakit, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM) dan itu mengancam kesehatan fisik dan mental individu. Gaya hidup modern itu sendiri merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Gaya berfikir fisiologis seperti itu menghasilkan peningkatan tingkat faktor risiko, seperti penyakit metabolik, masalah sendi dan skeletal, penyakit kardio-vaskular, penyakit pernafasan, hipertensi, kekerasan dan obesitas secara paralel dan sinergis pada berbagai jalur metabolisme tubuh.