cover
Contact Name
Risana Rachmatan, S.Psi
Contact Email
risanarachmatan@unsyiah.ac.id
Phone
+6281269127843
Journal Mail Official
jurnalpsikologi@unsyiah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran. Univesitas Syiah Kuala Jl. Tgk Tanoh Abee, Kopelma Darussalam Kec. Syiah Kuala Banda Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah
ISSN : 26146428     EISSN : 26559161     DOI : -
Seurune, Unsyiah Psychology Journal receives manuscripts that focused on psychological research and applied psychology. Humanities studies related to psychological science are the scope that also considered in Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah.
Articles 43 Documents
PENGARUH MEWARNAI MANDALA TERHADAP MENURUNNYA KECEMASAN PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH Faradina, Syarifah; Az Badal, Sarah Sisilya; Natasya, Meutia; Kamilah, Kamilah; Oviyani, Elda; Belangi, Maghfirah; Dewi, Herlis Meira; Sumarno, Sumarno
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 2: Juli 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.525 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v2i2.14210

Abstract

ABSTRAKKecemasan merupakan fenomena psikologis yang umum dirasakan oleh setiap individu. Mahasiswa sebagai penuntut ilmu tidak pernah lepas dari tuntutan tugas dan lingkungan, membuat mahasiswa sering dihadapkan pada situasi yang memicu timbulnya berbagai hambatan. Terdapat berbagai upaya untuk mengurangi kecemasan tersebut, salah satunya adalah dengan mewarnai mandala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mewarnai mandala terhadap menurunnya kecemasan pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pre-test post-test control group. Responden terdiri dari 20 mahasiswa yang mengalami kecemasan ringan sampai sangat berat, yang terbagi atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis penelitian menggunakan wilcoxon signed rank test ditemukan perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan mewarnai mandala dengan nilai Z = -2,831 dengan nilai signifikansi 0,005. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa mewarnai mandala dapat menurunkan kecemasan. Selain itu, penelitian ini juga melakukan analisis antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisis menggunakan ujiMann-Whitney diperoleh nilai signifikansi 0,404. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil penurunan tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.Kata Kunci: Kecemasan, Mewarnai Mandala, MahasiswaABSTRACTAnxiety is a psychological phenomenon that is commonly felt by everyone. Students with various activities can also experience anxiety. Students in the academic environment, who have never been separated from the demands of the task, make students often faced with the situations that trigger anxiety. There are various efforts to reduce this anxiety, one of which is to color the mandala. The purpose of this study was to determine the effect of coloring mandalas on decreasing anxiety in students. This study uses a quasi-experimental method with a pre-test post-test control group design. Respondents consisted of 20 students who experienced mild to extremely severe anxiety, which was divided into experimental groups and control groups. The results of the study analysis using Wilcoxon signed rank test found differences before and after the mandala coloring treatment given with a value of Z = -2,831 with a significance value of 0,005. The results of this analysis indicate that coloring mandalas can reduce anxiety. In addition, this study also conducted an analysis between the control group and the experimental group. The results of the analysis using the Mann-Whitney test obtained a significance value of 0,404. The results of the analysis showed that there were no differences in the results of the decrease in anxiety levels in the experimental group and the control group.Keywords: Anxiety, Coloring Mandala, Student
DINAMIKA KECANDUAN TELEPON PINTAR (SMARTPHONE) PADA REMAJA DAN TRAIT MINDFULNESS SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI Waty, Laras Prassetio; Fourianalistyawati, Endang
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 2: Juli 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.994 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i2.11573

Abstract

Remaja merupakan pengguna telepon pintar yang rentan mengalami kecanduan telepon pintar.Perlu ada penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian terdahulu yang dilakukan di negara luar menunjukkan peran trait mindfulness dalam membantu menurunkan kecanduan telepon pintar pada remaja, namun belum ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana trait mindfulness berperan dalam menurunkan perilaku kecanduan telepon pintar pada remaja di DKI Jakarta Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penyebaran kuesioner kepada 511 remaja dengan rentang usia 13-18 tahun. Berdasarkan hasil screening menggunakan uji kategorisasi hipotetik diperoleh sebanyak 286 subjek yang mengalami kecanduan telepon pintar. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat ukur Mindful Attention Awareness Scale (MAAS), dan Smartphone Addiction Scale (SAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness dapat berperan dalam menurunkan perilaku kecanduan telepon pintar pada remaja. Dengan demikian, semakin tinggi skor mindfulness, maka semakin rendah kemunculan perilaku kecanduan telepon pintar. Sebaliknya, semakin rendah skor mindfulness, maka semakin tinggi pula kemunculan perilaku kecanduan telepon pintar. Kata Kunci : trait mindfulness, kecanduan telepon pintar, remaja
OPTIMISME MENGHADAPI PERSAINGAN DUNIA KERJA DAN ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA Aprilia, Eka Dian; Khairiyah, Yaumil
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 1: Januari 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i1.9922

Abstract

Tugas utama individu pada rentang usia dewasa adalah bekerja dan membangun karir. Dimasa sekarang ini mendapatkan pekerjaan sangat sulit, dibutuhkan keyakinan dan ketangguhan dalam diri seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang secara teoritis disebut dengan optimisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme menghadapi persaingan dunia kerja dengan adversity quotient pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Berdasarkan tabel Isaac dan Michael didapatkan jumlah sampel sebanyak 332 mahasiswa, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Terdapat dua alat ukur yang digunakan, yaitu skala optimisme dan skala adversity quotient. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,535 dengan nilai p = 0,000. Hipotesis yang diajukan diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara optimisme menghadapi persaingan dunia kerja dengan adversity quotient pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala. 
CAREER DECISION MAKING SELF-EFFICACY DAN CAREER INDECISION PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Dharma, Gani; Akmal, Sari Zakiah
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 2: Juli 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.813 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v2i2.14203

Abstract

ABSTRAKKebimbangan karier merupakan kondisi dimana individu mengalami kesulitan dalam membuat keputusan karier yang akan ditempuh. Mahasiswa tingkat akhir rentan merasakan kebimbangan karier. Hal ini mengakibatkan mahasiswa menjadi tidak yakin terhadap kemampuannya untuk menempuh jenjang karier setelah lulus nanti. Efikasi diri merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembuatan keputusan karier, yang dapat membantu individu dalam menentukan karier. Akan tetapi, penelitian sebelumnya menunjukan hasil yang tidak konsisten mengenai hubungan antara efikasi diri dalam membuat keputusan karier dengan kebimbangan karier.Penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali bentuk hubungan antara efikasi diri dalam membuat keputusan karier dengan kebimbangan karier pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini melibatkan 328 mahasiswa tingkat akhir sebagai sampel, yang diperoleh dengan menggunakan teknik sampel insidental. Pengukuran kebimbangan karier menggunakan alat ukur Career Decision Scale (CDS) dan pengukuran efikasi diridalam membuat keputusan karier menggunakan Career Decision Making Self-efficacy Scale (CDMSES). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel penelitian (r = -0,143). Implikasi dari hasil penelitian ini adalah mahasiswa dapat mengurangi kebimbangan karier dengan cara meningkatkan efikasi diri saat membuat keputusan karier.Kata kunci: Career Decision Making Self-efficacy, Career Indecision, Mahasiswa Tingkat AkhirABSTRACTCareer Indecision is a condition when students has difficulty to make career decision that will be pursued. Final years college students, are vulnerable to feel career indecision, it causes students to be unsure of his ability to pursue career after graduation. Self-efficacy known as an important aspect of career decision-making process, which is can help college student to determine his or her career choice. However, previous studies have shown the inconsistent result about relationship between career decision making self-efficacy with career indecision. Therefore, the purpose of this study is to examine again the relationship between career decision making self-efficacy and career indecision among final year’s college students in1Seurune, Jurnal Psikologi Unsyiah ISSN: 2614-6428 Vol 2, No. 2, Juli 2019 E ISSN: 2655-9161Indonesia. 328 final year college students who recruited by incidental sampling participated in this study. Career Decision Making Self-Efficacy Scale (CDMSES) and Career Decision Scale (CDS) used to collect the data. Result of this study showed that there is significant correlation between Career Decision Making Self-Efficacy and Career Indecision (r = -0,143). The implication of this study is college student with high career decision making self-efficacy can decrease their career indecision.Keywords: Career Decision Making Self-efficacy, Career Indecision, Final Year College Students
MODIFIKASI PERILAKU UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN PADA ANAK DENGAN HIGH FUNCTIONING AUTISM SPECTRUM DISORDER Alessandra, Theresia Michelle; R-Suradijono, Sri Hartati
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 3, No 1: Januari 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.823 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v3i1.15553

Abstract

Anak dengan autism spectrum disorder (ASD) memiliki karakteristik utama yaitu perilaku repetitif dan minat yang terbatas, serta defisit dalam kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sosial sehari-hari. Anak dengan ASD memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan perilaku bermasalah, seperti perilaku tidak patuh yang berdampak buruk pada keberfungsian anak sehari-hari baik dalam aspek akademis maupun dalam lingkungan sosial. Perilaku tidak patuh yang berlebihan dapat dikurangi melalui program modifikasi perilaku. Tujuan penelitian ini adalah mengukur efektivitas program modifikasi perilaku untuk meningkatkan kepatuhan pada anak dengan High Functioning Autism Spectrum Disorder (HF-ASD) melalui single case A-B with follow-up design. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang anak laki-laki dengan kondisi HF-ASD yang berusia 8 tahun dan menunjukkan perilaku tidak patuh. Intervensi dilakukan sebanyak 19 sesi dengan menerapkan prinsip errorless compliance training seperti behavioral momentum, errorless learning, penyampaian instruksi yang efektif, dan positive reinforcement. Hasil menunjukkan bahwa program modifikasi perilaku efektif meningkatkan perilaku kepatuhan pada anak dengan HF-ASD dari 8% menjadi 81% serta terdapat efek generalisasi pada instruksi yang tidak dilatih selama intervensi.  Kata kunci: modifikasi perilaku; kepatuhan; high functioning autism spectrum disorder
METODE TOTAL TASK PRESENTATION CHAINING PADA ANAK DENGAN INTELLECTUAL DISABILITY-SEVERE Magdalena, Mellisa; Madjid, Erniza Miranda
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 1: Januari 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i1.9926

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan program modifikasi perilaku ini adalah untuk meningkatkan kemampuan A, anak laki-laki berusia 6 tahun 9 bulan dengan intellectual disability-severe dalam memakai baju kaos tanpa kancing secara mandiri. Kondisi A saat ini belum dapat berbicara, tidak paham pemberian instruksi secara verbal, dan tidak dapat berpakaian sendiri. Metode modifikasi perilaku yang digunakan adalah total task presentation chaining yang disertai dengan pemberian prompt dan positive reinforcer. Prompt yang digunakan adalah video prompt, verbal prompt, gestural/ modeling prompt, dan physical prompt. Chain dari perilaku memakai baju kaos terdiri dari 4 langkah sederhana yang disesuaikan dengan kemampuan kognitif serta fisik A saat ini. Program modifikasi perilaku ini dapat dikatikan berhasil. Setelah melakukan 8 sesi dengan 3 kali latihan setiap sesi, A dapat melakukan 4 langkah tanpa bantuan orang lain. Kemampuan tersebut dikatakan konsisten dari data follow up yang dilakukan 1 minggu setelah sesi berakhir. 
PERBEDAAN EMPLOYABILITY PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI UNSYIAH DITINJAU DARI PENGALAMAN BERORGANISASI Rahmatika, Syahri; Aprilia, Eka Dian
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.872 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v2i1.13269

Abstract

Ketidakseimbangan pembelajaran soft skills dan hard skills di universitas berdampak pada banyaknya lulusan yang belum memiliki kesesuaian dengan kebutuhan yang dicari employers. Employability dapat menjadi alternative solusi untuk meningkatkan kesempatan individu untuk mendapatkan pekerjaan. Employability didefinisikan sebagai kemampuan untuk memiliki keahlian, ilmu pengetahuan, pemahaman dan kepribadian yang membuat seseorang bisa memilih dan merasa nyaman dengan pekerjaannya sehingga menjadi puas dan akhirnya meraih sukses. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan employability pada mahasiswa tingkat akhir yaitu dengan memiliki pengalaman berorganisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan employabilitypada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Syiah Kuala ditinjau dari pengalaman berorganisasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 332 mahasiswa (terdiri dari 166 orang yang memiliki pengalaman berorganisasi dan 166 orang tidak memiliki pengalaman berorganisasi). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Employability Development Profile. Hasil uji analisis hipotesis dengan menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0.000. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan employability pada mahasiswa tingkat akhir ditinjau dari pengalaman berorganisasi, dimana mahasiswa tingkat akhir yang memiliki pengalaman berorganisasi memiliki employability yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa tingkat akhir yang tidak memiliki pengalaman berorganisasi.Kata kunci: Employability, pengalaman berorganisasi, mahasiswa tingkat akhir
KOHESIVITAS KELOMPOK DAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PADA KARYAWAN Putri, Marina; Mirza, Mirza
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 1: Januari 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.938 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i1.9916

Abstract

Kualitas kehidupan kerja merupakan hal yang sangat penting bagi karyawan dalam mencapai kinerja yang terbaik. Oleh karena itu perusahaan bertanggung jawab untuk memelihara kualitas kehidupan kerja dan membina tenaga kerja agar bersedia memberikan sumbangannya secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan. Kohesivitas kelompok merupakan salah satu variabel yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kohesivitas kelompok dengan kualitas kehidupan kerja pada karyawan Suzuya Mall Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah subjek 85 (52 laki-laki dan 29 perempuan). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kohesivitas kelomok yang disusun oleh peneliti dengan koefisien reliabilitas 0.949 dan skala adaptasi Work-Related Quality of Life (WRQoL) yang disusun oleh Easton dan Laar (2007) dengan koefisien reliabilitas 0.916. Hasil analisa data menggunakan Product-Moment Correlation Pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,614 dengan nilai p=0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kohesifitas kelompok dengan kualitas kehidupan kerja. Artinya, semakin tinggi tingkat kohesivitas kelompok padakaryawan maka semakin tinggi tingkat kualitas kehidupan kerja ataupun sebaliknya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas tingkat kohesivitas kelompok dan kualitas kehidupan kerjapada karyawan Suzuya Mall Banda Aceh tergolong dalam kategori tinggi. 
COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN ANAK KELAS 6 SD TERHADAP ULANGAN MATEMATIKA Anggraeni, Yuliana
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 2, No 2: Juli 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.228 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v2i2.14209

Abstract

ABSTRAKKecemasan terhadap ulangan Matematika merupakan keadaan emosional yang tidak menyenangkan dan menimbulkan pengalaman somatik, kognitif, dan tingkah laku yang kuat, yang timbul ketika menghadapi ulangan Matematika. Kecemasan terhadap ulangan matematika yang tidak teratasi dapat meningkat dan berpengaruh pada prestasi akademik anak. Penelitian ini dilakukan untuk menurunkan kecemasan anak kelas 6 SD terhadap ulangan Matematika dengan menggunakan Cognitive Behavior Therapy. Penelitian dilakukan terhadap dua anak kelas 6 SD yang berusia 11 tahun dari satu sekolah swasta dengan akreditasi A di Jakarta. Peneliti menggunakan Alat Ukur Kecemasan terhadap ulangan Matematika sebelum dan sesudah pemberian terapi untuk mengukur tingkat kecemasan partisipan terhadap ulangan Matematika. Anak-anak kelas 6 SD harus mampu menyadari timbulnya kecemasan ketika ulangan Matematika, serta mengatasi kecemasan tersebut. Setelah Cognitive Behavior Therapy diberikan, partisipan mampu menyadari proses timbulnya kecemasan dan mampu menggunakan teknik-teknik yang sudah dipelajari untuk menurunkan kecemasan terhadap ulangan Matematika. Cognitive Behavior Therapy diketahui dalam penelitian, terlihat efektif menurunkan kecemasan partisipan terhadap ulangan Matematika ditandai dengan adanya penurunan skor kecemasan partisipan terhadap ulangan Matematika yang diberikan setelah sesi terapi, selain itu efek terapi juga terlihat dari meningkatnya hasil ulangan Matematika partisipan di sekolah.Kata kunci: Cognitive Behavior Therapy, kecemasan terhadap ulangan Matematika, anak kelas 6 SD.ABSTRACTMathematic test anxiety is unpleasant emotional condition and create a strong somatic, cognitive and behavior experience when Mathematic test. Unsolved Mathematic test anxiety can increase the anxiety and affect child academic performance. This research was conducted to decreasing the Mathematic test anxiety in 6th grade children usingthe Cognitive Behavior Therapy. Research carried out on two 6th grade children, 11 years old from an A accreditation private school in Jakarta. Researcher using Mathematic Test Anxiety Measurement before and after therapy to measure participant’s level of Mathematic test anxiety. 6th Grade children should be able to realize the emergence and to overcome the Mathematic test anxiety. After Cognitive Behavior Therapy is given, participant could realize the emergence process of Mathematic test anxiety, and could use the techniques given to decreasing Mathematic test anxiety. Cognitive behavior therapy looks effective to decrease participant’s Mathematic test anxiety with decreased scores on participant’s Mathematic test anxiety using Mathematic Test Anxiety Measurement that given after therapy than before therapy, and the increasing Mathematic test scores.Keywords: Cognitive Behavior Therapy, Mathematic test anxiety, 6th grade children.
MEMAAFKAN PELAKU PERKOSAAN DI MASA KONFLIK: PERJALANAN PANJANG KORBAN KONFLIK DI ACEH Ariefka, Yuandini; Sari, Kartika; Yulandari, Nucke
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 2: Juli 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.073 KB) | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i2.11572

Abstract

Konflik yang berkepanjangan di Aceh memunculkan korban-korban pelanggaran HAM. Salah satu bentuk pelanggaran HAM di Aceh pada masa konflik adalah perkosaan. Dampak yang dialami oleh perempuan korban perkosaan berupa dampak fisik, sosial dan juga dampak psikologis. Dampak perkosaan adalah rusaknya organ tubuh, korban sangat mungkin terkena penyakit menular seksual (PMS), dan kehamilan yang tidak dinginkan hingga mengalami trauma.  Dampak perkosaan yang begitu berat dirasakan membutuhkan sebuah proses pemaafan agar dapat meringankan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika memaafkan perempuan korban perkosaan pada masa konflik di Aceh. Responden dalam penelitian ini berjumlah dua orang perempuan korban perkosaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian dilakukan selama enam bulan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua responden tidak menunjukkan adanya pemaafan. Kedua responden masih berada pada tahap uncovering phase dalam proses memaafkan yaitu tahap masih dipenuhi rasa marah, sakit hati dan dendam terhadap pelaku. Tidak terjadinya pemaafan juga didukung oleh beberapa faktor yaitu anak, faktor hubungan intim dengan suami bagi responden yang menikah, beratnya peristiwa perkosaan yang dialami, pengalaman menyedihkan dalam hidup, interaksi antara pelaku dan responden serta pengalaman responden selama masa konflik.Kata kunci : memaafkan, perkosaan, konflik, Aceh