cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
ISSN : 25024922     EISSN : 26150867     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini membuat Jurnal Ilmiah hasil-hasil penelitian Teknik Mesin, Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Mei dan Nopember dan terdaftar di LIPI dengan kode persi cetak p-ISSN 2502-4922 dan persi online e-ISSN 2615-0867.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
PERANCANGAN PROTOTIPE GENERATOR AXIAL MAGNET PERMANEN 3 PHASE Suprapto, Muhammad; Herlina, Firda
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.859 KB)

Abstract

Generator axial magnet permanen memiliki banyak kelebihan diantaranya bentuk konstruksinya yang mudah dibuat, dan bisa beroprasi pada putaran yang relatif rendah dan tidak memerlukan tegangan mula DC sebagai pembentuk awal magnet.Pada penelitian ini analisis generator dilakukan dengan metode eksperimen dengan melakukan variasi putaran dan celah udara pada genrator, kemudian hasil tegangan pengukuran genrator akan di bandingkan dengan hasil perhitungan tegangan induksi generator. Dimana tegangan tertinggi yang di hasilakan pada pengjian sebesar 45.18 volt pada Celah udara 0.0010 m dan hasil tertinggi pada perhitungan 53.73 volt pada celah udara  0.0010 m. nilai terendah pada pengujian 27.30 volt dan pada perhitungan 32.24 volt pada variasi celah udara 0.0030 m. Penuruan hasil tegangan generator pada saat pengujian depengaruhi oleh akurasi dalam perakitan generator, akurasi alat ukur yang digunakan, kondisi tidak ideal pada generator dan rugi-rugi.
OPTIMASI SUDUT HUB PADA TURBIN ANGIN HORISONTAL DUA SUDU Irfansyah, Muhammad; Firman, Muhammad
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.241 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sudut hub pada turbin angin dua sudu. Sudut bagian hub sangat perpengaruh terhadap permulaan putaran (starting) turbin angin horisontal. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan lapisan tambahan kayu pada bagian atas sehingga akan menambah besar sudut pada bagian hub tersebut.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kegiatan perancangan, pembuatan, modifikasi, dan pengujian sudu turbin. Bahan pembuatan sudu digunakan 2 buah material kayu meranti merah ukuran 1300x160x40 mm. Rancangan pertama menggunakan sudut hub 14°, sedangkan rancangan kedua yang dimodifikasi akan menambah sudut hub menjadi 26°. Variasi kecepatan angin sebesar 1, 2, 3, 4, 5, 6 m/s. Alat ukur yang digunakan adalah anemometer dan tachometer digital.Dari hasil penelitian, pada kecepatan angin 1,9 m/s, sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 48 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 107 rpm. Sedangkan pada kecepatan angin 6,8 m/s, sudu dengan sudut hub 14° mengahasilkan putaran poros 234 rpm, dan sudu dengan sudut hub 26° menghasilkan putaran poros 368 rpm.
ANALISIS PENGARUH SUDU TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN ATAP RUMAH PADA KECEPATAN ANGIN RENDAH MENGGUNAKAN SIMULASI CFD ,, Mujiburrahman; Irawan, Heri
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.318 KB)

Abstract

Turbin angin yang di aplikasikan pada puncak kemiringan atap bentuk memanjang sangat jarang di aplikasikan di indonesia mengingat potensi angin  kemiringan atap rumah yang tergolong kecepatan angin rendah dan cendrung ber ubah-ubah arah. Sehingga perlu dikembangkan turbin angin atap rumah yang mampu memaksimalkan angin rendah. (Watson et, 2008), melihat permasalahan tersebut tentunya pemilihan jenis turbin, bentuk airfoil, dan jumlah blade sangat menentukan prestasi  turbin angin atap rumah. Selain itu pertimbangan aerodinamika bentuk airfoil yang diinginkan tentunya memiliki self starting yang tinggi sehingga mampu menghasilkan daya keluaran, daya mekanik dan coefesien daya paling optimum. turbin angin jenis  savonius memiliki kemampuan self-starting yang bagus, karena mampu memaksimalkan energi angin mendorong blade, sehingga hanya membutuhkan angin dengan kecepatan rendah untuk memutar rotor dari turbin angin ini. Selain itu, torsi yang dihasilkan blade turbin angin jenis savonius relatif tinggi (Sargolzei, 2007). Metode penelitian ini menggunakan percobaan eksprimen motion model, dengan variabel bebas faktor kecepatan angin 3 m/s. Jumlah blade 3,4, dan 5. Selanjutnya di simulasikan menggunakan Computational Fluid Dynamic, untuk melihat daya keluaran, daya mekanik dan coefesien daya paling optimum. Hasil pengujian turbin atap rumah blade 5 buah memiliki pengaruh paling besar terhadap daya mekanik sebesar 28.185 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.58%. Selanjutnya tertinggi kedua di hasilkan jumlah blade 4 buah memiliki pengaruh terhadap daya mekanik sebesar 27.96 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.56%. Sedangkan jumlah blade 3 buah memiliki pengaruh paling besar ketiga terhadap daya mekanik sebesar 27.86 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.55%.Dimensi model turbin angin atap rumah yang paling optimal dari ketiga model hasil simulasi desain dan perhitungan yaitu hasil simulasi desain no 3. Turbin angin atap rumah  jumlah blade 5 buah menghasilkan daya turbin maksimum sebesar, 28.185 W, dan koefisien daya Cp, sebesar 0.568%. Menurut Betz limit, bahwa nilai ideal dari koefisien daya pada turbin angin tidak melebihi nilai 0.593.  Di dalam penelitian ini masih termasuk ke dalam kategori yang baik, dikarenakan tidak melebihi batas Betz
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH SUDU RUNNER TURBIN AIR CORSSFLOW TERHADAP UNJUK KERJA DENGAN METODE TAGUCHI Irawan, Heri; ,, Mujiburrahman
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.909 KB)

Abstract

Turbin air crossflow adalah salah satu turbin aksi. Besarnya putaran turbin air crossflow ini akibat pemanfaatan energi air pada turbin dilakukan dua kali, yang pertama energi tumbukan air pada sudu-sudu pada saat air masuk, dan yang kedua adalah daya dorong air pada sudu saat air meninggalkan runner. Di dalam perancangan dan pembuatan runner turbin air crossflow mempunyai pengaruh yang besar terhadap putaran. Konstruksi runner turbin air crossflow diantaranya adalah jumlah sudu, ketebalan sudu, kelengkungan sudu, dan bentuk profil sudu. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh variasi jumlah sudu runner terhadap unjuk kerja, yaitu variasi jumlah sudu 18, 20 dan 22 buah. Pelaksanaan penelitian digunakan desain eksperimen metode Taguchi yang merupakan metode perbaikan kualitas dengan melakukan percobaan baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas unjuk kerja turbin optimum yaitu faktor variasi jumlah sudu, faktor variasi bukaan katup, dan variasi luas pemasukan aliran. Dari faktor variasi jumlah sudu 18, 20, dan 22 buah didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih A1 (18 buah) dengan hasil putaran sebesar 310,2 rpm, dari faktor variasi bukaan katup 50%, 75% dan 100% didapatkan hasil putaran yang optimum pada level faktor terpilih B2 (75%) didapatkan hasil putaran sebesar 321,1 rpm, dan dari faktor variasi luas pemasukan aliran 120 mm, 125 mm, dan 130 mm didapatkan hasil putaran yang optimum pada level terpilih C1 (120 mm) didapatkan hasil putaran sebesar 295,7 rpm. Adapun faktor yang paling berpengaruh signifikan berdasarkan hasil ANOVA untuk nilai rata-rata dan SNR didapatkan setting level optimal dari faktor-faktor terkontrol, faktor yang memiliki tingkat signifikan terhadap putaran yang dihasilkan yaitu faktor variasi jumlah sudu 18 buah  dengan (F hitung 34,441797) dan faktor variasi bukaan katup 75% dengan (F hitung 59,391498).
PERENCANAAN SISTEM MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN PLUMBING (MEP) PADA GEDUNG BERTINGKAT Marsudi, Muhammad; Syahrillah, Gusti Rusydi Furqon
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.128 KB)

Abstract

Pembangunan suatu gedung dengan penggunaannya dimaksudkan untuk tempat kegiatan manusia sangatlah penting diperhatikan dari segi atau aspek keselamatan dan kenyamanan. Denga kata lain , kenyamanan dan keselamatan bagi pekerja/pegawai/karyawan  yang bekerja di suatu gedung harus benar-benar diperhitungkan sejak bangunan itu dibangun. Kenyaman dan keselamatan di dalam gedung terkait erat dengan faktor fasilitas atau sistem Mekanikal Elektrikal Plumbing (MEP) yang ada di gedung tersebut. Masih banyak orang yang belum memahami secara utuh tentang perencanaan sistem MEP yang benar. Dan berdasarkan pemikiran tersebut maka paper ini akan membahas perencanaan sistem MEP pada gedung perkantoran bertingkat dua, dengan maksud memberikan sedikit gambaran bagaimana perencanaan sistem MEP yang benar
PENGARUH PENAMBAHAN NOZZLE GUIDE VANE PADA ROTOR SAVONIUS MODIFIKASI UNTUK TURBIN AIR ,, Rendi; Hartadi, Budi
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.223 KB)

Abstract

Indonesia memiliki potensi tenaga air yang cukup besar tetapi belum termanfaatkan secara maksimal. Pengembangan turbin air arus sungai memiliki kendala karena di indonesia kecepatan air sungai relatif lambat. Turbin arus sungai yang cocok di kembangkan untuk aliran lambat adalah turbin air rotor Savonius. Tetapi turbin air rotor Savonus memiliki kinerja yang buruk karena ada beberapa posisi arah angular rotor yang memiliki torsi statik negatif. Untuk meningkatakn kinerja turbin air rotor savonius diusulkan penambahan nozel guide vane. Karena dengan adanya nozel guide vane menunkinkan aliran air sungai dapat diarahkan langsung ke sudu turbin sehingga runer berputar secara maksimal. Dalam kajian ini, analisa dilakukan dengan metode eksperimen dan simulasi,  kemudian  hasilnya dibandingkan dengan turbin tampa menggunakan nozel guide vane.  Koefesien daya dan  koefesien torsi di evaluasi pada jumlah sudu  2 sudu 3 dan sudu 4. Dari analisa tersebut diperoleh bahwa rotor savanius dengan penambahan nozel guide vane lebih baik dalam  koefesien daya dan koefesien torsi. Koefesien daya tertinggi ada pada rotor dengan jumlah   sudu 3 yaitu Cp = 0.39. Pola aliran air di dalam  nozel guide pane bervariasi, kecepatan aliran air diluar nozel guide vane lebih cepat dibandingkan di dalam nozel guide vane. Pada sisi cembung sudu terjadi penurunan kecepatan air yang disebabkan terhalangnya arus air oleh nozel guide vane.  Distribusi tekanan juga bervariasi dengan adanya nozel guide vane dapat   meningkatkan energi tekanan aliran
KAJIAN TEORITIS TENTANG SPESIFIKASI ENGINE 1NR-VE Syahbana, Ali; Syahrillah, Gusti Rusydi Furqon
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.581 KB)

Abstract

Engine yang tenaga nya di gunakan pada mobil harus memiliki kinerja yang kompak, ringan dan dimamis dalam setiap aspek operasional. Mesin harus dapat menghasilkan kecepatan yang tinggi dan tenaga yang besar, mudah dioperasikan dan senyap, oleh karena itu mesin bensin sekarang selalu mengalami penyempurnaan untuk dapat di gunakan oleh setiap keperluan medan, salah satu di antaranya adalah type engie 1 NR-VE Setelah melakukan  dan melewati  beberapa  pengujian, maka  dapat data dan di analisa. Untuk  dapat  memeriksa  keadaan  sebenarnya  dari  hasil  penelitian  ini di perlukan beberapa hal yang dapat membantu suatu analisa yaitu: Data spesifikasi engine, tabulasi, Perhitungan, Grafik, Analisa dan terakhir berupa kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil pembahasan dan analisa data pengujian serta saran yang dapat di berikan dari hasil pengujian.Dari data hasil pengujian dan analisa yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : Untuk putaran mesin 1000 rpm akan didapat gaya (F) = 1.15 Nm dengan daya (P) = 125,60 ps. Sedangkan  T3=635 K dan T4 = 252,8 K. Pada  mesin 2000 rpm akan didapat gaya (F) = 0,57 Nm dengan daya (P) = 62,45 ps. Sedangkan  T3 = 662,13 K dan T4 = 263,6 K. kemudian untuk mesin 3000 rpm akan didapat gaya (F) = 0,38 Nm dengan daya (P) = 41,63 ps, Sedangkan  T3 = 885,44 K dan T4 = 352,5 K. Sedangkan pada hasil uji dan perhitungan Untuk effisiensi mesin didapat ηth = 0,602 atau 60,2%
PENGARUH GERAK BEBAS SUDU PADA ROTOR SAVONIUS MODIFIKASI UNTUK TURBIN AIR Hartadi, Budi; ,, Rendi
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.993 KB)

Abstract

Turbin air rotor savonius memiliki kinerja yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk Melaksanakan kajian secara eksperimen mencari seberapa beasr pengaruh  gerak bebas sudu. Penelitian ini dilaksanakan selama selama 6 bulan yaitu bulan Maret sampai Oktober 2017. Permodelan  dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin UNISKA dan Pengujian di sungai Pitap desa  Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Propinsi Kalimantan selatan. Parameter Uji adalah kecepatan putaran roda turbin yang diukur dengan alau ukur Thaco Meter. Variabel uji adakah gerak bebas sudu duiji pada 0o, 10o, 20o, dan 30o Analisa hasil eksperimen hanya membandingkan kinerja turbin pada gerakan bebas sudu. Hasil penelitian  Gerak bebas sudu berpengaruh terhadap kinerja turbin. Terjadi variasi TSR dan variasi Torsi terhadap penggunaan jarak bebas sudu. Nilai TSR tertinggi pada jarak bebas 0o sedangkan nilai torsi tertinggi pada jarak bebas sudu 30o. Jumlah sudu berpengaruh terhadap kinerja turbin. Nilai torsi   maksimum pada jumlah sudu  3 yaitu 0.38 N/m. Sedangkan putaran turbin tertinggi  pada jumlah sudu  3 yaitu 35,8 rpm
ANALISIS PERANCANGAN POMPA GUNA PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH PDAM KOTA AMUNTAI ,, Wahyudi; Ihsan, Sobar; Sidiq, Abdurahim
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.031 KB)

Abstract

Air merupakan unsur terpenting bagi kelangsungan hidup di muka bumi. Sebab tanpa air kehidupan di muka bumi ini tidak akan ada. Semua mahluk hidup selalu memerlukan air untuk bisa tumbuh dan berkembang secara wajar. Seiring meningkatnya penduduk kota Amuntai yang mengakibatkan kebutuhan air bersih meningkat pula, sementara sarana air bersih dari PDAM masih terbatas. Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka diperlukan suatu analisis perancangan pompa guna pemenuhan pemakaian air bersih yang dapat digunakan untuk menilai kelayakan suatu sistem distribusi untuk penyaluran air bersih. Pompa air yang sesuai untuk masalah ini ialah dengan menggunakan pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal ialah jenis pompa dimana headnya dibentuk oleh gaya sentrifugal maupun lift yang ditimbulkan oleh sudu-sudu yang berputar. Dalam penelitian ini, difokuskan pada penelitian tentang pompa sentrifugal yang sesuai kapasitas air yang dibutuhkan untuk sebuah pompa dimana berdasarkan hasil perhitungan untuk setiap kapasitas air yg dipompa yaitu sebesar 422 m3/jam dan bentuk impeller yaitu : diameter dalam (d1 = 0,214 m), diameter luar (d2 = 0,362 m), (β1 = 17o), (α1 = 62o), (β2 = 25o), (α2 = 20o), (ρ = 172,7 mm), (z = 11) dengan spesifikasi pompa yang digunakan sebagai masukan yaitu kecepatan  motor  penggerak = 1500 (rpm),  tebal  sudu  impeller = 5 (mm)  dan tegangan torsi aman bahan shaft (S45C ) = 58 (Kg/mm3). Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air bersih yang semakin meningkat maka akan dibutuhkan pompa dengan spesifikasi yang lebih tepat pula dan dimensi impeller akan berubah sesuai dengan spesifikasi pompa yang dirancang sehingga kerja pompa lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada tahun 2022.

Page 1 of 1 | Total Record : 9