cover
Contact Name
Yusrawati JR Simatupang
Contact Email
yusrawati090992@gmail.com
Phone
+6285260106663
Journal Mail Official
intankemalasari00@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tanggul Krueng Aceh No.34 Rukoh – Darussalam, Banda Aceh 23112
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
BUAH HATI
ISSN : 2355102X     EISSN : 25026836     DOI : -
Core Subject : Education,
Buah Hati Journal (e-ISSN 2502-6836 and p-ISSN 2355-102X) is a periodical scientific publication dedicated to lecturers, students and educational observers to disseminate relevant studies, thinks and research results in early childhood education.Any visitor to this site can browse abstracts, read journal contents and download PDF files. Buah Hati journal is published twice a year March and September.
Articles 80 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN INTERPERSONAL MELALUI PERMAINAN BALON BERPASANGAN DI KELOMPOK BERMAIN PAUD BINA INSANI KEMALA BHAYANGKARI 1 BANDA ACEH Fitriah Hayati; Julia
Buah Hati Journal Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.202 KB)

Abstract

Interpersonal intelligence is the ability to understand and cooperate with others. Formulation of the problem in this study i.e., how would the child's interpersonal skills through the game of Group Play in twos balloons OLD Bina Insani Keumala While 1 Banda Aceh. The goal is to find out the child's interpersonal skills enhancement through the game balloon paired in OLD Bina Insani Keumala While 1 Banda Aceh. This type of research is Research Action class (PTK). The instruments used are observation sheet, the number of samples is 10 children and the data were analyzed by using a percentage formula. The results showed that in the description of the child activity in the cycle I the amount of percentage by categories of undeveloped 40% (4 children) categories began to grow 30% (3) requirement of growing expectations of 20% (2 children) and what category is growing very well 10% (1 child). While in cycle II, there is no requirement of undeveloped, began to flourish, developing expectations what category is 40% (4 children) categories growing very well is 60% (6 children) based on the data it can be concluded that the balloon game pairing can enhance interpersonal skills.    Abstrak Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu  bagaimanakah menigkatkan kemampuan interpersonal  anak melalui permainan balon berpasangan di Kelompok Bermain PAUD Bina Insani Kemala Bhayangkari 1 Banda Aceh. Tujuannya adalah  untuk mengetahui peningkatan kemampuan interpersonal anak melalui permainan balon berpasangan di PAUD Bina Insani Kemala Bhayangkari 1 Banda Aceh. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, jumlah sampel adalah 10 anak  dan data dianalisis dengan menggunakan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada gambaran aktivitas anak pada siklus I jumlah presentase dengan katagori belum berkembang 40% (4 anak) katagori mulai berkembang 30% (3 anak) katagori berkembang sesuai harapan 20%  (2 anak) dan katagori berkembang sangat baik 10%  (1 anak). Sedangkan pada siklus II tidak ada katagori belum berkembang, mulai berkembang, katagori berkembang sesuai harapan adalah 40% (4 anak) katagori berkembang sangat baik adalah 60% (6 anak) Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa permainan balon berpasangan dapat meningkatkan kemampuan interpersonal  anak. Kata Kunci: balon berpasangan , kemampuan interpersonal
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA ANAK USIA 5 TAHUN MELALUI PERMAINAN SNAKE AND LADDER Yenni Mutiawati
Buah Hati Journal Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.225 KB)

Abstract

Reading activity is one way for children to explore the knowledge needed for their success in completing the task at the next level of education. This study aims to determine the ability of reading in children aged 5 years through snake and ladder games in PAUD institutions with the number of respondents 10 children. This research is an action research using observation in the form of field notes and interviews. This study was conducted in 2 cycles consisting of 8 meetings in the initial cycle and 4 repetitions in the 2nd cycle. Analysis of reading research can be done through the game of snake and ladder performed with five stages, namely: 1) recognize letters, 2) read syllables and words, 3) read by spell syllable word, 4) slow reading without tone, and 5) read smoothly shows that 80% of children can read fluently and only 20% of the number of children who occasionally need the help of teachers in reading fluently. The activity of reading through the game of snake and ladder makes children learn to read and able to read without them knowing and without coercion because reading activities are wrapped with interesting and fun games performed while playing. In addition, the findings in this study prove that snake and ladder become one of the creative game media that can be modified to develop all aspects of child intelligence.     Abstrak Aktivitas membaca merupakan salah satu jalan bagi anak untuk merambah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk keberhasilan mereka dalam menyelesaikan tugas di jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pada anak usia 5 tahun melalui permaianan snake and ladder di lembaga PAUD dengan jumlah responden 10 anak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan observasi dalam bentuk catatan lapangan dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari 8 kali pertemuan di siklus awal dan 4 kali pengulangan di siklus ke-2. Analisis dapatan penelitian membaca melalui permainan snake and ladder yang dilakukan dengan lima tahapan, yaitu: 1) mengenal huruf, 2) Membaca suku kata dan kata, 3) Membaca dengan mengeja silabel kata, 4) Membaca lambat tanpa nada, dan 5)Membaca lancar menunjukan bahwa 80% anak dapat membaca lancar dan hanya 20% dari jumlah anak yang sesekali perlu bantuan guru dalam membaca lancar. Aktivitas membaca melalui permainan snake and ladder menjadikan anak belajar membaca dan mampu membaca tanpa mereka sadari dan tanpa paksaan sebab kegiatan membaca dibungkus dengan permainan yang menarik dan menyenangkan yang dilakukan sambil bermain. Selain itu, temuan dalam penelitian ini membuktikan bahwa snake and ladder menjadi salah satu media permainan kreatif yang dapat dimodifikasi untuk mengembangkan seluruh aspek kecerdasan anak. Kata kunci: kemampuan membaca, permainan snake and ladder,  penelitian tindakan
PERAN BIBLIOTERAPI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN SISWA Erna Labudasari
Buah Hati Journal Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.116 KB)

Abstract

The development of students is sometimes distracted by some factors. Its distraction can be influenced by their environment physically, psychically, and socially. The various problems make the different solutions for each students so teachers need to understand an alternative problem solving. One of problem solving which can be applied in the classroom is through Bibliotherapy.  It can solve the student problems. It can be defined as a guided reading activity which its purpose to assist someone to answer a question about the problems they have based on literacy. Bibliotheraphy is an appropriate method for teachers to solve the students who have social, emotion, education, and academic problems. Applying bibliotheraphy in the classroom give students opportunities to solve their problems at school. The applying can be done by comparing problems and problem solving on the book then the teachers can choose even develop their best version problem solving.   Abstrak Perkembangan siswa terkadang terganggu oleh berbagai faktor. Gangguan tersebut dapat dipengaruhi oleh lingkungan baik fisik, psikis maupun sosial. Permasalahan yang bervariasi membuat penanganan juga tidak sama antara satu anak dengan anak yang lain sehingga guru perlu memahami alternatif pemecahan masalah. Salah satu alternatif pemecahan masalah yang dapat diaplikasikan di kelas adalah melalui biblioterapi. Biblioterapi dapat mengatasi permasalahan yang di alami siswa. Biblioterapi dapat didefinisikan sebagai kegiatan membaca secara terbimbing dengan tujuan untuk membantu memecahkan permasalahan seseorang yang membutuhkan terapi. Biblioterapi dapat digunakan untuk membantu seseorang untuk menjawab pertanyaan tentang permasalahan yang di alami dengan berdasarkan literatur. Biblioterapi merupakan metode yang tepat bagi pendidik untuk mengatasi siswa dengan permasalahan sosial, emosional, pendidikan, dan akademik. Penggunaan biblioterapi di kelas memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengatasi permasalahan di sekolah. Penerapan biblioterapi dilakukan dengan cara membandingkan permasalahan dan cara memecahkan masalah tersebut yang terdapat di buku lalu guru dapat memilih bahkan mengembangkan pemecahan masalah yang terbaik versi mereka. Kata kunci: biblioterapi, literatur, sekolah, siswa
PENINGKATAN KEMAMPUAN VISUAL SPASIAL MELALUI PROGRAM PAINT DI KELOMPOK B TK-YKA BANDA ACEH Lina Amelia; Nasrida
Buah Hati Journal Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.934 KB)

Abstract

The background in this study is the low ability of children in activities that involve visual spatial. Therefore a method that can improve the spatial visual ability through the paint program is required. The purpose of this research is to know how Child Activity In Improving Spatial Visual Ability through Paint Program in Group B TK-YKA Banda Aceh and to know how to Improve Spatial Visual Ability through Paint Program in Group B TK-YKA Banda Aceh. This research uses Class Action Research method (PTK). Subjects in this study were all children aged 5-6 years, amounting to 28 children, consisting of 17 boys and 11 girls. The object of this research is Spatial Visual Ability through Paint Program. Instruments used in data collection in this study is observation and documentation, while the data analysis techniques using descriptive qualitative. The data can be analyzed qualitatively. Based on the results of the research on preliminary observation indicated that in the category Not yet Developed as many as 8 children (28%), Emerging Development category as many as 14 children (49.9%), in the Expectancy category As many as 3 children (12.3%), and in the category of Growing Very Good as much as 3 children (9.7%). After doing research method for 1 month and in the result of cycle I that shows that in category Not yet Developed as much as 1 child (3,6%), in category Started Developing as many as 5 child (17,8%), in category Developing As Hope 6 children (21.4%), and in the category of Very Good Developing 16 children (57.2%). This research is sufficient in cycle I because it has reached the success indicator which is set that is 75%, where the achievement of Growing Up Expectation and Growing Very Good is added and the result reaches 78,6%. From this result, there is an increase in cycle I. It can be concluded that paint program can improve spatial visual ability in this group B TK-YKA Banda Aceh show successful.   Abstrak Latar belakang dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam kegiatan yang melibatkan visual spasial. Oleh karena itu diperlukan metode yang dapat meningkatkan kemampuan visual spasial melalui program paint. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Aktivitas Anak Dalam Meningkatan Kemampuan Visual Spasial Melalui Program Paint di Kelompok B TK-YKA Banda Aceh dan untuk mengetahui bagaimana Peningkatan Kemampuan Visual Spasial Melalui Program Paint di Kelompok B TK-YKA Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anak berusia 5-6 tahun yang berjumlah sebanyak 28 anak, yang terdiri dari 17 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Objek dalam penelitian ini adalah Kemampuan Visual Spasial Melalui Program Paint. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang di dapat dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada observasi awal menunjukkan bahwa pada kategori Belum Berkembang sebanyak 8 anak (28 %), pada kategori Mulai Berkembang sebanyak 14 anak (49,9%), pada kategori Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 3 anak (12,3%), dan pada kategori Berkembang Sangat Baik sebanyak 3 anak (9,7%). Setelah dilakukan metode penelitian selama 1 bulan dan di dapat hasil siklus I yaitu menunjukkan bahwa pada kategori Belum Berkembang sebanyak 1 anak (3,6%), pada kategori Mulai Berkembang sebanyak 5 anak (17,8%), pada kategori Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 6 anak (21,4%), dan pada kategori Berkembang Sangat Baik 16 anak (57,2%). Penelitian ini dicukupkan pada siklus I karena sudah mencapai indikator keberhasilan yang di tetapkan yaitu 75 %, dimana hasil capaian Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik dijumlahkan dan hasilnya mencapai 78,6 %. Dari hasil tersebut terlihat adanya peningkatan pada siklus I. Dapat disimpulkan bahwa program paint dapat meningkatkan kemampuan visual spasial pada anak kelompok B TK-YKA Banda Aceh ini menunjukkan berhasil. Kata Kunci: visual spasial, program paint
PERILAKU AGRESIF ANAK USIA DINI DI LIHAT DARI POLA ASUH ORANG TUA Yeza Piti Tola
Buah Hati Journal Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.27 KB)

Abstract

The purpose of this data representation is to show the causative factor of the children?s aggressive behavior as seen from care pattern when it is applied by their parents. This case study has used qualitative research to conduct research towards aggressive children.The subjects of this research are mentioned as X and the parents of X. Observation and interviewing are the techniques and tools used to collect data by utilizing observation and interview guidance. Descriptive technique is the the technique used to analyze data based on an observation and interview. Results from the finding data and discussion show that : 1) the representation of X behavior often physically and verbally hurts others while the care pattern may be a causative factor of the aggressive behavior that, 2) the parents must deal with using authoritative and laissez faire patterns. Based on this fact, and in order to be good role models, the parents are suggested to be well-disposed to their kids, teach them good manners, and explain to them gently if they make mistakes.   Abstrak Tujuan untuk mendapatkan gambaran data tentang faktor penyebab perilaku agresif anak dilihat dari pola asuh yang diterapkan oleh orang tua kepada anak.  Penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian studi kasus terhadap anak agresif dengan metode penelitian yaitu kualitatif. Subjek penelitian yaitu X dan orang tua X. Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi dan wawancara dengan menggunakan pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik penggambaran dengan kata-kata berdasarkan observasi dan wawancara di lapangan. Berdasarkan temuan dan pembahasan, peneliti mendapatkan hasil temuan sebagai berikut : (1) gambaran perilaku X yang sering menyakiti orang lain baik secara fisik maupun verbal (2) Pola asuh orang tua X diduga dapat menjadi salah satu faktor penyebab perilaku agresif yang di lakukan X, yang mana orang tua X termasuk yang menggunakan pola asuh otoriter dan laizes faire. Sejalan dengan itu disarankan kepada orang tua, bersikap baik dengan penuh kasih sayang kepada anak-anaknya, agar menjadi contoh yang baik kepada anak dan memberi pengertian kepada anak dengan baik apabila anak melakukan kesalahan. Kata Kunci: perilaku agresif, anak usia dini, pola asuh
DAMPAK POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK JASA BUNDA ACEH BESAR Ayi Teiri Nurtiani; Cahya Murniati
Buah Hati Journal Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.814 KB)

Abstract

Emotional intelligence of children is very important to personal development of children as a whole. Emotional intelligence to determine the ability of children to foster a concept of self and control your emotions in order to fit in the environment in order to be accepted and appreciated. The development of emotional intelligence are strongly influenced by upbringing and instigation of parents, the extent to which the success of the education of the parents is the extent of involvement and their role in the lives of his children. Every parent has its own way to help the development of children. As for the formulation of the problem in this research is: How does the impact of parenting parents against emotional intelligence children aged 5-6 years in Aceh Besar, mother of kindergarten Jasa Bunda? Aiming to find out the impact of parenting parents against emotional intelligence children aged 5-6 years in Aceh Besar, mother of kindergarten Jasa Bunda. Qualitative research is research methods by using the instrument of observation and interviews, while data analysis using data reduction phase, data model (data display) and the withdrawal of the conclusion (verification). The research results obtained that the given parenting parents to educate children in kindergarten Jasa Bunda is democratic and permissive parenting in developing emotional intelligence children aged 5-6 years in kindergarten Jasa Bunda.    Abstrak Kecerdasan emosional anak-anak sangat penting untuk perkembangan pribadi anak-anak secara menyeluruh. Kecerdasan emosional menentukan kemampuan anak-anak untuk membina konsep diri dan mengendalikan emosi supaya dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan agar dapat diterima dan dihargai. Perkembangan kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh didikan dan dorongan orangtua, sejauh mana keberhasilan didikan orang tua adalah sejauh mana keterlibatan dan peran mereka dalam kehidupan anak-anaknya. Setiap orangtua mempunyai cara tersendiri untuk membantu perkembangan anak-anaknya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana dampak pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak usia 5-6 Tahun di TK Jasa Bunda Aceh Besar? Yang bertujuan untuk mengetahui dampak pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak usia 5-6 Tahun di TK Jasa Bunda Aceh Besar. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan instrument observasi dan wawancara, sedangkan analisa data menggunakan tahap reduksi data, model data (data display) dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian diperoleh bahwa pola asuh yang diberikan orangtua untuk mendidik anak di TK Jasa Bunda adalah pola asuh demokratis dan permisif dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 5-6 tahun di TK Jasa Bunda. Kata Kunci: Pola asuh orangtua, kecerdasan emosional
ANALISIS KEMAMPUAN BAHASA ANAK PAUD DI KOTA BANDA ACEH DALAM KEGIATAN MAKAN Yenni Mutiawati
Buah Hati Journal Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.988 KB)

Abstract

Bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik. Demikian halnya dalam dunia anak, bahasa berperan penting sebagai alat komunikasi dalam kehidupan anak. Tanpa kemampuan ini sulit bagi anak dalam berinteraksi. Kemampuan bahasa pada anak dapat dikembangkan melalui kegiatan makan. Stimulasi kegiatan berbahasa yang dilakukan pada kegiatan makan. kegiatan makan yang dibangun dengan kesenangan akan menghadirkan kenyamanan dan rasa senang pada anak sehingga anak antusias untuk belajar membangun pemahaman mereka sendiri tentang makan dan makanan mereka. Penelitian ini dilakukan di PAUD Cahaya Meunara kota Banda Aceh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola pengembangan kegiatan makan untuk menstimulasi kemampuan bahasa anak usia dini di PAUD Kota Banda Aceh serta cara memonitor dan mengevaluasi kegiatan makan untuk menstimulasi kemampuan bahasa pada anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara serta angket yang diawali dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan yang hasilnya dapat dijadikan sebagai bahan ajar atau modul sebagai rujukan bagi guru-guru PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran termasuk dalam program kegiatan makan yang berkualitas dan bermakna bagi perkembangan anak.
PERSEPSI GURU PAUD TERHADAP KEGIATAN BERMAIN PERAN SEBAGAI STIMULASI KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Fitriah Hayati; Cut Fazlil Hanum
Buah Hati Journal Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.717 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah pendidikan anak usia dini. Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara kumulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk dapat bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi di dalam lingkungannya sehingga individu mampu untuk berfikir dan bertindak sendiri. Kegiatan bermain peran merupakan metode pengembangan yang efektif di mana seseorang memerankan karakter orang lain dan mencoba berfikir serta berbuat dengan cara atau sudut pandang sosok yang diperankannya. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan terhadap anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, dengan responden 6 orang guru PAUD di kota Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara, adapun kisi kisi wawancara yang digunakan yaitu (1) Bagaimana tanggapan anda terhadap kegiatan bermain peran bagi anak usia dini (2) Adakah perubahan tingkat kemandirian pada anak setelah kegiatan bermain peran Menurut anda (3) seberapa besar dampak bermain peran terhadap kemandirian anak (4) Bagaimana jika kegiatan tersebut menjadi kegiatan rutin setiap bulan?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki tanggapan atau respon yang baik terhadap kegiatan bermain peran. Diantara tanggapan yang diberikan guru adalah metode bermain peran dapat meningkatkan kemandirian anak karena dalam kegiatan tersebut anak belajar untuk menjadi orang lain dengan peran yang berbeda beda. Sebagian sekolah sudah menjadikan kegiatan bermain peran tersebut sebagai kegiatan rutin pada minggu pertama dan ketiga setiap bulan karena memberikan dampak yang baik terhadap perkembnagan anak terutama kemandirian.
EFEKTIVITAS PERMAINAN BUILDING BLOCK DALAM MENSTIMULASI KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK KELOMPOK B TK AL-WASHLIYAH ALUE NAGA BANDA ACEH Cut Fazlil Hanum; Lidia Yeni Marliana
Buah Hati Journal Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.515 KB)

Abstract

Game building block is a game where the child can make konstruksional skills and expand imajinasi Majesty in making/planning a building from various forms of the lego. The result of which was the beginning of the second, only 2 (374 ft) children can identify colors with true and doubtful again, this aspect of strain measurement, the names of shapes and menuangkan ideas in the form of plan, all children are still experiencing difficulties where all children are still yet to develop. This review uses experimental observations. Type of review of the experiments the authors use yaitu one-group pre-test-post-test design. Based on the review results can be stated that a game of Building Block Effective in stimulating the visual intelligence spasial the son of cluster B kindergarten Al-Washliyah Alue Naga Banda Aceh. The research results obtained based on T-test such significant extent at ? = 0.05 and dk = 12 criteria receive H0 if = 1/2-? (n-1) ttable = t (1-0.025) (12) = t (0,975) (12) = 11.7. And reject H0 if t has a value to another. From the table of distribution obtained t (0,975) (12) = 11.7 because ttest meets the criteria ?t?12 ? (n-1) < ttable t1 ?12 ? (n-1) (ttest > ttable) = 17, 46 > 11,7 H0 is rejected and then accepted the H1. It means the game Building Block is effective in Stimulating the visual spatial intelligence group B kindergarten Al Washliyah Alue Naga Banda Aceh.
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN Ahmad Durul Napis
Buah Hati Journal Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Buah Hati Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.699 KB)

Abstract

Forward the withdrawal of a State determined by previous generations, hence the family as the smallest unit of society has the strategic role in efforts of fostering children's personal and educational. Affection of parents who are sincere and honest to the child it is very useful for survival the next man, would they be useful for others and can scent the surname even to the country. Quality education starts from the family, schools and the environment.