cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
INSPIRAMATIKA
ISSN : 2477278X     EISSN : 25799061     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES: PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Maharani, Rizqona
INSPIRAMATIKA Vol 1 No 1 (2015): Inspiramatika, December 2015
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.506 KB)

Abstract

Teori multiple intelligences dikembangkan oleh Howard Gardner yang menunjuk adanya berbagai jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu. Teori inibanyak digunakan dalam dunia pendidikan yakni sebagai rujukan untuk merancangkegiatan pembelajaran yang dapat mencakup keberagaman dari kemampuan alamisiswa (kecerdasan). Gardner menandai sembilan jenis kecerdasan yaitu kecerdasanlogical-mathematical, linguistik, interpersonal, intrapersonal, musical, visual-spatial,bodily kinesthetic, existentialist, dan naturalist. Berdasarkan teori multipleintelligences, pendidik dapat memilih suatu model pembelajaran matematika yangmampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa, mengembangkan, danmengoptimalkan kecerdasan-kecerdasan yang dimiliki siswa. Salah satu model yangdapat diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif yang dimodifikasikan denganpendekatan saintifik. Beberapa model pembelajaran kooperatif dengan pendekatansaintifik yang dapat diterapkan pada pembelajaran matematika adalah model TSIdengan pendekatan saintifik (TSI-PS), TPS dengan pendekatan saintifik (TPS-PS),TGT dengan pendekatan saintifik (TGT-PS), GI dengan pendekatan saintifik (GI-PS).Model-model tersebut menyediakan banyak pilihan kegiatan pembelajaran padamatematika yang sesuai dengan karakteristik kecerdasan-kecerdasan yang dimilikipara siswa.
PROSES BERPIKIR MAHASISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DALAM MEMECAHKAN MASALAH Aini, Khafidhoh Nurul
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 1 (2017): Inspiramatika, June 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.268 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa laki-laki dan perempuan dengan gaya kognitif field independent dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa FKIP Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Subjek dipilih berdasarkan tes GEFT. Proses berpikir dilihat dari hasil wawancara dan jawaban tertulis subjek penelitian dalam memecahkan masalah berdasarkan langkah–langkah Polya. Langkah-langkah Polya diantaranya (1) understand the problem, (2) device a plan, (3) carry out the plan, (4) look back. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir antara mahasiswa field independent perempuan dan laki-laki dalam memecahkan masalah tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada langkah understand the problem. Akan tetapi terdapat perbedan pada langkah device a plan, carry out the plan dan look back.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED Putri Nasution, Eline Yanty
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 1 (2017): Inspiramatika, June 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.022 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan penelitian kuasi aksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol tidak ekuivalen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah pendekatan Open-Ended dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu SMP Negeri dengan populasi seluruh siswa kelas VIII. Dua kelas dipilih dari populasi sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposif sampling. Pembelajaran Konvensional diimplementasikan pada kelas kontrol dan pendekatan Open-Ended diimplementasikan pada kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pengolahan data peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dilakukan dengan menggunakan uji-t. Pengolahan data peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan kemampuan awal matematis (KAM) dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini meliputi: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang memperoleh pembelajaran Open-Ended dengan siswa yang memperoleh Pembelajaran Konvensional ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis (KAM); (2) Rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen adalah 0,56 sedangkan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas kontrol adalah 0,43; (3) Siswa menunjukkan sikap positif terhadap pendekatan Open-Ended. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan pendekatan Open-Ended lebih baik daripada dengan menggunakan Pembelajaran Konvensional.
METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: APA, MENGAPA DAN BAGAIMANA PENGEMBANGANNYA? ZAKIAH, NUR EVA
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 1 (2017): Inspiramatika, June 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.01 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang metakognisi siswa dalam pembelajaran matematika.Metakognisi sebagai proses seseorang berpikir tentang berpikir dalam rangka membangun strategiuntuk memecahkan masalah. Metakognisi dapat dilihat dari aktivitas seperti merencanakan bagaimanapendekatan yang diberikan dalam tugas-tugas pembelajaran, memonitor kemampuan dan mengevaluasirencana dalam rangka melaksanakan tugas. Beberapa langkah untuk mengembangkan metakognisidiantaranya: mengidentifikasi “apa yang kau ketahui” dan “apa yang kau tidak ketahui”, berbicaratentang berpikir, membuat jurnal berpikir, membuat perencanaan dan regulasi diri, melaporkankembali proses berpikir, dan evaluasi diri.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI SEGITIGA KELAS VII MTs MA’ARIF NU SUKODADI Nofitasari, Nofitasari
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 1 (2017): Inspiramatika, June 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.607 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang diajar menggunakan model discovery learning dengan pendekatan saintifik dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII di MTs Ma’arif NU Sukodadi dengan sampel 28 siswa kelompok eksperimen dan 29 siswa kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes berbentuk uraian.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dari hasil pretes dan postes siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan penalaran matematis melalui model pembelajaran discovery learning dengan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran konvesional.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL GENERATIVE LEARNING DENGAN PERFORMANCE ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PADA SISWA KELAS VIII Anisa, Tutut Widiastuti; Masrukan, Masrukan; Dwijanto, Dwijanto
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 2 (2017): Inspiramatika, December 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.862 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran matematika model Generative Learning dengan Performance Assessment yang terdiri atas 4 tahapan yaitu: pendahuluan, pemfokusan, tantangan dan penerapan pada materi kubus dan balok sehingga menjadi perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan pembelajaran yang efektif serta mengacu pada model 4-D. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran (1) perangkat pembelajaran valid menurut validator dengan rata-rata nilai validasi silabus 4,74, RPP 4,58, Buku Siswa 4,81, LKS 4,73, dan TKBK 4,36 (2) perangkat pembelajaran praktis dengan (a) respon siswa mencapai 82%, dan (b) kemampuan guru mengelola pembelajaran mencapai 89,25. (3) proses pembelajaran matematika efektif, ditandai dengan (a) TKBK mencapai KKM yang sudah ditentukan yaitu 70, serta  proporsi siswa yang mendapatkan nilai minimal sama dengan 70 sebanyak 79,5%, (b) rata-rata TKBK kelas uji coba perangkat lebih baik daripada kelas kontrol, dan (c) sikap dan keterampilan siswa secara bersama-sama berpengaruh terhadap TKBK sebesar 62,3%. Jadi dapat disimpulkan memenuhi valid perangkat, praktis penggunaan dan efektif pembelajaran.
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN DEDUKTIF MAHASISWA PADA MATERI RUANG VEKTOR Wijayanti, Palupi Sri
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 2 (2017): Inspiramatika, December 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.93 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan penalaaran deduktif mahasiswa pada materi ruang vektor. Kemampuan penalaran deduktif mahasiswa perlu dikembangkan untuk memberikan pengalaman dalam membuktikan suatu teorema yang sering ditemukan dalam perkuliahan matematika. Penalaran deduktif adalah proses berfikir yang berawal dari pembuktian pernyataan-pernyataan khusus untuk diambil suatu kesimpulan secara general. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualititatif. Penelitian dilakukan pada semester gasal di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes penalaran deduktif. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dengan dua macam yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pengolahan data kuantitatif dilakukan dengan mencari rata-rata, modus, dan persentase kelulusan kompetensi mahasiswa. pengolahan data kualitatif dilakukan dengan mengkonversi data kuantitatif ke indikator penalaran deduktif sehingga diperoleh kategosisasi kemampuan penalaran deduktif mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kemampuan penalaran deduktif mahasiswa pada materi ruang vektor adalah 21% berada pada kategori rendah, 46% berkategori sedang, dan 33% berkategori tinggi.
LAPISAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIMSS BAGI SISWA SMP KELAS VIII Cahyati, Antika Muning Dewi; Kriswandani, Kriswandani
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 2 (2017): Inspiramatika, December 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.27 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan lapisan pemahaman konsep matematika dalam menyelesaikan soal TIMSS bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Banyubiru Kabupaten Semarang. Lapisan pemahaman meliputi 8 lapisan, yaitu Primitive Knowing (Pk), Image Making (Im), Image Having (Ih), Property Noticing (Pn), Formalising (F), Observing (O), Structuring (S), dan Inventising (Iv). Subjek dalam penelitian ini diambil dengan teknik Purposive Sampling dan diperoleh 5 siswa kelas VIII di SMP Negeri 02 Banyubiru. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 1) untuk menyelesaikan soal TIMSS dengan topik sifat-sifat geometris dari sudut dan bentuk geometri, 80% subjek menggunakan lapisan F, serta 20% subjek lainnya menggunakan lapisan Ih; 2) untuk menyelesaikan soal TIMSS dengan topik kongkruen dan kesebangunan, 60% subjek menggunakan lapisan Iv, 40% subjek lainnya menggunakan lapisan O; 3) untuk menyelesaikan soal TIMSS dengan topik hubungan antara bentuk tiga dimensi dan dua dimensi, 80% subjek menggunakan lapisan Iv, 20% subjek lainnya menggunakan lapisan Pn; 4) untuk menyelesaikan soal TIMSS dengan topik menggunakan rumus pengukuran yang sesuai untuk mencari panjang sisi, keliling, luas, luas permukaan, dan volume, 100% subjek menggunakan lapisan Iv.
PERSEPSI MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MANIPULATIF Istiandaru, Afit; Istihapsari, Vita
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 2 (2017): Inspiramatika, December 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.069 KB)

Abstract

Keefektifan penggunaan alat peraga manipulatif masih menjadi perdebatan di kalangan pendidik matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan persepsi mahasiswa calon guru terhadap penggunaan alat peraga manipulatif dalam praktik mengajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengungkap persepsi mahasiswa program studi pendidikan matematika terhadap aspek keefektifan alat peraga manipulatif, aspek siswa, aspek materi, dan aspek strategi pembelajaran melalui pemberian angket dan wawancara. Subjek penelitian juga terlibat dalam pembuatan alat peraga serta menggunakannya dalam serangkaian sesi peer teaching. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 83,3% responden percaya bahwa penggunaan alat peraga manipulatif efektif membantu siswa memahami konsep matematika. Sebanyak 50% mahasiswa percaya semua siswa, baik dengan kemampuan pemahaman konsep rendah maupun tinggi, memerlukan pembelajaran yang memanfaatkan alat peraga manipulatif. Namun demikian, hanya 20,8% yang berpendapat bahwa semua materi matematika dapat diajarkan dengan menggunakan alat peraga manipulatif dan sebanyak 62,5%  mahasiswa berpendapat bahwa perlu strategi khusus membelajarkan matematika menggunakan alat peraga manipulatif. Persepsi tersebut meneguhkan kedudukan alat peraga manipulatif sebagai kajian yang potensial untuk terus dikembangkan dalam pembelajaran matematika.
DESKRIPSI KESALAHAN PEMBUATAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DITINJAU DARI TINGKAT RASA PERCAYA DIRI MAHASISWA Kusuma, Anggun Badu; Gunawan, Gunawan
INSPIRAMATIKA Vol 3 No 2 (2017): Inspiramatika, December 2017
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.863 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa ditinjau dari tingkat rasa percaya diri mahasiswa pada mata kuliah dasar proses pembelajaran matematika khususnya mahasiswa semester III kelas B Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Purwokerto tahun akademik 2016/2017. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari angket dan dokumentasi. Data hasil angket digunakan untuk mengetahui tingkat rasa percaya diri mahasiswa. Dari hasil angket tersebut kemudian sebagai dasar pengelompokan mahasiswa. Data dokumentasi yaitu berupa RPP hasil pekerjaan mahasiswa dan foto kegiatan. Dari RPP mahasiswa tersebut kemudian dianalisis sehingga diperoleh kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam pembuatan RPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) responden yang memiliki rasa percaya diri rendah cenderung mengalami kesalahan dalam bentuk isi dan kelengkapan unsur-unsur RPP, (2) responden yang memiliki rasa percaya diri sedang cenderung mengalami kesalahan dalam bentuk isi dari masing-masing unsur RPP, dan (3) responden yang memiliki rasa percaya diri tinggi cenderung mampu menuliskan dan isi dari semua unsur RPP telah sesuai.