cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ASRO JOURNAL - STTAL
ISSN : 24607037     EISSN : -     DOI : -
ASRO JOURNAL is bi-annual international referred journal with the objectives to explore, develop, and elucidate the knowledge of operation research, system analysis, logistic management, and policy & strategy to keep practitioners and researchers informed on current issues and best practices, as well as serving as a platform for the exchange of ideas, knowledge, and expertise among technology researchers and practitioners. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal provides an opportunity to share detailed insights from different understandings and practices associated with technology. It provides an international forum for cross-disciplinary exchange of insights and ideas regarding value and practices for dissemination. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal will publish your work to international society of practitioners and researchers with interest in technology and development from a wide variety of sectors.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1 (2014): Jurnal Analisis Sistem " : 4 Documents clear
RISK ASSESSMENT PADA PROSES DISTRIBUSI BAHAN BAKAR MINYAK DI KOBANGDIKAL Astika, I Made Jiwa
ASRO JOURNAL - STTAL Vol 1 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval INSTITUTE OF TECHNOLOGY - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3477.383 KB)

Abstract

Pelayanan kepada konsumen merupakan akhir dari proses bisnis sebuah industri. Keakuratan danketepatan produk, baik dalam hal volume maupun kualitasnya sangat mempengaruhi pelayanan sebuah perusahaanatau organisasi. Bahan bakar minyak (BBM) merupakan produk yang sangat penting bagi seluruh anggota TNI ALdi wilayah Kobangdikal, yang dipergunakan untuk keperluan militer, keperluan dinas dan keseharian kegiatanseluruh anggota TNI AL di wilayah Kobangdikal. Sejak diberlakukannya AFTA (ASEAN FREE TRADE AREA) padatahun 2004, Pertamina melakukan peningkatan kualitas pelayanan dengan meluncurkan program PASTI PAS!, yangmerupakan program sertifikasi standar kualitas pelayanan, dalam hal ini SPBT Kobangdikal juga mengikutiperkembangannya yaitu dengan ikut melaksanakan peningkatan kualitas pelayanan sesuai dengan standar PTPertamina.Dalam penyusunan tugas akhir ini, peneliti menganalisa risk event yang terjadi dengan meneliti secara deskriptifyang menggunakan analisa secara kuantitatif dan dengan metode sampling sederhana yang berupa wawancara,pengamatan, dan kuisioner dari 7 orang anggota satuan perbekalan Kobangdikal.Berdasarkan hasil analisis data dan identifikasi risiko maka diperoleh 15 kejadian risiko (risk event) yang mungkinmuncul dalam proses distribusi selama proses penimbunan hingga penyaluran dari Terminal BBM Surabaya Grouphingga ke SPBT Kobangdikal. Dari penilaian Severity, Occurance, dan Detection, dilanjutkan dengan Pareto chartkemudian diketahui risiko dari yang tertinggi hingga terendah.
ANALISA RISIKO DAN IMPLEMENTASI METODE HIRARC (HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL) PADA SATUAN PENYELAM DI DISLAMBAIR KOARMATIM Suharjo, Bambang; Arifin, Mohamad
ASRO JOURNAL - STTAL Vol 1 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval INSTITUTE OF TECHNOLOGY - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.185 KB)

Abstract

Dislambair Koarmatim adalah satuan khusus penyelaman TNI AL yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyelaman dan penyelamatan bawah permukaan air. Penyelaman di dislambair Koaarmatim terdiri dari penyelaman kapal/KRI (Ship Diver), pengapungan dan penyelamatan dalam (Salvage and Deep Sea Diver), Under Water Demolition Divers, dan Quick Response Diving Team. Pada penyelaman kapal/KRI terdiri dari 3 aktifitas pekerjaan penyelaman yang utama yaitu Predive/sebelum penyelaman, Water Entry/Descent/pelaksanaan penyelaman, dan Postdive/setelah penyelaman.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode HIRARC. HIRARC adalah suatu metode identifikasi bahaya , penilaian risiko, dan tindakan pengendalian risiko yang biasanya digunakan karena metode ini dianggap lebih tepat dan lebih teliti dimana bahaya yang timbul dijelaskan dari setiap aktifitas kerja. Pada metode ini juga memberikan tindakan pengendalian yang sesuai untuk tiap bahaya. Pengendalian perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang dapat merugikan satuan.Berdasar hasil analisa HIRARC ini, pada setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan yaitu pada saat sebelum penyelaman (Predive) dan setelah penyelaman(Postdive) menunjukkan pekerjaan penyelaman yang berisiko sedang (Medium Risk). Sedangkan setiap aktifitas kerja penyelaman yang dilakukan pada saat pelaksanaan penyelaman (Water Entry/Descent), mempunyai risiko tinggi (High Risk). Kemudian rekomendasi yang dihasilkan untuk meminimalkan kecelakaan kerja penyelaman pada saat Water Entry/Descent (pelaksanaan penyelaman) dengan cara elimination, Engineering Control, Administration Control dan Use of PPE (Personal Protective Equipment).
ANALISA BEBAN KERJA PRAJURIT KOPASKA PADA AKTIVITAS LATIHAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (TASK LOAD INDEX) DI SATKOPASKA KOARMATIM SURABAYA Bandono, Adi; Sadarianto, Sadarianto
ASRO JOURNAL - STTAL Vol 1 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval INSTITUTE OF TECHNOLOGY - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.701 KB)

Abstract

Berbagai macam kegiatan aktivitas latihan yang dilaksanakan oleh para prajuritKopaska di Satuan Kopaska Koarmatim Surabaya yang bertujuan mempertahankankemampuan/skillprajurit Kopaska di tiga media latihan antara lain aktivitas menembakreaksi/Markmanship mewakili aktivitas latihan media darat, aktivitas latihan menyelamtempur/Closed Circuit mewakili aktivitas latihan media laut dan aktivitas latihan terjunbebas/Free Fall mewakili aktivitas latihan media udara, aktivitas-aktivitas latihan tersebutsangat berisiko tinggi yang sering terjadi kecelakaan personil saat aktivitas latihan digelar.Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisa beban kerja mental prajurit Kopaskapada aktivitas-aktivitas latihan yang dilaksanakan sehingga diketahui aktivitas latihan mediaapa, yang memiliki beban kerja mental tinggi dan seberapa besar perbedaan beban kerjamental prajurit kopaska diantara aktivitas-aktivitas latihan tersebutHasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata beban kerja mental prajuritKopaska pada aktivitas latihan menyelam tempur/Closed Circuit mewakili aktivitas latihanmedia laut paling tinggi sebesar 68,24, selanjutnya peringkat kedua pada aktivitas latihanterjun bebas/Free fall mewakili aktivitas latihan media udara sebesar 66,58, peringkat terakhirpada aktivitas latihan menembak reaksi/Markmanship mewakili aktivitas latihan media daratsebesar 60,68.Perbedaan beban kerja mental prajurit Kopaska diantara ke tiga aktivitas media latihantidak begitu signifikan, dari ketiga aktivitas media latihan yang dilaksanakan prajurit Kopaskasemua berada pada kategori beban kerja mental tinggi padaRange(50-79), Kontribusiterbesar yang membentuk rata beban kerja mental prajurit Kopaska Koarmatim Surabayapada aktivitas latihan di media darat, media laut dan media udara bersumber dari tingkatusaha/Effort, kebutuhan waktu/Temporal Demand dan kebutuhan mental/Mental Demandserta kebutuhan fisik/Phisical Demand, sedangkan kontribusi terendah/baik/good berasal daritingkat frustasi/Frustasion Level dan tingkat keberhasilan/Own Performance.
ANALISIS BEBAN KERJA DAN JABATAN BERDASARKAN JOB DESCRIPTION DAN FACTOR EVALUATION SYSTEM PADA PERSONEL DISLAMBAIR KOARMADA II Bandono, Bambang Ispri; Setyawan, Arif
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 1 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.702 KB)

Abstract

Dislambair Koarmada II merupakan satuan operasional Koarmada II yang mempunyai peran penting dalam penyelamatan bawah air, baik lingkungan Koarmada II maupun skala Nasional. Dengan beban tanggung jawab Dislambair Koarmada II yang cukup besar baik di tingkat Koarmada II hingga skala Nasional, terdapat permasalahan dengan jumlah personel meskipun jumlah personel yang ada sudah melebihi DSP yang ditetapkan sehingga diperlukan penghitungan beban kerja fisik berdasarakan PerPang TNI No. 93/XI/2011 dan menganalisa Jabatan yang ada menggunakan metode Factor Evaluation System (FES), namun juga memerlukan penghitungan beban kerja Mental dilihat dari kekhususan tugas yang diemban dengan menggunakan NASA-TLX. Penelitian ini menghitung tingkat beban kerja mental dan fisik Dislambair Koarmada II, membandingkan hasil pengukuran beban kerja fisik dengan mental, menghitung jumlah personel yang dibutuhkan, dan kesesuaian jabatan (job value) serta kelas jabatan (job class) jabatan struktural Kadislambair. Dari perhitungan terdapat rata-rata beban kerja mental yang sangat tinggi dengan nilai 85,27 dan pada beban kerja fisik dengan Indeks Beban Kerja 272% sehingga memerlukan Revalidasi Organisasi, sedangkan jabatan Kadislambair Koarmada II sesuai dengan jabatan Kolonel Mantap dengan kelas jabatan 13. Hasil penelitian ini diharapkan dipertimbangkan sebagai referensi bagi analisa beban kerja mental, fisik maupun keduanya di lingkungan TNI dan penyesuaian tunjangan atau remunerasi sesuai dengan pengevaluasian jabatan. Kata kunci: NASA-TLX, Beban Kerja Mental, Beban Kerja Fisik, Factor Evaluation System (FES)

Page 1 of 1 | Total Record : 4