cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ASRO JOURNAL - STTAL
ISSN : 24607037     EISSN : -     DOI : -
ASRO JOURNAL is bi-annual international referred journal with the objectives to explore, develop, and elucidate the knowledge of operation research, system analysis, logistic management, and policy & strategy to keep practitioners and researchers informed on current issues and best practices, as well as serving as a platform for the exchange of ideas, knowledge, and expertise among technology researchers and practitioners. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal provides an opportunity to share detailed insights from different understandings and practices associated with technology. It provides an international forum for cross-disciplinary exchange of insights and ideas regarding value and practices for dissemination. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal will publish your work to international society of practitioners and researchers with interest in technology and development from a wide variety of sectors.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2014): Jurnal Analisis Sistem " : 4 Documents clear
ANALISIS HUMAN ERROR UNTUK MENCEGAH KECELAKAAN DI LAUT MENUJU ZERO ACCIDENT DENGAN PENDEKATAN METODE STANDARDIZED PLANT ANALYSIS RISK HUMAN RELIABILITY ASSESSMENT (STUDI KASUS DI KRI KELAS VANSPEIJK SATKOR KOARMATIM) Bandono, Adi
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 2 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5055.032 KB)

Abstract

Setiap KRI yang keluar atau masuk alur pelayaran/selat sempit wajib melaksanakan peran pemanduan termasuk KRI Kelas Vanspeijk yang merupakan unsur striking force yang terbesar dan terlengkap baik personel maupun persenjataannya. Keberhasilan peran pemanduan sangat tergantung dari tim anjungan selaku operator tim pengendalian kapal dalam menghindari kecelakaan di laut. Banyaknya kecelakaan dilaut yang terjadi disebabkan oleh kesalahan operator anjungan. Human error yang terjadi dapat dihitung menggunakan metode Human Error Reliability Assessment (HRA) untuk mengetahui tingkat keandalan operator. Terdapat banyak kuantifikasi metode HRA, salah satunya adalah metode SPAR-H(Standardized Plant Analysis Risk Human Reliability Assessment) yaitu sebuah metode yang mengamati 8 (delapan) PSFs (Performance Shaping Factors) dan dependence condition factors setiap operator yang diteliti. Perhitungan nilai Human Error Probability (HEP) akan sangat berpengaruh terhadap dependence factors tersebut. Hasil perhitungan Probability without dependence (Pw/od) akan berbeda jauh dengan perhitungan Probability with dependence (Pw/d) karena dependence factors menjadi lebih dominan ketika kegiatan tersebut dilakukan oleh sebuah timbukan perseorangan. Sejumlah 9 (sembilan) operator dari 6 (enam) KRI yang diteliti terdapat nilai Pw/od terbesar yaitu 0.5025 dan Pw/d terbesar 0.7513 adalah operator Kadiv Nav KRI AHP. Rekomendasi yang diberikan untuk mereduksi human error sehingga tercapai zero accident adalah melatih operator minimal 6 (enam) bulan dan melaksanakan dinamika role game, fit and proper test dan uji kompetensi calon operator baru, pemenuhan operator sesuai SKP (standar kualifikasi personel) serta memberikan suasana anjungan yang lebih kondusif saat peran pemanduan.
ANALISA SISTEM PENILAIAN CALON KEPALA AKUNTANSI TNI ANGKATAN LAUT BERBASIS KOMPETENSI DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) Bandono, Bambang Ispri; Kusdianto, Kusdianto
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 2 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.051 KB)

Abstract

Dalam Rancangan Postur TNI Angkatan Laut Tahun 2005 sampai 2024, kesiapan organisasi TNI Angkatan Laut ditentukan oleh komponen kekuatan TNI AL yang terdiri atas personel, alat utama sistem senjata (alutsista) maupun sistem metodenya. Akuntansi Keuangan TNI Angkatan Laut sebagai Badan Keuangan Tingkat IV merupakan satuan kerja yang bertugas membantu Komandan/Kepala (Dan/Ka) Satuan Kerja (Satker) dalam pengurusan pengelolaan dan administrasi keuangan negara. Proses seleksi atau penentuan personil yang menjabat tidak hanya berdasarkan job description tetapi harus melibatkan faktor soft dan hard kompetensi. Penelitian ini memfokuskan pada analisa sistem penilaian dengan beberapa kriteria dalam seleksi jabatan Ka Akun meliputi soft dan hard kompetensi serta menggunakan metode ANP. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model serta kriteria yang relevan untuk dipergunakan dalam melakukan seleksi calon Ka Akun dan memberikan suatu alternatif metode pemilihan yang dapat dipertimbangkan sebagai perbandingan terhadap metode yang telah digunakan sebelumnya untuk mendapatkan calon terbaik yang mampu dalam mewujudkan tugas pokok TNI Angkatan Laut. Selanjutnya untuk mengolah data, dilakukan studi literatur tentang konsep MCDM, konsep Analytic Network Process (ANP). Untuk aplikasi sistem penilaian calon Ka Akun menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP). Dari hasil penelitian, didapatkan 5 Kriteria dalam penentuan Calon Ka Akun, yaitu Pendidikan, Kompetensi, Kesehatan, Kesamaptaan dan Performance. Dan juga dihasilkan suatu sistem penilaian Calon Ka Akun dalam bentuk software. Kata Kunci : Kepala Akuntansi (Ka Akun), Soft dan Hard Kompetensi, Analytic Network Process (ANP), Hypertext Preprocessor (PHP)
PENILAIAN RISIKO KECELAKAAN KAPAL BERLAYAR DI ALUR PELAYARAN TIMUR SURABAYA DENGAN METODE FORMAL SAFETY ASSESSMENT(FSA) Suharjo, Bambang; Suharyo, Okol Sri
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 2 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.424 KB)

Abstract

Alur Pelayaran Timur Surabayamerupakan bagian dari alur pelayaranbarat surabaya tersibuk kedua di Indonesia setelah alur masuk Tanjung Priok (Departemen Perhubungan, 2006).Dengan kondisi alur pelayaran yang panjang dan sempit ditambah banyaknya arus kapal yang keluar masuk pelabuhan mengakibatkan sangat rentan terhadap kecelakaan laut baik itu kandas, tabrakan kapal ataupun jenis kecelakaan yang lainnya, yang tentunya akan memberikan dampak negatif terhadap pelayaran intersulair. Dengan melihat fakta seperti tersebut diatas, sehingga perlu untuk melakukan kajian lebih mendalam tentang penilaian risiko kecelakaan terhadap alur pelayaran timur surabaya.Kajian ini bertujuan untuk memperoleh jenis kecelakaan apa saja yang mempunyai risiko tinggi di Pelabuhan Surabaya, mengetahui dampak apa yang dapat ditimbulkan dari kecelakaan dengan risiko tinggi dan memperoleh langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecelakaan di Alur Pelayaran Timur Surabaya dengan menggunakan Metode Formal Safety Assessment (FSA).Dari enam jenis kecelakaan yang terjadi, terdapat tiga kecelakaan dengan risiko tertinggi yaitu kapal kandas, kecelakaan manusia, tabrakan kapal dengan dermaga pada saat kapal layar maupun sandar. Dampak dari ketiga kecelakaan tersebut menimbulkan kerugian materi yang besar. Untuk menurunkan risiko dari ketiga jenis kecelakaan tersebut dilakukan pengukuran Implied Cost of Averting a Risk (ICAR) terendah dari setiap pilihan penurunan risiko. Penanggulangan risiko yang dilakukan adalah memberlakukanpatroli rutin dan pemasangan rambu alur pelabuhan mempunyai ICAR sebesar 234 juta, memberikan pelatihan penyelamatan manusia dikapal yang mempunyai nilai ICAR sebesar 112 juta dan yang terakhir adalah memperketat area pelabuhan dengan ICAR 84 juta agar pihak yang tidak berkepentingan tidak masuk di area pelabuhan.
SIMULASI OPERASI PENGAMANAN LAUT DI WILAYAH AMBALAT DALAM USAHA PENDAYAGUNAAN ALUTSISTA TNI AL Ahmadi, Ahmadi; Ndarumulya, Wisnu Pryangga
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 2 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.278 KB)

Abstract

Operasi pengamanan perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat adalah operasi yang dilaksanakan oleh TNI AL sepanjang tahun dalam rangka menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang berlaku. Pada kenyataannya masih sering terjadi gangguan keamanan dan pelanggaran batas wilayah terutama yang berasal dari pihak negara Malaysia. Oleh sebab itu maka seluruh KRI dan Pesud Patmar yang terlibat dalam operasi pengamanan perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat dituntut kesiapannya untuk dapat hadir setiap saat dalam rangka menegakkan hukum di laut sekaligus menampilkan dampak strategi penangkalan.Akan tetapi masih ada beberapa masalah yang timbul karena ternyata KRI yang terlibat di dalam operasi pengamanan perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat tidak selalu dapat hadir tepat pada waktunya dalam menangani setiap kejadian pelanggaran yang ada. Hal ini mengakibatkan keterlambatan penanganan ataupun banyaknya pelaku pelanggaran yang berhasil lolos dari penindakan KRI. Dari permasalahan yang ada maka melalui pendekatan metode simulasi akan dihitung waktu respon KRI terhadap setiap kejadian pelanggaran di perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat.Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model simulasi ke dalam suatu sistem komputer guna meningkatkan waktu respon KRI terhadap setiap kejadian pelanggaran di perbatasan wilayah laut RI-Malaysia/Ambalat. Dalam rangka meningkatkan waktu respon KRI tersebut maka dibuatlah beberapa skenario perubahan untuk membandingkan hasilnya dengan kondisi eksisting. Dari hasil percobaan simulasi yang dilakukan ternyata didapatkan hasil skenario memiliki rata-rata waktu respon yang lebih baik (lebih cepat) daripada kondisi eksisting yang ada. Hal ini dapat digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh para Pimpinan TNI AL.

Page 1 of 1 | Total Record : 4