cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ASRO JOURNAL - STTAL
ISSN : 24607037     EISSN : -     DOI : -
ASRO JOURNAL is bi-annual international referred journal with the objectives to explore, develop, and elucidate the knowledge of operation research, system analysis, logistic management, and policy & strategy to keep practitioners and researchers informed on current issues and best practices, as well as serving as a platform for the exchange of ideas, knowledge, and expertise among technology researchers and practitioners. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal provides an opportunity to share detailed insights from different understandings and practices associated with technology. It provides an international forum for cross-disciplinary exchange of insights and ideas regarding value and practices for dissemination. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal will publish your work to international society of practitioners and researchers with interest in technology and development from a wide variety of sectors.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem " : 6 Documents clear
DISTRIBUSI SIFAT MEKANIK SEBAGAI AKIBAT LAKU PANAS YANG BERBEDA PADA MATERIAL MILD STEEL GRADE A DI KRI NALA-363 Sutrisno, Sutrisno; Rinaldi, Chris; Kurniawan, Agung Budi
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2009 yang lalu KRI Nala – 363 yang merupakan kapal perang tipe Korvet TNI Angkatan Laut mengalami kebakaran di Laut Jawa. Prosedur pemadaman kebakaran di kapal telah dilaksanakan, mulai dari pemadaman dengan menggunakan CO2 Central, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), sampai dengan menggunakan Hydrant. Kejadian tersebut memakan waktu kurang lebih 1 jam. Dari kejadian tersebut, maka timbul permasalahan apakah plat yang telah mengalami kebakaran tersebut masih layak digunakan atau tidak. Dari permasalahan diatas, maka dilakukan sebuah simulasi dengan menggunakan Heat Treatment material yang sama dengan material plat lambung KRI Nala – 363 yang terbakar, yaitu material Mild Steel Grade A. Untuk memperoleh hasil yang optimal, maka dalam penelitian ini akan divariasikan besarnya waktu penahanan (Holding Time) yaitu 10 menit, 30 menit dan 60 menit serta variasi media pendingin yaitu udara, oli bekas, busa pemadam, dan air laut. Hasil pengujian kekerasan Brinnell menunjukkan bahwa spesimen awal mempunyai nilai kekerasan 151 HB. Setelah mengalami proses laku panas, ternyata spesimen yang mendapatkan quenching air laut mempunyai nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 222 HB untuk waktu tahan 10 menit, 151 HB untuk waktu tahan 30 menit, dan 199 HB untuk waktu tahan 60 menit. Sedangkan untuk spesimen yang mendapatkan quenching udara, oli bekas, dan busa pemadam nilai kekerasan relatif sama dengan spesimen awal. Data ini bersesuaian dengan hasil uji tarik, yang menunjukkan spesimen yang didinginkan dengan air laut mempunyai Tensile Strength yang paling tinggi. Sehingga spesimen yang mendapatkan quenching menggunakan air laut tidak dapat dipergunakan lagi, karena sifat mekaniknya berubah secara signifikan dibandingkan spesimen awal. Kata kunci: Holding time, quenching, heat treatment/laku panas, metalografi test, ferrite, pearlite
ANALYSIS OF REPLACEMENT PART TIME INTERVAL DETERMINATION OF CRITICAL WATER IN ENGINE COOLANT PUMP TYPES KRI FPB57 Suharyo, Okol Sri; Bakka, Dominggus; Soeparno, Soeparno
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.55 KB)

Abstract

Maintenance management is required and has a very vital role for a KRI types FPB57, considering the type KRI is one Alutsista Navy who have a high frequency activity, as well as the broad range of operations support capabilities are varied so that the automatic machine is also high activity and in the end reliability will decrease. Methodology Failure Mode Effects and Criticality Analysis (FMECA) is a widely recognized tool for the study and analysis of the reliability of the design or process. Many authors in the field have emphasized specifically the usefulness of this method and its limitations. At this writing considering the lifetime of the machine and the elements therein specifically the components of the water coolant pump has had a lifetime of more than 20 years, because it can be said that the components have entered a critical period. Based on the steps Failure Mode Effects and Criticality Analysis (FMECA) through the calculation of Risk Priority Number (RPN), so we can determine the critical components of acquired 9 19 chances damage that has critical component is Angular Bearings, Cylindrical Bearings, Spacer Ring, Water Seal, shaft Seal, Seal Slip Ring, Impeller, O'Ring and shaft. These components if damaged can lead to engine breakdown. Of the optimization results indicate that the component replacement Cylindrical Bearings have the fastest time, ie 98 days. While the replacement of components with the longest time, which is a component Impeller 134 days. Besides obtain the most optimal replacement time of each component, also produced the cost of replacement is effective, it is proved by the value of the optimal CBR CBR value for all types of components is less than 1 (CBR <1).
GIS BASED ENTROPY- ELECTRE II FOR PLANNING SITING MAPPING HYDROGRAPHY-OCEANOGRAPHY IN REGION ALKI I Ahmadi, Ahmadi; Ebtanta, Heri; Wirjodirdjo, Budisantoso
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.018 KB)

Abstract

Navigational chart is a dynamic map that should always be updated to ensure safety in navigation at sea. Indonesia's vast territorial waters is a challenge for policy makers to be able to prioritize areas that must be mapped / updated. ELECTRE II method is widely recognized can be used to analyze a policy that involves both qualitative and quantitative criteria. This method involves the manufacture preceded by a directed graph that represents outranking relationship with Threshold determine concordance and discordance. Entropy methods are used to provide the weighting of criteria. This method was chosen because it can accommodate with some decision-makers or experts. The incorporation of multi-criteria method with GIS is very useful for solving problems related to geospatial. Sensitivity analysis is done by changing some threshold value. This research was conducted in waters ALKI I.
ANALISA PENENTUAN KOMPONEN KRITIS DAN REKOMENDASI TINDAKAN PENCEGAHAN KERUSAKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY FMEA DAN TOPSIS Herry, Herry; Ciptomulyono, Udisubakti; Suwarno, Panji
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.969 KB)

Abstract

Metode FMEA merupakan salah satu tool yang dapat diterima dengan baik untuk menganalisa realibility dan safety dari peralatan karena bersifat visible dan mudah digunakan. Namun tim FMEA akan mengalami kesulitan dalam penerapan pada industri nyata karena terdapat kelemahan (Yeh et all, 2007, Wang et all, 2009). Dalam menentukan komponen kritis dan prioritas perbaikan, FMEA tradisional masih memiliki kelemahan, dimana FMEA tradisional menempatkan faktor severity, occurance dan detection pada tingkat kepentingan yang sama, walaupun pada kenyataannya memiliki tingkat kepentingan yang berbeda serta bobot kepentingan tim penilai FMEA diabaikan. Pada penelitian ini diintegrasikan metode fuzzy pada FMEA dimana faktor severity,occurance dan detection dinilai dalam bentuk lingusitik. Pada metode fuzzy ini, bobot kepentingan tim penilai FMEA diperhitungkan. Untuk melakukan perangkingan dan prioritas perbaikan digunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) berdasarkan kriteria-kriteria seperti tingkat resiko, economic cost, ketersediaan spare part, economic safety dan maintenance personal ability. Penerapan metode Fuzzy dan TOPSIS pada FMEA untuk menentukan komponen kritis serta prioritas perbaikan dari berbagai alternatif yang terpilih terhadap kerusakan komponen diterapkan pada sistem Radar Navigasi Sperry Marine, sehingga diharapkan dengan penerapan metode ini dapat meningkatkan kinerja operasional KRI untuk menjaga wilayah yurisdiksi nasional.
MODEL PENGELOLAAN ALUR PELAYARAN SUNGAI BARITO DENGAN PENDEKATAN SISTIM DINAMIK Ahmadi, Ahmadi; Muldiyatno, Farid; Wirjodirdjo, Budisantoso
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.717 KB)

Abstract

Sungai merupakan salah satu infrastruktur alami untuk sarana transportasi. Kendala dalam pemanfaatanya adalah sedimentasi perairan muara. Untuk menjadikan alur sungai aman dalam bernavigasi, dilakukan pengelolaan dengan menjaga kedalaman, pemasangan sarana bantu navigasi pelayaran, dan pembuatan peta kedalaman. Alur Barito adalah satu-satunya alur yang telah dikelola dan dijadikan sebagai alur berbayar. Pemodelan sistim dinamik digunakan, untuk meneliti apakah pengelolaan alur Barito merupakan suatu yang berkelanjutan secara operasional dan sosial. Dengan memasukan data biaya perawatan alur, cadangan dan produksi batubara, pendapatan daerah dan jumlah kapal yang masuk, dapat disimulasikan apakah pengelolaanya berkelanjutan. Hasil simulasi menunjukan, pertumbuhan perekonomian meningkat, pengelolaan alur dapat dilaksanakam sampai dengan 33 tahun kedepan dimana pada waktu itu, cadangan batubara sebesar 3,6 milyar ton dari tahun 2008 akan habis. Skenario kebijakan untuk mempertahankan pendapatan fee chanel adalah menentukan barang dagang lain yang diangkut melalui Barito untuk dikenai tarif.
ANALISA SISTEM PENDORONGAN/THRUST PADA PERANCANGAN HOVERCRAFT KELAS LCAC UNTUK MENDUKUNG OPERASI AMFIBI TNI-AL Sutrisno, Sutrisno; Muhendi, Muhendi; Santoso, Agoes
JOURNAL ASRO - STTAL - INTERNATIONAL JOURNAL Vol 5 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hovercraft merupakan salah satu alat transportasi yang dapat digunakan pada media air maupun media darat, sehingga hovercraft sangat cocok digunakan untuk kepentingan dan tugas-tugas militer. Didalam jajaran TNI-AL Hovercraft sudah mulai digunakan sebagai salah satu Alat Utama Sistem Senjata untuk mendukung tugas dan misi yang dibebankan kepada TNI-AL. Dalam Tugas Akhir ini akan dilakukan analisa kebutuhan daya hovercraft kelas LCAC dengan kecepatan 40 knot, dan menentukan system thrust yang akan digunakan. Desain hovercraft ini dirancang untuk pendaratan amfibi dan mampu untuk mengangkut kendaraan tank amfibi dengan ukuran panjang keseluruhan 18,7 meter, lebar 9,2 meter dan tinggi 3,8 meter. Hull terbuat dari Aluminium dan memiliki berat total 65000 kg. Dengan ukuran utama hovercraft tersebut maka kebutuhan daya untuk thrust menggunakan engine yang memiliki daya sebesar 1600 Hp. Dengan perencanaan tersebut diharapkan hovercraft mampu memiliki kecepatan sampai dengan 40 knot. Kata kunci: Hovercraft, Engine, Air propeller, Matching, Thrust.

Page 1 of 1 | Total Record : 6