cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ASRO JOURNAL - STTAL
ISSN : 24607037     EISSN : -     DOI : -
ASRO JOURNAL is bi-annual international referred journal with the objectives to explore, develop, and elucidate the knowledge of operation research, system analysis, logistic management, and policy & strategy to keep practitioners and researchers informed on current issues and best practices, as well as serving as a platform for the exchange of ideas, knowledge, and expertise among technology researchers and practitioners. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal provides an opportunity to share detailed insights from different understandings and practices associated with technology. It provides an international forum for cross-disciplinary exchange of insights and ideas regarding value and practices for dissemination. ASRO (Analisis Sistem dan Riset Operasi) Journal will publish your work to international society of practitioners and researchers with interest in technology and development from a wide variety of sectors.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem " : 5 Documents clear
OPTIMALISASI PELAKSANAAN OPERASI PENGAMANAN WILAYAH PERBATASAN OLEH GUSPURLATIM DI PERAIRAN KARANG UNARANG DENGAN METODE ANP DAN WEIGHTED GOAL PROGRAMMING Surono, Adi; Ciptomulyono, Udisubakti; Octavian, Amarulla
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.503 KB)

Abstract

Operasi pengamanan wilayah perbatasan adalah suatu usaha dan kegiatan untuk menjamin tegaknya kedaulatan negara di perbatasan darat, laut dan udara dengan negara lain, dari segala bentuk ancaman dan pelanggaran termasuk kegiatan survey dan pemetaan. Keterbatasan kemampuan KRI dan anggaran yang disediakan oleh negara serta kebutuhan pengamanan wilayah perbatasan laut Indonesia, mengakibatkan perlu adanya tuntutan pemikiran tentang optimalisasi penyebaran KRI di pangkalan aju dan sektor operasi di perairan Karang Unarang, dengan memperhatikan jenis KRI, kecepatan, endurance, jangkauan radar serta biaya operasi. Sehingga dihasilkan suatu komposisi penyebaran KRI di pangkalan aju dan sektor operasi pengamanan wilayah perbatasan di perairan Karang Unarang. Penelitian ini membahas tentang optimalisasi penyebaran KRI di pangkalan aju dan sektor operasi pada operasi pengamanan wilayah perbatasan di perairan Karang Unarang, untuk memberikan solusi kompromi optimal antara dua fungsi tujuan yang berbeda, yaitu coverage area dengan biaya operasi. Pemecahan masalah ini menggunakan pendekatan Analytic Network Process dengan bantuan software superdecision untuk pembobotan fungsi tujuan. Sedangkan optimalisasi penyebaran kekuatan KRI menggunakan metode model transshipment, Goal Programming dan Weighted Goal Programming, dimana seluruh algoritma dari pendekatan tersebut diselesaikan secara silmutan dalam suatu syntax dengan menggunakan software optimasi Lingo 11. Hasil dari optimalisasi tersebut adalah diperoleh rata-rata efektivitas coverage area tercapai adalah 450.913 mil2 dan rata-rata efisiensi biaya operasi adalah 40% dari anggaran yang ditetapkan.
ANALISA PELUANG DAN ANCAMAN KEAMANAN MARITIM INDONESIA SEBAGAI DAMPAK PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS Putra, I Nengah; Hakim, Abdul
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.236 KB)

Abstract

Lingkungan sekitar yang dimaksud adalah lingkungan strategis (strategic environment). yang merupakan interaksi dinamis antara konteks internal dan eksternal, hubungan, kecenderungan, peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Dengan kedudukannya pada jalur perdagangan dan transportasi laut yang strategis, Indonesia memiliki tantangan dalam pengelolaan ketahanan maritim yang mencakup berbagai dimensi termasuk didalamnya dimensi pertahanan dan keamanan. Dalam kaitan antara perkembangan lingkungan strategis yang melingkupi Indonesia dan kebijakan nasional yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia menjadi perhatian utama dengan tetap berfokus pada pengaruh perubahan lingkungan strategis pada aspek keamanan maritim. Kajian akan melakukan analisis lingkungan strategis pada aspek keamanan maritim termasuk tingkat pengaruh perubahan lingkungan melalui faktor politik-hukum, ekonomi, pertahanan-keamanan, sosial budaya, lingkungan dan teknologi.
PENJADWALAN PENUGASAN KRI DI KOLINLAMIL DENGAN PENDEKATAN BINARY INTEGER PROGRAMMING Solekhan, Mohamad; Ciptomulyono, Udisubakti; Ahmadi, Ahmadi
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.248 KB)

Abstract

Penjadwalan adalah suatu aktivitas penugasan yang berhubungan dengan sejumlah kendala, sejumlah kejadian yang dapat terjadi pada suatu periode waktu dan tempat atau lokasi sehingga fungsi objektif sedekat mungkin dapat terpenuhi. Dalam hierarki pengambilan keputusan, penjadwalan merupakan langkah terakhir sebelum dimulainya suatu operasi. Penjadwalan penugasan KRI di Kolinlamil menjadi topik yang menarik untuk dibahas dan dicari penyelesaiannya dengan metode matematis. Proses penjadwalan penugasan KRI di Kolinlamil dilakukan untuk menghasilkan jop/jog tahunan. Proses ini tidak hanya memerlukan tindak lanjut yang cepat, akan tetapi juga memerlukan langkah-langkah yang sistematis. Penjadwalan penugasan yang diterapkan Kolinlamil saat ini dilakukan oleh personel dengan tidak menggunakan perhitungan matematis. Proses penjadwalan penugasan kapal dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode Binary Integer Programming (BIP) dengan tujuan untuk meminimalkan penalty apabila melanggar soft constrain. Penjadwalan yang diamati adalah 14 kapal melaksanakan 26 operasi selama 52 minggu (1 tahun). Penelitian ini dimulai dengan penentuan variabel keputusan penjadwalan serta batasan yang dihadapai. Batasan itu yaitu hard constrain: kapal mulai operasi untuk tiap jenis operasi, kelas kapal yang dibolehkan melaksanakan operasi, durasi tiap operasi, jumlah kapal tiap operasi, jam putar maksimum yang di ijinkan, serta soft constrain: lama kapal operasi secara berturut-turut. Formulasi matematis dari model BIP yang dibuat terdiri dari tiga parameter ukur, empat variabel keputusan, satu fungsi tujuan dan tujuh fungsi kendala. Kemudian dilakukan pengembangan model BIP yang selanjutnya diselesaikan komputasi menggunakan LINGO 11.0. Hasil yang didapatkan bahwa model BIP yang diterapkan pada penjadwalan penugasan KRI Kolinlamil bisa mendapatkan hasil yang optimal. BIP adalah suatu metode yang tepat untuk digunakan sebagai metode dalam penjadwalan penugasan KRI di Kolnlamil.
APLIKASI FAILURE MODE EFFECT AND CRITICALITY ANALYSIS (FMECA) DALAM PENENTUAN INTERVAL WAKTU PENGGANTIAN KOMPONEN KRITIS RADAR JRC JMA 5310 PADA KRI SATUAN KAPAL PATROLI KOARMATIM Hartanto, Endin Tri; Ciptomulyono, Udisubakti; Ahmadi, Ahmadi
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.804 KB)

Abstract

Penggunaan radar navigasi di KRI, khusus nya di Satuan Kapal Patroli Koarmatim sangat vital sebagai alat indera jarak jauh dalam bernavigasi. Penggunaannya mutlak harus ada pada saat KRI melaksanakan operasi, sehingga kondisi kesiapan radar navigasi akan sangat mempengaruhi pelaksanaan tugas operasi yang diemban oleh Unsur-Unsur tersebut. Diperlukan manajemen pemeliharaan yang baik dan terencana untuk memperbaiki atau meniadakan kerusakan agar kinerja sistem tidak menurun. Failure Mode Effect and Criticality Analysis (FMECA) digunakan sebagai sebuah metodologi untuk mengidentifikasi dan menganalisis semua mode kegagalan potensial dari berbagai bagian sistem, efek kegagalan tersebut terhadap sistem, bagaimana menghindari kegagalan dan atau mengurangi dampak dari kegagalan pada sistem. Pada tulisan ini diusulkan model FMECA dalam menentukan komponen kritis Radar Navigasi JRC JMA 5310. Berdasarkan model FMECA tersebut didapat Risk Priority Number (RPN) yang dijadikan nilai acuan dalam penentuan komponen kritis. Nilai RPN setiap komponen yang didapat dianalisa dengan Risk Matrix, dari 27 (dua puluh tujuh) komponen yang telah diidentifikasi, didapat 7 (tujuh) komponen yang dianggap kritis, yaitu Modulator, Power Supply Scanner, Dioda Limiter, Magnetron, Receiver, Motor, Circulator. Komponen Modulator memiliki nilai RPN tertinggi dengan nilai 24180 dan komponen Plotter Control Circuit memiliki nilai RPN terendah dengan nilai 3289. Penentuan interval waktu penggantian komponen kritis yang telah didapat menggunakan pendekatan Reliability dan Cost Benefit Ratio (CBR). Didapatkan hasil bahwa komponen Dioda Limiter memiliki waktu penggantian tercepat, yaitu 152 hari. Sedangkan komponen dengan waktu penggantian terlama, yaitu 458 hari adalah komponen Motor dan Circulator. Di dapat pula nilai CBR untuk semua komponen kritis kurang dari 1 (CBR <1) menunjukkan biaya penggantian yang direkomendasikan sudah efisien. Komponen Dioda Limiter memiliki nilai CBR paling efisien, yaitu 0,57572. Dari analisa sensitivitas diperoleh variabel Reliability R(t) sangat berpengaruh terhadap perubahan penentuan interval waktu penggantian komponen kritis, dimana didalamnya terdapat parameter ? (slope), parameter ? (location), dan parameter ? (scale). Parameter ? lebih berpengaruh terhadap perubahan nilai Reliability R(t).
OPTIMASI DISTRIBUSI 4-ESELON LOGISTIK OPERASI LAUT DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA HYBRID PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Enggar, Yohannes; Vanany, Iwan; Supartono, Supartono
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 6 (2016): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.89 KB)

Abstract

This study develops an optimization model 4 echelon distribution logistics sea operations that consist of multi main naval bases, multi forward naval bases, multi distributors, multi stricking force ships and multi helicopters to the method of delivery, by replenishment at sea on the rendezvous points. This model considers the selection of the modes of transportation logistics ship types are used, multi commodity share shipments at each echelons to answer the lost capacity transport modes, the cost of transportation, loading and unloading costs, defective commodity costs and the cost of losing the material generated at each frequency of deliveries to reduce the total cost of distribution. The total cost of the distribution consists of the cost in the forward naval base, logistics ship as distributor and stricking force ships. The model developed included in the category of mixed fleet transshipment and solved by the solution method based hybrid nonlinear inertia weight particle swarm optimization with multiple capacitated vehicle transshipment to generate optimal distribution costs simultaneously for all the decision variables. Conclusion derived from the results of the numerical example states that the total cost of distribution is smaller when using combination of modes of transport logistics ships larger capacity namely KRI ARN-903 and KRI ARN-903 with total efficiency of the distribution costs amounted to 46.07 % in one planning horizon.

Page 1 of 1 | Total Record : 5