cover
Contact Name
Ita Khoiriyah
Contact Email
Ita.Khoiriyah@kpk.go.id
Phone
+6282225818880
Journal Mail Official
jurnal.integritas@kpk.go.id
Editorial Address
Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi. Jl. Kuningan Persada Kav. 4 Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Integritas: Jurnal Antikorupsi
ISSN : 2477118X     EISSN : 26157977     DOI : https://doi.org/10.32697/integritas
Core Subject : Social,
Terbit sejak 2015, Jurnal Antikorupsi INTEGRITAS (p-ISSN: 2477-118X; e-ISSN: 2615-7977) merupakan jurnal yang menyebarluaskan hasil penelitian atau kajian konseptual tentang korupsi dan subyek yang berelasi dengan korupsi. Jurnal Antikorupsi INTEGRITAS terbit dua nomor dalam setahun ditujukan untuk kalangan pakar, akademisi, peneliti, praktisi, penyelenggara negara, pegiat antikorupsi, dan masyarakat pada umumnya.
Articles 114 Documents
Tata Kelola Pendataan dan Penyaluran BLT-DD Melalui Pasardesa.id sebagai Upaya Pencegahan Korupsi Achidsti, Ashilly; Kafa, Muhammad Zidny; Hudani, Ahmad Mizdad
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol. 6 No. 2 (2020): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v6i2.681

Abstract

This study aims to determine the implementation of BLT-DD disbursement undertaken by Pasardesa.id. This study employs a qualitative approach with case study method. Legal indicators, transparency, participation, and accountability were used to investigate the data collection management as well as the disbursement of BLT-DD through Pasardesa.id as a tool to fight against corruption. The disbursement of BLT-DD through Pasardesa.id is a policy innovation of a public service. The diversion form of direct cash transfer into balance of basic needs (sembako) potentially reduces the corruption risk. Further, the establishment of clear and transparent nature of data and BLT-DD disbursement plays a vital role in sustaining good governance. In addition, transparency and community’s participation are the key for the success of monitoring BTL-DD policy. To combat corruption, the establishment of transparent nature of data and the implementation of BLT-DD disbursement through Pasardesa.id provide greater opportunity to achieve high and measurable accountability performed by Panggungharjo Village.
Pemeranan dan Internalisasi Karakter Integritas dalam Pelayanan Literasi Masyarakat Kurniawan, Heru; Rahayu, Sri
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol. 6 No. 2 (2020): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v6i2.680

Abstract

Literacy service of Rumah Kreatif Wadas Kelir Community is carried out through communication and interaction between volunteer and society. The service includes borrowing and returning literacy book, educational and religious activity, skill assistance, and financial service. In this literacy service, the volunteers portray integrity character based on moral ethic and humanity. The integrity character plays a vital role in enhancing society trust which in turn significantly contribute to the development of Rumah Kreatif Wadas Kelir Community. The success of this integrity character implementation means that the internalization of integrity character in society has been successfully carried out. In addition, the integrity character has become a collective character that is upheld by society in enhancing their dignity and improving their environment. The Integrity character of society significantly contribute to the development of both society and Rumah Kreatif Wadas Kelir Literacy Community concerning education, economy, religion, and socio-culture.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Korupsi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Desa: Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Korupsi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Desa Zakariya, Rizki
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol. 6 No. 2 (2020): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v6i2.670

Abstract

Village funds, which are routinely provided by the central government to villages, is prone to be a corruption subject. This study aims to describe the urgency of community participation and the efforts made to increase it in order to prevent corruption act. Thus, optimum quality of public services in the village can be improved. This research employs descriptive qualitative method with literature study. The results of this study urge the improvement of community participation in preventing corruption considering that the village huge economic potential is also standing side by side with high poverty rate. Furthermore, it is revealed that the vulnerability of corruption in the village occurred due to the lack of accountability and community participation in its financial management. Several efforts can be performed to increase public participation in preventing corruption such as by; 1) providing adequate access to program information and village budgets, 2) developing public awareness to participate in the program, 3) providing easy communication access to village officials, 4) optimizing village community organizations, and 5) optimizing the role of BPD.
Sistem Informasi Pencegahan Korupsi Bantuan Sosial (Si Pansos) di Indonesia: Rumusan Konsep dan Pengaturan Alfedo, Juan Maulana; Nur Azmi, Rama Halim
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol. 6 No. 2 (2020): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v6i2.668

Abstract

The Covid-19 pandemic that occurred in almost all countries has caused an economic crisis for various countries, including Indonesia. To maintain the level of consumption and minimize the increase in poverty due to the pandemic, the government provides social assistance for people who are affected economically. However, social assistance which is supposed to be a means of stabilizing the people’s economy is misused. Various problems occurred in the distribution of social assistance, starting from the unqualified recipient chosen, the reduced value of the cash, corruption, and embezzlement. The author designed Si Pansos as an electronic-based information system website containing information management, distribution, and reports regarding to the social assistance. Si Pansos is an application employing the principles of accountability and transparency in public services. The method used in this paper is a normative juridical approach to legislation, a case approach, and a conceptual approach.
Pelayanan Publik dan Kajian Putusan Korupsi Pengadaan Jasa Konstruksi dalam Perspektif Kontrak Jasa Konstruksi: Civil Engineering Perspective Kombong, Eka Priska; Nugroho, Arief Setiawan Budi; Wibowo, Richo Andi
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol. 6 No. 2 (2020): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v6i2.665

Abstract

Infrastructure Availability such as government buildings, schools, hospitals are pivotal to underpin public services. The existence of infrastructure like irrigations, ports, roads, bridges, are also important to support social and economic activities of the people. However, the process of procurement in acquiring contractor may be tainted by corruption. This article examines various court decisions which have been final and binding. Three of the selected decisions are appealing to be discussed further, because it is doubted that the legal enforcers have been appropriately enforcing the law and understanding the context. On the first case, the legal enforcers have enforced the anti-corruption law to cases which are detrimental to the state finance. However, the substance of the cases is more suitably categorized as bribery or at least as gratification. On the last two cases, the legal enforcers have applied anti-corruption law for cases that cause the state financial loss. Nevertheless, from the perspective of civil engineering, whether the defendants were guilty are still debatable.
Menyelisik Makna Integritas dan Pertentangannya dengan Korupsi Endro, Gunardi
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol 3 No 1 (2017): INTEGRITAS Volume 03 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.025 KB)

Abstract

Kata ‘integritas’ dipakai secara luas untuk menyatakan kompaknya atau utuhnya sesuatu, teridentifikasi dari reaksinya terhadap rangsangan dari lingkungannya. Penyelisikan makna hakiki integritas pada akhirnya berujung pada pemahaman tentang pentingnya dua proses yang berlangsung serentak, yaitu proses pengendalian internal dan proses partisipasi eksternal. Pada kasus manusia atau institusi yang dikendalikan manusia, proses pengendalian internal berkaitan dengan persoalan bagaimana membangun dan mempertahankan identitas diri, sedangkan proses partisipasi eksternal berkenaan dengan persoalan bagaimana mewujudkan keputusan dan tindakan yang baik berdasarkan identitas diri itu. Identitas diri seharusnya tidak terlepas dari keputusan dan tindakan yang baik. Meskipun kekuasaan dibangun dari kemampuan partikular, kekuasaan itu seharusnya dipergunakan demi kebaikan bersama. Oleh karena itu, integritas merupakan suatu keutamaan, suatu karakter baik manusia atau budaya baik organisasi, yang menimbulkan daya dorong bagi pemiliknya untuk mewujudkan keputusan dan tindakan bagi kebaikan bersama. Karakter atau budaya ini jelas bertentangan dengan korupsi, karena korupsi merupakan tindak penyalahgunaan kekuasaan dengan memanipulasi kebaikan bersama demi kepentingan pribadi tertentu. Jadi, karakter integritas dan budaya integritas secara langsung bertentangan dengan korupsi. Pengembangan karakter integritas dan budaya integritas mengandung keniscayaan logis menangkal korupsi.
Legalitas Kewenangan Penyelenggara Pendidikan dalam Menarik Pungutan di Satuan Pendidikan Dasar Rahmatulloh, Johan
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol 3 No 2 (2017): INTEGRITAS Volume 03 Nomor 2 Tahun 2017
Publisher : KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.503 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kewenangan melakukan pungutan yang dilakukan pihak penyelenggara Pendidikan di satuan Pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah kepada orangtua atau wali peserta didik. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Pendidikan Dasar diatur tegas mengenai larangan melakukan pungutan. Ditegaskan dalam Pasal 9 ayat (1) yakni, “Satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan dasar.” Akan tetapi, dalam tahapan implementasinya bahwa pihak penyelenggara pendidikan dalam satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah tetap memberlakukan pungutan tersebut. Argumentasi yang dibangun oleh pihak penyelenggara Pendidikan adalah bahwa telah terjadi kesepakatan antara pihak penyelenggara Pendidikan dengan orangtua atau wali peserta didik. Penelitian ini menggunakan tiga sumber pendekatan yakni pertama, pendekatan peraturan perundang-undangan yakni peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Pendidikan, pendekatan kedua melalui studi refrensi berupa buku-buku, pendekatan ketiga melalui studi media massa.
Menimbang Peluang Jokowi Memberantas Korupsi: Catatan untuk Gerakan Anti Korupsi Widoyoko, Johanes Danang
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol 2 No 1 (2016): INTEGRITAS Volume 02 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.545 KB)

Abstract

Dalam konflik antara KPK vs polisi, Jokowi jauh dari harapan untuk memberantas korupsi. Jokowi malah memilih kompromi dengan patronase korupsi di kepolisian  yang membangun aliansi dengan politisi, terutama dari PDIP. Jokowi yang bukan berasal dari elit politik dan bukan ketua partai politik tampak tidak mampu melawan kepentingan oligarki dan elit politik yang mendukungnya.  Akhirnya Jokowi menempatkan Budi Gunawan sebagai Wakapolri walaupun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan membiarkan kriminalisasi KPK terus berjalan. Pemberantasan korupsi sesungguhnya adalah perang melawan kepentingan korup yang ada di kekuasaan. Korupsi tidak bisa diberantas mengandalkan orang baik. Di dalam struktur politik, orang baik sesungguhnya tidak ada.  Jokowi dan siapa pun yang memegang kekuasaan menjadi "orang baik" karena keberhasilan gerakan anti korupsi memaksa mereka untuk menjadi orang baik dengan memberantas korupsi.  Terpilihnya Jokowi sebagai Presiden yang didukung oleh aktivis anti-korupsi bukan keberhasilan gerakan anti-korupsi, justru awal bagi pemberantasan korupsi di medan politik yang berbeda.
ASEAN ‘Political-Security’ Community: Mekanisme Kerjasama Multilateral dan Mutual Legal Assistance dalam Menangani Kasus Money Laundering di Asia Tenggara Setiawan, Azhari
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol 2 No 1 (2016): INTEGRITAS Volume 02 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.118 KB)

Abstract

Ketika berbicara mengenai cara menangani kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme di Indonesia, tersedia ratusan bahkan ribuan solusi yang telah disalurkan melalui produk hukum, akademis, ataupun wacana-wacana strategis. Namun, kuantitas solusi ini ternyata berbanding lurus dengan kuantitas varian mekanisme tindak korupsi itu sendiri. Salah satu yang menjadi problematika dan dilema bagi Indonesia adalah penyamaran dan/atau penyembunyian harta hasil korupsi lewat mekanisme Money Laundering. Money Laundering yang berada di dalam negeri dinilai masih memiliki kemungkinan untuk diberantas, namun Indonesia akan mengalami kesulitan yang lebih besar jika uang hasil tindak korupsi “dicuci” di luar negeri. Kesulitan ini akan semakin bertambah ketika negara asing yang dijadikan sebagai tempat pencucian—dan/atau tempat pelarian—tidak memiliki perjanjian kerjasama keamanan—seperti unifikasi regulasi, kerjasama kepolisian dan ekstradisi—dengan Indonesia. Solusi yang ditawarkan dalam tulisan ini adalah pemanfaatan ASEAN ‘Political-security’ Community sebagai pintu masuk bagi Indonesia untuk membangun jaringan kerjasama keamanan dengan negara-negara ASEAN yang menjadi tempat pelarian favorit—salah satu contohnya ialah Singapura—bagi pelaku korupsi dan MoneyLaunderingdi Indonesia. Tulisan ini secara teoritis, disusun melalui pendekatan hukum, ekonomi, dan politik yang disusun dalam kerangka disiplin Ilmu Hubungan Internasional. Selain sebagai pintu masuk bagi Indonesia untuk membuka akses, Kerjasama Internasional sebagai mekanisme pemberantasan korupsi dan Money Laundering di ASEAN pada umumnya, dan Indonesia pada khususnya, dapat menjadi solusi strategis bagi Indonesia dalam menyukseskan dan membuka peluang untuk memimpin pilar ASEAN ‘Political-security’ Community. Menangani korupsi sekaligus menciptakan peluang untuk memimpin pilar politik-keamanan di ASEAN Community dapat menjadi “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui” bagi Indonesia.
Upaya untuk Mengurangi Ketidakjujuran Akademik pada Mahasiswa melalui Peer Education Qudsyi, Hazhira; Sholeh, Achmad; Afsari, Nyda
Integritas : Jurnal Antikorupsi Vol 4 No 1 (2018): INTEGRITAS Volume 04 nomor 1 Tahun 2018
Publisher : KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.877 KB)

Abstract

Perilaku ketidakjujuran akademik (academic dishonesty) masih banyak terjadi di kalangan akademisi, diantaranya pada mahasiswa. Perilaku ketidakjujuran akademik dikalangan mahasiswa akan memicu terjadinya tindakan korupsi di dunia kerja nantinya. Sehingga, penting untuk menurunkan perilaku ketidakjujuran akademik pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas RESMI religious self-monitoring sebagai strategi untuk mengurangi perilaku ketidakjujuran akademik pada mahasiswa melalui peer education. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen, yakni dengan pretest-posttest control group design. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan skala ketidakjujuran akademik (Prayoga & Qudsyi, 2015), observasi, dan wawancara. Rancangan program intervensi RESMI (religious self-monitoring) akan diberikan dalam 8 sesi, yang secara umum terdiri atas orientasi program, psikoedukasi, refleksi, dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa RESMI (religious self-monitoring) diketahui efektif untuk menurunkan perilaku ketidakjujuran akademik pada mahasiswa (F=7.82) dengan sumbangan efektif sebesar 47,9%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa religious self-monitoring (RESMI) melalui peer education terbukti dapat menurunkan perilaku ketidakjujuran akademik pada mahasiswa.

Page 1 of 12 | Total Record : 114