cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 20892608     EISSN : 26140527     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
PERMAINAN TREASURE HUNT SEBAGAI SEBUAH STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Nuha, Ulin
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 7 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.415 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v7i2.230

Abstract

Pembelajaran akan terasa sangat menjenuhkan jika di dalamnya tidak disertai dengan adanya pemakaian media-media pembelajaran oleh seorang guru. Dengan adanya media pembelajaran kegiatan pembelajaran akan berlangsung dengan sangat menyenangkan. Selain itu, dengan adanya media dalam kegiatan pembelajaran, materi ajar yang disampaikan oleh guru pun akan lebih mudah diterima dengan maksimal oleh peserta didik. Kaitannya dengan pembelajaran bahasa Arab, ia adalah salah satu mata pelajaran yang menjadi momok â??menakutkanâ? bagi sebagian peserta didi. Oleh karenanya diperlukan adanya media-media yang mungkin berupa permainan untuk menciptakan pembelajaran bahasa Arab yang enjoy dan menyenangkan. Salah satunya adalah permainan â??Treasure Huntâ? ini, ia dihadirkan dalam pembelajaran bahasa Arab agar proses pembelajarannya terasa enjoy dan menyenangkan tanpa adanya tekanan bagi peserta didik. â??Treasure Huntâ? ini adalah sebuah permainan berburu mencari harta karun yang kemudian diadopsi ke dalam pembejaran bahasa Arab. Para siswa dalam satu kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok yang kemudian setiap kelompok memulai perburuan harta karun yang isinya berupa mufradat berbahasa Arab untuk dihafalkan dan untuk dirangkai menjadi kalimat yang baik dan benar dan kemudian diucapkan secara lisan. Permainan â??Treasure Huntâ? ini akan sangat melatih kemampuan istimaâ??, kalam, qiraâ??ah, dan kitabah, serta menambah perbendaharaan kosakata berbahasa Arab peserta didik.
RELASI ISLAM DAN MULTIKULTURALISME DI INDONESIA Ridwan, Mujib
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 7 No 1 (2018): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.047 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v7i1.160

Abstract

Fakta bahwa Islam dan budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang membanggakan, akhir-akhirini sedikit mengalami goncangan dan ancaman. Islam yang seharusnya hadir menjadi agama rahmatan lil alamin,dianggap sebagian anak bangsa bertentangan dengan budaya lokal. Oleh karena itu, tantangan pemeluk islam di Indonesia adalah bagaimana ajaran Islam dan kearifan budaya dapat berjalan seiring dan seirama. Tantangan ini mengharuskan pemeluk islam untuk menggali dalil-dalil dan fakta sejarah bahwa islam adalah agama rahmatan lil alamin, yang tidak bertentangan dengan kearifan budaya bangsa
MELACAK JEJAK SPIRITUALITAS MANUSIA DALAM TRADISI ISLAM DAN BARAT Rozi, Syaikhu
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 7 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.541 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v7i2.222

Abstract

Jejak-jejak spiritualitas manusia dapat ditemukan tidak hanya dalam tradisi keilmuwan Islam, namun juga tradisi keilmuwan Barat. Jejak spiritualitas dalam tradisi keilmuwan Barat dapat dilacak dalam perkembangan pengetahuan sejak era Yunani sampai post Modernisme, baik dalam pemikiran filsafat, theologi bahkan juga dalam sains modern seperti psikologi maupun neurologi. Jejak spiritualitas manusia dalam tradisi keilmuwan Islam dapat dilacak dalam pemikiran (khususnya) tentang Tuhan, penciptaan Alam semesta, manusia serta hubungan diantara ketiganya, dalam semua aspek dan dimensi keilmuwan Islam, tetapi lebih khusus dalam theologi, filsafat dan tasawwuf.
KONTRIBUSI MORAL KEPEMIMPINAN SISWA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Mohammad Ali Rohmad, Zainul Mustofa dan
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 6 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.832 KB)

Abstract

Hasil belajar siswa di sekolah salah satunya bergantung pada tingkat moral kepemimpinan siswa anggota organisasi. Oleh sebab itu, penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan keterkaitan sikap moral kepemimpinan siswa anggota organisasi IPNUâ?? IPPNU terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam. berdasarkan uji linieritas, diketahui bahwa moral kepemimpinan siswa anggota organisasi dan hasil belajar pendidikan agama Islam memiliki hubungan linier. Adapun hasil uji korelasi diketahui menunjukkan terdapat hubungan yang rendah.
KONSEP DIRI PESERTA DIDIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN SIKAP DISIPLIN Ainul Yaqin, Masruroh dan
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 6 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.299 KB)

Abstract

Keberhasilan proses pendidikan di sekolah salah satunya bergantung pada tingkat kedisiplinan peserta didik dalam mematuhi peraturan sekolah. Tinggi rendahnya sikap disiplin peserta didik dipengaruhi oleh konsep dirinya. Oleh sebab itu, penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan keterkaitan sikap disiplin dengan konsep diri. Berdarkan uji linieritas, diketahui bahwa konsep diri dan sikap disiplin memiliki hubungan linier. Adapun hasil uji korelasi diketahui menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan, tetapi rendah atau hampir tidak ada korelasi.
PENDEKATAN ANTROPOLOGI MENUJU KESEJAJARAN DALAM STUDI AGAMA Yaqin, Ainul
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 6 No 1 (2017): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1953.033 KB)

Abstract

Salah satu pendekatan dalam mengkaji Islam adalah antropologi. Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk antropos atau manusia. Jika agama diperuntukkan untuk kepentingan manusia, maka sesungguhnya persoalan persoalan manusia adalah juga merupakan persoalan agama. Dalam Islam manusia digambarkan sebagai khalifah Allah di muka bumi. Secara antropologis ungkapan ini berarti bahwa sesungguhnya realitas manusia menjadi bagian realitas ketuhanan. Disini terlihat betapa kajian tentang manusia yang menjadi pusat kajian antropologi, menjadi sangat penting.  Demikianlah antropologi sebagai sebuah metodologi keilmuan memiliki keunggulan untuk mengungkap hal hal tersembunyi yang disimpangkan dari makna asalnya. Antropologi membongkar berbagai mitos yang selama ini membebani pemikiran manusia sehingga memberikan kesempatan kepada agama apapun untuk berdiri sama tinggi dan sejajar dengan agama agama lain.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DAN RELEVANSINYA TERHADAP KETERAMPILAN ABAD XXI DALAM INTERPRETASI LORO BLONYO Uji Windiatmoko, Doni
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2020): TARBIYAH ISLAMIYA
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.25 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v9i1.637

Abstract

ABSTRACT The purpose of this article is to describe the interpretation of the Loro Blonyo statue in a Javanese traditional house. The statue is a transformation of the teaching of Manunggaling Kawula Gusti. This research is a literature study. On the other hand, loro blonyo contains the value of character education that is relevant to XXI Century Skills. The research method in the form of literature study. The results showed that the placement of the Loro Blonyo statue was a representation of Manunggaling Kawula Gusti teachings. The loro blonyo statue and Javanese traditional house emphasize the importance of harmony. Placement of the statue which is placed in the middle senthong commonly called pasren, reflects the focal point of the meeting of the two lines. The vertical line as a form of human servitude to God, while the horizontal line is the collectivity of human relationships with others and the natural surroundings. The loro blonyo statue is also a figure from the form of kawula, while the joglo house is a channel to the highest place, God. The statue of a pair of bride and groom is placed side by side so that the souls of Dewi Sri and Raden Sadhana are present in the house to provide happiness, prosperity, and new life (fertility). The value of character education obtained is religious value, tolerance, democratic, social care, and care for the environment. Meanwhile, for the XXI century skills that can be described are learning and innovation skills, digital literacy skills, and life skills and career skills.   Keywords: Loro Blonyo?s Statues; Manunggaling Kawula Gusti; Character Education; XXI Century Skills  
MANAJEMEN SARANA DAN PRASANA PERSPEKTIF AL QURAN DAN HADIS Prayoga, Ari; Kaffah, Dewi Qorotul
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 8 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.318 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v8i2.479

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menguji nilai-nilai kontekstual dari pengelolaan fasilitas dan infrastruktur dari perspektif Al-Hadis dan Al Qur'an dalam hal komponen perencanaan, pemanfaatan, inventaris, dan pengawasan fasilitas dan infrastruktur. Jenis metode yang digunakan adalah metode interpretasi maudhu'i (tematik) yang mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an yang memiliki satu tujuan yang bersama-sama membahas judul / topik / sektor tertentu dan mendisiplinkan mereka sedapat mungkin sesuai dengan periode penurunan harmoni dengan penyebab - karena penurunan. Hasil pertama, konteks pengelolaan sarana dan prasarana dalam penafsiran surat kabar terkandung dalam penafsiran An-Nahl (16) ayat 68-69, yaitu memetakan konsep bangunan pembagian kerja dalam menyusun infrastruktur menjadi efektif dan tepat sasaran sehingga implementasinya sesuai dengan nilainya. Kedua, perencanaan interpretasi al-Hasyr (59) ayat 18 untuk setiap individu untuk merancang persiapan masa depan mereka sehingga apa yang akan dilakukan telah dirumuskan sebagai konsepsi realisasi kegiatan. Ketiga, pemanfaatan interpretasi An-Nahl (16) ayat 5-8 adalah agar setiap manusia dapat memaksimalkan setiap sumber daya potensial yang ada baik SDM maupun SDA seefektif dan seefisien mungkin sehingga potensi yang ada pada sumber daya tersebut dapat dimaksimalkan. Keempat, inventarisasi interpretasi atas surat Al-Baqarah (2) ayat 282 tentang urgensi pencatatan sebagai bukti konkret, faktual dan otentik dalam pelaporan sehingga dapat lebih mudah saat memeriksa dan menjadi data tekstual ketika ada pertanggungjawaban dari lembaga sekolah. Kelima, pengawasan interpretasi Al-Mujaadillah (58) ayat 7 surah adalah mutlak untuk menghindari penyimpangan baik dalam hal pelaporan, kinerja dan output.
BERKACA NU DAN MUHAMMADIYAH DALAM MEWUJUDKAN NILAI-NILAI MODERASI ISLAM DI INDONESIA Almu?tasim, Amru
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 8 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.418 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v8i2.474

Abstract

Maintaining the moderation of Islam in Indonesia is a must because it is a command of the Qur'an. Didin Hafidhuddin said; Moderate does not mean that all religions are equal in line with the Ministry of Religion and MUI. Collaborative Cadre of Moderate Missionaries Muhammadiyah moderate and not excessive "Not too right (extreme) and not too left (liberal). This group of moderate wasathons or Muslims, in Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) terms are called sawadh al-a'zham, or the largest group, the Aswaja group. It is this group that is embraced by most Muslims in Indonesia, which has so far maintained the country's sovereignty. The trend that is being echoed in the world today is the enthusiasm of Muslims to maintain this moderation, namely moderate Islam. So it is important, because it is too right (extreme) to only see things from a black and white, halal and haram angle, which sometimes when applied in a pluralistic society is not quite right, "sure the goals of all Islamic groups in Indonesia are the same, but when delivered in a way right and more flexible, it is felt to have more impact compared to the extreme values ??of moderation of Islam that is actually what is currently needed by the world and needs to be used as a reference for sawad al-a'zham or the Muslim group, Aswaja and this is very in accordance with The Koran commands The problem is that there are opinions of Muslims who think that if there is something that is not in accordance with Islam, everything needs to be replaced, even though there are principles of fiqh that view the business and its way, as long as the benefits for Muslims must be accepted.
TELAAH KONSEPTUAL PENDIDIKAN BARAT DAN ISLAM Nurhayati, Ifa
TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 8 No 1 (2019): Pebruari
Publisher : Education for Islamic Studies Department, Islamic University of Majapahit (Universitas Islam Majapahit) Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.618 KB) | DOI: 10.36815/tarbiya.v8i1.352

Abstract

Tulisan ini bertujuan ingin mendeskripsikan perbedaan konseptual Pendidikan Barat (Umum) dan Pendidikan Islam. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perbedaan paradigma pendidikan Barat dan Islam tidak hanya terbatas pada ranah ontologis dan epistemologisnya, tetapi juga pada ranah aksiologis. Pada ranah ontologis, perbedaan pendidikan terlihat terutama pada ruang lingkup dan hakikat pendidikan itu sendiri. Pada ranah epistemologis, perbedaan keduanya terletak pada sumber pengetahuan yang dicari serta cara dan strategi untuk menggali sumber pengetahuan itu. Ranah konseptual ontologis hingga proses pendidikan (epistemologis) yang berbeda akan berpengaruh secara langsung pada tataran aksiologinya. Secara aksiologis, Pendidikan Barat tidak menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari hasil pendidikan, sementara Islam basis nilai manjadi sebuah keniscayaan dan bagian yang tak terpisahkan dari hasil pendidikan itu sendiri.